Pengaruh Pupuk KCL dan Pupuk Ps200 pada Fase Generatif Tanaman Buah Naga (Hylocereus polyrhizus)

Syafrizal Hasibuan, Ade Fipriani Lubis, Sri Susanti Ningsih, Sahnia Sabina, Hilda Yanti Br Torus Pane

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk KCl dan pupuk organik cair PS200 terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman buah naga (Hylocereus polyrhizus) pada fase generatif. Perlakuan yang diuji berupa beberapa dosis pupuk KCl dan pupuk PS200, dengan parameter pengamatan meliputi jumlah bunga, jumlah buah, diameter buah, dan bobot buah per tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk KCl berpengaruh nyata terhadap komponen hasil tanaman buah naga, di mana dosis 70 g/tanaman menghasilkan jumlah bunga tertinggi, sedangkan dosis 140 g/tanaman menghasilkan jumlah buah terbanyak, diameter buah terbesar, dan bobot buah tertinggi. Pupuk PS200 juga berpengaruh nyata, dengan dosis 30 ml/liter air menghasilkan jumlah bunga dan bobot buah tertinggi, serta dosis 20 ml/liter air menghasilkan jumlah buah terbanyak. Interaksi pupuk KCl dan pupuk PS200 tidak menunjukkan pengaruh yang nyata terhadap seluruh parameter pengamatan. Dapat disimpulkan bahwa aplikasi pupuk KCl dan pupuk PS200 secara tunggal efektif meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman buah naga pada fase generatif. Secara praktis, penggunaan pupuk KCl dosis 140 g/tanaman dan pupuk PS200 dosis 20–30 ml/liter air dapat direkomendasikan dalam budidaya buah naga untuk meningkatkan produksi dan kualitas buah secara berkelanjutan

Keywords


Buah Naga, Pupuk KCl, Pupuk Cair PS200, Fase Generative.

Full Text:

PDF

References


Aulia, R.V., Pratiwi, S. A., Putra, C.A., Rasyid, H.F. Al, & Barrulanda, R. J. 2024. Pemanfaatan Limbah Organik Pertanian Menjadi Pupuk Organik Cair di Desa Musir Lor Kabupaten Nganjuk. Jurnal Pengabdian Masyarakat Inovasi Indonesia, 2(3), 383–390. https://doi.org/10.54082/jpmii.472

Ayu, N., Ledoh, P., Pellokila, M.R., & Lango, A.N.P. 2023. Faktor Penentu Produksi Tanaman Buah Naga Merah (Hylocereus Polyrhizus). Studi Kasus : Desa Kolobolon Kecamatan Lobalain Kabupaten Rote Ndao). 3, 258–264.

Bhardwaj, D., Ansari, M.W., Sahoo, R.K., & Tuteja, N. 2014. Biofertilizers function as key players in sustainable agriculture by improving soil fertility, plant tolerance, and crop productivity. Microbial Cell Factories, 13, 66. https://doi.org/10.1186/1475-2859-13-66

Blanco-Canqui, H., Lal, R., Owens, L. B., Post, W. M., & Izaurralde, R.C. 2016. Soil organic carbon influences on soil structure and water retention. Geoderma, 260, 63–75.

Cakmak, I. (2005). The role of potassium in alleviating detrimental effects of abiotic stresses in plants. Journal of Plant Nutrition and Soil Science, 168(4), 521–530.

DeLima, D., Lamerkabel, J. S. A., & Welerubun, I. 2020. Inventarisasi Jenis-Jenis Tanaman Penghasil Nektar Dan Polen Sebagai Pakan Lebah Madu Apis Mellifera Di Kecamatan Kairatu Kabupaten Seram Bagian Barat. Agrinimal Jurnal Ilmu Ternak dan Tanaman, 7(2), 77–82. https://doi.org/10.30598/ajitt.2019.7.2.77-82

Gomez, K. A., & Gomez, A.A. 1984. Statistical procedures for agricultural research (2nd ed.). John Wiley & Sons

Handoko, I. B. P., Haslina, dan Pratiwi, E. 2018. Variasi Konsentrasi Asam Sitrat – Malat Pembuatan Serbuk Effervescent Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus). (Skripsi) Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Semarang. Semarang.

Hartatik, W., Husnain, & Widowati, L. R. 2015. Peranan pupuk organik dalam peningkatan produktivitas tanah dan tanaman. Jurnal Sumberdaya Lahan, 9(2), 107–120.

Havlin, J.L., Tisdale, S. L., Nelson, W. L., & Beaton, J.D. 2014. Soil fertility and fertilizers: An introduction to nutrient management (8th ed.). Pearson Education.

Iqbal, M., Hafizah, N., & Zarmiyeni, Z. 2018. Pertumbuhan Bibit Buah Naga (Hylocereus polyrhizus) pada Berbagai Panjang Stek dan Komposisi Media Tanam. Rawa Sains : Jurnal Sains Stiper Amuntai, 8(2), 643–651. https://doi.org/10.36589/rs.v8i2.87

Lal, R. 2015. Restoring soil quality to mitigate soil degradation. Sustainability, 7(5), 5875–5895.

Marschner, P. 2012. Marschner’s mineral nutrition of higher plants (3rd ed.). Academic Press.

Mengel, K., & Kirkby, E.A. 2001. Principles of plant nutrition (5th ed.). Kluwer Academic Publishers.

Ritonga, M. A., Ida Zulfida, & Dewi, D. S. 2024. Pengaruh Pemberian Jamu Sehat Tanaman (JST) Raja Hara PS 200 dan Vermikompos Terhadap. Jurnal Agroplasma, 25(1), 495–500.

Santosa, B. 2024. Pertumbuhan dan hasil buah naga serta peran pupuk anorganik dalam peningkatan kualitas produksi. dalam prosiding seminar sains dan pendidikan (hlm.5-10)

Sharma, S. B., Sayyed, R. Z., Trivedi, M.H., & Gobi, T.A. 2013. Phosphate solubilizing microbes. SpringerPlus, 2, 587.

Six, J., Bossuyt, H., Degryze, S., & Denef, K. 2004. A history of research on the link between aggregates, soil biota, and soil organic matter dynamics. Soil and Tillage Research, 79(1), 7–31.

Vessey, J. K. 2003. Plant growth promoting rhizobacteria as biofertilizers. Plant and Soil, 255, 571–586.

Zörb, C., Senbayram, M., & Peiter, E. 2014. Potassium in agriculture: Status and perspectives. Journal of Plant Physiology, 171(9), 656–669.




DOI: https://doi.org/10.33373/simbiosa.v14i2.8657

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.