Miskonsepsi Guru Biologi Pada Materi Sistem Ekskresi Di SMA Negeri Se-Kabupaten Labuhanbatu
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis miskonsepsi guru tentang materi ekskresi pada SMA Negeri se-Kabupaten Labuhanbatu serta untuk mengidentifikasi ada tidaknya miskonsepsi. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri se-Kabupaten Labuhanbatu. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMA Negeri se-Kabupaten Labuhanbatu, dengan menggunakan test diagnostik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa miskonsepsi tidak terjadi pada guru biologi. Konsep ekskresi yang tidak mengelami miskonsepsi yaitu: konsep alat ekskresi pada manusia (K 2), konsep tentang gangguan dan kelainan ginjal (K 4), serta konsep tentang sistem ekskresi serangga (K 6).References
Hewindati, Y. dan Suryanto, A. 2004. Pemahaman Murid Sekolah Dasar terhadap Konsep IPA Berbasis Biologi: Suatu Diagnosis adanya Miskonsepsi. Jurnal Pendidikan, 5: 61-72.
Kara, Y. & Yesilyurt. 2008. Comparing the Impact Tutorial and Edutainment Siftware Program on Students’ Achievement, Misconception, and Attitudes Toward Biology. Journal Science Education and Technology, 17: 32-41.
Klymkowsky, M., Taylor, R., Spindler, S. & Doxas, R. 2006. Two-Dimensional, Implicit Confidence Tests as a Tool for Recognizing Student Misconceptions. Journal of College Science Teaching.
Laksana, D. N. L. (2016). Miskonsepsi Dalam Materi IPA Sekolah Dasar. JPI (Jurnal Pendidikan Indonesia), 5(2).
Liliawati, W. & Ramalis, T. 2008. Identifikasi Miskonsepsi Materi IPBA di SMA dengan menggunakan CRI (Certainly of Respons Index) dalam Upaya Perbaikan dan Pengembangan Materi IPBA pada KTSP. Laporan Penelitian. Universitas Pendidikan Indonesia.
Pabucu, A. & Geban, O. 2006. Remediating Misconceptions Concerning Chemical Bonding Through Conceptual Change Text. HU Journal of Education, 30: 184-192.
Suparno, P. 2005. Miskonsepsi & Perubahan Konsep Pendidikan Fisika. Grasindo, Jakarta.
Tekkaya, C. 2002. Misconception as Barier to Understanding Biology. Hacettepe Üniversitesi Eğitim Fakültesi Dergisi, 15: 84-93.
Viridi, S. 2008. Miskonsepsi dalam Fisika. Lokakarya Pembina Olimpiade Sains Bidang Fisika Basic Science Center A, Institut Teknologi Bandung, 16-17 Juli 2008.
Winahyu, S., dan Kartini, H. 2006. Konsepsi Siswa dan Guru tentang Konsep-Konsep IPA di SD se Kota Malang. Forum Penelitian 1: 12-27.
Keywords
Dengan mengirimkan manuskrip artikel, penulis setuju dengan kebijakan ini. Tidak diperlukan penandatanganan dokumen khusus.
1. Lisensi
Penggunaan artikel yang non-komersial akan diatur oleh lisensi Atribusi Creative Commons seperti yang saat ini ditampilkan pada Creative Commons Attribution 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
2. Jaminan Penulis
Penulis menjamin bahwa artikel tersebut asli, ditulis oleh penulis lain, belum diterbitkan sebelumnya, tidak mengandung pernyataan yang melanggar hukum, tidak melanggar hak orang lain, tunduk pada hak cipta yang dipegang secara eksklusif oleh penulis dan bebas dari setiap hak pihak ketiga, dan bahwa setiap izin tertulis yang diperlukan untuk mengutip dari sumber lain telah diperoleh oleh penulis.
3. Hak Pengguna
Jurnal Simbiosa adalah untuk menyebarluaskan artikel yang diterbitkan sebebas mungkin. Di bawah lisensi Creative Commons, Simbiosa mengizinkan pengguna untuk menyalin, mendistribusikan, menampilkan, dan melakukan pekerjaan hanya untuk tujuan non-komersial. Pengguna juga perlu mengaitkan penulis dan Jurnal Simbiosa dalam mendistribusikan karya di jurnal dan media publikasi lainnya.
4. Hak Penulis
Memegang semua hak mereka untuk karya yang diterbitkan, seperti (tetapi tidak terbatas pada) hak-hak berikut;
- Hak cipta dan hak kepemilikan lainnya yang berkaitan dengan artikel, seperti hak paten,
- Hak untuk menggunakan substansi artikel dalam karya masa depan sendiri, termasuk kuliah dan buku,
- Hak untuk mereproduksi artikel untuk keperluan sendiri,
- Hak untuk mengarsipkan diri sendiri artikel tersebut,
- Hak untuk mengadakan perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi artikel yang diterbitkan (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awal dalam jurnal Simbiosa ini.
5. Co-Authorship
Jika artikel tersebut disusun bersama oleh lebih dari satu penulis, setiap penulis yang menyerahkan naskah waran bahwa ia telah diberi wewenang oleh semua penulis bersama untuk menyetujui hak cipta dan pemberitahuan lisensi (perjanjian) ini atas nama mereka, dan setuju untuk memberi tahu rekan penulis dari ketentuan kebijakan ini. Jurnal Simbiosa tidak akan bertanggung jawab atas apa pun yang mungkin timbul karena perselisihan internal penulis. Jurnal Simbiosa hanya akan berkomunikasi dengan penulis yang sesuai.
6. Royalti
Menjadi jurnal yang dapat diakses secara terbuka dan menyebarkan artikel secara gratis di bawah masa lisensi Creative Commons yang disebutkan, penulis menyadari bahwa Jurnal Simbiosa tidak memberikan hak royalti kepada penulis atau biaya lainnya.
7. Lain-lain
Jurnal Simbiosa akan menerbitkan artikel (atau menerbitkannya) di jurnal jika proses editorial artikel berhasil diselesaikan. Editor Simbiosa dapat memodifikasi artikel dengan gaya tanda baca, ejaan, huruf besar, referensi, dan penggunaan yang dianggap tepat. Penulis mengakui bahwa artikel tersebut dapat dipublikasikan sehingga akan dapat diakses oleh publik dan akses tersebut akan gratis bagi pembaca seperti yang disebutkan dalam poin 3.