Pertumbuhan Kompensatori Dan Efisiensi Pakan Pada Budidaya Ikan Kakap Putih (Lates calcarifer, Bloch) Melalui Pemuasaan Di Keramba Jaring Apung

  • Hendrianto Hendrianto Balai Perikanan Budidaya Laut, Batam
  • Meyer Siregar Balai Perikanan Budidaya Laut, Batam
  • Sahidan Muhlis Balai Perikanan Budidaya Laut, Batam
  • Agung Darmono Balai Perikanan Budidaya Laut, Batam

Abstract

Pakan merupakan komponen terbesar dalam kegiatan budidaya perikanan yang harganya kian meningkat. Manajemen pemberian pakan tanpa menggunakan bahan tambahan/suplemen adalah salah satu upaya efisiensi penggunaan pakan. Diantara inovasi teknologi budidaya yang aplikatif adalah dengan pemuasaan secara periodik. Penelitian mengenai pemuasaan banyak dilakukan tetapi penerapannya dalam skala massal belum banyak dilakukan, khususnya pada kegiatan marikultur. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengetahui dampak pemuasaan secara periodik pada pemeliharaan ikan kakap putih skala produksi di Keramba Jaring Apung (KJA). Parameter pengamatan yakni pertumbuhan, sintasan, rasio konversi pakan, dan efisiensi pakan.  Kegiatan kerekayasaan ini dilakukan pada bulan Februari - Agustus 2017 di Balai Perikanan Budidaya Laut Batam Provinsi Kepulauan Riau. Ikan kakap putih berukuran tebar awal 15 – 16 cm (48,50 – 67,15  gram) sebanyak 1.800  ekor dipelihara di dua jaring dengan kepadatan masing-masing 900 ekor dan perlakuan berbeda.  Perlakuan A, ikan uji dengan pemuasaan, lima hari diberi pakan lalu satu hari dipuasakan (5-1), secara periodik berulang hingga akhir pengujian. Perlakuan B, ikan uji diberi pakan setiap hari.  Pakan yang diberikan adalah pelet dengan kandungan protein 42% dengan dosis harian mulai 4% hingga 2% sampai akhir pengujian. Hasil pengujian menunjukkan berturut-turut perlakuan A : perlakuan B dari parameter sintasan 91,22% : 96,11%; pertumbuhan rerata harian 2,63 : 2,68; rasio konversi pakan 2,29 : 2,52; dan efisiensi pakan 0,44 : 0,40. Dari hitungan produksi, ikan yang dipuasakan dapat menghemat pakan sebesar 15,99%.  Ikan kakap putih dengan pemuasaan menunjukkan adanya pertumbuhan kompensatori dimana dapat memacu pertumbuhannya hingga menyamai bahkan melebihi ikan kontrol. Manajemen pakan melalui pemuasaan secara periodik 5-1 dapat menjadi salah satu solusi untuk efisiensi kegiatan budidaya kakap putih di KJA.

Author Biography

Hendrianto Hendrianto, Balai Perikanan Budidaya Laut, Batam
Perekayasa

References

Chatakondi, N.G. and R.D. Yant. 2001. Application of compensatory growth to enhance production in channel catfish Ictalurus punctatus. Journal of the World Aquaculture Society, 32 (3): 278–285.

Effendie MI. 1997. Biologi Perikanan. Yayasan Pustaka Nusatama. Yogyakarta.

Ekasanti, A., P. Sukardi dan E. Yuwono. 2007. Pertumbuhan ikan bawal air tawar (Colossoma macropomum) yang dipuasakan secara periodik. Jurnal Aquacultura Indonesiana (2007) 8 (3) : 183–188

Gaylord, TG, McKenzie DS, and Gatlin III DM.2001. Growth performance, body composition and plasma thyroid of hormone status of channel catfish (Ictalurus punctatus) in a response of short-term feed deprivation and refeeding. Fish Physiology and Biochemistry 24 (1): 73-79.

Goddart, S. 1996. Feed Management and Intensive Aquaculture. New York: Chapman and Hall.

Lestari,A.S. 2015. Pengaturan periode makan pada pembesaran ikan kakap putih (Lates Calcarifer, Bloch) di keramba jaring apung. Tehnical Note. BPBL Batam.

Mathew Grace. 2009. Taxonomy, identification, and biology of seabass (Lates calcarifer). National Training on Cage Culture of Seabass held at CMFRI, Kochi, 14 - 23 December 2009. Central Marine Fisheries Research Institute, India.

Purbomartono, C., Hartoyo & A. Kurniawan. 2009. Pertumbuhan kompensasi pada ikan nila merah (Oreochromis niloticus) dengan interval waktu pemuasaan yang berbeda. Journal of Fisheries Sciences: ll(l): 19-24.

Rachmawati F. N., U. Susilo & Y. Sistina. 2010. Respon fisiologi ikan nila, Oreochromis niloticus, yang distimulasi dengan daur pemuasaan dan pemberian pakan kembali. Seminar Nasional Biologi 2010. Fakultas Biologi UGM, Yogyakarta 24-25 September 2010.

Roa R.L. & Vincente, H. J. 2009. Compensatory weight gain and muscle tissue biochemical composition of gift tilapia (Oreocromis niloticus) juveniles. Journal of Environment And Aquatic Resources: 11(1):99-111.

Santoso, A. Sarjito & A. Djunaedi. 2006. Fenomena pertumbuhan kompensatori dan kualitas ikan nila merah (Oreochromis sp.) pada kondisi laut. Jurnal llmu Kelautan: 11(2):106-111.

Sih-Yang Sim, Rimmer M, Williams K, Toledo, JD, Sugama, K, Rumengan I and Phillips MJ. 2005. Pedoman praktis pemberian dan pengelolaan pakan untuk kerapu yang dibudidaya. NACA-ACIAR-DKP-SEAFDEC-CSIRO. 18 Hal.

Tian, X. and J.G. Qin. 2004. Effect of previous ration restriction on ompensatory growth in Barramundi Lates calcarifer. Aquaculture, 235: 273–283.

Yuwono, E. P. Sukardi, I.Sulistyo. 2005. Konsumsi dan efisiensi pakan pada ikan kerapu bebek (Cromileptes altivelis) yang dipuasakan secara periodik. Jurnal Berkala Penelitian Hayati : 10 (129-132).

Zhu, X., L. Wu, Y. Cui, Y. Yang and R.J. Wootton. 2003. Compensatory growth response in three– spinned Stickleback in relation to feed deprivation protocols. Journal of Fish Biology,62: 195–205.
Published
2018-12-21
How to Cite
HENDRIANTO, Hendrianto et al. Pertumbuhan Kompensatori Dan Efisiensi Pakan Pada Budidaya Ikan Kakap Putih (Lates calcarifer, Bloch) Melalui Pemuasaan Di Keramba Jaring Apung. SIMBIOSA, [S.l.], v. 7, n. 2, p. 81-94, dec. 2018. ISSN 2598-6007. Available at: <https://www.journal.unrika.ac.id/index.php/simbiosajournal/article/view/1495>. Date accessed: 14 feb. 2026. doi: https://doi.org/10.33373/sim-bio.v7i2.1495.
Section
Research Articles

Keywords

compensation growth, feed efficiency, periodically starvation, seabass