DOMESTICATION OF TRIPLETAIL FISH (Lobotes surinamensis) FROM BATAM SEAWATER AND IT’S GROWTH IN NETCAGE
Abstract
Kakap Lobo fish (Lobotes surinamensis) still belong to wildlife fish with economical price. Kakap Lobo known as tripletail fish, black barramundi and leaf fish. So far there is no report in Indonesia about successful of Kakap Lobo farm or cultured. Cause of that, BPBL Batam try to domesticate Lobo as the alternative fish that potential to culture and give the more economical price. The objective of this activity is to domesticate the captured Lobo then culture sea net cage. Domesticated done seven months in Dec 2016 till Juli 2017 in sea floating net cage. Lobo seeds found on the surface around net-cage put into the pompano cultured net, the size almost same, and cultured together. Lobo seeds initial size 1,0 – 6,9 gram (average 3,5 gram) in bodyweight amount 21 fishes fed same as pompano feed pellets. The cultured result as long as seven months gain the final body weight of Lobo 1.091,0 – 1.381,5 (average 1,175,0 gram), average daily growth 5,58 gram/day and survival rate 100%. BPBL Batam succeeds domesticate Lobo fish and cultured in sea net cage.References
Baughman, J.L. 1941. On the occurrence in the Gulf coast waters of the United States of the tripletail, Lobotes surinamensis, with notes on its natural history. American Naturalist 75:569–579.
Carpenter, K.E. & Robertson, R. 2015. Lobotes surinamensis, Atlantic Tripletail The IUCN Red List of Threatened Species 2015: e.T198670A16644032. Diunduh 1 September 2018. http://dx.doi.org/10.2305/IUCN.UK.2015-4.RLTS.T198670A16644032.en
Darmawan Setia Budi. 2017. Sejarah domestikasi ikan. Trobos Aqua. Jakarta. Sabtu 15 Juli 2017.
Dewayanti, N.C. 2003. Analisis pemasaran ikan laut segar di Kabupaten Cilacap (studi kasus di Kecamatan Cilacap Selatan, Cilacap). (Skripsi). Fakultas Ekonomi Universitas Sebelas Maret Surakarta. 159 hal.
Ditty, James G & R F Shaw (1993). Larval development of tripletail Lobotes surinamensis (Pisces: Lobotidae), and their spatial and temporal distribution in the northern Gulf of Mexico (PDF). Fishery Bulletin. 92: 33–45.
Effendie MI. 1997. Biologi perikanan. Yayasan Pustaka Nusatama. Yogyakarta.
Efkipano, T.D. 2012. Analisis ikan hasil tangkapan jaring insang milenium dan strategi pengelolaannya di perairan kabupaten Cirebon. (Tesis) FMIPA Universitas Indonesia Program Magister Ilmu Kelautan. Depok
Fauziyah T, Ulqodry, Z., Agustriani, F., Simamora, S. 2012. Biodiversitas sumberdaya ikan ekonomis untuk mendukung pengelolaan kawasan mangrove taman nasional Sembilang (TNS) Kabupaten Banyuasin provinsi Sumatera Selatan. Jurnal Penelitian Sains Vol.15 No.4. 164-169. http://eprints.unsri.ac.id/4095/1/JPS-Fauziyah-2012.pdf
Franks, J. S., J. T. Ogle, J. Hendon, D. N. Barnes and L. Nicholson. 2001. Growth of captive juvenile tripletail Lobotes surinamensis. Gulf and Caribbean Research Vol. 13, issue 1, 67–70. Doi: 0.18785/gcr.1301.07. Retrieved from http://aquila.usm.edu/gcr/vol13/iss1/7
Franks, J. S., K. E. VanderKooy and N. M. Garber. 2003. Diet of tripletail, Lobotes surinamensis, from Mississippi Coastal Waters. Gulf and Caribbean Research 15 (1): 27-32. Retrieved from http://aquila.usm.edu/gcr/vol15/iss1/5
Genisa, A.S. 1999. Pengenalan jenis - jenis ikan laut ekonomi penting di Indonesia. Oseana, Volume XXIV, Nomor 1, : 17 – 38.
Gulf States Marine Fisheries Commission (GSMFC). 2016. Biological profile for tripletail in the Gulf of Mexico and the Western Central Atlantic. Edited by Steven J. VanderKooy, Interjurisdictional Fisheries Program Coordinator. Publication Number 258.
Gusrina, 2008. Budidaya ikan. Jilid I. PT Macana Jaya Cemerlang. Jakarta.
Maurice Kottelat, Anthony J. Whitten. 1996. Freshwater fishes of Western Indonesia and Sulawesi: Additions and Corrections.
Perotta, T. 2017. Diunduh 5 September 2018. https://www.floridamuseum.ufl.edu /discover-fish/species-profiles/lobotes-surinamensis/
Romimohtarto K., Asikin D., Soeroyo. 1999. Ekosistem perairan sungai Sembilang, Musi Banyuasin, Sumater Selatan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Oseonologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Jakarta. ISBN 979-8105-60-5.
Sih-Yang Sim, Rimmer M, Williams K, Toledo, JD, Sugama, K, Rumengan I and Phillips MJ. 2005. Pedoman praktis pemberian dan pengelolaan pakan untuk kerapu yang dibudidaya. NACA-ACIAR-DKP-SEAFDEC-CSIRO. 18 Hal.
Suryanto, A.W., M. Iqbal. 2003. Jenis-jenis ikan di perairan estuaria taman nasional Sembilang. Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan. Vol. l(1):29-38.
Keywords

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Dengan mengirimkan manuskrip artikel, penulis setuju dengan kebijakan ini. Tidak diperlukan penandatanganan dokumen khusus.
1. Lisensi
Penggunaan artikel yang non-komersial akan diatur oleh lisensi Atribusi Creative Commons seperti yang saat ini ditampilkan pada Creative Commons Attribution 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
2. Jaminan Penulis
Penulis menjamin bahwa artikel tersebut asli, ditulis oleh penulis lain, belum diterbitkan sebelumnya, tidak mengandung pernyataan yang melanggar hukum, tidak melanggar hak orang lain, tunduk pada hak cipta yang dipegang secara eksklusif oleh penulis dan bebas dari setiap hak pihak ketiga, dan bahwa setiap izin tertulis yang diperlukan untuk mengutip dari sumber lain telah diperoleh oleh penulis.
3. Hak Pengguna
Jurnal Simbiosa adalah untuk menyebarluaskan artikel yang diterbitkan sebebas mungkin. Di bawah lisensi Creative Commons, Simbiosa mengizinkan pengguna untuk menyalin, mendistribusikan, menampilkan, dan melakukan pekerjaan hanya untuk tujuan non-komersial. Pengguna juga perlu mengaitkan penulis dan Jurnal Simbiosa dalam mendistribusikan karya di jurnal dan media publikasi lainnya.
4. Hak Penulis
Memegang semua hak mereka untuk karya yang diterbitkan, seperti (tetapi tidak terbatas pada) hak-hak berikut;
- Hak cipta dan hak kepemilikan lainnya yang berkaitan dengan artikel, seperti hak paten,
- Hak untuk menggunakan substansi artikel dalam karya masa depan sendiri, termasuk kuliah dan buku,
- Hak untuk mereproduksi artikel untuk keperluan sendiri,
- Hak untuk mengarsipkan diri sendiri artikel tersebut,
- Hak untuk mengadakan perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi artikel yang diterbitkan (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awal dalam jurnal Simbiosa ini.
5. Co-Authorship
Jika artikel tersebut disusun bersama oleh lebih dari satu penulis, setiap penulis yang menyerahkan naskah waran bahwa ia telah diberi wewenang oleh semua penulis bersama untuk menyetujui hak cipta dan pemberitahuan lisensi (perjanjian) ini atas nama mereka, dan setuju untuk memberi tahu rekan penulis dari ketentuan kebijakan ini. Jurnal Simbiosa tidak akan bertanggung jawab atas apa pun yang mungkin timbul karena perselisihan internal penulis. Jurnal Simbiosa hanya akan berkomunikasi dengan penulis yang sesuai.
6. Royalti
Menjadi jurnal yang dapat diakses secara terbuka dan menyebarkan artikel secara gratis di bawah masa lisensi Creative Commons yang disebutkan, penulis menyadari bahwa Jurnal Simbiosa tidak memberikan hak royalti kepada penulis atau biaya lainnya.
7. Lain-lain
Jurnal Simbiosa akan menerbitkan artikel (atau menerbitkannya) di jurnal jika proses editorial artikel berhasil diselesaikan. Editor Simbiosa dapat memodifikasi artikel dengan gaya tanda baca, ejaan, huruf besar, referensi, dan penggunaan yang dianggap tepat. Penulis mengakui bahwa artikel tersebut dapat dipublikasikan sehingga akan dapat diakses oleh publik dan akses tersebut akan gratis bagi pembaca seperti yang disebutkan dalam poin 3.