Pengembangan Kemampuan Berpikir Kritis Mahasiswa Melalui Penerapan Model Learning Cycle
Abstract
Penelitian yang menggunakan metode Quasi Eksperimen ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan model pembelajaran Learning Cycle terhadap kemampuan berpikirkritis mahasiswa dalam matakuliah Vertebrata. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Quasy Experiment dengan desain penelitian Pre-test Post-test Control Group Design.Sampel penelitian ini adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi semester IV yang diambil dengan menggunakan teknik Cluster Random Sampling. Penguasaan kemampuan berpikir kritis diukur dengan menggunakan tes uraian materi klasifikasi chordata dan pisces sebanyak enam soal, masing-masing mengukur ketercapaian enam indikator kemampuan berpikir kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata posttest kemampuan berpikir kritis kelas eksperimen memperoleh nilai 61,87 sedangkan kelas kontrol memperoleh nilai 49,55. Uji hipotesis menggunakan uji-t pada taraf signifikansi α = 1% diperoleh nilai Sig.(1-tailed) = 0.000 < p.0.01, yang berarti H0 ditolak. Sehingga dapat disimpulkan penggunaan model pembelajaran learning cycle sangat berpengaruh terhadap keterampilan berpikir kritis.References
Haryono, 2006. Model Pembelajaran Berbasis Peningkatan Keterampilan Proses Sains. Jurnal Pendidikan Dasar. Vol. 7(1): 1-13.
Iskandar, S.M. dan Hidayat, E.M. 1997. Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta.
Liliasari. 2010. Berpikir kritis dalam Pembelajaran Sains Kimia Menuju Profesionalitas Guru. Jurnal Program Studi pendidikan IPA SPs UPI. Bandung. Tersedia: http://file.upi.edu/Direktori/SPS/PRODI.PENDIDIKAN_IPA/194909271978032-LILIASARI/BERPIKIR_KRITIS_Dlm_Pembel_09.pdf
Liliasari. 2006. Peningkatan Kualitas Guru Sains Melalui Pengembangan Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi. Jurnal Program Studi Pendidikan IPA SPs UPI. Bandung. Tersedia:http://file.upi.edu/Direktori/SPS/PRODI.PENDIDIKAN_IPA/194909271978032-LILIASARI/makalah_UPSI_2006_Liliasari.pdf
Noviani, L. 2010. Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis Melalui Integrated LearningPada Mata Pelajaran IPS SMP Integrated Learning.Jurnal Paedagogia. Vol. 13(2):173 – 187.
Nuryani R. 2007. Keterampilan Proses Sains. Sekolah Pasca Sarjana Universitas Indonesia. Bandung.
Purwanto, N. 1998. Psikologi Pendidikan. PT. Remaja Rosda Karya. Bandung.
Rusyana, A dan Nuryani Y. R. 2011. Pengembangan Program Perkuliahan Zoologi Invertebrata Berbasis Keterampilan Berpikir Kritis-Kreatif.Prosiding Seminar Nasional Pendidikan 2011. UNILA. Lampung.
Santoso, H. 2010. Pengaruh Cooperative Learning Dipandu Inquiry Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SMA Berkemampuan Atas dan Bawah di Kota Metro. Pendidikan Biologi FKIP Universitas. Jurnal Bioedukasi. Vol. 1(2):193. DOI: http://dx.doi.org/10.24127/bioedukasi.v1i2.193
Sardiman A.M. 1990. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. C.V. Rajawali, Jakarta.
Sugiyono, 2008. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta, Bandung.
Wena, M. 2009. Strategi Pembelajaran Inovatif Kontemporer Suatu Tinjauan Konseptual Operasional. Bumi Aksara, Jakarta.
Keywords
Dengan mengirimkan manuskrip artikel, penulis setuju dengan kebijakan ini. Tidak diperlukan penandatanganan dokumen khusus.
1. Lisensi
Penggunaan artikel yang non-komersial akan diatur oleh lisensi Atribusi Creative Commons seperti yang saat ini ditampilkan pada Creative Commons Attribution 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
2. Jaminan Penulis
Penulis menjamin bahwa artikel tersebut asli, ditulis oleh penulis lain, belum diterbitkan sebelumnya, tidak mengandung pernyataan yang melanggar hukum, tidak melanggar hak orang lain, tunduk pada hak cipta yang dipegang secara eksklusif oleh penulis dan bebas dari setiap hak pihak ketiga, dan bahwa setiap izin tertulis yang diperlukan untuk mengutip dari sumber lain telah diperoleh oleh penulis.
3. Hak Pengguna
Jurnal Simbiosa adalah untuk menyebarluaskan artikel yang diterbitkan sebebas mungkin. Di bawah lisensi Creative Commons, Simbiosa mengizinkan pengguna untuk menyalin, mendistribusikan, menampilkan, dan melakukan pekerjaan hanya untuk tujuan non-komersial. Pengguna juga perlu mengaitkan penulis dan Jurnal Simbiosa dalam mendistribusikan karya di jurnal dan media publikasi lainnya.
4. Hak Penulis
Memegang semua hak mereka untuk karya yang diterbitkan, seperti (tetapi tidak terbatas pada) hak-hak berikut;
- Hak cipta dan hak kepemilikan lainnya yang berkaitan dengan artikel, seperti hak paten,
- Hak untuk menggunakan substansi artikel dalam karya masa depan sendiri, termasuk kuliah dan buku,
- Hak untuk mereproduksi artikel untuk keperluan sendiri,
- Hak untuk mengarsipkan diri sendiri artikel tersebut,
- Hak untuk mengadakan perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi artikel yang diterbitkan (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awal dalam jurnal Simbiosa ini.
5. Co-Authorship
Jika artikel tersebut disusun bersama oleh lebih dari satu penulis, setiap penulis yang menyerahkan naskah waran bahwa ia telah diberi wewenang oleh semua penulis bersama untuk menyetujui hak cipta dan pemberitahuan lisensi (perjanjian) ini atas nama mereka, dan setuju untuk memberi tahu rekan penulis dari ketentuan kebijakan ini. Jurnal Simbiosa tidak akan bertanggung jawab atas apa pun yang mungkin timbul karena perselisihan internal penulis. Jurnal Simbiosa hanya akan berkomunikasi dengan penulis yang sesuai.
6. Royalti
Menjadi jurnal yang dapat diakses secara terbuka dan menyebarkan artikel secara gratis di bawah masa lisensi Creative Commons yang disebutkan, penulis menyadari bahwa Jurnal Simbiosa tidak memberikan hak royalti kepada penulis atau biaya lainnya.
7. Lain-lain
Jurnal Simbiosa akan menerbitkan artikel (atau menerbitkannya) di jurnal jika proses editorial artikel berhasil diselesaikan. Editor Simbiosa dapat memodifikasi artikel dengan gaya tanda baca, ejaan, huruf besar, referensi, dan penggunaan yang dianggap tepat. Penulis mengakui bahwa artikel tersebut dapat dipublikasikan sehingga akan dapat diakses oleh publik dan akses tersebut akan gratis bagi pembaca seperti yang disebutkan dalam poin 3.