Sintesis dan Karakterisasi Kitosan dari Limbah Kulit Udang Kaki Putih (Litopenaeus vannamei)
Abstract
Udang kaki putih (Litopenaeus vannamei) merupakan salah satu krustasea yang banyak dikomsumsi dan dibudidayakan di Indonesia sehingga menghasilkan banyak limbah kulit udang. Limbah tersebut dapat menyebabkan terjadinya permasalahan lingkungan seperti pencemaran karena baunya yang tidak sedap. Dilain hal kulit udang mengandung zat yang dapat disajikan sebagai bahan baku kitosan yang bermanfaat untuk berbagai keperluan terutama bidang kesehatan berperan sebagai antihiperlipidemia dan antibakteri. Tujuan penelitian adalah melakukan sintesis kitosan yang merupakan turunan dari kitin yang diambil dari kulit udang kaki putih (L. vannamei) dan dilakukan karakterisasi. Metode sintesis dilakukan dengan menggunakan metode Knorr yaitu proses pre-treatment, demineralisasi dan deproteinasi untuk menghasilkan kitin selanjutnya dilakukan deasetilasi untuk menghasilkan kitosan. Karakterisasi kitosan dilakukan dengan menguji Derajat Deasetilasi (DD) menggunakan spektroskopi FTIR, uji rendemen, uji ninhidrin, dan uji organoleptik. Hasil penelitian menunjukkan uji kemurnian DD mendapatkan nilai sebesar 76,24%, hasil uji rendemen sebanyak 16,21%, uji ninhidrin positif berwarna ungu, dan uji organoleptik menghasilkan serbuk berwarna putih kekuningan. Hasil ini menunjukkan bahwa kitosan yang dihasilkan memiliki kemurnian yang sangat baik dan sesuai dengan persyaratan.References
Agustina, S., Made, I., Swantara, D., dan Suartha, N. 2015. Isolasi Kitin, Karakterisasi, Dan Sintesis Kitosan Dari Kulit Udang. Jurnal Kimia (Journal of Chemistry), 9(2): 271–278.
Aranaz, I., Mengibar, M., Harris, R., Panos, I., Miralles, B., Acosta, N., Galed, G., and Heras, A. 2009. Functional Characterization of Chitin and Chitosan. Current Chemical Biology, 3(2): 203–230. https://doi.org/10.2174/187231309788166415
Arif, A. R., Ischaidar, Natsir, H., dan Dal, S. 2013. Isolasi Kitin dari Limbah Udang Putih (Penaeus merguiensis) Secara Enzimatis. Seminar Nasional Kimia : Peran Sains Dan Teknologi Dalam Mendukung Ketahanan Pangan Dan Energi Nasional, 10–15.
Benhabiles, M. S., Salah, R., Lounici, H., Drouiche, N., Goosen, M. F. A., and Mameri, N. 2012. Antibacterial activity of chitin, chitosan and its oligomers prepared from shrimp shell waste. Food Hydrocolloids, 29(1): 48–56. https://doi.org/10.1016/j.foodhyd.2012.02.013
Cahyono, E. 2018. Karakteristik Kitosan Dari Limbah Cangkang Udang Windu (Panaeus monodon). Akuatika Indonesia, 3(2): 96-102. https://doi.org/10.24198/jaki.v3i2.23395
Dompeipen, E. J., Kaimudin, M., Dewa, R.P. 2016. Isolasi Kitin Dan Kitosan Dari Limbah Kulit Udang. Majalah BIAM, 12(1): 32–39.
Hargono, H., Abdullah, A., dan Sumantri, I. 2008. Pembuatan Kitosan Dari Limbah Cangkang Udang Serta Aplikasinya Dalam Mereduksi Kolesterol Lemak Kambing. Reaktor, 12(1): 53-57. https://doi.org/10.14710/reaktor.12.1.53-57
Heidari, F., Razavi, M., Bahrololoom, M. E., Tahriri, M., Rasoulianboroujeni, M., Koturi, H., and Tayebi, L. 2018. Preparation of natural chitosan from shrimp shell with different deacetylation degree. Materials Research Innovations, 22(3): 177–181. https://doi.org/10.1080/14328917.2016.1271591
Hossain, M. S., and Iqbal, A. 2014. Production and Characterization Of Chitosan From Shrimp Waste. Journal of the Bangladesh Agricultural University, 12(1): 153–160.
Jaya, I., Syaputra, J., Prasetya, D. S. B., dan Pangga, D. 2017. Pembuatan Kitosan Dari Cangkang Udang Sebagai Adsorben Emas (Au). Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika “Lensa,” 5(2): 59-64.
Knorr, Di. 1982. Functional Properties of Chitin and Chitosan. Journal of Food Science, 47(2): 593–595. https://doi.org/10.1111/j.1365-2621.1982.tb10131.x
Kusuma, S. H. 2016. Kemampuan Kitin Dari Cangkang Kepiting Bakau (Scylla spp) Dalam Menurunkan Kadar Kolesterol Jeroan Sapi. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Keguruan dan Ilmu Pendidikan Unsyiah, 1(1): 1-10.
Kusumaningsih, T., Masykur, A., dan Arief, U. 2004. Pembuatan Kitosan dari Kitin Cangkang Bekicot (Achatina fulica). Biofarmasi, 2(2): 64–68.
Marganof. 2003. Potensi Limbah Udang Sebagai Penyerap Logam Berat (Timbal, Kadmium, dan Tembaga) Di Perairan. (Makalah Pribadi Pengantar Ke Falsafah Sains). Program Pasca Sarjana/S3 Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Pala’langan, T. A., Sinardi, dan Iryani, A. S. 2017. Studi Karakterisasi Kitosan Dari Cangkang Kepiting Bakau (Scylla olivacea) Sebagai Penjernih Air Pada Air Sumur. Prosiding Seminar Nasional Fakultas Teknik UNIFA. Makassar. 30 November 2017.
Peniche, C., Argüelles-Monal, W., Peniche, H., and Acosta, N. 2003. Chitosan: An Attractive Biocompatible Polymer for Microencapsulation. Macromolecular Bioscience, 3(10): 511–520. https://doi.org/10.1002/mabi.200300019
Prasetyaningrum, A., Rokhati, N., dan Purwintasari, S. 2007. Optimasi Derajat Deasetilasi pada Proses Pembuatan Chitosan dan Pengaruhnya sebagai Pengawet Pangan. Riptek, 1(1): 39–46.
Puspitasari, M. 2014. Efek Iradiasi Gamma Terhadap Aktivitas Anti Inflamasi Kitosan Secara in Vitro (Skripsi). Program Studi Farmasi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan. UIN Syarif Hidayatullah - Jakarta.
Sanjaya, I., dan Yuanita, L. 2007. Adsorpsi Pb (II) oleh Kitosan Hasil Isolasi Kitin Cangkang Kepiting Bakau (Scylla sp). Jurnal Ilmu Dasar, 8(1): 30–36.
Sari, R., Setyawan, D., Retnowati, D., and Pratiwi, R. 2019. Development of Andrographolide-chitosan Solid Dispersion System: Physical Characterization, Solubility, and Dissolution Testing. Asian Journal of Pharmaceutics, 13(1): 5–9.
Tajik, H., Moradi, M., Rohani, S. M. R., Erfani, A. M., and Jalali, F.S.S. 2008. Preparation of chitosan from brine shrimp (Artemia urmiana) cyst shells and effects of different chemical processing sequences on the physicochemical and functional properties of the product. Molecules, 13(6): 1263–1274. https://doi.org/10.3390/molecules13061263
Tokatlı, K., and Demirdöven, A. 2017. Optimization of chitin and chitosan production from shrimp wastes and characterization. Journal of Food Processing and Preservation, 42(2):1-13. https://doi.org/10.1111/jfpp.13494
Yanti, R., Drastinawati, dan Yusminar. 2018. Sintesis Kitosan Dari Limbah Cangkang Kepiting Dengan Variasi Suhu dan Waktu Pada Proses Deasetilasi. JOM FTEKNIK, 5(2): 1–7.
Ylitalo, R., Lehtinen, S., Wuolijoki, E., Ylitalo, P., and Lehtimäki, T. 2002. Cholesterol-lowering properties and safety of chitosan. Arzneimittel-Forschung/Drug Research, 52(1): 1–7. https://doi.org/10.1055/s-0031-1299848
Zahiruddin, W., Ariesta, A., dan Salamah, E. 2008. Karakteristik Mutu dan Kelarutan Kitosan Dari Ampas Silase Kepala Udang Windu (Penaeus monodon). Buletin Teknologi Hasil Perikanan. 11(2): 140–151.
Keywords
Dengan mengirimkan manuskrip artikel, penulis setuju dengan kebijakan ini. Tidak diperlukan penandatanganan dokumen khusus.
1. Lisensi
Penggunaan artikel yang non-komersial akan diatur oleh lisensi Atribusi Creative Commons seperti yang saat ini ditampilkan pada Creative Commons Attribution 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
2. Jaminan Penulis
Penulis menjamin bahwa artikel tersebut asli, ditulis oleh penulis lain, belum diterbitkan sebelumnya, tidak mengandung pernyataan yang melanggar hukum, tidak melanggar hak orang lain, tunduk pada hak cipta yang dipegang secara eksklusif oleh penulis dan bebas dari setiap hak pihak ketiga, dan bahwa setiap izin tertulis yang diperlukan untuk mengutip dari sumber lain telah diperoleh oleh penulis.
3. Hak Pengguna
Jurnal Simbiosa adalah untuk menyebarluaskan artikel yang diterbitkan sebebas mungkin. Di bawah lisensi Creative Commons, Simbiosa mengizinkan pengguna untuk menyalin, mendistribusikan, menampilkan, dan melakukan pekerjaan hanya untuk tujuan non-komersial. Pengguna juga perlu mengaitkan penulis dan Jurnal Simbiosa dalam mendistribusikan karya di jurnal dan media publikasi lainnya.
4. Hak Penulis
Memegang semua hak mereka untuk karya yang diterbitkan, seperti (tetapi tidak terbatas pada) hak-hak berikut;
- Hak cipta dan hak kepemilikan lainnya yang berkaitan dengan artikel, seperti hak paten,
- Hak untuk menggunakan substansi artikel dalam karya masa depan sendiri, termasuk kuliah dan buku,
- Hak untuk mereproduksi artikel untuk keperluan sendiri,
- Hak untuk mengarsipkan diri sendiri artikel tersebut,
- Hak untuk mengadakan perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi artikel yang diterbitkan (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awal dalam jurnal Simbiosa ini.
5. Co-Authorship
Jika artikel tersebut disusun bersama oleh lebih dari satu penulis, setiap penulis yang menyerahkan naskah waran bahwa ia telah diberi wewenang oleh semua penulis bersama untuk menyetujui hak cipta dan pemberitahuan lisensi (perjanjian) ini atas nama mereka, dan setuju untuk memberi tahu rekan penulis dari ketentuan kebijakan ini. Jurnal Simbiosa tidak akan bertanggung jawab atas apa pun yang mungkin timbul karena perselisihan internal penulis. Jurnal Simbiosa hanya akan berkomunikasi dengan penulis yang sesuai.
6. Royalti
Menjadi jurnal yang dapat diakses secara terbuka dan menyebarkan artikel secara gratis di bawah masa lisensi Creative Commons yang disebutkan, penulis menyadari bahwa Jurnal Simbiosa tidak memberikan hak royalti kepada penulis atau biaya lainnya.
7. Lain-lain
Jurnal Simbiosa akan menerbitkan artikel (atau menerbitkannya) di jurnal jika proses editorial artikel berhasil diselesaikan. Editor Simbiosa dapat memodifikasi artikel dengan gaya tanda baca, ejaan, huruf besar, referensi, dan penggunaan yang dianggap tepat. Penulis mengakui bahwa artikel tersebut dapat dipublikasikan sehingga akan dapat diakses oleh publik dan akses tersebut akan gratis bagi pembaca seperti yang disebutkan dalam poin 3.