Bahasa, Identitas, dan Perlawanan Perempuan sebagai Agen Transformasi Kultural

Dwi Astuti Wahyu Nurhayati

Abstract


Rezim Orde Baru, perempuan dibatasi perannya dalam ruang domestik melalui ideologi negara seperti "State Ibuism" yang menguatkan citra perempuan sebagai istri dan ibu yang patuh. Namun, dalam keterbatasan tersebut, perempuan justru melakukan resistensi melalui strategi halus yang tidak frontal, memanfaatkan bahasa, komunitas sosial, dan kepemimpinan alternatif sebagai alat perjuangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus historis. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif terbatas, dan studi dokumentasi. Temuan menunjukkan bahwa perempuan memanfaatkan bahasa sebagai alat resistensi simbolik, membentuk identitas resistif, serta menciptakan wacana tandingan terhadap narasi negara yang menindas. Mereka juga menggunakan media sosial, seni, dan jaringan komunitas untuk memperjuangkan hak, menyuarakan pengalaman yang disenyapkan, dan mendorong perubahan sosial secara kultural. Bahasa dan komunikasi terbukti menjadi alat penting dalam memperluas ruang kuasa perempuan dan membongkar norma patriarki yang mengekang.

Keywords


Perempuan, Bahasa, Perlawanan Simbolik, Komunikasi

Full Text:

PDF

References


Akbar, M. R. (2021). Representasi Perempuan dalam Rezim Wacana Orde Baru. Journalism, Public Relation and Media Communication Studies Journal (JPRMEDCOM), 3(2), 28–47.

Azmy, K., & Rahman, F. (2024). Discourse in Gender Studies : How Language Shapes Gender Narratives ? 6(1), 25–38.

Biegon, R., & Hamdaoui, S. (2024). Anti-populism and the Trump trauma in US foreign policy. International Affairs, 100(5), 1857–1875.

Desti Murdijana, Hodijah, S. N., Mukarramah, E., Prawitasari, S. A., Prameswari, D., & Sugiri, raisa nur. (2019). Pengabaian Hak Reproduksi dan Seksual: Ancaman Bagi Keselamatan dan Hak Hidup Perempuan dan Anak Perempuan Indonesia.

Faruq, M. (2025). STRATEGI KOMUNIKASI GENDER DALAM. 8, 1452–1460.

Ino Sulistiani. (2024). Representasi Diri Perempuan , Pembungkaman Sebagai Sedikit Fenomena Masalah Gender Dan. 17(1), 1–20.

Jati, W. R. (2014). Historisitas Politik Perempuan Indonesia. Paramita: Historical Studies Journal, 24(2).

Karman. (2017). BAHASA DAN KEKUASAAN (Instrumen Simbolik Peraih Kekuasaan Versi Bourdieu). Jurnal Studi Komunikasi Dan Media , 21(2), 235–246.

Lilja, M., & Vinthagen, S. (2018). Dispersed resistance: unpacking the spectrum and properties of glaring and everyday resistance. Journal of Political Power, 11(2), 211–229.

Mailani, O., Nuraeni, I., Syakila, S. A., & Lazuardi, J. (2022). Bahasa Sebagai Alat Komunikasi Dalam Kehidupan Manusia. Kampret Journal, 1(1), 1–10.

Maulid, P. (2022). Analisis Feminisme Liberal terhadap Konsep Pendidikan Perempuan (Studi Komparatif antara Pemikiran Dewi Sartika dan Rahmah El-Yunusiyyah). Jurnal Riset Agama, 2(2), 305–334.

Miles,M.B, Huberman,A.M, dan Saldana, J. (2014). Qualitative Data Analysis, A Methods Sourcebook. SAGE Publicaton.

Nandasari, D. C., & Jatiningsih, O. (2022). Pendampingan Perempuan Korban Kekerasan Pada Masa Pandemi Covid-19 Di Women Crisis Center “Yayasan Harmoni” Jombang. Journal of Civics and Moral Studies, 6(2), 64–79.

Nasta, F. F., & Aditya, I. (2022). Analisis Kesetaraan Gender Dalam Bangku Legislatif Menilik Pada Pengarustamaan Gender (PUG) Di Kabupaten Karawang. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 8(19), 104–117.

Nurhayati, D. A. W. (2020). Research Methodology. Akademia Pustaka.

Nurtjahyo, L. (2023). Tubuhku Bukan Milikku: Pasal 463 KUHP Baru Ditinjau dari Perspektif Hukum Feminis. Jurnal Perempuan, 28(1), 1–10.

Oktavia, N. T., & Nurhayati, D. A. W. (2023). the Use of Book Creator in the Blended Learning Model in Social Studies Learning. SOLIDARITY: Journal of Social Studies, 3(1), 33–47.

Pradita, S. M. (2020). Sejarah Pergerakan Perempuan Indonesia Abad 19-20 : Tinjauan Historis Peran Perempuan dalam Pendidikan Bangsa The History of the Indonesian Women ’ s Movement in the 19-20 Century : A Historical Review of the Role of Women in National Education. Chronologia: Journal of History Education, 2(2), 12–24.

Rahayu, R. I., & Aprilia, I. R. (2018). Rekonstruksi Pemahaman Kebangsaan: Percakapan Tentang Perempuan dan Kebangsaan. Jurnal Perempuan, 23(3), 183–192.

Rahmah, A. (2015). Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi. Aliansi Remaja Independen, 28(1).

Rodiana, O., Buana, U., & Karawang, P. (2025). Tubuh Perempuan sebagai Arena Kuasa : Feodalisme , Kapitalisme , dan Patriarki dalam Goyang Karawang. April, 0–12.

Sudiana, I. N., & Artika, I. W. (2024). ANALISIS KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN DALAM NOVEL. 14(2003), 518–539.

Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D (II). Alfabeta.




DOI: https://doi.org/10.33373/dms.v15i2.9253

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.