BUDI DAYA DAN PENGELOLAAN SAYURAN DI MASYARAKAT PESISIR PULAU MECAN BATAM KEPULAUAN RIAU

Suryo Hartanto, Fenny Agustina, Yustinus Farid Setyobudi

Abstract


Pulau Mecan merupakan salah satu gugusan pulau terluar Indonesia yang terletak di wilayah Kelurahan Sekanak Raya, Kecamatan Belakang Padang, Kota Batam. Sayur mayur sebagai salah satu kebutuhan pokok masyarakat untuk memenuhi kecukupan gizi keluarga sangat susah didapatkan. Wilayah Pulau mecan tidak memungkinkan dilakukan pertanian konvensional untuk sayur mayur karena kondisi tanah bauksit dan wilayah mangrove dan berlumpur disertai dengan banyaknya sampah organik atau anorganik dari masyarakat dan kiriman dari laut sekitarnya. Tujuan dari Program Kemitraan Masyarakat adalah: 1.Budidaya sayuran di masyarakat dengan memanfaatkan sampah dengan metode Hidroponik, 2. Pengelolaan hidroponik melalui nutrisi cair dengan limbah organik, 3.Pengelolaan hasil panen hidroponik dan nutrisi cair untuk peningkatan ekonomi. Budi daya dan pengelolaan sayuran di masyarakat pesisir pulau mecan, Batam, Kepulauan Riau, dilakukan dengan metode penyuluhan dan praktek secara langsung kepada masyarakat untuk melakukan budidaya sayuran dengan metode hidroponik, pengelolaan pupuk cair dan pengelolaan dan pengemasan hasil panen hidroponik serta pupuk cair. Hasil dari kegiatan Program kemitraan masyarakat ini adalah kecukupan kebutuhan sayur mayur di pulau mecan dengan memberdayakan limbah dan sampah yang ada disekitar lingkungan, peningkatan pendapatan masyarakat sebagai hasil sampingan selain hasil laut.


Keywords


Budidaya sayuran, Hidroponik, Pupuk cair

Full Text:

PDF

References


Aquakultur. (2016). Raup untung dari pupuk organik berbahan limbah ikan. Versi elektronik diakses dari: http://infoakuakultur.com.

Badru Setiawan. 2009. Proses Dan Cara Pengemasan Sayur-Sayuran. Diakses dari http://badrussetiawan1.blogspot.com/2009/04/proses-dan-cara-pengemasan-sayur.html

Batam Pos. (2016). Harga Cabai Merah Meroket Hingga Rp68 Ribu Perkilogram. Diakses dari: http://batampos.co.id

Bengen, D. G., A. Tahir, A. Rizal dan Pawitno. 2002. Pengembangan Konsep Daya Dukung dalam Pengelolaan Lingkungan Pulau-pulau Kecil. Laporan Akhir. Kerjasama Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) dengan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor. Jakarta: KLH.

Desperindag Batam. (2018). Daftar Harga Komoditi tanggal 16 Agustus. Diakses darhttps://disperindag.batam.go.id/2018/08/16/daftar-harga-komoditi...pada Agustus 2018.

Heru Agus Hendra dan Agus Andoko. (2014). Bertanam Sayuran Hidroponik ala Paktani Hydrofarm. Jakarta: PT. Agromedia Pustaka.

Info Agribisnis (2017). Cara Bertanam Hidroponik. Diakses dari: http://www.infoagribisnis.com/2017/04/cara-bertanam-hidroponik/, pada Agustus 2018.

Info Akua Kultur. 2016. Raup Untung dari Pupuk Organik Berbahan Limbah Ikan diakses dari: http://infoakuakultur.com/blog/raup-untung-dari-pupuk-organik.. Pada Agustus 2018.

Organic Hcs.(2018). Unsur Hara Makro dan Mikro yang dibutuhkan oleh Tanaman. Diakses dari: https://organichcs.com/2014/05/03/unsur-makro-dan-mikro-yang-dibutuhkan... Pada Agustus 2018.

Rudi Syatyakirti (2016). 85 Persen sembako di Batam berasal dari Luar Daerah, diakses dari: http://www.tribunnews.com

SKPD Kota Batam. (2017). Profil Kecamatan Belakang Padang. Diakses dari: https://arsipskpd.batam.go.id/batamkota/skpd.batamkota.go.id/belakangpadang/profil...pada Agustus 2018.




DOI: https://doi.org/10.33373/jmb.v3i2.1991

License URL: https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/

Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.