https://www.journal.unrika.ac.id/index.php/jurnalphythagoras/issue/feedPYTHAGORAS: JURNAL PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA2025-11-15T19:35:55+07:00Ismartiismartisohieb@gmail.comOpen Journal Systems<p align="justify"><strong>PYTHAGORAS: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika </strong>one of the accredited mathematics education journals <strong><strong>SINTA 4</strong>. </strong>PYTHAGORAS: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika welcomes scientific articles of research or theoretical studies (invited authors) in the field of mathematics education. All submitted articles shall never be published elsewhere, and not under consideration for other publications. PYTHAGORAS: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika is published by Universitas Riau Kepulauan twice a year; April and October. All published articles in PYTHAGORAS: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika feature a Digital Object Identifier (DOI) with a DOI Prefix: <strong>10.33373</strong> by <strong><strong>Crossref</strong></strong> and have been indexed by a number of indexing institutions, such as <strong>GARUDA</strong>, <strong>Google Scholar, etc</strong><strong>. </strong>Therefore, we invite authors, students (undergraduate, magister, doctoral), teachers, lecturers, practitioners, and observers of mathematics education to publish their manuscripts to PYTHAGORAS: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika. Please kindly see the Author Guidelines and use the article template in writing your manuscripts before submission to PYTHAGORAS: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika. </p> <div id="gtx-trans" style="position: absolute; left: 320px; top: 156px;"> </div>https://www.journal.unrika.ac.id/index.php/jurnalphythagoras/article/view/7712Peningkatan kemampuan berpikir kritis dengan model PBL berbantuan GeoGebra ditinjau dari kemampuan awal matematis2025-11-15T19:35:16+07:00nurulizah1512@gmail.comyumi@ecampus.ut.ac.idanti@ecampus.ut.ac.idBerpikir kritis adalah salah satu kemampuan yang harus dimiliki oleh siswa pada abad ke-21, karena dengan berpikir kritis, siswa mampu menyelesaikan masalah yang diberikan dengan menganalisis, mengevaluasi, dan membuat kesimpulan. Penelitian ini dimaksudkan untuk menentukan : (1) Perbedaan pada peningkatan kemampuan berpikir kritis dengan model PBL berbantuan GeoGebra, PBL tanpa GeoGebra, dan pembelajaran langsung yang ditinjau dari KAM (2) Interaksi antara KAM dan model pembelajaran terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa. Riset ini dengan menerapkan metode quasi-experiment dengan Pretest posttest Nonequivalent Control Group Design. Sampel pada penelitian ini adalah kelas VIII.1 dan VIII. 7 sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII.2 sebagai kelas kontrol. Teknik dalam mengambil sampel adalah purposive sampling. Instrumen yang digunakan pada proses pengumpulan data adalah tes kemampuan awal matematis dan tes kemampuan berpikir kritis. Analisis data menggunakan uji N-Gain, uji normalitas, uji homogenitas, uji anova satu arah, dan uji anova dua arah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara signifikan terdapat perbedaan pada peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa yang memperoleh PBL GeoGebra, PBL tanpa GeoGebra dan Pembelajaran Langsung yang ditinjau dari KAM tinggi dengan nilai sig 0,032, KAM sedang dengan nilai sig 0,000, dan KAM rendah dengan nilai sig 0,005. Tidak adanya interaksi antara KAM dan model pembelajaran terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis dengan nilai sig 0,334. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, terlihat bahwa PBL dengan berbantuan GeoGebra dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa.2025-09-14T08:17:23+07:00Copyright (c) 2025 PYTHAGORAS: JURNAL PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKAhttps://www.journal.unrika.ac.id/index.php/jurnalphythagoras/article/view/7937Pengembangan E-Modul Aritmatika Sosial Berbasis PMRI Di Madrasah Tsanawiyah2025-11-15T19:35:20+07:00200205023@student.ar-raniry.ac.idnuralam@ar-raniry.ac.idMatematika memiliki peran strategis dalam membentuk kemampuan berpikir logis, analitis, dan pemecahan masalah. Namun, pembelajaran matematika, khususnya materi aritmatika sosial, masih menghadapi kendala seperti rendahnya minat belajar, dan kurangnya inovasi dalam penyajian bahan ajar. Di era digital saat ini, pemanfaatan teknologi informasi dalam pembelajaran menjadi suatu keharusan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pengembangan e-modul serta mendeskripsikan kelayakan hasil pengembangan e-modul aritmatika sosial berbasis PMRI di madrasah tsanawiyah. Jenis penelitian yang diterapkan adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan mengikuti tahapan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation). Lokasi penelitian di MTsN 2 Aceh Besar, dengan melibatkan 32 siswa di kelas VII sebagai subjek penelitian. Instrumen penelitian ini menggunakan lembar validasi ahli materi, lembar validasi ahli media, lembar kepraktisan oleh guru dan lembar kepraktisan oleh siswa. Hasil dari penelitian ini berupa E-modul Berbasis PMRI pada Materi Aritmatika Sosial di MTs. Hasil kevalidan dari segi isi materi menunjukkan tingkat persentase sebesar 89,5% dengan kategori “sangat valid”, sedangkan kevalidan dari segi media menunjukkan tingkat persentase sebesar 92,2% dengan kategori “sangat valid”. Hasil uji kepraktisan oleh guru terhadap e-modul menunjukkan tanggapan tingkat persentase sebesar 94,7% yang “sangat praktis”, begitu juga hasil uji kepraktisan oleh siswa menunjukkan tingkat persentase sebesar 92,3% yang “sangat praktis”. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa e-modul berbasis PMRI pada materi aritmatika sosial di MTs yang telah dikembangkan dinilai memenuhi kriteria valid dan praktis digunakan sebagai bahan ajar interaktif dengan pemanfaatan IT dalam pembelajaran.2025-09-27T11:25:14+07:00Copyright (c) 2025 PYTHAGORAS: JURNAL PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKAhttps://www.journal.unrika.ac.id/index.php/jurnalphythagoras/article/view/6615Analisis kemampuan literasi matematis siswa dalam menyelesaikan soal PISA ditinjau dari gender2025-11-15T19:35:22+07:00achmad.muhtadin@fkip.unmul.ac.idachmad.muhtadin@fkip.unmul.ac.idachmad.muhtadin@fkip.unmul.ac.idLiterasi matematis merujuk pada kemampuan siswa dalam merumuskan, menerapkan, dan menafsirkan konsep matematika dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari. Salah satu faktor yang dapat memengaruhi literasi matematis adalah perbedaan gender. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan tujuan untuk menganalisis dan mengetahui kemampuan literasi matematika siswa dalam menyelesaikan soal PISA ditinjau dari gender. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik triangulasi data yang mengambil data dengan metode tes, wawancara dan dokumentasi, metode tes yang melibatkan 30 subjek siswa (15 siswa laki-laki dan 15 siswa perempuan) yang berumur 15 tahun keatas di SMP Negeri 22 Samarinda, selanjutnya dipilih 3 siswa dari setiap gendernya dari hasil tes literasi matematika yang dinilai berdasarkan pedoman penskoran untuk di wawancarai, setiap gender mewakili soal berdasarkan kategori rendah, sedang dan tinggi. Adapun indikator kemampuan literasi matematis dalam penelitian ini mengacu pada indikator proses literasi matematis, yaitu merumuskan situasi nyata secara matematis, menggunakan konsep fakta prosedur dan alasan matematika, serta menafsirkan, menerapkan dan mengevaluasi hasil matematika. Hasil dari penelitian diperoleh subjek laki-laki dan subjek perempuan sudah mampu memenuhi indikator proses literasi matematis untuk setiap kategorinya, dan mampu menjelaskan yang diketahui dan ditanyakan pada soal, akan tetapi subjek perempuan memiliki kecenderungan malu-malu dan kurang percaya diri akan argumennya2025-09-14T08:17:26+07:00Copyright (c) 2025 PYTHAGORAS: JURNAL PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKAhttps://www.journal.unrika.ac.id/index.php/jurnalphythagoras/article/view/6707Pemodelan dan analisa pengaturan lampu lalu lintas Simpang Empat Ringroad-UPN Yogyakarta menggunakan Aljabar Max Plus2025-11-15T19:35:25+07:00bellask31@gmail.comtheolaola12@gmail.comarudhito@gmail.comPermasalahan yang kerap kali dihadapi oleh kota-kota besar salah satunya adalah kemacetan. Salah satu persimpangan jalan dengan arus lalu lintas kendaraan yang tinggi di Yogyakarta adalah Simpang Seturan UPN. Hal ini disebabkan oleh padatnya aktivitas pelajar, mahasiswa, dan pekerja pada interval jam tertentu. Oleh karena itu, penting untuk mengoptimalisasikan dan mengintegrasi kendaraan yang harus berhenti dan berjalan bergantian di setiap persimpangan, khususnya pada persimpangan yang memiliki kepadatan kendaraan yang tinggi di jam-jam produktif di Kota Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mencari durasi lampu hijau yang optimal pada Simpang Empat Ringroad-UPN guna mengurai kemacetan yang terjadi di Jalan Seturan Raya pada jam padat, yaitu 16.00 - 18.00. Metode penelitian meliputi observasi untuk mencatat durasi setiap lampu lalu lintas pada simpang empat tersebut dan jumlah kendaraan yang melewati Jalan Seturan Raya. Selanjutnya, rekayasa durasi lampu hijau dilakukan dengan memanfaatkan Aljabar Max-Plus. Dari analisis yang dilakukan, ditemukan bahwa semakin bertambah durasi lampu hijau, jumlah kendaraan yang lewat semakin meningkat. Temuan ini menunjukkan bahwa pengaturan yang tepat terhadap durasi lampu lalu lintas dapat berkontribusi signifikan dalam mengurangi kemacetan. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam perencanaan transportasi yang lebih baik di Kota Yogyakarta, serta meningkatkan efisiensi arus lalu lintas dan kenyamanan pengguna jalan di area tersebut.2025-09-15T09:04:02+07:00Copyright (c) 2025 PYTHAGORAS: JURNAL PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKAhttps://www.journal.unrika.ac.id/index.php/jurnalphythagoras/article/view/7696Meningkatkan motivasi belajar siswa melalui live quiz di kelas VIII.7 SMP Negeri 6 Denpasar2025-11-15T19:35:28+07:00kadekpretykaprawita@gmail.compts.noviantari@unmas.ac.idMotivasi belajar merupakan faktor penting dalam mendukung keberhasilan pembelajaran, terkhusus di mata pelajaran Matematika yang kerap dipandang sulit bagi siswa. Salah satu alternatif meningkatkan motivasi belajar adalah melalui pemanfaatan media digital interaktif, seperti live quiz, yang dapat membangun suasana belajar menyenangkan dan memicu keterlibatan aktif siswa. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini bertujuan mengetahui bagaimana dan seberapa besar peningkatan motivasi belajar siswa kelas VIII.7 di SMP Negeri 6 Denpasar melalui pemberian live quiz dalam materi Persamaan Garis Lurus. Penelitian ini menggunakan model Kemmis dan McTaggart dengan dua siklus dan dua pertemuan per siklus. Data dikumpulkan dengan angket motivasi belajar yang diberikan di prasiklus, akhir siklus I, dan akhir siklus II. Subjek penelitian sebanyak 19 siswa yang mengikuti seluruh siklus secara penuh. Hasil penelitian memperlihatkan adanya peningkatan motivasi belajar, terlihat dari perilaku siswa yang lebih tekun, aktif bertanya, berdiskusi, dan antusias mengikuti live quiz. Peningkatan rata-rata motivasi belajar dari prasiklus ke akhir siklus II adalah 11,8%. Dapat disimpulkan bahwa penelitian ini berhasil mencapai tujuannya. Kata kunci: kuis matematika, live quiz, matematika, pembelajaran matematika2025-09-27T11:29:13+07:00Copyright (c) 2025 PYTHAGORAS: JURNAL PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKAhttps://www.journal.unrika.ac.id/index.php/jurnalphythagoras/article/view/7557Efektivitas model problem based learning terhadap literasi matematis melalui pendekatan berdiferensiasi2025-11-15T19:35:30+07:00sahriali291185@gmail.commujib_umnaw@yahoo.co.idendangw@ecampus.ut.ac.idLiterasi matematis merupakan kompetensi kunci abad 21 yang diperlukan untuk menyelesaikan masalah kontekstual secara logis dan efesien. Rendahnya tingakt literasi matematis siswa di Indonesia menunjukkan perlunya inovasi dalam strategi pembelajaran. Penelitian ini untuk menganalisis efektivitas model problem based learning melalui pendekatan diferensiasi dalam meningkatkan literasi matematis siswa. Riset ini tergolong penelitian quasi eksperimen dengan non-equivqlent control group design. Penelitian ini, menerapkan pretest dan posttest untuk kelompok eksperimen pada kelas VIII-C dan kelompok kontrol pada kelas VIII-F di SMP Negeri 29 Batam. Sampel pada masing-masing kelas berjumlah 44 siswa yang diambil dengan teknik purposive sampling. Instrumen tes digunakan untuk teknik pengumpulan data dengan teknik analisis menggunakan uji Paired Samples T-test dan uji Independent sample t-test. Hasil perhitungan memperoleh nilai signifikansi 0,00<0,05 berdasarkan uji Paired Samples T-test. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa literasi matematis siswa setelah pembelajaran dengan model problem based learning melalui pendekatan berdiferensiasi lebih efektif dari sebelumnya. Nilai signifikansi 0,00 < 0,05 berdasarkan uji Independent sample t-test, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan literasi matematis antara siswa pada kelas eksperimen dan kontrol.2025-10-01T13:40:07+07:00Copyright (c) 2025 PYTHAGORAS: JURNAL PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKAhttps://www.journal.unrika.ac.id/index.php/jurnalphythagoras/article/view/8282Etnomatematika pada bangunan rumah pengasingan Bung Karno di Bengkulu2025-11-15T19:35:34+07:00deliabengkulu85@gmail.comtontowi1966@gmail.comasmaraadi@gmail.comEtnomatematika merupakan pendekatan pembelajaran matematika yang mengintegrasikan unsur-unsur budaya lokal dalam proses pembelajarannya. Pendekatan ini bertujuan untuk mengaitkan konsep-konsep matematika dengan kehidupan sehari-hari dan budaya masyarakat setempat, sehingga matematika menjadi lebih kontekstual dan mudah dipahami. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi konsep-konsep matematika yang terdapat dalam arsitektur Rumah Pengasingan Bung Karno, yang merupakan salah satu warisan budaya dalam bentuk bangunan bersejarah. Fokus utama dari penelitian ini adalah mengidentifikasi dan menganalisis bentuk-bentuk bangunan yang mengandung unsur matematika pada Rumah Pengasingan Bung Karno. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan etnografi, yang dilakukan langsung di lokasi rumah pengasingan. Informan dalam penelitian ini terdiri dari Bapak Roni Wibowo, yang berperan sebagai pemandu lokal, serta Bapak Liyon Sigitra, S.S., selaku kepala unit rumah pengasingan tersebut. Data diperoleh melalui observasi langsung dan wawancara dengan para informan. Proses analisis data dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, verifikasi, hingga penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada bagian atap, ventilasi, dan teras pagar rumah tersebut terdapat berbagai bentuk geometris yang mencerminkan konsep matematika seperti belah ketupat, segitiga sama kaki, persegi, segitiga siku-siku, persegi panjang, serta konsep transformasi seperti kesebangunan, kekongruenan, refleksi, translasi, dan kesejajaran.2025-10-22T17:47:55+07:00Copyright (c) 2025 PYTHAGORAS: JURNAL PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKAhttps://www.journal.unrika.ac.id/index.php/jurnalphythagoras/article/view/8187Learning how to teach: portrait of teaching skills of tadris mathematics students in microteaching courses2025-11-15T19:35:37+07:00syahidibnu369@gmail.comwiwin.astuti@staff.uinsaid.ac.idari.wibowo@staff.uinsaid.ac.idAbstract. Teaching skills are one of the essential competencies that education students must possess as prospective teachers. However, in reality, many students still struggle to implement teaching skills effectively during microteaching courses. This study aims to analyze the teaching skills of Tadris Mathematics students in microteaching courses. The method employed in this research is descriptive quantitative. Data were obtained from the assessment sheets of the lecturers who taught the microteaching course. The sample comprised all Tadris Mathematics students at UIN Raden Mas Said Surakarta, semester 6, who enrolled in microteaching courses, totaling 82 students divided into six classes. The results indicated that there are four indicators of teaching skills in the very good category, eight indicators in the good category, ten indicators in the adequate category, and three indicators in the poor category. Students demonstrated excellent opening and closing skills and demonstrated positive verbal and nonverbal performance, such as clear language use and an attractive appearance. However, they still needed reinforcement in developing HOTS skills, implementing the TPACK approach and problem or project based learning, and developing HOTS based assessments. Thus, there remains a dominance of teaching skill indicators that fall within the adequate and poor categories, highlighting the need for further intervention and improvement. Each student's teaching skills improved from the first to the third practice. The variation in teaching skills among students decreased, demonstrating that students' teaching skills became more uniform and stable. Most of the students fall into the good and very good categories. The development of students' teaching skills is supported by four vital principles in microteaching learning, namely the principle of practice, the principle of reinforcement, the principle of evaluation, and the principle of precision supervision. This research is expected to provide an understanding of the role of microteaching in shaping the teaching skills of prospective teachers and a basis for developing more effective microteaching strategies.2025-10-31T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 PYTHAGORAS: JURNAL PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKAhttps://www.journal.unrika.ac.id/index.php/jurnalphythagoras/article/view/8185Optimisasi Pengiriman Tandan Buah Segar Kelapa Sawit untuk Efisiensi Rute Menggunakan Integrasi Metode Saving Matrix dan Algoritma Best First Search2025-11-15T19:35:40+07:00syamsyida.rozi@unja.ac.idfatimahrangkuti39@gmail.comgusmanelyz@unja.ac.idPeningkatan permintaan pasar terhadap minyak kelapa sawit mendorong PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV Regional IV untuk melakukan efisiensi di berbagai rantai pasok, salah satunya adalah pada proses pengangkutan Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit. Berdasarkan hasil wawancara dengan pihak PTPN IV, diperoleh informasi bahwa proses pengangkutan TBS kelapa sawit di perusahaan dilakukan secara intuisi atau tidak berdasarkan perhitungan matematis. Padahal melalui perhitungan matematis, dapat ditemukan proses dan rute pengangkutan TBS yang optimal dan efisien. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menerapkan metode saving matrix yang dilanjutkan dengan algoritma best first search untuk memperoleh proses dan rute pengangkutan TBS yang optimal. Penelitian ini menggunakan data primer berupa jalur yang dapat dilalui pada 11 kebun kelapa sawit PTPN IV. Hasil penelitian menunjukkan persentase penghematan jarak tempuh yang cukup signifikan setelah menerapkan metode saving matrix dan algoritma best first search dibanding jarak tempuh yang biasa dijalani oleh kendaraan, yaitu 0,89% hingga 77,72% tergantung lokasi kebun. Secara praktis, hasil penelitian ini dapat membantu perusahaan dalam merencanakan dan mengatur rute pengangkutan TBS berbasis data. Dengan demikian, perusahaan dapat mengurangi biaya operasional, waktu tempuh, serta konsumsi bahan bakar, sekaligus meningkatkan ketepatan pengiriman TBS ke lokasi pengolahan.2025-11-03T15:39:51+07:00Copyright (c) 2025 PYTHAGORAS: JURNAL PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKAhttps://www.journal.unrika.ac.id/index.php/jurnalphythagoras/article/view/7850Etnomatematika dalam Permainan Tradisional Ingkau2025-11-15T19:35:43+07:00reanaoktavia53@gmail.comriwayatselvi@gmail.comsofya203@gmail.comEtnomatematika merupakan unsur budaya yang terdapat pembelajaran matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aktivitas etnomatematika dan konsep matematika yang terdapat dalam permainan tradisional Ingkau di Bengkulu Tengah. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode etnografi. Penelitian ini dilakukan di Desa Taba Lagan, Bengkulu Tengah. Informasi dari penelitian ini adalah Ketua Adat dan masyarakat lokal Desa taba Lagan. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap masyarakat lokal, terutama ketua adat dan pelaku permainan. Teknik analisis data pada penelitian ini dengan cara pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, verifikasi data dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permainan Ingkau memuat berbagai konsep matematika, seperti pengukuran panjang, menghitung, perbandingan, segitiga siku-siku, sudut, kesejajaran, dan pythagoras.2025-11-02T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 PYTHAGORAS: JURNAL PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKAhttps://www.journal.unrika.ac.id/index.php/jurnalphythagoras/article/view/8236Implementasi Model Problem Based Learning dengan Pendekatan TaRL untuk Meningkatkan Pemecahan Masalah Matematis Siswa2025-11-15T19:35:46+07:00nurulhafika.21@gmail.comnurizzati@umrah.ac.iddesirahmatina@umrah.ac.idKemampuan pemecahan masalah matematis merupakan kemampuan dasar yang harus dimiliki siswa sebagai dasar pengembangan kemampuan matematis lainnya seperti penalaran, komunikasi, representasi, dan koneksi matematis. Berdasarkan hasil observasi awal di SMPN 6 Bintan, siswa kelas VIII masih mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal-soal pemecahan masalah matematis yang mengakibatkan rendahnya kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diperlukan model pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa secara efektif. Model Problem Based Learning dengan pendekatan Teaching at the Right Level (TaRL) dipandang potensial karena dapat mengakomodasi keberagaman kemampuan siswa melalui pembelajaran yang disesuaikan dengan tingkat pemahaman masing-masing siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa antara siswa yang belajar menggunakan model Problem Based Learning dengan pendekatan TaRL dan siswa yang belajar menggunakan model Problem Based Learning tanpa pendekatan TaRL. Penelitian ini menggunakan metode Quasi Experiment dengan Non equivalent Control Group Design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII di SMPN 6 Bintan. Teknik random sampling digunakan untuk menentukan sampel, sehingga ditetapkan kelas VIII-A sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII-C sebagai kelas kontrol. Data dikumpulkan menggunakan soal pretest dan posttest yang telah divalidasi melalui uji validitas dengan mengkaji keterkaitan antara butir soal dengan indikator pemecahan masalah matematis. Analisis data menggunakan Independent Sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang menggunakan model Problem Based Learning dengan pendekatan TaRL lebih tinggi dari siswa yang belajar menggunakan model Problem Based Learning tanpa pendekatan TaRL dengan nilai signifikan 0,0005 < 0,05 sehingga H₀ ditolak dan Hₐ diterima.2025-11-02T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 PYTHAGORAS: JURNAL PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKAhttps://www.journal.unrika.ac.id/index.php/jurnalphythagoras/article/view/7892Efektivitas model LAPS-Heuristic berbantuan media flashcard terhadap kemampuan penyelesaian masalah matematis peserta didik2025-11-15T19:35:49+07:00muthianurulf@upi.edufaisalsadammurron@upi.edurosianamufliva@upi.eduPermasalahan yang melatarbelakangi penelitian ini yaitu belum optimalnya kemampuan peserta didik dalam memecahkan masalah matematis yang disebabkan oleh pemilihan model pembelajaran serta media yang belum sepenuhnya memfasilitasi untuk mengembangkan kemampuan penyelesaian masalah. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tingkat efektivitas model Laps-Heuristic berbantuan media Flashcard dalam meningkatkan kemampuan penyelesaian masalah matematis pada peserta didik kelas V pada materi keliling persegi dan persegi panjang. Penelitian ini menggunakan metode Pre-Experimental dengan desain One Group Pretest-Posttest. Sampel yang digunakan yaitu peserta didik kelas V di salah satu SD Negeri Kota Bandung berjumlah 24 orang. Teknik dalam pengumpulan data terdiri dari tes berupa soal uraian non-rutin sebanyak 5 soal dan observasi. Analisis data yang dilakukan yaitu melalui statistik deskriptif dan inferensial. Berdasarkan temuan penelitian, disimpulkan bahwa model Laps-Heuristic berbantuan media Flashcard cukup efektif dalam meningkatkan kemampuan penyelesaian masalah matematis peserta didik kelas V. Hal ini dibuktikan dengan skor N-Gain sebesar 0,63 termasuk pada kategori sedang dan persentase N-Gain sebesar 63,07% menunjukkan kategori cukup efektif.2025-11-02T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 PYTHAGORAS: JURNAL PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKAhttps://www.journal.unrika.ac.id/index.php/jurnalphythagoras/article/view/7481Pengembangan Media Pembelajaran ABBD Berbasis Unity Pada Materi Bangun Datar Kelas V2025-11-15T19:35:51+07:00gilangicik21@gmail.comhilyahkinanti@gmail.comkamilahajawes99@gmail.comegaa23067@gmail.comPengembangan media pembelajaran Asyiknya Belajar Bangun Datar (ABBD) berbasis Unity bertujuan untuk memudahkan siswa kelas V belajar materi bangun datar melalui pendekatan yang interaktif dan menyenangkan. Media dirancang dalam bentuk aplikasi digital dan dapat diakses melalui perangkat komputer. Metode penelitian yang digunakan adalah R&D dengan model pengembangan 4-D (Define, Design, Development, Disseminate). Tahap define melibatkan kajian kebutuhan dari ketersediaan media pembelajaran. Tahap design melibatkan perancangan frame dan tampilan utama. Tahap pengembangan mencakup pembuatan konten interaktif, animasi, dan media yang dapat membantu siswa memahami konsep bangun datar. Tahap disseminate dilakukan dengan penyebaran media agar bisa dimanfaatkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran ABBD mendapatkan respon positif dari guru dan siswa. Angket persepsi guru memperoleh skor total 60 dengan persentase 75% termasuk ke dalam kategori “praktis”. Angket siswa memperoleh skor total 600 dengan persentase 83,3% sehingga termasuk ke dalam kategori “sangat praktis”. Dapat disimpulkan bahwa ABBD dalam materi bangun datar di kelas V sangat praktis digunakan dalam proses pembelajaran. Selain itu dapat dipastikan guru dan siswa tidak mengalami kesulitan dalam menggunakan ABBD sebagai salah satu alternatif media pembelajaran untuk menjadikan pembelajaran lebih berkualitas. Dengan demikian, ABBD dapat menjadi salah satu solusi inovatif dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar, khususnya dalam materi bangun datar.2025-11-03T15:57:07+07:00Copyright (c) 2025 PYTHAGORAS: JURNAL PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKAhttps://www.journal.unrika.ac.id/index.php/jurnalphythagoras/article/view/7791Uji Validitas, Kepraktisan dan Efektivitas E-Modul Basikung untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Siswa Kelas IX2025-11-15T19:35:55+07:00bagus.kade.adhiatma@undiksha.ac.idmade.sugiarta@undiksha.ac.idgustiayumahayukti@undiksha.ac.idPenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan e-modul terintegrasi GeoGebra pada materi bangun ruang sisi lengkung untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa kelas IX. Metode penelitian ini mengadopsi model 4D dengan urutan tahapan sebagai berikut: define (pendefinisian), design (perancangan), development (pengembangan), dan disseminate (diseminasi). Pelaksanaan penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Seririt pada kelas IX D dengan jumlah 35 siswa. Terdapat 4 ahli yang terdiri dari 2 guru smp dan 2 dosen universitas pendidikan ganesha untuk menguji validitas dari e-modul yang telah dikembangkan, 2 ahli untuk menguji validitas materi yang memperoleh rata-rata skor 91% dengan kategori sangat valid, dan 2 ahli untuk menguji validitas media dengan skor rata-rata 88% dengan karegori valid. Selain itu untuk tampilan. Uji kepraktisan: rata-rata 81,37% (praktis) untuk siswa dan 91,91% (sangat praktis) untuk guru. Uji keefektifan menunjukkan peningkatan pemahaman matematis dengan n-gain 0,382 dan t-test lebih dari t tabel. Penelitian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman konsep matematis pada siswa kelas IX di SMP Negeri 1 Seririt dengan penggunaan e-modul GeoGebra.2025-11-12T11:33:50+07:00Copyright (c) 2025 PYTHAGORAS: JURNAL PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA