PEMANFAATAN LIMBAH BUNGA KRISAN (Chrysanthemum sp.) SEBAGAI BAHAN TAMBAHAN PRODUKSI SABUN CAIR DI KABUPATEN PASURUAN

Retno Tri Purnamasari, Hari Wahyuni, Fajar Hidayanto

Abstract


Pemberdayaan masyarakat petani krisan melalui pemanfaatan limbah bunga krisan bertujuan untuk memanfaatkan limbah menjadi teknologi tepat guna. Pembuatan sabun cair akan bermanfaat bagi masyarakat khususnya di Dusun Kadipaten karena dapat menambah wawasan tentang pemanfaatan limbah dan menambah penghasilan masyarakat dengan cara menjualnya. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi (1) wawancara dan observasi, (2) sosialisasi dengan ceramah dan diskusi atau tanya jawab dan (3) pelatihan dengan ceramah dan praktek. Kegiatan ini melibatkan dosen, mahasiswa dan kelompok tani Sidorejo, Dusun Kadipaten, Desa Tutur, Kabupaten Pasuruan dan kegiatan berlangsung selama dua hari. Berdasarkan aspek capaian, program, pengabdian masyarakat ini sangat efektif untuk mengoptimalkan potensi lokal yaitu limbah bunga krisan dan secara aspek hasil dan manfaat dapat meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan masyarakat untuk memproduksi sabun cair secara mandiri. Selain itu, sabun cair yang diproduksi dapat membantu perekonomian petani krisan yang pendapatannya cenderung menurun akibat pandemic COVID-19.

Keywords


Limbah, Bunga Krisan, Sabun Cair, COVID-19

Full Text:

PDF

References


Febryanto, M. A. (2017). Studi Ekstraksi dengan Metode Soxhletasi Pada Bahan Organik Umbi Sarang Semut (Myrmecodia pendans). Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Surabaya.

Handajaningisih, M., dan Wibisono, T. (2009). Pertumbuhan dan Pembungaan Krisan dengan Pemberian Abu Janjang Kelapa Sawit Sebagai Sumber Kalium. Jurnal Akta Argosia, 12(1), 8–14.

Ikawaty, A. L. (2015). Ekstraksi Minyak Atsiri Bunga Krisan (Chrysanthemum cinerariaefolium) dengan Pelarut Etanol dan N-Heksana. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Semarang. Semarang

Marwoto, B. (2005). Standar Prosedur Operasional Budidaya Krisan Potong. Direktorat Budidaya Tanaman Hias. Direktorat Jenderal Hortikultura. Departemen Pertanian. Jakarta.

Pemkab Pasuruan. (2020). Krisan. https://www.pasuruankab.go.id/potensi 183krisan.html. Diakses pada tanggal 03 September 2021

Pratomo, A. G. dan Andri, K. B. (2015). Aspek Sosial Ekonomi dan Potensi Agribisnis Bunga Krisan di Kabupaten Pasuruan JawaTimur. Jurnal Hortikultura Indonesia, 4(2), 70–76. https://doi.org/10.29244/jhi.4.2.70-76

Puspitasari, A. D., dan Proyogo, L. S. (2016). Perbandingan Metode Ekstraksi Maserasi Dan Sokletasi Terhadap Kadar Flavonoid Total Ekstrak Etanol Daun Kersen (Muntingia calabura) Jurnal Ilmu Farmasi & Farmasi Klinik 13(2). 16–23.

Qisti, R. (2009). Sifat Kimia Sabun Transparan Dengan Penambahan Madu Pada Konsentrasi Yang Berbeda. Program Studi Teknologi Hasil Ternak. Fakultas Peternakan.Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Wanita, Y. P., Setyono, B dan Agriawati, D. P. (2014). Krisan (Chrysanthemum indicum L.) Organik Sebagai Bahan Baku Aneka Pangan Olahan. Prosiding Seminar Nasional Pertanian Organik, (22), 448.

Wita, M. (2013). Teknologi Isolasi Minyak Atsiri. Jurusan Teknologi Industri Pertanian. Fakultas Teknologi Pertanian Institut Pertanian Bogor. Bogor

Ye, Q., dan Deng, C. (2009). Determination of Camphor and Borneol in Flos Chrysanthemi Indici by UAE and GC-FID. Journal of Chromatographic Science, 47(4), 287–290. https://doi.org/10.1093/chromsci/47.4.287

Yulianti, D., Sunyoto, M. dan Wulandari, E. (2019). Aktivitas Antioksidan Daun Pegagan (Centella asiatica L.) dan Bunga Krisan (Crhysanthemum sp) Pada Tiga Variasi Suhu Pengeringan. Pasundan Food Technology Journal, 6(3).142–147. https://doi.org/10.23969/pftj.v6i3.1215




DOI: https://doi.org/10.33373/jmb.v6i1.3492

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


License URL: https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/

Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.