UPAYA MENGATASI GANGGUAN KESEHATAN MENTAL ANAK BROKEN HOME

Tiara Retno Wulandari, Putri Rizky Fadilah, Lu'lu atushibghoh, Maryatul Kibtiyah

Abstract


Keluarga memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan mental dan perkembangan emosional anak. Namun, ketika terjadi kondisi broken home seperti perceraian, konflik berkepanjangan, atau hilangnya fungsi peran orang tua, anak sering kali menjadi pihak yang paling terdampak. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan mengkaji berbagai jurnal, artikel ilmiah, dan sumber akademik yang relevan mengenai hubungan antara broken home dan gangguan kesehatan mental pada anak. Hasil kajian menunjukkan bahwa anak yang mengalami perpecahan keluarga berisiko mengalami gangguan emosional, psikologis, serta perilaku, seperti stres, kecemasan, depresi, rendahnya kepercayaan diri, serta kesulitan bersosialisasi. Dampak tersebut dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti kurangnya komunikasi, sikap egois antar orang tua, tekanan ekonomi, kesibukan orang tua, rendahnya tingkat pendidikan, serta kehadiran pihak ketiga. Untuk membantu anak dalam menghadapi kondisi tersebut, diperlukan strategi penanganan seperti self management dan coping stres yang membantu anak mengelola emosi dan tekanan psikologis secara lebih adaptif. Dengan dukungan keluarga, lingkungan sosial, dan tenaga profesional, anak broken home dapat pulih dan berkembang secara optimal. Penelitian ini menegaskan pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental anak sebagai upaya pencegahan gangguan psikologis jangka panjang.

Full Text:

PDF

References


Annisa, S. W., Salsabila, A. A., & Mahmud, A. M. (2024). Perkembangan Emosional Remaja Broken Home. PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial Dan Humaniora, 4(1). https://doi.org/https://doi.org/10.56799/peshum.v4i1.6768

Ardiansyah, M. A., Rahayu, D., & Prastika, N. D. (2015). Pengaruh Terapi Berpikir Positif dan Cognitive Behavior Therapy (CBT) Terhadap Penurunan Kecemasan Pada Mahasiswa Universitas Mulawarman. Jurnal Psikotudia Universitas Mulawarman, 4(2). https://doi.org/http://dx.doi.org/10.30872/psikostudia.v4i2.2271

Ariyanto, K. (2023). Dampak Keluarga Broken Home Terhadap Anak. Metta : Jurnal Ilmu Multidisiplin, 3(1), 15–23. https://doi.org/10.37329/metta.v3i1.2380

Dewi, S. N., & Lubis, S. A. (2024). Peran Guru Bimbingan Konseling dalam Mengatasi Emosi Negatif Anak Broken Home dengan Teknik Modelling dan Konseling Islami. Jurnal Ilmiah Bimbingan Konseling Undiksha, 15(1), 19–27. https://doi.org/https://doi.org/10.23887/jibk.v15i1.82220

Fatin, K., Rahmawati, K. I., & Romadhoni, K. H. (2023). Memahami Individu Melalui Psikologi Perkembangan. Uwais Inspirasi Indonesia.

Fatmawati, & Mu’min, H. (2024). Implementasi Layanan Bimbingan Konseling Individu Dengan Pendekatan Cognitive Behaviour Therapy ( CBT ) ( Studi Kasus Anak Broken Home SMAN 9 kota bengkulu). JICN: Jurnal Intelek Dan Cendekiawan Nusantara, 1(1), 175–186. https://jicnusantara.com/index.php/jicn

Ghazali, H. . B. (2024). Kesehatan Mental : Membangun Hidup Lebih Bermakna. Samudra Biru.

Haryanti, A. N., & Larasati, N. (2024). Analisis Kondisi Kesehatan Mental di Indonesia Dan Strategi Penanganannya. Student Research Journal, 2(3), 28–40. https://doi.org/https://doi.org/10.55606/srjyappi.v2i3.1219

Jannah, M., & Nurjannah. (2022). Konseling Islami dengan Teknik Modelling untuk Mengatasi Emosi Negatif Anak Broken Home. Indonesian Journal of Education Counseling, 6(2), 87–95. https://doi.org/10.30653/001.202262.188

Latipun. (2019). Kesehatan Mental. UMM Press.

Massa, N., Rahman, M., & Napu, Y. (2020). Dampak Keluarga Broken Home Tehadap Perilaku Sosial Anak. Jambura Journal of Community Empowerment (JJCE), 1(1), 1–12. https://doi.org/https://doi.org/10.37411/jjce.v1i1.92

Mistiani, W. (2018). Dampak Keluarga Broken Home Terhadap Psikologis Anak. MUSAWA: Journal For Gender Studies, 10(2), 322–354. https://doi.org/https://doi.org/10.24239/msw.v10i2.528

Musafiri, M. R. Al, & Dewi, M. N. K. (2021). Coping Stres Anak Korban Broken Home (Studi Kasus Santri Pondok Pesantren Darussalam Putri Utara ). Jurnal At-Taujih: Jurnal Bimbingan Dan Konseling Islam, I(1), 54–66.

Muttaqin, I. (2019). Analisis Faktor Penyebab dan Dampak. Jurnal Studi Gender Dan Anak, 6(2), 245–256.

Nevid, J. S., Rathus, S. A., & Greene, B. S. (2013). Abnormal Psychology in a Changing World (9th ed.). Pearson Education.

PO, P. O., & Mardiani, N. (2021). Pengaruh Terapi Ylang-Ylang terhadap Mood Swing Masa Prenatal. Jurnal Kesehatan Pertiwi, 3(1), 189–193.

Pradipta, D., Mulyadi, S., & Rahman, T. (2021). Pola asuh orang tua terhadap kecerdasan emosional anak usia dini. 5(2), 211–218.

Ratu, B., Machfirah, N. E., Fauzan, A., Ansyari, A., & Abdulloh, J. A. (2024). Kesehatan Mental Anak Broken Home. WAHANA DIDAKTIKA: Jurnal Ilmu Kependidikan, 22(3), 1–6. https://doi.org/https://doi.org/10.31851/wahanadidaktika.v22i3.15923

Sabila, F., Matondang, P., Astuti, N. H., & Rokan, N. H. (2024). Peran Dukungan Sosial terhadap Trauma Broken Home pada Anak. Jurnal Pendidikan Tambusai, 8(2), 26622–26629.

Sany, U. P. (2022). Gangguan Kecemasan dan Depresi Menurut Perspektif Al Qur’an. Jurnal Ilmiah Indonesia, 7(1).

Semiun, Y. (2006). Kesehatan Mental 2 (Kelima). KANISIUS.

Utama, A. S., & Ambarini, T. K. (2023). Cognitive Behaviour Therapy untuk Mengatasi Gejala Post Traumatic Stress Disorder. Gadjah Mada Journal of Professional Psychology (GamaJPP), 9(2), 245–256. https://doi.org/10.22146/gamajpp.76983

Veronika, N., Azhar, P. C., & Sugma, A. R. (2022). Dampak Perceraian Terhadap Psikologi Anak. JBS (Jurnal Berbasis Sosial), 3(1), 30–37. https://doi.org/https://jurnal.stkipalmaksum.ac.id/index.php/jbs

Wulan, D. A. R. (2013). Penerapan Strategi Pengelolaan Diri (Self Management) untuk Mengurangi Kenakalan Remaja Korban Broken Home. Jurnal BK Unesa, 3(1).




DOI: https://doi.org/10.33373/kop.v12i2.8731

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


P-ISSN 2442-4323       E-ISSN 2599-0071

Gedung D Kampus Universitas Riau Kepulauan

Jl. Batu Aji Baru No.99 Batu Aji, Batam, Indonesia

Email: kopastaunrika@gmail.com

Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.