KOPASTA: Journal of the Counseling Guidance Study Program
https://www.journal.unrika.ac.id/index.php/kopastajournal
<p align="justify">KOPASTA: Journal of the Counseling Guidance Study Program publishes articles on practice, theory, and research in all areas of Guidance and Counseling also education related to Guidance and Counseling. Every submitted manuscript will be reviewed by at least peer-reviewers using review method. This Journal has ben featuring with Guidance and Counsleing Association Regional Kepulauan Riau. This journal is published in June and November each year by the Guidance Counseling Department, Faculty of Teaching and Education, University of Riau Kepulauan, Batam, Indonesia.</p>UNIVERSITAS RIAU KEPULAUAN, BATAM, INDONESIAen-USKOPASTA: Journal of the Counseling Guidance Study Program2442-4323FONDASI DAN BATAS EPISTEMOLOGIS TEORI KEPRIBADIAN DALAM PSIKOLOGI KEPRIBADIAN KONTEMPORER
https://www.journal.unrika.ac.id/index.php/kopastajournal/article/view/8756
Artikel ini merupakan critical book review terhadap buku Theories of Personality edisi kesebelas karya Duane P. Schultz dan Sydney Ellen Schultz yang selama ini menjadi rujukan utama dalam kajian psikologi kepribadian di berbagai konteks akademik. Telaah difokuskan pada analisis fondasi dan batas epistemologis teori-teori kepribadian yang dipaparkan dalam buku tersebut, khususnya terkait asumsi filosofis tentang hakikat manusia, determinisme perilaku, dan konstruksi pengetahuan psikologis. Melalui pendekatan analisis konseptual-kritis, artikel ini menyoroti kecenderungan reduksionisme teoretis, dominasi perspektif Barat, serta ketegangan antara teori kepribadian klasik dan tuntutan psikologi kontemporer yang berbasis bukti empiris dan sensitivitas budaya. Hasil telaah menunjukkan bahwa meskipun buku Schultz dan Schultz memiliki kontribusi signifikan dalam memetakan lanskap teori kepribadian secara sistematis dan komprehensif, teori-teori yang disajikan tetap memiliki keterbatasan epistemologis yang perlu dibaca secara reflektif dan kontekstual. Artikel ini menegaskan pentingnya sikap kritis dan integratif dalam memahami teori kepribadian, khususnya dalam pengembangan psikologi kepribadian dan praktik bimbingan serta konseling di era kontemporer. Kata Kunci: Teori Kepribadian; Epistemologi; Analisis Buku secara Kritis; Psikologi Kepribadian
Copyright (c) 2026 KOPASTA: Journal of the Counseling Guidance Study Program
2026-01-012026-01-01122748610.33373/kop.v12i2.8756THE INFLUENCE OF THE TEACHER’S BEHAVIOR ON THE DISCIPLINE CHARACTER OF STUDENTS
https://www.journal.unrika.ac.id/index.php/kopastajournal/article/view/7243
The cultivation and formation of disciplinary character of students is one of the important roles for teachers in educating their students. One of the factors that can influence the formation of students' discipline character is the behavior given and shown by the teacher. The current research study aims to find out how the teacher's behavior can affect the discipline character of students. In this research, the research method used is literature study. The data were collected through searching, editing, organizing, and continued with finding. In conclusion, the behavior carried out by teachers to their students such as exemplary attitude, assertiveness in enforcing rules, giving rewards or gifts, and mental support or motivation from teachers, are able to influence the disciplinary character of students. By modeling and providing exemplary behavior, assertiveness in enforcing rules, giving gifts or awards, and mental support or motivation effectively, teachers can influence the formation of students' disciplinary character. Through the findings and conclusion obtained in this study, the implementation of the four indicators of teacher’s behavior is highly recommended.
Copyright (c) 2026 KOPASTA: Journal of the Counseling Guidance Study Program
2025-11-202025-11-20122879810.33373/kop.v12i2.7243PERTIMBANGAN DAN PERSIAPAN PELAKSANAAN KONSELING KELOMPOK DALAM PENDEKATAN PERSON-CENTERED
https://www.journal.unrika.ac.id/index.php/kopastajournal/article/view/8703
Pendekatan person-centered dalam konseling kelompok berakar pada pandangan humanistik Carl Rogers yang menekankan pentingnya hubungan empatik, keaslian (congruence), dan penerimaan tanpa syarat (unconditional positive regard) sebagai dasar perubahan psikologis. Artikel ini membahas secara komprehensif empat aspek utama yang menentukan keberhasilan pelaksanaan konseling kelompok berpendekatan person-centered, yaitu: (1) tempat pelaksanaan, (2) waktu pertemuan, (3) ukuran atau besarnya kelompok, dan (4) persiapan konseling. Hasil kajian literatur menunjukkan bahwa tempat bukan sekadar ruang fisik, tetapi merupakan wadah psikologis yang menumbuhkan rasa aman dan kebersamaan; waktu dipandang fleksibel dan disesuaikan dengan ritme alami pertumbuhan individu; ukuran kelompok ideal berkisar antara enam hingga sepuluh anggota untuk dewasa dan empat hingga delapan untuk remaja; sedangkan tahap persiapan berperan penting dalam membangun kepercayaan, kesiapan emosional, dan komitmen etis. Keempat aspek ini secara terpadu mendukung terciptanya iklim terapeutik yang reflektif, nondirektif, dan penuh empati, di mana setiap anggota kelompok dapat mengekspresikan dirinya secara autentik dan mengalami pertumbuhan personal yang bermakna. Dengan demikian, pelaksanaan konseling kelompok person-centered tidak hanya berorientasi pada prosedur, tetapi merupakan proses humanistik yang menumbuhkan kesadaran diri, tanggung jawab personal, dan aktualisasi potensi manusia secara utuh
Copyright (c) 2026 KOPASTA: Journal of the Counseling Guidance Study Program
2025-11-202025-11-201229911310.33373/kop.v12i2.8703UPAYA MENGATASI GANGGUAN KESEHATAN MENTAL ANAK BROKEN HOME
https://www.journal.unrika.ac.id/index.php/kopastajournal/article/view/8731
Keluarga memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan mental dan perkembangan emosional anak. Namun, ketika terjadi kondisi broken home seperti perceraian, konflik berkepanjangan, atau hilangnya fungsi peran orang tua, anak sering kali menjadi pihak yang paling terdampak. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan mengkaji berbagai jurnal, artikel ilmiah, dan sumber akademik yang relevan mengenai hubungan antara broken home dan gangguan kesehatan mental pada anak. Hasil kajian menunjukkan bahwa anak yang mengalami perpecahan keluarga berisiko mengalami gangguan emosional, psikologis, serta perilaku, seperti stres, kecemasan, depresi, rendahnya kepercayaan diri, serta kesulitan bersosialisasi. Dampak tersebut dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti kurangnya komunikasi, sikap egois antar orang tua, tekanan ekonomi, kesibukan orang tua, rendahnya tingkat pendidikan, serta kehadiran pihak ketiga. Untuk membantu anak dalam menghadapi kondisi tersebut, diperlukan strategi penanganan seperti self management dan coping stres yang membantu anak mengelola emosi dan tekanan psikologis secara lebih adaptif. Dengan dukungan keluarga, lingkungan sosial, dan tenaga profesional, anak broken home dapat pulih dan berkembang secara optimal. Penelitian ini menegaskan pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental anak sebagai upaya pencegahan gangguan psikologis jangka panjang.
Copyright (c) 2026 KOPASTA: Journal of the Counseling Guidance Study Program
2025-11-232025-11-2312211413410.33373/kop.v12i2.8731Efektivitas Layanan Informasi Dengan Teknik Role Play Dalam Meningkatkan Kesehatan Mental Anak Panti Asuhan Yaa Bunayya
https://www.journal.unrika.ac.id/index.php/kopastajournal/article/view/8787
Artikel ini membahas efektivitas layanan informasi dengan teknik role play dalam meningkatkan kesehatan mental anak Panti Asuhan Yaa Bunayya. Program ini bertujuan menjaga kesehatan mental, melatih keterampilan mengelola emosi, meningkatkan literasi kesehatan mental, serta kemampuan berpikir tingkat tinggi pada anak panti asuhan. Metode yang digunakan adalah roleplay dengan melibatkan 45 anak dan remaja dari Panti Asuhan Yaa Bunayya di Pulau Setokok. Hasil kegiatan menunjukkan tingkat keberhasilan 100% berdasarkan peningkatan skor post-test pada instrumen kesehatan menta lmenunjukkan adanya peningkatan yang jelas setelah peserta mengikuti layanan informasi berbasis role play yang digabung dengan kegiatan, seperti latihan pengenalan emosi, emosketch, dan penguatan growth mindset. Pada tahap pretest, skor ketiga instrumen berada pada kategori rendah sampai sedang, sementara hasil posttest meningkat ke kategori tinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa role play cukup efektif membantu anak memahami kesehatan mental, berpikir lebih reflektif, dan mengelola emosinya dengan lebih baik. Karena itu, pengelola panti diharapkan dapat terus memakai metode pembelajaran berbasis pengalaman seperti role play untuk mendukung perkembangan mental dan kemampuan berpikir anak secara berkelanjutan.
Copyright (c) 2026 KOPASTA: Journal of the Counseling Guidance Study Program
2025-11-202025-11-2012213514710.33373/kop.v12i2.8787PENGEMBANGAN MODEL CREATIVE PROBLEM SOLVING BERORIENTASI HOTS DALAM MENINGKATKAN LITERASI BACA TULIS REMAJA TANJUNG GUNDAP
https://www.journal.unrika.ac.id/index.php/kopastajournal/article/view/8691
Kemampuan literasi baca tulis bukan hanya sekadar membaca dan menulis namun berkaitan dengan keterampilan menemukan informasi, mamahami teks informasi, mengevaluasi penyajian dalam teks, dan merefleksi isi di dalam teks. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi baca tulis remaja Tanjung Gundap serta keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS) yang diperlukan pada abad 21. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode Kuantitatif menggunakan Eksperimen One Group Design yang sasaran dan subjek dalam pelaksanaan penelitian ini adalah remaja Tanjung Gundap berjumlah sebanyak 25 orang dengan teknik purposive sampling. Instrumen untuk penelitian ini menggunakan Pre-Test, Post-Test literasi dan HOTS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model CPS yang berorientasi pada HOTS dapat memberikan perubahan efektif pada literasi baca tulis remaja di Tanjung Gundap dan dapat mendukung pencapaian tujuan SDGs yaitu tujuan ke-4 untuk mewujudkan pendidikan berkualitas. Penelitian ini menggunakan Uji Wilxocon dengan nilai sig.sebesar 0,000 ( sig, <0,05 ) yang menunjukan bahwa terdapat perbedaan sebelum dan sesudah pemberian tindakan. Hasil ini didukung dari nilai pre-test ke post-test yang menunjukkan peningkatan literasi baca tulis kategori tinggi 56% dengan hasil awal berkategori sangat rendah 20%.
Copyright (c) 2026 KOPASTA: Journal of the Counseling Guidance Study Program
2025-11-202025-11-2012214816110.33373/kop.v12i2.8691EFEKTIVITAS LAYANAN INFORMASI DENGAN TEKNIK MODELLING DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS X DAN XI SMAN 1 KEPULAUAN POSEK
https://www.journal.unrika.ac.id/index.php/kopastajournal/article/view/8721
Motivasi belajar merupakan faktor penting yang memengaruhi keterlibatan dan keberhasilan siswa dalam proses pembelajaran. Rendahnya motivasi belajar dapat berdampak pada kurangnya partisipasi aktif serta pencapaian akademik yang tidak optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas layanan informasi dengan teknik modelling dalam meningkatkan motivasi belajar siswa kelas X dan XI di SMAN 1 Kepulauan Posek. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one group pretest-posttest. Subjek penelitian berjumlah 32 siswa yang memiliki tingkat motivasi belajar rendah berdasarkan hasil studi pendahuluan. Instrumen penelitian berupa angket motivasi belajar yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Data dianalisis dengan membandingkan skor motivasi belajar sebelum dan sesudah pemberian layanan informasi dengan teknik modelling. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan motivasi belajar siswa secara signifikan setelah diberikan perlakuan. Temuan ini mengindikasikan bahwa layanan informasi yang disajikan melalui teknik modelling mampu memberikan penguatan pemahaman dan dorongan internal kepada siswa dalam proses belajar. Dengan demikian, layanan informasi berbasis modelling efektif digunakan sebagai salah satu bentuk intervensi dalam layanan bimbingan dan konseling di sekolah untuk meningkatkan motivasi belajar siswa.
Copyright (c) 2026 KOPASTA: Journal of the Counseling Guidance Study Program
2025-11-202025-11-2012216217210.33373/kop.v12i2.8721LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING KOLABORATIF DALAM MITIGASI DAMPAK SOSIAL PEMANFAATAN SEDIMEN LAUT PADA REMAJA DI KABUPATEN BINTAN
https://www.journal.unrika.ac.id/index.php/kopastajournal/article/view/8786
Pemanfaatan sedimen laut di Kabupaten Bintan merupakan kebijakan pembangunan pesisir yang bertujuan mendorong pertumbuhan ekonomi, namun berpotensi menimbulkan dampak sosial dan psikososial, khususnya bagi remaja. Perubahan lingkungan sosial yang cepat menempatkan remaja pada kondisi rentan terhadap kecemasan sosial, ambivalensi sikap, dan ketidakpastian orientasi masa depan. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak sosial pemanfaatan sedimen laut terhadap kondisi psikososial remaja serta mengkaji peran layanan bimbingan dan konseling kolaboratif sebagai strategi mitigasi sosial. Penelitian menggunakan metode campuran dengan desain deskriptif analitis. Data diperoleh melalui Social Baseline Survey tahun 2025 yang meliputi survei sosial ekonomi, wawancara, observasi lapangan, dan studi dokumentasi di wilayah pesisir Kabupaten Bintan. Hasil penelitian menunjukkan adanya persepsi ambivalen masyarakat, yaitu pengakuan terhadap manfaat ekonomi yang disertai kekhawatiran terhadap keberlanjutan sosial dan lingkungan. Kondisi ini berdampak pada meningkatnya kecemasan sosial dan ketidakpastian masa depan remaja. Temuan penelitian menegaskan bahwa layanan bimbingan dan konseling kolaboratif yang melibatkan sekolah, keluarga, dan komunitas lokal berperan penting dalam memperkuat dukungan sosial, meningkatkan resiliensi remaja, dan memitigasi dampak sosial pembangunan pesisir.
Copyright (c) 2026 KOPASTA: Journal of the Counseling Guidance Study Program
2025-11-202025-11-2012217318510.33373/kop.v12i2.8786