Hubungan Antara Branding Emosional dan Konten Digital pada Loyalitas Produk Barang Bekas

Intisari Haryanti, Ovriyadin Ovriyadin

Abstract


Dinamika persaingan di era digital dan pengetatan regulasi larangan impor pakaian bekas berdasarkan Permendag Nomor 40 Tahun 2022 menuntut pelaku UMKM thrifting untuk mengubah strategi guna mempertahankan loyalitas konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris pengaruh emotional branding dan konten digital terhadap loyalitas konsumen produk thrifting di Kota Bima. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain explanatory research melalui metode survei terhadap 96 responden konsumen thrifting yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan bantuan regresi linear berganda menggunakan SPSS. Hasil uji validitas dan reliabilitas menunjukkan seluruh instrumen penelitian bersifat valid (rhitung > 0,196) dan reliabel (α > 0,60). Hasil pengujian simultan (Uji F) membuktikan bahwa emotional branding dan konten digital secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap loyalitas konsumen (F = 69,693; Sig. 0,000) dengan kontribusi pengaruh sebesar 75,6% (R2 = 0,756). Secara parsial (Uji t), emotional branding berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas konsumen (β = 0,425; t = 4,620), demikian pula konten digital terbukti berpengaruh positif dan signifikan (β = 0,385; t = 4,529). Strategi emotional branding yang dominan dicapai melalui penciptaan sensasi berburu barang langka (the thrill of the hunt) dan jaminan kebersihan produk. Sementara itu, konten digital yang interaktif dan transparan (seperti Live Shopping dan kejelasan size chart) efektif mengatasi keterbatasan fisik dalam menilai barang bekas sekaligus memicu advokasi digital (e-WOM) konsumen. Rekomendasi penelitian ini niscaya menjadi panduan praktis bagi pelaku ekonomi kreatif di Kota Bima dalam mengintegrasikan strategi emosional dan visual untuk meningkatkan keberlanjutan usaha.

Keywords


Emotional Branding; Konten Digital; Loyalitas Konsumen; Thrifting; Kota Bima

Full Text:

PDF

References


Aditia, R., & Wijaya, M. (2024). Pergeseran perilaku belanja konsumen digital terhadap trensustainable fashion di Indonesia. Jurnal Ekonomi dan Bisnis Digital, 3(1), 12–28.

Ayu, S. (2021). Strategi digital content marketing berbasis penceritaan (storytelling) pada industri kreatif. Jurnal Komunikasi Visual dan Pemasaran, 6(2), 74–89.

Dick, A. S., & Basu, K. (1994). Customer loyalty: Toward an integrated conceptual framework. Journal of the Academy of Marketing Science, 22(2), 99–113.

Foster, B. (2022). From visual engagement to brand retention: The missing link in social media marketing. International Journal of Retail & Distribution Management, 50(4), 412–429.

Ghozali, I. (2018). Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS 25. Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Giffin, M. (2021). Building sustainable customer loyalty for MSMEs in the digital disruption era. Academic Press.

Gobé, M. (2001). Emotional Branding: The new paradigm for connecting brands to people. Allworth Press.

Griffin, J. (2021). Customer loyalty: How to earn it, how to keep it (Edisi Digital Terintegrasi). LexisNexis.

Kaplan, A. M., & Haenlein, M. (2020). Users of the world, unite! The challenges and opportunities of Social Media. Business Horizons, 53(1), 59–68.

Kurniawan, D. (2024). Dampak live shopping dan urgensi visual terhadap efek FOMO dan keputusan impulse buying pada e-commerce. Jurnal Riset Ekonomi Bisnis, 12(1), 45–59.

Massie, T. H., Corporate Author, & Jurnalistik Kumparan. (2022). Efektivitas integrasi pariwisata digital melalui pendekatan emosional. Jurnal Pemasaran Sinergis, 14(3), 201–215.

Oliver, R. L. (1999). Whence consumer loyalty?. Journal of Marketing, 63(4_suppl1), 33–44. Oliver, R. L. (2010). Satisfaction: A behavioral perspective on the consumer (2nd ed.).

Routledge. Pramudito, A. (2020). Pengaruh digital marketing content dan teknik storytelling terhadap pembentukan persepsi positif produk ekonomi kreatif. Jurnal Ilmiah Manajemen Pemasaran, 5(2), 110–125.

Prasetyo, B. (2024). Dampak kebijakan larangan impor pakaian bekas (Permendag No. 40/2022) terhadap restrukturisasi UMKM lokal. Jurnal Kebijakan Ekonomi Publik, 7(1), 55–69.

Rahayu, S. (2020). Implementasi dimensi emotional branding dalam meningkatkan ekuitas merek industri retail. Jurnal Strategi Pemasaran, 9(4), 310–324.

Rizki, M. (2025). Tren pemasaran konten digital dan perilaku konsumen modern. Penerbit Erlangga. Sanusi, A. (2011). Metodologi Penelitian Bisnis. Penerbit Salemba Empat.

Sari, N. P., & Pratama, A. (2023). Dinamika perilaku konsumen industri fashion thrifting di era kompetisi digital. Jurnal Manajemen Pemasaran Kontemporer, 8(2), 89–103.

Sarmin, A. (2023). Pengaruh citra merek berbasis pendekatan emosional terhadap loyalitas pelanggan toko pakaian kurasi. Jurnal Manajemen Ekonomi Kreatif, 4(3), 142–156.

Sekaran, U., & Bougie, R. (2016). Research Methods for Business: A Skill-Building Approach (7th Edition). John Wiley & Sons.

Serra-Cantallops, A., Ramon-Cardona, J., & Tarí, J. J. (2020). The impact of emotional branding on customer advocacy and loyalty in hospitality. International Journal of Hospitality Management, 89, 102–115.

Stojanovic, I., Andreu, L., & Curras-Perez, R. (2017). Effects of core and secondary destination image attributes on tourist loyalty: The mediating role of emotional experiences. Journal of Destination Marketing & Management, 6(3), 208–221.

Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Penerbit Alfabeta.

Yulita, H. (2024). Analisis pengalaman belanja holistik dan pendekatan emosional dalam mengunci loyalitas konsumen. Jurnal Riset Manajemen Bisnis, 11(2), 88–101.




DOI: https://doi.org/10.33373/dms.v15i2.9191

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.