UPAYA DAHSYAT MEMBUKA PINTU REJEKI GREAT EFFORT TO OPEN DOORS RIZKI

Arnesih Arnesih

Abstract


Rejeki merupakan mutlak hak Allah yang memberikan pada setiap makhluknya, terlebih pada manusia yang telah diberi kelebihan berupa akal pikiran. Manusia hanya diberi kesempatan untuk berupaya mendapatkan rejeki seluas-luasnya. Ada cara-cara yang telah diajarkan dalam Islam yaitu upaya membuka pintu rejeki dengan 10 cara yaitu: Pertama Istigfar dan taubat, kedua takwa kepada Allah swt, ketiga tawakal kepada Allah, keempat beribadah kepada Allah, kelima silaturrahim, keenam berbuat baik kepada orang yang lemah, ketujuh berinfak dan sodakoh, kedelapan hijrah dijalan Allah swt, kesembilan berinfak untuk penuntut ilmu Agama, kesepuluh melanjutkan haji dengan umroh. Pada hakekatnya manusia bebas untuk menggapai rejeki itu sendiri, manusia berhak mendapatkan rejeki yang telah ditentukan oleh Allah SWT, jadi jangan pernah berputus asa atas rahmat Allah.
Metode penulisan artikel ilmiah ini adalah menggunakan metode tafsir ayat-ayat sains dan social ( al manhaj fi at-tafsir al ilmi). Penulis akan berusaha untuk mengaplikasikan metode tersebut dalam dua contoh: pertama terkait dengan ayat-ayat sosial yang ada didalam Al-Qur’an. Kedua terkait dengan ayat-ayat sains atau ilmu alam yang ada didalam Al-Qu’an.

 

 

Abstract
Rizki is the absolute right of God who gives to each creation, especially in people who have been given the advantage of the mind. Humans are only given the opportunity to seek the broadest possible windfall. There are ways that have been taught in Islam is an attempt to open the door of fortune with 10 ways: First Istigfar and repentance, both piety to Allah, a third trust in God, the fourth to worship Allah, the fifth silaturrahim sixth, do good to those who are weak , berinfak and sodakoh seventh, eighth emigrated in Allah swt, ninth berinfak for the prosecution of science Religion, tenth proceed with Umrah Hajj. In essence, human beings are free to reach fortune itself, human beings are entitled to a fortune that has been determined by Allah, so do not ever despair of the mercy of Allah. The method of writing a scientific article is to use a method of interpretation of passages and social science (al manhaj fi at-tafsir al ilmi). The author will endeavor to apply these methods in two examples: the first related to social passages that exist within the Qur'an. The second relates to the verses sciences or natural sciences who are in Al-Qu'an.


Full Text:

PDF

References


A.Ilyas Ismail, Islam dan pengembangan akhlak Bangsa, Jakarta, Mitra wacana media

Abi Zakaria Yahya, Syeikh, Riyadlus Shalihin, Bandung Ma’arif 1987

Al-Ghazali, Mukhtashar Ihya ulumuddin (terjemah) Bandung, Mizan, 1997

Al-Qur’an Terjemah Depag RI 1971

Andi rosadisastra metode tafsir ayat-ayat sains dan sosial 2012 , Amzah

Arifin bey, Rangkaian Cerita dalam Al-Qur’an, Bandung Ma’rifat 1995

Hamka, Tafsir Al-Azhar, Jakarta, pustaka panji mas 1987

Khalifi Elyas Bahar, Diva Press

Mohammad daud Ali Pendidikan Agama Islam 2010 raja grafindo persada

Imam Nawawi, Riyadushalihin ( terjemah),

Azyumardi dkk, PAI PT, Dirjen PTAI, 2002, Jak




DOI: https://doi.org/10.33373/his.v1i2.515

Copyright (c) 2017 HISTORIA

P-ISSN 2301-8305        E-ISSN 2599-0063

Published by: Program Studi Pendidikan Sejarah, Universitas Riau Kepulauan, Batam, Indonesia.

Jl. Batu Aji Baru No. 99 Batam Propinsi Kepulauan Riau, Batam,  Indonesia.

Email; historiaunrika@gmail.com

Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.