STRUKTUR KOMUNITAS PORIFERA (SPONS) DI PERAIRAN PULAU LAYANG DAN PULAU CUKUS KELURAHANSEKANAKRAYA KOTA BATAM KEPULAUAN RIAU

  • Siska Siska Universitas Riau Kepulauan
  • Lani Puspita Universitas Riau Kepulauan
  • Nurhaty Purnama Sari Universitas Riau Kepulauan

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur komunitas Porifera (Spons) yang terdapat di kawasan perairan Pulau Layang dan Pulau Cukus. Pengambilan data dengan menggunakan metode transek garis dengan panjang transek 100 meter di setiap stasiun penelitian. Terdapat 6 spesies Porifera yang ditemukan di Pulau Layang yaitu: Axinella damicornis, Aaptos subertoides, Haliclona sp., Haliclona cymaeformis, Spheciospongia vagabunda, Callyspongia (Cladochalina) diffusa, dengan nilai indeks keanekaragaman Ĥ = 1.605, indeks keseragaman E = 0.896, dan indeks dominansi D = 0.223. Sedangkan di Pulau Cukus ditemukan 10 spesies Porifera yaitu: Agelas nsp., Aplysina sp., Aaptossubertoides, Haliclona sp., Spheciospongia cf. vagabunda, Pseudoceratina purpurea, Callyspongia (Cladochalina) diffusa, Aplysina lacunose, dan Dactylospongia elegans, dengan nilai indeks keanekaragaman Ĥ = 1.721, indeks keseragaman E = 0.747, dan indeks dominansi D = 0.150. Sedangkan untuk indeks kesamaan komunitas Porifera yang ditemukan pada perairan Pulau Layang dan Pulau Cukus memiliki kesamaan komunitas yang cukup tinggi dengan nilai 63%, artinya komunitas tersebut memiliki kemiripan spesies yang cukup sama. Spesies yang paling banyak ditemukan di setiap stasiun adalah Spheciospongia cf vagabunda, dari famili Clionaidae dan genus Spheciospongia.

Author Biography

Nurhaty Purnama Sari, Universitas Riau Kepulauan
Program Studi Pendidikan Biologi

References

Amir, I., & Budiyanto, A. (1996). Mengenal Spons Laut (Demospongiae) Secara Umum. Oseana, XXI(2), 15–31.
Cheng, L. S., Voogd, N. de, & Siang, T. Ko. (2008). A Guide to Sponge of Singapore. Singapore: Science Centre Singapore.
Desrika, S. (2011). Laju pertumbuhan dan kelangsungan hidup spons Aaptos aaptos dan Petrosia (petrosia) nigricans pada Sistem Resirkulasi. Institut Pertanian Bogor.
Odum, E. P. (1996). Dasar-Dasar Ekologi (edisi keti). Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Pratama, F. (2014). Distribusi dan Kelimpahan Sponge di Perairan Pulau Karammasang Kabupaten Polewali Mandar : Keterkaitan dengan Terumbu Karang dan Oseanografi Perairan. Universitas Hasanuddin Makassar.
Rizal, S. (2016). Tutupan Sponge dan Makroalga pada Karang Keras di Pulau Hoga Sulawesi Tenggara. Universitas Hasanuddin.
Subagio, I. B., & Aunurohim. (2013). Struktur Komunitas Spons Laut (Porifera) di Pantai Pasir Putih, Situbondo. Jurnal Sains Dan Seni Pomits, 2(2), 159–165.
Subhan, B. (2009). Tingkat Kelangsungan Hidup dan Pertumbuhan Spons Jenis Petrosia (petrosia) nigricans Lindgren, 1897 dan Aaptos aaptos (Schmidt, 1864) yang Ditransplantasikan diperairan Pulau Pari, Kepulauan Seribu, Jakarta. Institut Pertanian Bogor.
Wiyaniningtiyah, A. A., Kamalikasari, L., & Hapsari, A. D. (2011). Potensi dan Keanekaragaman Porifera Sebagai Bentuk Inventarisasi Sumberdaya Laut Sekitar Pulau Pramuka. Program Kreatifitas Mahasiswa, 9.
Yasakti, E. (2017). Analisis Keanekaragaman Beta Sponge (Porifera) Di Perairan Pulau-Pulau Kecil Selat Buton Kabupaten Muna Sulawesi Tenggara. Universitas Halu Oleo Kendari.
Published
2018-12-21
How to Cite
SISKA, Siska; PUSPITA, Lani; SARI, Nurhaty Purnama. STRUKTUR KOMUNITAS PORIFERA (SPONS) DI PERAIRAN PULAU LAYANG DAN PULAU CUKUS KELURAHANSEKANAKRAYA KOTA BATAM KEPULAUAN RIAU. SIMBIOSA, [S.l.], v. 7, n. 2, p. 109-121, dec. 2018. ISSN 2598-6007. Available at: <https://www.journal.unrika.ac.id/index.php/simbiosajournal/article/view/1503>. Date accessed: 14 feb. 2026. doi: https://doi.org/10.33373/sim-bio.v7i2.1503.
Section
Research Articles

Keywords

Porifera, Struktur Komunitas, Kota Batam