Potensi ekstrak akar Eceng Gondok (Eichhornia crassipes) terhadap buah dan biji Cabai Rawit (Capsicum frutescents L.)
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh ekstrak akar eceng gondok (Eichhornia crassipes) terhadap hasil panen dan jumlah biji cabai rawit. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) 5 perlakuan, yaitu hormon giberelin sintetik (Kontrol Positif), 0 g/l (kontrol negatif), 75 g/l, 150 g/l, dan 225 g/l ekstrak akar eceng gondok, masing-masing yang diulangi sebanyak 5 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak akar eceng gondok dapat meningkatkan jumlah buah,bobot buah,dan tebal kulit buah tetapi dapat mengurangi jumlah biji dan bobot biji tanaman cabai rawit. Konsentrasi ekstrak akar eceng gondok 225 g/l adalah ekstrak akar eceng gondok terbaik yang dapat menghasilkan jumlah buah tanaman rata-rata 331,6 buah, hasil rata-rata bobot buah 326,4 gram per tanaman dengan tebal kulit rata-rata 0,136 mm per tanaman, rata-rata jumlah biji 11,4 biji dan rata-rata bobot biji 0,1238 gram per cabe rawit . Penelitian ini menyimpulkan bahwa ekstrak akar eceng gondok dapat mengurangi jumlah biji dan meningkatkan bobot tanaman dan hasil panen cabai rawit dengan kosentrasi optimal 225 g/l.References
Bayyinatul, M., Susilowati, R., dan Kusumastuti, A. 2012. Pemanfaatan Tepung Hasil Fermentasi Eceng Gondok (Eichornia crassipes) sebagai Campuran Pakan Ikan untuk Meningkatan Berat Badan dan Daya Cerna Protein Ikan Nila Merah (Oreochromis sp). Jurnal Ed-Qudwah, 10: 1-9.
Bora, R.K., and Sarma, C.M. 2006. Effect of Gibberellin Acid and Cycocel on Growth, Yield and Protein Content of Pea. Asian Journal of Plant Sciences, 5(2): 324-330.
Chudasama, R.S., and Thaker, V.S. 2007. Relationship Between Gibberellin Acid and Growth Parameters in Developing Seed and Pod of Pigeon Pea. Brazilian Journal of Plant Physiology, 19(1): 43-51.
Falah, R.N., Hamdani, J.S., dan Kusumiyati. 2019. Induksi Partenokarpi dengan GA3 pada Zucchini (Cucurbita pepo L.). Jurnal Kultivasi, 18(3): 983-988.
Kartikasari, O., Aini, N., dan Koesriharti. 2016. Respon Tiga Varietas Tanaman Mentimun (Curcumis sativus L.) Terhadap Aplikasi Zat Pengatur Tumbuh Giberelin (GA3). Jurnal Produksi Tanaman, 4(6): 425-430.
Kementrian Pertanian Republik Indonesia. 2017. Produk cabai rawit pada tahun 2015-2016 mencapai 136.818 ton. http://epublikasi.setjen.pertanian.go.id/. Diakses pada tanggal 15 Januari 2020.
Matsuoka, M. 2003. Giberelin Signaling: How do Plant Cells Respon to GA Signals. Journal of Plant Growth Regulation, 22: 123-125.
Musbakri. 1999. Ekstraksi dan Identifikasi Giberelin Dari Akar Eceng Gondok (Eichhornia crassipes). (Skripsi). Fakultas Teknologi Pertanian. Institut Pertanian Bogor.
Natesh, N., Vyakaranahal, B. S., Shekhargouda, M., and Deshpande, V. K. 2005. Effect of micronutrient and organics on growth, seed yield and quality of chili. Karnataka Journal of Agricultural Sciences,18 (2): 334-337.
Pandolfini, T. 2009. Seedless Fruit Production by Hormonal Regulation of Fruit Set. Nutrients, 1(2): 168–177.
Pardal, S.J. 2001. Pembentukan Buah Partenokarpi melalui Rekayasa Genetik. http://biogen.litbang.deptan.go.id?terbitan?pdf?agrobio_4_245-49.pdf. Diakses pada tanggal 4 November 2019.
Permatasari, D. A. 2016. Pengaruh Pemberian Hormon Giberelin Terhadap Pertumbuhan Buah Secara Partenokarpi pada Tanaman Tomat Varietas Tombatu F1. LenteraBio:Berkala Ilmiah Biologi, 5(1): 25-31.
Rastogi, RP., Sinha, RP., and Incharoensakdi, A. 2013. Partial characterization, UV-induction and photoprotective function of sunscreen pigment, scytonemin from Rivularia sp. HKAR-4. Chemosphere, 93: 1874-1878.
Richards, D.E., King, K.E, Ait-ali, T., and Harberd, N.P. 2001. How Gibberellin Regulates Plant Growth and Development: A Molecular Genetic Analysis of Gibberellin Signaling. Annual Review of Plant Physiology and Plant Molecular Biology, 52: 67-88.
Ruan, YL., Patrick J.W., Bouzayen, M., Osorio, S., and Fernie, A. R. 2012. Molecular regulation of seed and fruit set. Trends in Plant Science, 17(11): 656-65.
Salisbury, F. B., dan Ross, C. W., 1995. Fisiologi Tumbuhan Jilid 3 Terjemahan Dian R. Lukman dan Sumaryono. ITB. Bandung. 343 hal.
Saptowo, J.P. 2001. Pembentukan buah partenokarpi melalui rekayasa genetik. Buletin Agbio, 4(2): 45-49.
Tiwari, A., Offringa, R., and Heuvelink, E. 2011. Auxin-induced fruit set in Capsicum annuum L. requires downstream gibberellins biosynthesis. Journal of Plant Growth Regulator, 31: 570-578.
Wardini. 2008. Analisis kandungan Nutrisi pada Eceng Gondok (Eicharnia crassipes). http://digilib.itb.ac.id/gdl.php?mod=browser&op=read&id=jbptitbpp-gdlcourse2001-r-631-sme. Diakses pada tanggal 11 Desember 2019.
Warisno dan Dahana, K. 2010. Peluang Usaha dan Budidaya Cabai. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta. 124 hal.
Wijayanto, T., Yani, W. O. R., dan Arsana, M. W. 2012. Respon Hasil dan Jumlah Semangka (Citrullus vulgaris) dengan Aplikasi Hormon Giberelin (GA3). Jurnal Agroteknos, 2(1): 57-62.
Windarti, F., dan Sopandi, T. 2017. Reduksi Jumlah Biji Cabai Rawit (Capsicum frutescents) Dengan Menggunakan Sari Akar Eceng Gondok (Eichhornia crassipes). Stigma,11(2): 43-54.
Wulandari, D. C., Rahayu, Y. S., dan Ratnasari, E. 2014. Pengaruh Pemberian Hormon Giberelin terhadap Pembentukan Buah secara Partenokarpi pada Tanaman Mentimun Varietas Mercy. LenteraBio:Berkala Ilmiah Biologi, 3(1): 27–32.
Keywords

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Dengan mengirimkan manuskrip artikel, penulis setuju dengan kebijakan ini. Tidak diperlukan penandatanganan dokumen khusus.
1. Lisensi
Penggunaan artikel yang non-komersial akan diatur oleh lisensi Atribusi Creative Commons seperti yang saat ini ditampilkan pada Creative Commons Attribution 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
2. Jaminan Penulis
Penulis menjamin bahwa artikel tersebut asli, ditulis oleh penulis lain, belum diterbitkan sebelumnya, tidak mengandung pernyataan yang melanggar hukum, tidak melanggar hak orang lain, tunduk pada hak cipta yang dipegang secara eksklusif oleh penulis dan bebas dari setiap hak pihak ketiga, dan bahwa setiap izin tertulis yang diperlukan untuk mengutip dari sumber lain telah diperoleh oleh penulis.
3. Hak Pengguna
Jurnal Simbiosa adalah untuk menyebarluaskan artikel yang diterbitkan sebebas mungkin. Di bawah lisensi Creative Commons, Simbiosa mengizinkan pengguna untuk menyalin, mendistribusikan, menampilkan, dan melakukan pekerjaan hanya untuk tujuan non-komersial. Pengguna juga perlu mengaitkan penulis dan Jurnal Simbiosa dalam mendistribusikan karya di jurnal dan media publikasi lainnya.
4. Hak Penulis
Memegang semua hak mereka untuk karya yang diterbitkan, seperti (tetapi tidak terbatas pada) hak-hak berikut;
- Hak cipta dan hak kepemilikan lainnya yang berkaitan dengan artikel, seperti hak paten,
- Hak untuk menggunakan substansi artikel dalam karya masa depan sendiri, termasuk kuliah dan buku,
- Hak untuk mereproduksi artikel untuk keperluan sendiri,
- Hak untuk mengarsipkan diri sendiri artikel tersebut,
- Hak untuk mengadakan perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi artikel yang diterbitkan (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awal dalam jurnal Simbiosa ini.
5. Co-Authorship
Jika artikel tersebut disusun bersama oleh lebih dari satu penulis, setiap penulis yang menyerahkan naskah waran bahwa ia telah diberi wewenang oleh semua penulis bersama untuk menyetujui hak cipta dan pemberitahuan lisensi (perjanjian) ini atas nama mereka, dan setuju untuk memberi tahu rekan penulis dari ketentuan kebijakan ini. Jurnal Simbiosa tidak akan bertanggung jawab atas apa pun yang mungkin timbul karena perselisihan internal penulis. Jurnal Simbiosa hanya akan berkomunikasi dengan penulis yang sesuai.
6. Royalti
Menjadi jurnal yang dapat diakses secara terbuka dan menyebarkan artikel secara gratis di bawah masa lisensi Creative Commons yang disebutkan, penulis menyadari bahwa Jurnal Simbiosa tidak memberikan hak royalti kepada penulis atau biaya lainnya.
7. Lain-lain
Jurnal Simbiosa akan menerbitkan artikel (atau menerbitkannya) di jurnal jika proses editorial artikel berhasil diselesaikan. Editor Simbiosa dapat memodifikasi artikel dengan gaya tanda baca, ejaan, huruf besar, referensi, dan penggunaan yang dianggap tepat. Penulis mengakui bahwa artikel tersebut dapat dipublikasikan sehingga akan dapat diakses oleh publik dan akses tersebut akan gratis bagi pembaca seperti yang disebutkan dalam poin 3.