MENGURANGI KETERLAMBATAN PADA PROYEK PEMBUATAN CARGO BARGE 300'(STUDI KASUS PT.SEKAR PERMATA NUSA)

Edy Setioko, Dadang Redantan, Zainal Arifin

Abstract


Khususnya pada proyek pembuatan cargo barge , padapengerjaan cargo barge 300' untuk hull 665 proyek tidak bisa
selesai tepat waktu halini terjadi karena penjadwalan dan pengaturan tenaga kerja welder 1G yang tidaksesuai
dengan volume pekerjaan yang ada. Selama ini penjadwalan pekerjaandilakukan tanpa memperhatikan apakah
kegiatan tersebut memiliki waktukelonggaran dalam pengerjaannya. Keterlambatan penyelesaian proyek adalah
halyang merugikan bagi perusahaan, karena perusahaan harus membayar denda pinaltidari client. Permasalahan
yang dihadapi perusahaan saat ini adalah jumlah tenagakerja welder 1G yang tersedia kurang yang mengakibatkan
keterlambatan pengerjaanproyek.
Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan penjadwalan proyek pada pembuatan cargo barge 300' diPT. Sekar Permata Nusa yang terbaik, dimana penjadwalan proyek tersebut dapatmengurangi keterlambatan
penyelesaian pekerjaan.Metodepenjadwalan proyek yang diteliti adalah metode jalur kritis , biasa disebut
denganPERT (Program Evaliasi and Review Technique).
Dari hasil pengolahan data dan pembahasan hasil penelitian, metodepenjadwalan proyek terbaik adalah
menggunakan metode PERT dengan perhitunganmundur dimana jumlah pemakaian pekerja maximal tiap bulannya
adalah 61 pekerjadan dengan biaya pengerjaan sebesar 524.763.800 rupiah. Pengeluaran biaya ini lebihkecil
dibandingkan dengan perhitugan maju, dengan selisih biaya sebesar376.177.600 rupiah.
Kata kunci: Keterlambatan, PERT, Jaringan Kerja, Jalur Kritis.

Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.33373/profis.v1i1.214

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2016 PROFESIENSI