Pertumbuhan Kompensatori Dan Efisiensi Pakan Pada Budidaya Ikan Kakap Putih (Lates calcarifer, Bloch) Melalui Pemuasaan Di Keramba Jaring Apung
Abstract
Pakan merupakan komponen terbesar dalam kegiatan budidaya perikanan yang harganya kian meningkat. Manajemen pemberian pakan tanpa menggunakan bahan tambahan/suplemen adalah salah satu upaya efisiensi penggunaan pakan. Diantara inovasi teknologi budidaya yang aplikatif adalah dengan pemuasaan secara periodik. Penelitian mengenai pemuasaan banyak dilakukan tetapi penerapannya dalam skala massal belum banyak dilakukan, khususnya pada kegiatan marikultur. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengetahui dampak pemuasaan secara periodik pada pemeliharaan ikan kakap putih skala produksi di Keramba Jaring Apung (KJA). Parameter pengamatan yakni pertumbuhan, sintasan, rasio konversi pakan, dan efisiensi pakan. Kegiatan kerekayasaan ini dilakukan pada bulan Februari - Agustus 2017 di Balai Perikanan Budidaya Laut Batam Provinsi Kepulauan Riau. Ikan kakap putih berukuran tebar awal 15 – 16 cm (48,50 – 67,15 gram) sebanyak 1.800 ekor dipelihara di dua jaring dengan kepadatan masing-masing 900 ekor dan perlakuan berbeda. Perlakuan A, ikan uji dengan pemuasaan, lima hari diberi pakan lalu satu hari dipuasakan (5-1), secara periodik berulang hingga akhir pengujian. Perlakuan B, ikan uji diberi pakan setiap hari. Pakan yang diberikan adalah pelet dengan kandungan protein 42% dengan dosis harian mulai 4% hingga 2% sampai akhir pengujian. Hasil pengujian menunjukkan berturut-turut perlakuan A : perlakuan B dari parameter sintasan 91,22% : 96,11%; pertumbuhan rerata harian 2,63 : 2,68; rasio konversi pakan 2,29 : 2,52; dan efisiensi pakan 0,44 : 0,40. Dari hitungan produksi, ikan yang dipuasakan dapat menghemat pakan sebesar 15,99%. Ikan kakap putih dengan pemuasaan menunjukkan adanya pertumbuhan kompensatori dimana dapat memacu pertumbuhannya hingga menyamai bahkan melebihi ikan kontrol. Manajemen pakan melalui pemuasaan secara periodik 5-1 dapat menjadi salah satu solusi untuk efisiensi kegiatan budidaya kakap putih di KJA.References
Effendie MI. 1997. Biologi Perikanan. Yayasan Pustaka Nusatama. Yogyakarta.
Ekasanti, A., P. Sukardi dan E. Yuwono. 2007. Pertumbuhan ikan bawal air tawar (Colossoma macropomum) yang dipuasakan secara periodik. Jurnal Aquacultura Indonesiana (2007) 8 (3) : 183–188
Gaylord, TG, McKenzie DS, and Gatlin III DM.2001. Growth performance, body composition and plasma thyroid of hormone status of channel catfish (Ictalurus punctatus) in a response of short-term feed deprivation and refeeding. Fish Physiology and Biochemistry 24 (1): 73-79.
Goddart, S. 1996. Feed Management and Intensive Aquaculture. New York: Chapman and Hall.
Lestari,A.S. 2015. Pengaturan periode makan pada pembesaran ikan kakap putih (Lates Calcarifer, Bloch) di keramba jaring apung. Tehnical Note. BPBL Batam.
Mathew Grace. 2009. Taxonomy, identification, and biology of seabass (Lates calcarifer). National Training on Cage Culture of Seabass held at CMFRI, Kochi, 14 - 23 December 2009. Central Marine Fisheries Research Institute, India.
Purbomartono, C., Hartoyo & A. Kurniawan. 2009. Pertumbuhan kompensasi pada ikan nila merah (Oreochromis niloticus) dengan interval waktu pemuasaan yang berbeda. Journal of Fisheries Sciences: ll(l): 19-24.
Rachmawati F. N., U. Susilo & Y. Sistina. 2010. Respon fisiologi ikan nila, Oreochromis niloticus, yang distimulasi dengan daur pemuasaan dan pemberian pakan kembali. Seminar Nasional Biologi 2010. Fakultas Biologi UGM, Yogyakarta 24-25 September 2010.
Roa R.L. & Vincente, H. J. 2009. Compensatory weight gain and muscle tissue biochemical composition of gift tilapia (Oreocromis niloticus) juveniles. Journal of Environment And Aquatic Resources: 11(1):99-111.
Santoso, A. Sarjito & A. Djunaedi. 2006. Fenomena pertumbuhan kompensatori dan kualitas ikan nila merah (Oreochromis sp.) pada kondisi laut. Jurnal llmu Kelautan: 11(2):106-111.
Sih-Yang Sim, Rimmer M, Williams K, Toledo, JD, Sugama, K, Rumengan I and Phillips MJ. 2005. Pedoman praktis pemberian dan pengelolaan pakan untuk kerapu yang dibudidaya. NACA-ACIAR-DKP-SEAFDEC-CSIRO. 18 Hal.
Tian, X. and J.G. Qin. 2004. Effect of previous ration restriction on ompensatory growth in Barramundi Lates calcarifer. Aquaculture, 235: 273–283.
Yuwono, E. P. Sukardi, I.Sulistyo. 2005. Konsumsi dan efisiensi pakan pada ikan kerapu bebek (Cromileptes altivelis) yang dipuasakan secara periodik. Jurnal Berkala Penelitian Hayati : 10 (129-132).
Zhu, X., L. Wu, Y. Cui, Y. Yang and R.J. Wootton. 2003. Compensatory growth response in three– spinned Stickleback in relation to feed deprivation protocols. Journal of Fish Biology,62: 195–205.
Keywords

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Dengan mengirimkan manuskrip artikel, penulis setuju dengan kebijakan ini. Tidak diperlukan penandatanganan dokumen khusus.
1. Lisensi
Penggunaan artikel yang non-komersial akan diatur oleh lisensi Atribusi Creative Commons seperti yang saat ini ditampilkan pada Creative Commons Attribution 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
2. Jaminan Penulis
Penulis menjamin bahwa artikel tersebut asli, ditulis oleh penulis lain, belum diterbitkan sebelumnya, tidak mengandung pernyataan yang melanggar hukum, tidak melanggar hak orang lain, tunduk pada hak cipta yang dipegang secara eksklusif oleh penulis dan bebas dari setiap hak pihak ketiga, dan bahwa setiap izin tertulis yang diperlukan untuk mengutip dari sumber lain telah diperoleh oleh penulis.
3. Hak Pengguna
Jurnal Simbiosa adalah untuk menyebarluaskan artikel yang diterbitkan sebebas mungkin. Di bawah lisensi Creative Commons, Simbiosa mengizinkan pengguna untuk menyalin, mendistribusikan, menampilkan, dan melakukan pekerjaan hanya untuk tujuan non-komersial. Pengguna juga perlu mengaitkan penulis dan Jurnal Simbiosa dalam mendistribusikan karya di jurnal dan media publikasi lainnya.
4. Hak Penulis
Memegang semua hak mereka untuk karya yang diterbitkan, seperti (tetapi tidak terbatas pada) hak-hak berikut;
- Hak cipta dan hak kepemilikan lainnya yang berkaitan dengan artikel, seperti hak paten,
- Hak untuk menggunakan substansi artikel dalam karya masa depan sendiri, termasuk kuliah dan buku,
- Hak untuk mereproduksi artikel untuk keperluan sendiri,
- Hak untuk mengarsipkan diri sendiri artikel tersebut,
- Hak untuk mengadakan perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi artikel yang diterbitkan (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awal dalam jurnal Simbiosa ini.
5. Co-Authorship
Jika artikel tersebut disusun bersama oleh lebih dari satu penulis, setiap penulis yang menyerahkan naskah waran bahwa ia telah diberi wewenang oleh semua penulis bersama untuk menyetujui hak cipta dan pemberitahuan lisensi (perjanjian) ini atas nama mereka, dan setuju untuk memberi tahu rekan penulis dari ketentuan kebijakan ini. Jurnal Simbiosa tidak akan bertanggung jawab atas apa pun yang mungkin timbul karena perselisihan internal penulis. Jurnal Simbiosa hanya akan berkomunikasi dengan penulis yang sesuai.
6. Royalti
Menjadi jurnal yang dapat diakses secara terbuka dan menyebarkan artikel secara gratis di bawah masa lisensi Creative Commons yang disebutkan, penulis menyadari bahwa Jurnal Simbiosa tidak memberikan hak royalti kepada penulis atau biaya lainnya.
7. Lain-lain
Jurnal Simbiosa akan menerbitkan artikel (atau menerbitkannya) di jurnal jika proses editorial artikel berhasil diselesaikan. Editor Simbiosa dapat memodifikasi artikel dengan gaya tanda baca, ejaan, huruf besar, referensi, dan penggunaan yang dianggap tepat. Penulis mengakui bahwa artikel tersebut dapat dipublikasikan sehingga akan dapat diakses oleh publik dan akses tersebut akan gratis bagi pembaca seperti yang disebutkan dalam poin 3.