Kondisi dan Keragaman Karang Hias di Perairan Pulau Sarang dan Sekitarnya, Kecamatan Belakang Padang, Kota Batam
Abstract
Kota Batam merupakan wilayah administratif berupa kepulauan yang memiliki keanekaragam jenis karang yang dapat menjadi daya tarik tersendiri. Kondisi biodiversity karang di perairan Batam, khususnya pulau Sarang dan sekitarnya, sudah mengalami degradasi yang parah. Salah satu factor benyebabnya adalah adanya kegiatan pengambilan karang alam secara illegal dan tidak terkontrol untuk memenuhi tingginya permintaan dari Singapura terhadap komoditi karang hias. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi dan keragaman jenis karang pada perairan Pulau Sarang dan sekitarnya. Pada penelitian ini ditemukan 102 spesies karang keras, dan 15 spesies karang lunak. Persentase tutupan karang hidup rata-rata adalah sebesar 12,78, dengan 95% Confidence Interval (CI) untuk nilai X (12.78) adalah antara 9.385 dan 16.17%. Pengambilan karang alam untuk perdagangan ilegal (smaglers) telah berlangsung lama dan sangat massive. Beberapa jenis karang diantarnya Goniopora stutchbury, Goniopora pandoraensis, (nama dagang: Jawstone coral) Discosoma spp, Ricordia spp, Rhodactis spp (False coral/Disk anemons) telah mengalami kepunahan local. Sementara Tubastrea faulkneri (Sanggora coral) sangat sulit ditemukan dan terancam punah secara local. Pembudidayaan karang oleh masyarakat (bukan korporasi) sangat perlu dikembangkan, agar kegiatan budidaya dan perdagangan karang tidak semata-mata dilakukan dengan pendekatan bisnis, agar kelestarian karang dapat terjaga, serta dapat menjamin pemanfaatan yang ramah lingkungan.References
Edinger, E. N., Jompa, J., Limmon, G. V., Widjatmoko, W., and Risk, M. J., 1998. Reef Degradation and Coral Biodiversity in Indonesia: Effects of Land-Based Pollution, Destructive Fishing Practices and Changes over Time. Marine Pollution Bulletin 36(8):617–30.
Giyanto 2007. Perdagangan karang hias : Suatu ancaman terhadap ekosistem terumbu karang?. Oseana, Volume XXXII, (4): 21 – 27
Haruddin, Purwanto, dan Budiastuti, S., 2011. Dampak Kerusakan Ekosistem Terumbu Karang Terhadap Hasil Penangkapan Ikan Oleh Nelayan Secara Tradisional di Pulau Siompu Kabupaten Buton Propinsi Sulawesi Tenggara. Jurnal EKOSAINS. 3(3): 29-41
Johan, O., 2003. Training Course: Karakteristik Biologi Karang. PSK-UI dan Yayasan TERANGI, Jakarta.
Johan, O. (2006). Mengenal karang hias bernilai ekonomis penting di Indonesia. Media Akuakultur, 1(3), 87–90. https://doi.org/10.15578/ma.1.3.2006.87-90
Kelley R. (2016). Indo-Pacific Coral Finder 2.0. The Australian Coral reef Society. EYO Guides, Australia.
Manuputty, A. E.W., Giyanto, Winardi, Suharti, S.R., Djuwariah, 2006. Manual Monitoring Kesehatan Karang. Coremap-LIPI, Jakarta. 109 hal.
Mustaqim, M.M., Ruswahyuni dan Suryanti, 2013. Kelimpahan jenis Bulu Babi (Echinoidea, leske 1778) di rataan dan tubir terumbu karang di perairan si Jago – Jago, Tapanuli Tengah. Maquares, Volume 2(4): 61-70
Moore, A., Ndobe, S., Salanggon, Al.I.M. dan Wahyud, D., 2015. Ekosistem Terumbu Karang di Pulau Sonit, Kepulauan Banggai: Biodiversitas dan Isu-Isu Pengelolaan. Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan II. Universitas Hasanuddin, Makassar.
Nybakken, J. W., 1992. Biologi Laut Suatu Pendekatan Ekologis. PT. Gramedia. Jakarta
Rani, C. dan Awaluddinnoer, 2010. Sintasan dan laju pertumbuhan fragmen karang Acropora loripes antara induk hasil transplantasi (F1) dan induk dari alam (F0). Seminar Nasional Tahunan VII Hasil Penelitian Perikanan dan Kelautan. Universitas Gajah Mada. PK-05, hal 1-7
Sadarun, B., Nezon, E., Wardono, S., Afandy, Y.A., Nuriadi, L. 2006. Petunjuk Pelaksanaan Transplantasi Karang. Departemen Kelautan dan Perikanan. Jakarta 36 hal
Sjafrie, N. D. M. (2010). Nilai Ekonomi Terumbu Karang Di Kecamatan Selat Nasik, Kabupaten Belitung. Oseanologi Dan Limnologi Di Indonesia, 36(1), 97–109.
Suharsono. 2008. Jenis-Jenis Karang di Indonesia. LIPI Press. Jakarta
Suryanti, Supriharyono dan Y. Roslinawati. 2011. Pengaruh Kedalaman Terhadap Morfologi Karang di Pulau Cemara Kecil, Taman Nasional Karimunjawa. Jurnal Saintek Perikanan. 7 (1): 63 – 69
Thamrin. 2006. Karang (Biologi Reproduksi dan Ekologi). Penerbit Minamandiri, Pekanbaru.
Veron J.E.N., eds., 2000, Corals of the World, Australian Institute of Marine Science, Townsville, pp.1382
Keywords
Dengan mengirimkan manuskrip artikel, penulis setuju dengan kebijakan ini. Tidak diperlukan penandatanganan dokumen khusus.
1. Lisensi
Penggunaan artikel yang non-komersial akan diatur oleh lisensi Atribusi Creative Commons seperti yang saat ini ditampilkan pada Creative Commons Attribution 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
2. Jaminan Penulis
Penulis menjamin bahwa artikel tersebut asli, ditulis oleh penulis lain, belum diterbitkan sebelumnya, tidak mengandung pernyataan yang melanggar hukum, tidak melanggar hak orang lain, tunduk pada hak cipta yang dipegang secara eksklusif oleh penulis dan bebas dari setiap hak pihak ketiga, dan bahwa setiap izin tertulis yang diperlukan untuk mengutip dari sumber lain telah diperoleh oleh penulis.
3. Hak Pengguna
Jurnal Simbiosa adalah untuk menyebarluaskan artikel yang diterbitkan sebebas mungkin. Di bawah lisensi Creative Commons, Simbiosa mengizinkan pengguna untuk menyalin, mendistribusikan, menampilkan, dan melakukan pekerjaan hanya untuk tujuan non-komersial. Pengguna juga perlu mengaitkan penulis dan Jurnal Simbiosa dalam mendistribusikan karya di jurnal dan media publikasi lainnya.
4. Hak Penulis
Memegang semua hak mereka untuk karya yang diterbitkan, seperti (tetapi tidak terbatas pada) hak-hak berikut;
- Hak cipta dan hak kepemilikan lainnya yang berkaitan dengan artikel, seperti hak paten,
- Hak untuk menggunakan substansi artikel dalam karya masa depan sendiri, termasuk kuliah dan buku,
- Hak untuk mereproduksi artikel untuk keperluan sendiri,
- Hak untuk mengarsipkan diri sendiri artikel tersebut,
- Hak untuk mengadakan perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi artikel yang diterbitkan (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awal dalam jurnal Simbiosa ini.
5. Co-Authorship
Jika artikel tersebut disusun bersama oleh lebih dari satu penulis, setiap penulis yang menyerahkan naskah waran bahwa ia telah diberi wewenang oleh semua penulis bersama untuk menyetujui hak cipta dan pemberitahuan lisensi (perjanjian) ini atas nama mereka, dan setuju untuk memberi tahu rekan penulis dari ketentuan kebijakan ini. Jurnal Simbiosa tidak akan bertanggung jawab atas apa pun yang mungkin timbul karena perselisihan internal penulis. Jurnal Simbiosa hanya akan berkomunikasi dengan penulis yang sesuai.
6. Royalti
Menjadi jurnal yang dapat diakses secara terbuka dan menyebarkan artikel secara gratis di bawah masa lisensi Creative Commons yang disebutkan, penulis menyadari bahwa Jurnal Simbiosa tidak memberikan hak royalti kepada penulis atau biaya lainnya.
7. Lain-lain
Jurnal Simbiosa akan menerbitkan artikel (atau menerbitkannya) di jurnal jika proses editorial artikel berhasil diselesaikan. Editor Simbiosa dapat memodifikasi artikel dengan gaya tanda baca, ejaan, huruf besar, referensi, dan penggunaan yang dianggap tepat. Penulis mengakui bahwa artikel tersebut dapat dipublikasikan sehingga akan dapat diakses oleh publik dan akses tersebut akan gratis bagi pembaca seperti yang disebutkan dalam poin 3.