https://www.journal.unrika.ac.id/index.php/sigmateknika/issue/feedSIGMA TEKNIKA2025-12-08T19:21:44+07:00Endang Susantiendang@ft.unrika.ac.idOpen Journal Systems<p align="justify">SIGMA TEKNIKA is a journal of the Faculty of Engineering which is an internal scientific publication media within the Faculty of Engineering, Unrika with a focus on scientific work in the form of writings from the results of research conducted by lecturers or students covering the disciplines of mechanical engineering, industrial engineering, electrical engineering, civil engineering and engineering. architecture or relevant science.</p>https://www.journal.unrika.ac.id/index.php/sigmateknika/article/view/8408ANALISIS FAKTOR KETERLAMBATAN PROYEK MENGGUNAKAN METODE FAULT TREE ANALYSIS (FTA) DAN PENJADWALAN ULANG DENGAN CRITICAL PATH METHOD (CPM) PADA PROYEK MANUFAKTUR REPLACE 54IN SEA WATER LINE DI PT. SRK2025-11-28T18:48:28+07:00putriayupermatasari41@gmail.comismi_elly@umg.ac.idProyek manufaktur Replace 54in Sea Water Line di PT. SRK semula direncanakan selesai dalam 49 hari, tetapi terlambat 26 hari menjadi 75 hari. Penelitian ini menggunakan Fault Tree Analysis (FTA) untuk mengidentifikasi penyebab utama keterlambatan, yaitu pekerjaan drawing engineering, dan menghasilkan 4 langkah perbaikan bagi kontraktor. Penjadwalan ulang dengan Critical Path Method (CPM) menunjukkan bahwa penambahan jam kerja lembur 4 jam selama durasi proyek dapat mempercepat penyelesaian menjadi 32 hari dengan biaya tambahan sebesar Rp 16.000.000. Alternatif penambahan tenaga kerja mempercepat proyek menjadi 32 hari dengan biaya tambahan Rp 13.500.000. Kesimpulannya, penambahan tenaga kerja lebih efektif dari segi biaya untuk mencegah keterlambatan pada proyek Replace 54in Sea Water Line berikutnya.2025-11-28T18:48:28+07:00Copyright (c) 2025 SIGMA TEKNIKAhttps://www.journal.unrika.ac.id/index.php/sigmateknika/article/view/8441PENENTUAN STRATEGI TERHADAP PENURUNAN MUATAN KARGO PADA PT. XYZ DENGAN MENGGUNAKAN SWOT DAN QSPM2025-11-28T18:48:31+07:00herman@uis.ac.idansyar@iteba.ac.idrizki.ph@uis.ac.id241026201116@uis.ac.idahmadhanafie.dty@uim-makassar.ac.idPT. XYZ merupakan perusahaan jasa layanan yang bergerak dalam bidang logistik dan pengiriman barang yang baik export maupun impor, namun dari jasa layanan bongkar muat barang terjadi penurunan signifikan selama 3 tahun terakhir, untuk itu penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan penurunan muatan kargo pada PT. XYZ serta merumuskan strategi pengembangan usaha yang tepat dengan menggunakan metode SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threat) dan QSPM (Quantitative Strategic Planning Matrix). Penelitian dilakukan dengan pendekatan deskriptif kuantitatif melalui pengumpulan data primer dan sekunder. Data primer diperoleh dari hasil wawancara, observasi, serta penyebaran kuesioner kepada 18 responden yang merupakan perwakilan perusahaan pelanggan PT. XYZ. Sementara data sekunder diperoleh dari dokumen internal perusahaan dan literatur pendukung. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan dengan analisis matriks SWOT dan QSPM, bahwa alternatif strategi yang menjadi priorotas yang perlu diterapkan adalah strategi menambah fasilitas gudang bongkar muat dengan total nilai AS:76 dan Nilai TAS:7,43, kemudian strategi prioritas berikutnya adalah meningkatkan kualitas layanan serta kecepatan bongkar muat, yang memperoleh nilai AS: 70 dan TAS: 7,052025-11-28T18:48:30+07:00Copyright (c) 2025 SIGMA TEKNIKAhttps://www.journal.unrika.ac.id/index.php/sigmateknika/article/view/8497EVALUASI RISIKO CEDERA MUSCULOSCELETAL BERBASIS METODE RULA DAN REBA PADA OPERATOR BAGIAN PENGIRIMAN BARANG DI PT DCF2025-11-30T08:05:10+07:00dhonnyahsan@gmail.comn.mahbubah@umg.ac.idThis study aims to evaluate the risk of Musculoskeletal Disorders (MSDs) during manual material handling activities at Firm DCF's warehouse. Tasks such as lifting, moving, and arranging goods manually can cause risk due to non-ergonomic postures. The research began with observation and Nordic Body Map (NBM) questionnaires, followed by posture analysis using the Rapid Entire Body Assessment (REBA) and Rapid Upper Limb Assessment (RULA) methods. The results indicate that the highest risk occurs during receiving and picking activities, with REBA scores of 11 and RULA scores of 7. This result shows the need for immediate corrective action. The primary contributing factors are bending postures, heavy loads, and repetitive movements. Recommended improvements include providing training on proper lifting techniques, using mechanical aids such as hand pallets or trolleys, and adjusting rack heights to match optimal reach distances. Implementing ergonomic risk principles is expected to reduce injury risks, enhance work comfort, and sustain productivity among warehouse employees at PT DCF.2025-11-28T18:48:35+07:00Copyright (c) 2025 SIGMA TEKNIKAhttps://www.journal.unrika.ac.id/index.php/sigmateknika/article/view/8299Perbaikan Tata Letak IKM Es Kristal Kurnia Kota Dumai Menggunakan Metode Systematic Layout Planning2025-11-28T18:48:37+07:00amukhtyfitra@gmail.comvaniiaa2004@gmail.comjeversonlumbangaol@gmail.comzulpedet17@gmail.comlaila@ft.unrika.ac.id5Es Kristal Kurnia merupakan usaha mikro yang berfokus pada produksi es kristal guna memenuhi kebutuhan konsumen di wilayah Dumai. Seiring dengan meningkatnya permintaan pasar, muncul permasalahan pada tata letak fasilitas produksi yang kurang optimal. Hal ini menyebabkan aliran kerja menjadi tidak efisien, jarak perpindahan antar proses menjadi panjang, serta terjadi penumpukan material di beberapa titik. Dalam mengatasi permasalahan tersebut, penelitian ini menerapkan metode Systematic Layout Planning (SLP) serta metode berbasis grafik. SLP digunakan untuk mengevaluasi hubungan antar aktivitas melalui Activity Relationship Chart dan From-To Chart, sedangkan metode berbasis grafik membantu dalam menyusun alternatif tata letak berdasarkan hubungan kedekatan dan jarak antar stasiun kerja. Hasil penelitian menunjukkan perhitungan jarak aliran diketahui jarak aliran bahan dan perpindahan dengan metode SLP sebesar 268,25m. Untuk jarak aliran bahan dan perpindahan dengan metode grafik sebesar 300,47m. Sedangkan jarak aliran bahan untuk layout saat ini sebesar 461,11m. Oleh karena itu dengan aliran bahan dan perpindahan terkecil yaitu metode SLP. Perubahan tata letak ini memberikan dampak positif terhadap kelancaran aliran proses dan pemanfaatan ruang kerja yang lebih efisien, sehingga mendukung peningkatan produktifitas di IKM Es Kristal Kurnia.2025-11-28T18:48:37+07:00Copyright (c) 2025 SIGMA TEKNIKAhttps://www.journal.unrika.ac.id/index.php/sigmateknika/article/view/8423Perancangan Sistem Informasi Kerja Praktek dan Tugas Akhir Berbasis Website Pada Program Studi Teknik Industri ITEBA Menggunakan Pendekatan Data Flow Diagram (DFD)2025-11-28T18:48:41+07:00amirah@iteba.ac.idelsa@iteba.ac.id2211072@student.iteba.ac.idibnu@iteba.ac.idsiti@iteba.ac.iddinda@iteba.ac.idputri@iteba.ac.idThe administrative process of Kerja Praktek (KP) and Tugas Akhir (TA) in the Industrial Engineering Department ITEBA is still conducted manually, which often causes problems in registration, data recording, student progress monitoring, and communication between students, supervisors, and coordinators. This study aims to design a web-based information system to support more efficient, transparent, and structured KP and TA management. The method used is system modeling with the DFD approach and implemented with Glide App. The results produced an information system with key features such as online registration, document upload, progress monitoring, dashboards for students, supervisors, and coordinators, document archiving. Functionality testing showed that all features operated as required, while user satisfaction surveys indicated that 85% students, 90% supervisors, and 80% coordinators felt that the system improved convenience, efficiency, and transparency in KP and TA process. These findings indicate that the system successfully addresses manual administration issues and serves as a foundation for the future development of broader digital academic system.2025-11-28T18:48:41+07:00Copyright (c) 2025 SIGMA TEKNIKAhttps://www.journal.unrika.ac.id/index.php/sigmateknika/article/view/8320RANCANG BANGUN MEJA LAS MULTI FUNGSI BERDASARKAN PENDEKATAN ERGONOMI DI POLITEKNIK INDUSTRI LOGAM MOROWALI2025-11-28T18:48:47+07:00yudisiswanto53@gmail.comkadex@pilm.ac.idlaura57@email.comPenelitian ini bertujuan untuk merancang dan membuat meja las multifungsi berdasarkan prinsip ergonomi untuk digunakan di Politeknik Industri Logam Morowali. Penelitian ini menggunakan data antropometri untuk merancang meja las yang sesuai dengan kebutuhan pengguna. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi tiga tahap utama: studi pendahuluan, analisis data, dan perancangan alat. Studi pendahuluan dilakukan di laboratorium pengelasan untuk mengidentifikasi permasalahan yang ada. Analisis data menggunakan data antropometri dari 63 mahasiswa kelas Teknik Perawatan Mesin 2023 untuk menentukan dimensi meja yang sesuai. Untuk menentukan dimensi yang akan digunakan, dilakukan beberapa pengujian, yaitu uji normalitas menunjukkan bahwa data tidak lebih besar dari 0,05 berdistribusi normal, uji kecukupan menunjukkan bahwa nilai N' < 63 memenuhi syarat kecukupan data, uji keseragaman data menunjukkan bahwa data normal tidak melebihi batas kendali atas dan bawah dan perhitungan persentil yang digunakan adalah persentil ke-5, persentil ke-50, dan persentil ke-95. Perancangan meja las dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak Computer Aided Design (CAD), dengan mempertimbangkan prinsip ergonomi. Berdasarkan dimensi yang ditentukan, gambar desain meja dibuat sebagai alat bantu. Spesifikasi meja las multifungsi ini meliputi tinggi meja 103 cm berdasarkan tinggi siku berdiri, lebar meja 62 cm berdasarkan panjang lengan, dan panjang meja 140 cm berdasarkan panjang rentang lengan (fathom). Hasil penelitian menunjukkan bahwa meja las yang dirancang telah mengintegrasikan prinsip dan kaidah ergonomi.2025-11-28T18:48:47+07:00Copyright (c) 2025 SIGMA TEKNIKAhttps://www.journal.unrika.ac.id/index.php/sigmateknika/article/view/8215EVALUASI FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA GUDANG: PENDEKATAN STRUCTURAL EQUATION MODELING2025-12-08T19:21:44+07:00nurul@uis.ac.idkhoerunnisas@uis.ac.idasrulfole@umi.ac.idPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara variabel antecedents (Cost, Quality, Time, dan Productivity) terhadap kinerja gudang (Warehouse Performance) dengan menggunakan pendekatan Structural Equation Modeling (SEM). Metode estimasi yang digunakan adalah Maximum Likelihood (ML), yang sesuai untuk data dengan distribusi tidak normal. Uji kecocokan model dilakukan menggunakan beberapa kriteria goodness of fit, seperti Chi Square, GFI, AGFI, dan RMSEA. Hasil menunjukkan nilai Chi Square sebesar 92,897 dengan nilai probabilitas p = 0,058, yang mengindikasikan bahwa model dinyatakan fit. Namun, pengujian normalitas menunjukkan data tidak berdistribusi normal secara multivariat, sehingga dilakukan evaluasi outlier dan jumlah sampel berkurang dari 269 menjadi 196. Hasil analisis akhir menunjukkan bahwa tidak semua variabel antecedents memiliki pengaruh signifikan terhadap variabel konsequents, dengan nilai koefisien determinasi (R²) kurang dari 0,5. Temuan ini menunjukkan bahwa model masih memiliki keterbatasan dalam menjelaskan kinerja gudang secara menyeluruh. Oleh karena itu, penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi untuk pengembangan model yang lebih komprehensif pada penelitian selanjutnya, guna meningkatkan efektivitas manajemen gudang di masa depan.2025-11-28T18:48:50+07:00Copyright (c) 2025 SIGMA TEKNIKAhttps://www.journal.unrika.ac.id/index.php/sigmateknika/article/view/8392ANALISA TINGKAT CACAT PADA PROSES PENGELASAN DENGAN METODE SIX SIGMA DAN FAILURE MODE AND EFFECTS ANALYSIS (FMEA)2025-11-28T18:48:54+07:00hery04@gmail.comvera.afma@gmail.comvera.afma@gmail.comWelding is an important process in the shipbuilding industry that affects the strength and safety of ship structures. At PT BVS, the Flux Cored Arc Welding (FCAW) process still produces a high defect rate, particularly types of defects such as porosity, slag inclusion, undercut, root concavity, and lack of fusion. Based on data from January to May 2025, the reject rate reached 56%, far exceeding the company's standard of 10%. This study aims to identify the types and causes of defects in FCAW welding, as well as provide improvement proposals using the Failure Mode and Effects Analysis (FMEA) method. The analysis show that the three causes with the highest RPN values come from human factors, methods, and machines. Improvement proposals include operator training, preparation of welding Standard Operating Procedures (SOP), regular equipment condition checks, and adjustment of welding parameters. The implementation of these improvement proposals is expected to reduce the defect rate, improve the quality of welding results, and minimize rework costs and production delays. This study provides practical contributions for companies in enhancing welding quality and serves as a reference for quality control in the shipbuilding industry.2025-11-28T18:48:54+07:00Copyright (c) 2025 SIGMA TEKNIKAhttps://www.journal.unrika.ac.id/index.php/sigmateknika/article/view/8353SMART INFRARED THERAPY: OPTIMALISASI TIMER DAN SENSOR IOT UNTUK EFEKTIVITAS MAKSIMAL DALAM PENGEMBANGAN ALAT ELEKTROMEDIK2025-11-28T18:48:58+07:00aldiprimasyukra.map@gmail.comsiagiansri1994@gmail.comsharfinahaslin97@gmail.comfahrisyahputra@gmail.comromakristian@gmail.comInfrared therapy is widely used in medical rehabilitation; however, uncontrolled temperature, distance, and duration may reduce its effectiveness and increase patient risk. This study aims to implement a Smart Infrared Therapy system based on the ESP8266 microcontroller, integrating the MLX90614 temperature sensor, the HC-SR04 distance sensor, and the Blynk IoT platform to enhance safety and precision. The system is designed to monitor skin surface temperature and patient distance in real-time, control therapy duration through an automatic timer, and provide immediate notifications when safety thresholds are exceeded. The evaluation focused on three main aspects: temperature measurement accuracy, distance detection accuracy, and IoT–timer integration performance. Results show that the MLX90614 sensor achieved a maximum error of 0.82% with a response time of <0.5 seconds, while the HC-SR04 sensor recorded an error rate of 0.25–1.50% with 100% detection success. IoT integration demonstrated an average latency of 0.85 seconds, timer deviation of ±0.8 seconds, and 100% notification success. The novelty of this research lies in the integration of high-accuracy temperature monitoring, distance detection, automatic time control, and IoT connectivity within a single portable device. With the demonstrated performance, this system has strong potential to be developed as a prototype of a safe, precise, and IoT-enabled infrared therapy electromedical device.2025-11-28T18:48:58+07:00Copyright (c) 2025 SIGMA TEKNIKAhttps://www.journal.unrika.ac.id/index.php/sigmateknika/article/view/8399RANCANG BANGUN KONTROL DAN MONITORING AUTOMATIC TRANSFER SWITCH ANTARA PANEL SURYA DAN PLN BERBASIS IoT2025-11-28T18:49:02+07:00agung.surya25@gmail.compamorgunoto@ft.unrika.ac.idendang@ft.unrika.ac.idDi era Internet of Things (IoT) yang berkembang pesat, teknologi ini menawarkan solusi inovatif untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas dalam berbagai sektor, termasuk manajemen energi. Penelitian ini mengembangkan sistem Automatic Transfer Switch (ATS) yang mengelola daya cadangan dari panel surya (PLTS) dan PLN menggunakan kontroler ESP32. Sistem ini dirancang untuk secara otomatis beralih antara sumber daya utama (PLN) dan sumber daya cadangan (PLTS) ketika terjadi pemadaman listrik atau gangguan. Pengukuran tegangan DC dari PLTS dan tegangan AC dari PLN dilakukan dengan menggunakan SCC Landstar LS2024LB dan PZEM-004T, yang memungkinkan pemantauan dan pengelolaan daya secara akurat. Data yang diperoleh dari sensor ini dikirim ke platform Arduino IoT Cloud melalui ESP32, yang menyediakan fitur pemantauan dan kontrol jarak jauh. dapat memantau status daya secara real-time dan mengontrol beralihnya sumber daya dari jarak jauh melalui aplikasi web atau mobile. Implementasi sistem ini diharapkan meningkatkan keandalan suplai listrik dan efisiensi pemanfaatan sumber daya energi terbarukan, sekaligus mempermudah pengelolaan daya cadangan dalam menghadapi gangguan listrik dari PLN.2025-11-28T18:49:02+07:00Copyright (c) 2025 SIGMA TEKNIKAhttps://www.journal.unrika.ac.id/index.php/sigmateknika/article/view/7879ANALISIS PELUANG PENGHEMATAN KONSUMSI ENERGI LISTRIK DI GEDUNG FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI ULB2025-11-28T18:49:05+07:00donipinayungan@ft.unrika.ac.iddonipinayungan@ft.unrika.ac.iddonipinayungan@ft.unrika.ac.idEnergy is the stored capacity to perform work. Energy management is a systematic approach to using energy efficiently without reducing the primary function of a building. This study aims to calculate the Energy Use Intensity (EUI), detail energy consumption, and identify potential energy-saving opportunities in the Faculty of Science and Technology building at Labuhanbatu University. Through preliminary and detailed energy audits, EUI values were obtained using three approaches: 41.74 kWh/m²/year (operational time), 77.74 kWh/m²/year (daily usage) — both categorized as efficient, 6.44 (AC room, highly efficient), and 26.18 (non-AC room, very inefficient). Energy-saving opportunities include replacing fluorescent lights with LED lamps, utilizing natural lighting through windows or glass blocks, and reducing water pump usage by installing storage tanks.2025-11-28T18:49:05+07:00Copyright (c) 2025 SIGMA TEKNIKAhttps://www.journal.unrika.ac.id/index.php/sigmateknika/article/view/8396PROTOTIPE POM BENSIN MINI DIGITAL BERBASIS IMAGE PROCESSING MENGGUNAKAN JETSON NANO2025-11-28T18:49:08+07:00rezanandikameng@gmail.comBudhi@pnp.ac.idantonramiati@gmail.comnofitawulandari258@gmail.comPermasalahan pada pom bensin mini konvensional adalah sistem masih manual, kurang efisien, dan tidak mampu memvalidasi keaslian uang. Penelitian ini merancang prototipe pom bensin mini digital berbasis image processing menggunakan Jetson Nano untuk mengatasi masalah tersebut. Webcam dengan lampu UV digunakan untuk mendeteksi nominal uang kertas, lalu dianalisis menggunakan algoritma YOLO. Hasil deteksi dikirim ke Arduino Uno untuk mengendalikan pompa, sensor waterflow, serta LCD sebagai penampil informasi. Pengujian menunjukkan sistem mampu mengenali uang kertas dengan akurasi tinggi dan mengeluarkan volume bahan bakar sesuai transaksi. Simpulan dari penelitian ini adalah sistem berhasil meningkatkan efisiensi, akurasi, dan keandalan proses pengisian bahan bakar mini secara otomatis.2025-11-28T18:49:08+07:00Copyright (c) 2025 SIGMA TEKNIKAhttps://www.journal.unrika.ac.id/index.php/sigmateknika/article/view/8413Analisa Implementasi IoT Pada Alat Microplate Incubator Pengembangan Pada Alat Elektromedik2025-11-28T18:49:12+07:00ulinasiagian1994@gmail.comdewisipayung23@gmail.comaldiprimasyukra.map@gmail.comharefajuni313@gmail.compiohtgl@gmail.comThe microplate incubator is an essential electromedical device designed to maintain optimal conditions during the incubation of blood samples, particularly in clinical laboratory examinations. This study aims to analyze the implementation of the Internet of Things (IoT) in a microplate incubator integrated with the Blynk application to improve the effectiveness of temperature and time control throughout the incubation process. The research method involved designing a microcontroller-based system equipped with a temperature sensor and wireless communication module, enabling real-time monitoring and remote control via Blynk. Performance testing was conducted by comparing temperature stability and timing accuracy between the IoT-based incubator prototype and a conventional incubator. The results demonstrated that the IoT system successfully maintained incubation temperature within a stable range, with deviations of less than ±0. 5°C, and provided remote accessibility for users. Therefore, the integration of IoT through Blynk in a microplate incubator enhances accuracy, efficiency, and user convenience in electromedical device development, with potential to support the digitalization of clinical laboratory services in the future.2025-11-28T18:49:12+07:00Copyright (c) 2025 SIGMA TEKNIKAhttps://www.journal.unrika.ac.id/index.php/sigmateknika/article/view/8365Pengaruh Proses Milling Muka Pada Kondisi Basah Dan Kering Untuk Baja Amutit Terhadap Kekasaran Permukaan2025-11-28T18:49:16+07:00rudy.yw@polban.ac.idwaluyomb@polban.ac.idachmad.hata@polban.ac.iddeni.mulyana@polban.ac.idilham.azmy@polban.ac.idProses milling muka pada pemotongan logam merupakan aktivitas penting dalam industri manufaktur untuk dapat menghasilkan suatu produk. Salah satu parameter dari hasil proses tersebut adalah kekasaran permukaan yang berperan penting pada umur pakai komponen mekanik. Di sisi lain, baja amutit dengan standar AISI O1 banyak dimanfaatkan sebagai komponen mekanik untuk punch dan dies karena sifat mampu mesinnya yang sangat baik. Maka, pada penelitian ini dilakukan penerapan variasi parameter selama proses milling muka dalam kondisi basah dan kering pada mesin Computer Numerical Control (CNC) untuk menghasilkan komponen mekanik baja amutit dengan kekasaran yang lebih baik. Parameter yang dipilih pada prosesnya meliputi putaran spindel, kecepatan pemakanan, dan kedalaman pemakanan. Proses milling muka dilakukan pada beberapa spesimen baja amutit menggunakan insert carbide cutter pada kondisi yang berbeda. Selanjutnya, data kekasaran permukaan (Ra) dievaluasi menggunakan metode signal-to-noise ratio (SNR) dan analysis of variance (ANOVA). Hasil pemotongan proses milling muka baja amutit dalam kondisi basah dan kering memiliki perbedaan nilai kekasaran permukaan. Adapun parameter pemotongan yang berperan besar dalam menghasilkan nilai kekasaran permukaan optimum antara lain spindle speed pada 2250 rpm, feed rate 180 mm/menit dan kondisi basah. Dengan demikian, proses milling muka basah pada baja amutit dengan penerapan parameter tersebut dapat menciptakan kualitas produk yang tinggi dan ekonomis.2025-11-28T18:49:16+07:00Copyright (c) 2025 SIGMA TEKNIKAhttps://www.journal.unrika.ac.id/index.php/sigmateknika/article/view/8439WELDING DENGAN MENGGUNAKAN PENERAP PENGUJIAN HASIL LASAN GAS TUNGSTEN ARC PADA SAMBUNGAN BUTT WELD2025-11-28T18:49:20+07:00arhakim@ft.unrika.ac.idjonimartsitio@gmail.comKegagalan pada sebuah plant baik pada bagian struktural ataupun perpipaan masih sering terjadi. Hal ini disebabkan salah satunya adanya cacat pengelasan yang tidak dideteksi dengan benar pada proses pabrikasi. Saat ini konsumer menginginkan suatu metode pengujian yang akurat dan memiliki data permanen yang dapat ditinjau kembali untuk memastikan kualitas hasil pengelasan tersebut. Metode Phased Aray Ultrasonic Testing adalah yang paling tepat untuk proses ini. Karena itu perlu diberikan perhatian khusus mengenai tingkat keakuratan pengujian metode ini terhadap dimensi ukuran cacat. Dengan tujuan tersebut maka dilakukan suatu penelitian pada benda uji dengan material S355 yang memiliki ketebalan pelat yang berbeda yaitu 10,64mm dengan 17,75mm dan pada hasil lasan akan ditanam cacat buatan dengan metode pengeboran dengan dua ukuran kedalaman yang berbeda yaitu Ø 2,0mm x 10,0mm x 8,0mm dan Ø 2,0mm x 10,0mm x 13,0mm. Faktor yang mempengaruhi hasil interpretasi Phased Array Ultrasonic Testing (PAUT) salah satunya adalah focus depth. Oleh karena itu kedua cacat buatan tersebut akan di uji dari kedua sisi ketebalan 10,64mm dan 17,75mm dengan menggunakan setup focusing depth yang berbeda 10,15 dan 20mm. Pemilihan setup focusing depth ini dilakukan dengan pendekatan terhadap ketebalan material benda uji yaitu ketebalan 10,64mm dan 17,75mm. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan focus depth 15mm memberikan tingkat akurasi diatas 80% untuk ukuran dimensi cacat serta pengujian cukup dilakukan dari satu sisi saja yaitu dari pelat ketebalan 17,75mm.2025-11-28T18:49:20+07:00Copyright (c) 2025 SIGMA TEKNIKAhttps://www.journal.unrika.ac.id/index.php/sigmateknika/article/view/8358STRUCTURAL REVIEW OF HORIZONTALLY IRREGULAR BUILDINGS USING PUSHOVER AND TIME HISTORY ANALYSIS2025-11-28T18:49:22+07:00redhaarimarm@bunghatta.ac.idedwinazainal@bunghatta.ac.idindrakhaidir@bunghatta.ac.idPadang City, the capital of West Sumatra, is one of the earthquake-prone regions in Indonesia due to its location between two of the world's active tectonic plates. In earthquake-resistant buildings, the geometry of the structural layout plays a crucial role in how the building responds to seismic forces. Regular, simple, and symmetrical structures tend to perform better during earthquakes compared to irregular ones. The purpose of the research is to evaluate the building's structural capacity under seismic loads, including identifying potential failure mechanisms. The analysis was carried out using the nonlinear pushover method with ETABS software to perform a performance-based design evaluation. The output parameters and structural performance assessment were based on the standards of the Applied Technology Council ATC-40, FEMA 356, and FEMA 440 guidelines. Based on the results, the maximum shear force the structure can withstand is 18,344.6041 kN with a displacement of 291.435 mm under Push-X, and 18,611.7226 kN with a displacement of 190.459 mm under Push-Y. These displacement values remain below the allowable limit of 2% of the building height (H), which is 442 mm. The analysis also revealed a maximum total drift of 0.013 in the X-direction and 0.010 in the Y-direction, while the maximum inelastic drift was 0.011 in the X-direction and 0.006 in the Y-direction. According to Drift Limitation performance parameters, the structure falls under the Damage Control (DC) performance level. Further nonlinear Time History analysis using different earthquake records showed the following maximum drift values Northridge 1994 Earthquake 2.45%, Kobe 1995 Earthquake 7.598%, Chichi Earthquake 5.757%, Scaled Padang Earthquake Record 2.174%. These results demonstrate how different earthquake events affect the performance of an irregular building and highlight the importance of conducting detailed seismic evaluations in earthquake-prone regions such as Padang.2025-11-28T18:49:22+07:00Copyright (c) 2025 SIGMA TEKNIKAhttps://www.journal.unrika.ac.id/index.php/sigmateknika/article/view/8390EFISIENSI BIAYA DAN WAKTU PELAKSANAAN PELAT LANTAI BETON DENGAN MENERAPKAN METODE HALF SLAB PADA PEMBANGUNAN GEDUNG BALOI APARTMENT – BATAM2025-11-28T18:49:26+07:00yelnayuristiary@rocketmail.comyelna.yuristiary@univbatam.ac.idyelnayuristiary@rocketmail.comyelnayuristiary@rocketmail.comyelnayuristiary@rocketmail.comKota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, telah menunjukkan laju pertumbuhan demografis dan kebutuhan hunian yang signifikan. Berdasarkan Sensus Penduduk 2020, jumlah penduduk Batam mencapai sekitar 1.196.396 jiwa, dan estimasi pertumbuhan populasi hingga pertengahan 2024 meningkat menjadi sekitar 1,29 juta jiwa. Persentase penduduk yang berada dalam usia produktif (15-64 tahun) mencapai sekitar 70,31%, mencerminkan potensi bonus demografi yang besar di wilayah tersebut. Kebutuhan hunian vertikal seperti apartemen menjadi semakin mendesak akibat beberapa faktor: migrasi ke Batam untuk pekerjaan industri, ketersediaan lahan yang terbatas, dan pengaruh perkembangan ekonomi Singapura yang meningkatkan permintaan residensial di daerah sekitarnya. Sementara persentase penduduk miskin di Batam pada Maret 2022 adalah 5,19%, yang meskipun relatif rendah dibanding beberapa wilayah lain, tetap menunjukkan adanya lapisan masyarakat yang memiliki keterbatasan daya beli hunian. Penelitian ini dimaksudkan untuk menganalisis efisiensi biaya dan waktu pelaksanaan pekerjaan pelat lantai beton pada Gedung Baloi Apartement dengan menerapkan metode Half Slab (precast) dibandingkan metode cast in situ (konvensional). Dengan latar belakang tingginya kebutuhan hunian vertikal dan kondisi demografis Batam yang mempercepat permintaan, studi ini memungkinkan pengambilan keputusan teknik konstruksi yang lebih optimal. Dengan menggunakan data populasi dan kebutuhan hunian sebagai motivasi, penelitian ini diharapkan memberikan gambaran seberapa besar penghematan waktu dan biaya yang dapat dicapai jika metode precast Half Slab diadopsi, termasuk implikasi terhadap penyediaan hunian yang lebih cepat dan terjangkau di Batam. Kata kunci: Metode Half Slab, Precast, Cast In-Situ, Manajemen Biaya dan Waktu2025-11-28T18:49:26+07:00Copyright (c) 2025 SIGMA TEKNIKAhttps://www.journal.unrika.ac.id/index.php/sigmateknika/article/view/8260OPTIMASI PENGATURAN SIMPANG KASDA JALAN SOEKARNO HATTA DAN JALAN VETERAN KOTA PAYAKUMBUH UNTUK ANTISIPASI VOLUME LALU LINTAS DI TAHUN 20292025-11-28T18:49:30+07:00zucynelriskawati@gmail.comyosritzal@eng.unand.ac.idpurnawan@eng.unand.ac.idPeningkatan jumlah kendaraan bermotor di Kota Payakumbuh berdampak pada menurunnya kinerja lalu lintas, khususnya di kawasan simpang bersinyal. Salah satu titik permasalahan adalah Simpang Kasda Jalan Soekarno Hatta dan Jalan Veteran yang kerap mengalami tundaan dan antrian panjang pada jam sibuk. Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi eksisting, mengevaluasi alternatif optimasi, serta memprediksi kinerja simpang hingga tahun 2029. Data diperoleh melalui survei lapangan meliputi volume lalu lintas, kecepatan, waktu siklus sinyal, dan kondisi geometrik. Pemodelan dilakukan menggunakan perangkat lunak PTV Vissim dengan kalibrasi dan validasi menggunakan uji Geoffrey E. Havers (GEH). Hasil analisis menunjukkan kondisi eksisting berada pada tingkat pelayanan LOS C dengan rata-rata antrian 31,43 meter dan tundaan 32,48 detik/kendaraan. Dua alternatif optimasi diuji, yaitu penyesuaian waktu sinyal dan penghapusan parkir on street. Alternatif kedua menghasilkan kinerja terbaik dengan peningkatan pelayanan menjadi LOS B, rata-rata antrian 10,49 meter, dan tundaan 14,42 detik/kendaraan. Prediksi hingga tahun 2029 menunjukkan tanpa optimasi simpang menurun menjadi LOS E, sedangkan dengan penerapan alternatif kedua, kinerja dapat dipertahankan pada LOS C.2025-11-28T18:49:30+07:00Copyright (c) 2025 SIGMA TEKNIKAhttps://www.journal.unrika.ac.id/index.php/sigmateknika/article/view/8338ANALISIS KETERLAMBATAN PROYEK KONSTRUKSI JALAN YANG MENGAKIBATKAN PUTUS KONTRAK DI KEPULAUAN MENTAWAI2025-11-28T18:49:34+07:00asrilst.77@gmail.combahrulanif@bunghatta.ac.idwardi@bunghatta.ac.idIn the Mentawai Islands Regency, West Sumatra Province, Indonesia, during the 2019–2024 period, five road construction projects with contract values exceeding five billion rupiah (non-small qualified contractors) experienced critical delays that resulted in contract termination. The study aims to identify the factors causing delays in road construction projects that resulted in contract termination in the Mentawai Islands Regency, as well as to analyze the most influential dominant factors. The research method used a quantitative approach with a questionnaire instrument distributed to 127 respondents consisting of owners, consultants, and contractors. The sampling technique was purposive sampling, while data analysis was carried out using SPSS software with multivariate statistical methods. The results of the study indicate that there are ten main factors that influence delays in road construction projects resulting in contract termination, namely managerial factors (11.087%), labor (9.164%), equipment (8.903%), supply chain management (7.953%), financial (7.505%), design (7.370%), weather and natural disasters (6.494%), geography and environment (5.128%), procurement of materials (4.506%), and payment (4.107%). The dominant factor causing delays in road construction projects resulting in contract termination in the Mentawai Islands is managerial factors with a contribution of 11.087%.2025-11-28T18:49:34+07:00Copyright (c) 2025 SIGMA TEKNIKAhttps://www.journal.unrika.ac.id/index.php/sigmateknika/article/view/8397EFEKTIFITAS MANAJEMEN RISIKO GEOTEKNIK DAN GEOHAZARD DENGAN METODE HYBRID PADA PROYEK KONSTRUKSI LAUT DENGAN PENDEKATAN KONTRAK FIDIC2025-11-28T18:49:37+07:00yelna.yuristiary@univbatam.ac.idABSTRAK Proyek konstruksi laut seperti pelabuhan, jetty, dan fasilitas lepas pantai memiliki tingkat risiko tinggi akibat ketidakpastian kondisi geoteknik (seabed instability, soft clay, scouring, submarine landslide) dan faktor geohazard serta cuaca ekstrem. Risiko ini sering memicu keterlambatan, deviasi biaya, dan klaim kontraktual. Kontrak FIDIC mengatur pembagian risiko melalui klausul seperti 4.10 (Site Data), 4.12 (Unforeseeable Conditions), 13 (Variations), 17–19 (Risk & Force Majeure), dan 20 (Claims). Penelitian ini meninjau efektivitas penerapan manajemen risiko berbasis metode hybrid (Waterfall + Agile) pada proyek laut. Metode Waterfall digunakan untuk menjaga baseline kontrak dan kepatuhan FIDIC, sedangkan Agile memberikan fleksibilitas dalam menghadapi perubahan kondisi lapangan. Hasil penelitian diharapkan menghasilkan model konseptual manajemen risiko hybrid yang mampu meminimalisir dampak geoteknik dan geohazard, sekaligus meningkatkan efektivitas mitigasi serta kepastian kontraktual dalam proyek konstruksi laut. Kata kunci : manajemen risiko, geoteknik, geohazard, konstruksi laut, FIDIC, metode hybrid, Agile, Waterfall ABSTRACT Marine construction projects such as ports, jetties, and offshore facilities are characterized by high risks arising from geotechnical uncertainties (seabed instability, soft clay, scouring, submarine landslides), geohazards, and extreme weather conditions. These risks often lead to delays, cost deviations, and contractual claims. The FIDIC contract framework regulates risk allocation through clauses such as 4.10 (Site Data), 4.12 (Unforeseeable Conditions), 13 (Variations), 17–19 (Risk & Force Majeure), and 20 (Claims). This study examines the effectiveness of applying hybrid project risk management (Waterfall + Agile) in marine construction projects. The Waterfall approach ensures compliance with FIDIC provisions and maintains baseline planning, while the Agile approach provides flexibility in adapting to unforeseen geotechnical and environmental conditions. The expected outcome is a conceptual hybrid risk management model that minimizes the impacts of geotechnical and geohazard risks while enhancing mitigation effectiveness and contractual certainty in marine construction projects. Keyword : risk management, geotechnical risk, geohazard, marine construction, FIDIC, hybrid method, Agile, Waterfall2025-11-28T18:49:37+07:00Copyright (c) 2025 SIGMA TEKNIKAhttps://www.journal.unrika.ac.id/index.php/sigmateknika/article/view/8467ANALISIS KARAKTERISTIK PARKIR (STUDI KASUS: RSUD EMBUNG FATIMAH2025-11-28T18:49:40+07:00hana.panjaitan12@gmail.comdian@ft.unrika.ac.idnadia.khairaardi01@gmail.comKetersediaan lahan parkir perlu direncanakan agar tidak menimbulkan parkir di badan jalan. Kebutuhan parkir di Rumah Sakit Embung Fatimah dilakukan dengan menganalisis karakteristik yang meliputi akumulasi parkir, volume parkir, kapasitas parkir, tarif slot parkir, dan indeks parkir. Objek yang dibutuhkan untuk karakteristik parkir seperti jumlah kendaraan saat keluar dan masuk parkir meliputi kendaraan roda dua dan kendaraan roda empat, bahan yang dimaksud dari survei yang telah dilakukan selama tujuh hari. Karakteristik parkir kendaraan roda empat Rumah Sakit Embung Fatimah Kota Batam diperoleh nilai akumulasi puncak sebesar 173 kendaraan pada hari Rabu pukul 10.00 - 10.59. Indeks parkir tertinggi sebesar 2,04%, tingkat pergantian parkir tertinggi sebesar 7,48%. Sedangkan parkir kendaraan roda dua di Rumah Sakit Embung Fatimah Kota Batam diperoleh nilai akumulasi puncak sebesar 309 kendaraan pada hari Selasa pukul 10.00 - 10.59. Indeks parkir tertinggi sebesar 1,17%, tingkat pergantian parkir tertinggi sebesar 5,15%. Diperkirakan pada 5 tahun kedepan atau pada tahun 2028, kendaraan roda dua membutuhkan 313 SRP dan 175 SRP untuk kendaraan roda empat. Dari penelitian penulis dapat disimpulkan bahwa area parkir Rumah Sakit Embung Fatimah tidak dapat menangani kapasitas yang dibutuhkan untuk 5 tahun kedepan.2025-11-28T18:49:40+07:00Copyright (c) 2025 SIGMA TEKNIKAhttps://www.journal.unrika.ac.id/index.php/sigmateknika/article/view/8017ANALISIS DAMPAK PENGGUNAAN BETON SEBAGAI BAHAN BANGUNAN UTAMA UNTUK MEMITIGASI PEMANASAN GLOBAL MELALUI STRATEGI ARSITEKTUR2025-11-28T18:49:43+07:00stivani@uib.ac.id2012023.antonius@uib.edulathifa.nursyamsu@uib.ac.idBeton merupakan material utama dalam konstruksi modern karena kekuatan struktural, daya tahan tinggi, dan kemudahan produksi. Namun, produksi semen sebagai bahan dasar beton menghasilkan emisi karbon dioksida (CO₂) yang cukup besar, berkontribusi terhadap pemanasan global. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi literatur mendalam dan wawancara dengan pakar arsitektur berkelanjutan untuk mengeksplorasi hubungan antara penggunaan beton dan dampaknya terhadap lingkungan. Fokus utama adalah mengidentifikasi alternatif material dan strategi desain yang lebih ramah lingkungan tanpa mengorbankan kualitas bangunan. Salah satu solusi yang dikaji adalah penggunaan beton geopolimer yang mampu menurunkan emisi karbon secara signifikan. Selain itu, penerapan desain bioklimatik seperti orientasi bangunan, ventilasi alami, pencahayaan pasif, dan integrasi lanskap dapat mengurangi konsumsi energi operasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi kedua pendekatan tersebut efektif dalam menekan dampak lingkungan dan mendukung prinsip arsitektur berkelanjutan yang adaptif terhadap kondisi iklim lokal.2025-11-28T18:49:43+07:00Copyright (c) 2025 SIGMA TEKNIKAhttps://www.journal.unrika.ac.id/index.php/sigmateknika/article/view/8378The Influence of Visual Perception on Navigation and City Image: A Landmark Study in Pekanbaru2025-11-28T18:49:46+07:00fitriany11925@gmail.comalbusyrafuadi@bunghatta.ac.idjonnywongso@bunghatta.ac.idartiline40@gmail.comda2ng.sg@gmail.comThis study analyzes the influence of public visual perception on urban navigation and city image through the role of landmarks in Pekanbaru. The background stems from the declining visual legibility of the city due to rapid spatial development and architectural homogenization. Five main landmarks were examined: An-Nur Grand Mosque, Zapin Monument, Soeman HS Library, the Riau Governor’s Office, and Idrus Tintin Art Pavilion. A mixed-method approach was applied using questionnaires from 105 respondents, field observations, and Multidimensional Scaling (MDS) analysis. The results indicate that An-Nur Grand Mosque and Soeman HS Library function as the city’s visual-affective anchors with high legibility and civic pride. Zapin Monument serves as a directional marker with strong cultural symbolism, while the Governor’s Office is visually dominant but weak in collective identity. Idrus Tintin Art Pavilion represents cultural symbolism but plays a limited navigational role. The study concludes that Pekanbaru’s city image emerges from the interaction of architectural quality, navigational function, and symbolic-emotional values, recommending enhanced visibility, integrated wayfinding systems, and cultural revitalization in urban planning.2025-11-28T18:49:46+07:00Copyright (c) 2025 SIGMA TEKNIKAhttps://www.journal.unrika.ac.id/index.php/sigmateknika/article/view/8381Metaphoric Architecture in Painan Maritime Museum Design2025-11-28T18:49:50+07:00rollyfrdinan69@gmail.comalbusyrafuadi@bunghatta.ac.ideratriana@bunghatta.ac.idirharyanimtp@yahoo.co.idmulfakli.arch@gmail.comda2ng.sg@gmail.comMetaphorical architecture translates cultural and natural phenomena into readable spatial narratives. This article develops a framework of five variables—source metaphor, key attributes, domain transfer, spatial narrative, and symbolic legibility—synthesized from comparative precedent studies (Libeskind’s Jewish Museum Berlin and the Aceh Tsunami Museum) and applies it to the design of the Painan Maritime Museum in West Sumatra. Local sources such as the traditional pincalang boat, Indian Ocean waves, and communal fishing activities are transformed into a ship-oriented elongated mass, undulating façade, net-patterned secondary skin, and sequential linear circulation forming a symbolic “voyage”: embarkation, tension, climax, reflection, and epilogue. The analysis reveals a balance between iconic legibility and conceptual depth, enabling visitors to intuitively perceive local maritime identity. This study contributes to the development of a transferable design methodology for metaphor-based museums and provides contextual site recommendations for the coastal landscape of Carocok Beach, Painan.2025-11-28T18:49:50+07:00Copyright (c) 2025 SIGMA TEKNIKAhttps://www.journal.unrika.ac.id/index.php/sigmateknika/article/view/8278Landmark Identification of Pekanbaru2025-11-28T18:49:55+07:00samanihuda.dai23@gmail.comnengahtela@bunghatta.ac.idirharyanimtp@yahoo.co.idartiline40@gmail.comda2ng.sg@gmail.comLandmarks play a vital role in shaping the city’s image as orientation markers and visual identity elements. Pekanbaru, the capital of Riau Province, has experienced rapid development that produced many iconic buildings, yet systematic studies based on public perception remain limited. This research aims to identify the main landmarks of Pekanbaru City and analyze the visual characteristics influencing their legibility. A mixed-method approach was applied through field observation, visual documentation, and a questionnaire survey involving 150 purposively selected respondents. Descriptive and statistical analyses using SmartPLS were conducted to examine relationships among visual perception variables (singularity, location, uniqueness, memorable) and landmark recognition. The findings reveal that An-Nur Grand Mosque, Soeman HS Library, and the Riau Governor’s Office are the most recognized landmarks. Location and memorable factors have significant positive effects, while uniqueness shows a negative influence. The study emphasizes that enhancing landmark design and spatial arrangement strengthens urban navigation and visual identity in Pekanbaru.2025-11-28T18:49:54+07:00Copyright (c) 2025 SIGMA TEKNIKA