Makna Tradisi Makan Beradap pada Acara Pernikahan Adat Melayu di Pulau Moro
Keywords:
Makna, Tradisi, Makan Beradap, MoroAbstract
di Pulau Moro yang dianggap oleh masyarakat Melayu Pulau Moro mengandung arti tersendiri dari setiap rangkaian dalam pelaksanaan tradisi makan beradap tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan makna apa saja yang terkandung pada tradisi makan beradap. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Metode penelitian ini menggunakan sumber data primer dan sekunder, teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa makna tradisi makan beradap ialah bentuk penyatuan sepasang suami isteri serta mengajarkan pengantin perempuan untuk bersikap layaknya seorang istri serta mengajarkan cara-cara melayani suami terutama dalam menghidangkan makanan untuk suami nya. Setiap rangkaian dalam tradisi makan beradap memiliki makna yaitu posisi duduk pengantin bermakna perempuan berasal dari tulang rusuk sebelah kiri laki-laki. Pemilihan menu hidangan yang ingin diambil oleh pengantin wanita bermakna istri mengambilkan rezeki untuk suaminya. Makan berhadapan serta bersuapan bermakna kasih sayang pertama yang saling diberikan oleh sepasang suami isteri. Pengantin perempuan duduk bersimpuh menghadap suami dan mencium tangan suami bermakna penghormatan serta bakti seorang istri kepada suaminyaReferences
Geertz, Clifford. (1992). Tafsir Kebudayaan. Yogyakarta: Kanisius.
Herimanto, Winarno. (2017). Ilmu sosial & Budaya Dasar. Jakarta Timur: PT Bumi Aksara.
Ibrahim. (2018). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta
Jannah, Raudhatul. (2020). Makna Simbolik Nasi Ulam Pada Upacara Adat Pernikahan Melayu. Jurnal SOMASI (Sosial, Humaniora, Komunikasi) Vol.1, No.1, Juni 2020: 41.
Koentjaraningrat. (2015). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.
Moleong, J Lexy. (2013). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Mufti. (2018). Upacara Perkawinan Dalam Masyarakat Melayu Deli di Medan. Skripsi. Universitas Sumatera Utara. Medan.
Palmer, E Richard. (1969). Hermeneutika Teori Baru Mengenal Interpretasi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Pane, Harneny. (2020). Tradisi Pernikahan Adat Melayu Kabupaten Batubara. Jurnal Pionir LPPM Universitas Asahan Vol.7, No.3, Juli-Desember 2020: 99.
Ramadani, Putri. (2019). Tradisi Makan Nasi Hadap-Hadapan Masyarakat Melayu Kisaran Kabupaten Asahan (1989-2009). Skripsi. Universitas Sumatera Utara. Medan.
Ranjabar, Jacobus. (2010). Sistem Sosial Budaya Indonesia. Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Syahrida, Afni. (2020). Makna Simbolik Tradisi Makan Nasi Hadap-Hadapan Pada Etnis Melayu di Kota Tanjung Balai. Skripsi. Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Medan.
Sztompka, Piotr. (2017). Sosiologi Perubahan Sosial. Jakarta: Kencana