Tari Jogi di Pulaua Panjang, Kota Batam Tahun 1980-2022
Abstract
Tari Jogi memiliki ciri khas tersendiri yang membedakan dengan tarian lainnya. Pada tari Jogi tidak menggunakan hitungan melainkan hanya mengandalkan pertanda musik saja yang menunjukkan bahwa selanjutnya akan ada gerakan tertentu. Hal ini tentu berbeda dengan tarian pada umumnya yang selalu menggunakan hitungan pada setiap gerakan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui sejarah tari Jogi di Pulau Panjang Kota Batam dan perkembangan tari Jogi di Pulau Panjang Kota Batam tahun 1980-2022. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode historis dan pendekatan ilmu budaya. Jenis data dalam penelitian ini terdiri dari sumber data primer dan sumber data sekunder. Sumber data primer diperoleh dari wawancara dan jurnal terkait tari Jogi sedangkan sumber data sekunder dari literatur maupun artikel internet terkait tari Jogi. Metode penelitian menggunakan metode historis yang terdiri dari heuristik, verifikasi (kritik sumber), interpretasi dan historiografi. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa: 1) Sejarah tari Jogi di Pulau Panjang Kota Batam, bermula dari joget yang dibawakan oleh perempuan pada saat acara pesta seperti halnya acara pernikahan yang kemudian dinamakanlah tari Jogi; 2) Perkembangan tari Jogi di Pulau Panjang Kota Batam tahun 1980-2022 bermula pada tahun 1980-an tari Jogi telah mulai ditarikan dari satu pulau ke pulau lainnya untuk mengisi acara pernikahan, tari Jogi berada pada puncak kejayaan dimasa kepemimpinan Nyat Kadir kemudian perkembangan tari Jogi mulai menurun bersamaan dengan selesainya masa kepemimpinan Nyat Kadir hingga pada saat ini tari Jogi telah jarang dipentaskan.References
Anasta. 2021. Buku Panduan Guru Seni Tari. Jakarta: Pusat Kurikulum dan
Perbukuan Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan Kementerian
Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Andriani, Beti. 2017. Eksistensi Jongkong Sebagai Alat Transportasi Di Kampung
Tanjung Uma Tahun 1970-2002. Skripsi tidak diterbitkan, Universitas Riau Kepulauan.
Azwandi. 2020. Eksistensi Kesenian Tradisional Tari Gubang Pada Masyarakat
Kecamatan Jemaja Kabupaten Kepulauan Anambas. Skripsi tidak diterbitkan, Universitas Riau Kepulauan.
Bahri, Aditia Syaeful. 2015. Pertunjukan Kesenian Ebeg Grup Muncul
Jaya Pada Acara Khitanan di Kabupaten Pangandaran. Bandung: Universitas
Pendidikan Indonesia.
Dewi, Sevia Restya. 2018. Sejarah Perkembangan Yayasan Pondok Pesantren
Hidayatullah Sebagai Lembaga Pendidikan Islam di Kota Batam Tahun 1999-2018. Skripsi tidak diterbitkan, Universitas Riau Kepulauan.
Dimasari. 2017. Sejarah Perkembangan Teater Makyong di Pulau Panjang Tahun
-2016. Skripsi tidak diterbitkan, Universitas Riau Kepulauan.
Halima. 2016. Sejarah Sanggar Sri Batam Dalam Upaya Melestarikan Tari
Persembahan Tahun 1986-2015. Skripsi tidak diterbitkan, Universitas Riau Kepulauan.
Kusumastuti. 2021. Buku Panduan Guru Seni Tari. Jakarta: Pusat Kurikulum dan
Perbukuan Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan Kementerian
Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Kuswarsantyo dan Tetty Rachmi. 2014. Wawasan Seni (Modul). Jakarta: Universitas
Terbuka.
Lisdayana, Irma. 2020. Makna Tradisi Makan Berhidang di Kelurahan Pulau
Terong Kecamatan Belakang Padang Kota Batam. Skripsi tidak diterbitkan, Universitas Riau Kepulauan.
Muarif, Saiful. 2020. Perkembangan Kehidupan Sosial Ekonomi Masyarakat
Nelayan Air Raja Sesudah Adanya Kelompok Usaha Bersama (KUB) Wardana
Jaya 2013-2018. Skripsi tidak diterbitkan, Universitas Riau Kepulauan.
Nina. 2018. Tradisi Malam Tujuh Likur Dalam Masyarakat Melayu Rempang Cate
Kota Batam. Skripsi tidak diterbitkan, Universitas Riau Kepulauan.
Shaesa, Gilda Nurul. 2020. Keterlibatan Penari Usia Muda di Batam Terhadap
Eksistensi Tari Jogi. Batam: Universitas Universal Batam.
Silvia, Danis. 2017. Tari Gajah Menunggang: Analisis Perubahan Fungsi Tari Pada
Masyarakat Suku Sekak di Desa Pongok Kecamatan Pongok Kabupaten
Bangka Selatan. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia.
Wiratno, Tri Aru. 2017. Sumber Estetika Budaya, Penciptaan Karya Seni. Jakarta:
Institut Kesenian Jakarta.