Dinamika Perfilman Nasional Indonesia pada Masa Orde Baru Tahun 1970–1990
Abstract
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Abdurrahman, D. (1999). Metedologi Penelitian Sejarah. Jakarta: Logos Wacana Ilmu.
Amura, H. (1989). Sejarah Perfilman Indonesia Dalam Orde Baru. Jakarta: Lembaga Komunikasi Massa Islam Indonesia.
Ankersmith, F,R. 91987). Refleksi Tentang Sejarah: Pendapat-Pendapat Modern Tentang Filsafat Sejarah. Jakarta: PT Pustaka Gramedia Utama.
Ardan, SM. (1992). Dari Gambar Idoep ke Sinepleks. Jakarta: Gabungan Pengusaha Bioskop Seluruh Indonesia.
Armand, D. (1988). Sejarah Orde Baru. Jakarta: Pustaka Kartini.
Aziz, A. (2019). Dari Balik Layar Perak: Film Di Hindia Belanda 1926-1942. Depok: Komunitas Bambu
______, (2004). Setengah Abad Festival Film Indonesia. Jakarta: Gedung Film.
Badan Pusat Statistik. (1978). Djakarta Dalam Angka 1970-1977. Jakarta: Badan Pusat Statistik Indonesia.
Biran, M,Y. (2009). Sejarah Film Indonesia 1900-1950: Bikin Film Di Jawa. Depok: Komunitas Bambu.
_________.(2008). Kenang-Kenangan Orang Bandel. Depok: Komunitas Bambu.
_________. (2009). Peran Pemuda Dalam Kebangkitan Film Nasional.Kementrian Negara Pemuda dan Olahraga Indonesia: Jakarta.
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. (2008). Kamus Besar Bahas Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Edi, S dkk. (1987). Sejarah Kota Jakarta 1950-1980. Jakarta: Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan Indonesia.
Effendy, H. (2008). Industri Perfilman Indonesia. Jakarta: Erlangga.
Irawanto, B. (2004). Menguak Peta Perfilman Indonesia. Jakarta: Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia.
Imanjaya, E. (2006). A to Z About Film Indonesia. Bandung: Mizan.
Jauhari, H. (1992). Layar Perak: 90 Tahun Bioskop Di Indonesia. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Kanumoyoso, B. (2001). Nasionalisasi Perusahaan Belanda Di Indonesia. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Kartodirdjo, S. (1991). Pendekatan Ilmu Sosial Dalam Metedologi Sejarah. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Koentjtaraningrat. (1991). Metode Penelitian Masyarakat. Jakarta: Universitas Indonesia (UI Press).
_____________.(1983). Manusia Dan Kebudayaan Di Indonesia. Jakarta: Djambatan
_____________. (1984). Kebudayaan Jawa. Jakarta: Balai Pustaka.
_____________.(2000). Pengantar Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.
Kristanto, JB. (2005). Katalog Film Indonesia 1926-2005. Jakarta: Nalar.
__________. (2004). Nonton Film Nonton Indonesia. Jakarta: Kompas
Kuntowijoyo. (1995). Pengantar Ilmu Sejarah. Jakarta: Bentang.
__________.(2003). Metedologi Sejarah. Yogyakarta: Tiara Wacana.
Kurnia, N. (2006). Lambannya Pertumbuhan Industri Perfilman. Jurnal Ilmu Sosial dan Politik, 7(3). 271-296. https://jurnal.ugm.ac.id/jsp/article/view/11026
Kompas, 1969 – 1980. Jakarta: Perpustakaan Nasional Indonesia Salemba.
Kompas, 1980 – 1990 . Jakarta: Perpustakaan Nasional Indonesia Salemba.
Lubis, F. (2018). Jakarta: 1950-1970. Depok: Komunitas Bambu.
Notosusanto. (1979). Pengantar Sejarah Indonesia. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Nugroho, G. (1998). Kekuasaan Dan Hiburan. Yogyakarta: Bentang.
Nugroho, G dan Dyna, H.S. (2015). Krisis Dan Paradoks Film Indonesia. Jakarta: Kompas.
Poesponegoro, M.D. dan Notosusanto, N. (1992). Sejarah Nasional Indonesia V. Jakarta: Balai Pustaka.
___________________________.(1992). Sejarah Nasional Indonesia VI. Jakarta: Balai Pustaka.
Pratista, H. (2017). Memahami Film. Yogyakarta: Montase Press.
Ramadhan, KH. (1992). Ali Sadikin Membenahi Jakarta Menjadi Kota Yang Manusiawi. Jakarta: Ufuk Press.
Ricklefs, MC. (2008). Sejarah Indonesia Modern (1200-2008). Jakarta: Serambi.
Said, S. (1990). Pantulan Layar Putih (Film Indonesia Dalam Kritik Dan Komentar). Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.
Said, S. (1991). Profil Dunia Film Indonesia. Jakarta: Grafitii Press
Sen, K. (1994). Indonesian Cinema: Framing The New Orde. London: Zed Books
Sen, K dan T. Hill. Media, Budaya Dan Politik Indonesia. Jakarta: ISAI
Tjasmadi, HM, J. (2008). Seratus Tahun Bioskop Indonesia 1900-2000. Bandung: Megindo
Triantoro. (2013). Komunikasi Simena Film Kung Fu Shaolin: Antara Mitos dan Hiperealitas. Yogyakarta: Graha Cendikia.
Wirosardjono, S. (1977). Gita Jaya Catatan H. Ali Sadikin, Gubernur Kepala Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta 1966-1977. Jakarta: Pemerintah Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta.
Wulung, A.C. dkk. (2016). Meraba Film Dari Dalam. Yogyakarta: Kelas Film dan Sinema Universitas Atma Jaya.
DOI: https://doi.org/10.33373/hjpsps.v1i1.9155
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 Historia: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah


P-ISSN 2301-8305 E-ISSN 2599-0063
Published by: Program Studi Pendidikan Sejarah, Universitas Riau Kepulauan, Batam, Indonesia.
Jl. Batu Aji Baru No. 99 Batam Propinsi Kepulauan Riau, Batam, Indonesia.
Email; historiaunrika@gmail.com

Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.






