Struktur Komunitas Asteroidea dan Holothuroidea di Pantai Melayu dan Pantai Sembulang Pulau Rempang Kota Batam
Abstract
Echinodermata adalah salah satu kelompok kewan yang dapat dijumpai di ekosistem pantai. Hingga saat ini penelitian mengenai struktur komunitas Echinodermata belum pernah dilakukan di Pulau Rempang Kota Batam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur komunitas Asteroidea dan Holothuroidea (dua kelas dari filum Echinodermata) di Pulau Rempang, khususnya di Pantai Sembulang (sisi Timur) dan Pantai Melayu (sisi Barat). Jenis penelitian ini adalah penelitian eksplorasi. Pada penelitian ini ditetapkan 2 stasiun pengamatan, yaitu Stasiun 1 di Pantai Sembulang dan Stasiun 2 di Pantai Melayu. Pengambilan contoh dilakukan dengan metode line transect. Setiap stasiun terdiri atas 3 transek. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan 7 spesies di Pantai Sembulang, yaitu: Archaster typicus, Craspidaster hesperus, Protoreaster nodosus, Holothuria atra, Holothuria scabra, Synapta maculata, dan Synapta sp., dengan nilai Indeks Keanekaragaman 1,92, Indeks Keseragaman 0,69, dan Indeks Dominansi 0,08. Sedangkan di Pantai Melayu, ditemukan 2 spesies, yaitu: Archaster typicus dan Cucumarid sp., dengan nilai Indeks Keanekaragaman 0,08, Indeks Keseragaman 0,41, dan Indeks Dominansi 0,98. Nilai Indeks Kesamaan Komunitas Asteroidea dan Holothuroidea di Pantai Sembulang dan Pantai Melayu adalah 0,02 (rendah).References
Budiman, C. C., Maabuat, P. V., Langoy, M. L., dan Katili, D. Y. 2014. Keanekaragaman Echinodermata di Pantai Basaan Satu Kecamatan Ratatotok Sulawesi Utara. Jurnal Mipa Unsrat Online, 3(2): 97–101.
Erlangga, Y., Rahimi, S. A. El, dan Devira, C. N. 2018. Struktur Komunitas Echinodermata di Perairan Pantai Gapang, Desa Iboih, Kecamatan Sukakarya, Sabang. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Dan Perikan Unsyiah, 3(1): 92–101.
Irawan, H. 2014. Studi Biologi dan Ekologi Hewan Filum Echinodermata di Perairan Litoral Pesisir Timur Pulau Bintan. Dinamika Maritim, 4(2): 9–23.
Katili, A. S. 2011. Struktur Komunitas Echinodermata Pada Zona Intertidal di Gorontalo. Jurnal Penelitian Dan Pendidikan, 8(1): 51–61.
Lalombombuida, S., Langoy, M., dan Katili, D. Y. 2019. Keanekaragaman Echinodermata di Pantai Paranti Desa Tabang, Kecamatan Rainis Kabupaten Kepulauan Talaud Provinsi Sulawesi. Jurnal Perikanan Dan Kelautan Tropis, 10(2): 39–50.
Lane, D. J. W. and Vandenspiegel, D. 2003. A Guide Sea Stars and Other Echinoderms of Singapore. Singapore Science Centre. Singapore.
Nurafni, Muhammad, S. H., dan Sibua, I. 2019. Keanekaragaman Echinodermata di Perairan Pulau Ngele Ngele Kecil, Kabupaten Pulau Morotai. Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan, 2(2): 74–83.
Odum, E. P. 1996. Dasar-Dasar Ekologi. (Edisi 3), Penerjemah: T. Samingan. Gajah Mada University Press. Yogyakarta.
Oktavia, R. 2018. Inventarisasi Hewan Invertebrata di Perairan Pasir Putih Lhok Mee Kabupaten Aceh Besar. Bionatural, 5(1): 61–72.
Purwati, P. dan Arbi, U. Y. 2012. Karakteristik Morfologi Bintang Laut Untuk Identifikasi. Oseana, 37(1): 7–15.
Romimohtarto, K dan S. Juwana. 2009. Biologi Laut: Ilmu Pengetahuan Tentang Biologi Laut. (Edisi ke 4). Djembatan. Jakarta.
Suwignyo, S., Widigdo, B., Wardiatno, Y., dan Krisanti, M. 2005. Avertebrata Air Jilid 2. Penebar Swadaya. Depok.
Suwartimah, K., Wati, D. S., Endrawati, H., dan Hartati, R. 2017. Komposisi Echinodermata di Rataan Litoral Terumbu Karang Pantai Krakal, Gunung Kidul, Yogyakarta. Buletin Oseanografi Marina, 6(1): 53–60.
Yudi, Y., Karlina, I., dan Putra, R. D. 2017. Keanekaragaman Jenis Echinodermata Di Perairan Tanjung Kelit Senayang Lingga Kepulauan Riau. [Skripsi]. Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Maritim Raja Ali Haji. Tanjungpinang.
Keywords
Dengan mengirimkan manuskrip artikel, penulis setuju dengan kebijakan ini. Tidak diperlukan penandatanganan dokumen khusus.
1. Lisensi
Penggunaan artikel yang non-komersial akan diatur oleh lisensi Atribusi Creative Commons seperti yang saat ini ditampilkan pada Creative Commons Attribution 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
2. Jaminan Penulis
Penulis menjamin bahwa artikel tersebut asli, ditulis oleh penulis lain, belum diterbitkan sebelumnya, tidak mengandung pernyataan yang melanggar hukum, tidak melanggar hak orang lain, tunduk pada hak cipta yang dipegang secara eksklusif oleh penulis dan bebas dari setiap hak pihak ketiga, dan bahwa setiap izin tertulis yang diperlukan untuk mengutip dari sumber lain telah diperoleh oleh penulis.
3. Hak Pengguna
Jurnal Simbiosa adalah untuk menyebarluaskan artikel yang diterbitkan sebebas mungkin. Di bawah lisensi Creative Commons, Simbiosa mengizinkan pengguna untuk menyalin, mendistribusikan, menampilkan, dan melakukan pekerjaan hanya untuk tujuan non-komersial. Pengguna juga perlu mengaitkan penulis dan Jurnal Simbiosa dalam mendistribusikan karya di jurnal dan media publikasi lainnya.
4. Hak Penulis
Memegang semua hak mereka untuk karya yang diterbitkan, seperti (tetapi tidak terbatas pada) hak-hak berikut;
- Hak cipta dan hak kepemilikan lainnya yang berkaitan dengan artikel, seperti hak paten,
- Hak untuk menggunakan substansi artikel dalam karya masa depan sendiri, termasuk kuliah dan buku,
- Hak untuk mereproduksi artikel untuk keperluan sendiri,
- Hak untuk mengarsipkan diri sendiri artikel tersebut,
- Hak untuk mengadakan perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi artikel yang diterbitkan (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awal dalam jurnal Simbiosa ini.
5. Co-Authorship
Jika artikel tersebut disusun bersama oleh lebih dari satu penulis, setiap penulis yang menyerahkan naskah waran bahwa ia telah diberi wewenang oleh semua penulis bersama untuk menyetujui hak cipta dan pemberitahuan lisensi (perjanjian) ini atas nama mereka, dan setuju untuk memberi tahu rekan penulis dari ketentuan kebijakan ini. Jurnal Simbiosa tidak akan bertanggung jawab atas apa pun yang mungkin timbul karena perselisihan internal penulis. Jurnal Simbiosa hanya akan berkomunikasi dengan penulis yang sesuai.
6. Royalti
Menjadi jurnal yang dapat diakses secara terbuka dan menyebarkan artikel secara gratis di bawah masa lisensi Creative Commons yang disebutkan, penulis menyadari bahwa Jurnal Simbiosa tidak memberikan hak royalti kepada penulis atau biaya lainnya.
7. Lain-lain
Jurnal Simbiosa akan menerbitkan artikel (atau menerbitkannya) di jurnal jika proses editorial artikel berhasil diselesaikan. Editor Simbiosa dapat memodifikasi artikel dengan gaya tanda baca, ejaan, huruf besar, referensi, dan penggunaan yang dianggap tepat. Penulis mengakui bahwa artikel tersebut dapat dipublikasikan sehingga akan dapat diakses oleh publik dan akses tersebut akan gratis bagi pembaca seperti yang disebutkan dalam poin 3.