STATUS KONSERVASI BURUNG PADA RESORT COBAN TRISULA DAN BLOK IRENG-IRENG, TAMAN NASIONAL BROMO TENGGER SEMERU
Abstract
Taman Nasional Bromo Tengger Semeru merupakan salah satu kawasan konservasi di Jawa Timur. Taman Nasional Bromo Tengger Semeru merupakan kawasan dengan keragaman hayati yang tinggi, salah satunya adalah burung. Resort Coban Trisula dan Blok Ireng-Ireng diketahui merupakan kawasan dengan keragaman burung yang tinggi di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi status konservasi burung di Resort Coban Trisula dan Blok Ireng-Ireng, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan birdwatching dengan mengacu pada IUCN Red List, CITES Appendix, Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 dan Peraturan Menteri LHK Nomor 106 Tahun 2018 sebagai database status konservasi burung yang teridentifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 62 jenis yang terobservasi di kawasan Resort Coban Trisula dan Blok Ireng-Ireng, terdapat 16 jenis yang memiliki status konservasi diatas Least Concern menurut IUCN, CITES dan Peraturan Menteri LHK Nomor 106 Tahun 2018. Adanya burung-burung yang dilindungi dan memiliki status konservasi yang penting menguatkan peran kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru sebagai kawasan konservasi. Terdapat tujuh jenis burung di atas status Least Concern menurut IUCN yaitu tiga jenis berstatus Near Threatened, tiga jenis berstatus Vulnurable, dan satu jenis berstatus Endangered. Delapan jenis yang masuk pada CITES Appendix dengan rincian satu jenis tergolong Appendix I dan tujuh jenis tergolong Appendix II. 15 jenis dilindungi oleh Peraturan Menteri LHK Nomor 106 Tahun 2018.References
Azis, M.C., Budiarti, T. And Wijaya, S., 2014. Kajian Hubungan Arsitektur Pohon dan Kehadiran Burung di Kampus IPB Dramaga Bogor. Jurnal Arsitektur Lansekap, Vol. 2(1):1-10. DOI: https://doi.org/10.24843/JAL.2016.v02.i01.p01
Bangun, O.V. and Pahlawan, I., 2014. Efektivitas Cites (Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora) Dalam Mengatur Perdagangan Hiu Di Kawasan Coral Triangel (Implementasi Di Indonesia). Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Vol. 1(2): 1-12.
BBTNBTS, 2013. Buku Zonasi Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Malang: TNBTS
BirdLife International. 2016. Chloropsis cochinchinensis. The IUCN Red List of Threatened Species 2016: Diunduh pada 23 April 2018. http://dx.doi.org/10.2305/IUCN.UK.20163.RLTS.T103775551A95079615.en
BirdLife International. 2016. Chloropsis sonnerati. The IUCN Red List of Threatened Species 2016. Diunduh pada 23 April 2018. http://dx.doi.org/10.2305/IUCN.UK.20163.RLTS.T22704950A93992403.en
BirdLife International. 2016. Chrysocolaptes strictus. The IUCN Red List of Threatened Species 2016. Diunduh pada 23 April 2018. http://dx.doi.org/10.2305/IUCN.UK.2016-3.RLTS.T22726560A94925352.en.
BirdLife International. 2016. Loriculus pusillus. The IUCN Red List of Threatened Species 2016. Diunduh pada 23 April 2018.http://dx.doi.org/10.2305/IUCN.UK.2016-3.RLTS.T22685422A93072296.en.
BirdLife International. 2017. Nisaetus bartelsi (amended version of 2016 assessment). The IUCN Red List of Threatened Species 2017. Diunduh pada 23 April 2018. http://dx.doi.org/10.2305/IUCN.UK.2017-1.RLTS.T22696165A110050373.en.
BirdLife International. 2017. Psilopogon javensis (amended version of 2016 assessment). The IUCN Red List of Threatened Species 2017. Diunduh pada 23 April 2018. http://dx.doi.org/10.2305/IUCN.UK.2017-1.RLTS.T22681622A110591039.en.
BirdLife International. 2018. Rhyticeros undulatus. The IUCN Red List of Threatened Species 2018. Diunduh pada 8 Juni 2019. http://dx.doi.org/10.2305/IUCN.UK.20182.RLTS.T22682528A132400385.en
Dewi, R.S., Mulyani, Y.A. and Santosa, Y., 2007. Keanekaragaman Jenis Burung Di Beberapa Tipe Habitat Taman Nasional Gunung Ciremai (Diversity Of Bird Species at Some Habitat Type In Ciremai Mountain National Park). Media Konservasi, Vol. 12(3): 13-15.
Fitri, L.M., Handika, H. and Solina, I.D., 2016. Burung Strata Bawah (Undestory) Di Hutan Pegunungan Taman Nasional Kerinci Seblat (Tnks) Kerinci Jambi. Sainstek: Jurnal Sains dan Teknologi, Vol. 7(1): 82-85.
Hamzati, N.S. and Aunurohim, A., 2013. Keanekaragaman Burung di Beberapa Tipe Habitat di Bentang Alam Mbeliling Bagian Barat, Flores. Jurnal Sains dan Seni ITS, Vol. 2(2): 121-126.
Hutton, J. and Dickson, B. eds., 2000. Endangered species, threatened convention: the past, present and future of CITES, the Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora. London: Earthscan.
Iqbal, K., Gama, Z.P. and Yanuwiadi, B., 2015. Spatial Distribution of Birds in Coban Trisula, Bromo Tengger Semeru National Park. Prosiding International Conference on Global Resource Conservation, Malang. 30 November 2015. Hal. 26-30.
Iskandar, J., 2014. Dilema antara hobi dan bisnis perdagangan burung serta konservasi burung. Chimica et Natura Acta, Vol. 2(3). 180-185.
Krebs, C. J. 1989. Ecological Methodology. Harper & Row Publisher, New York.
Kuswanda, W., 2010. Pengaruh komposisi tumbuhan terhadap populasi burung di Taman Nasional Batang Gadis, Sumatera Utara. Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam, Vol. 7(2): 193-213.
MacKinnon J, Phillipps K, van Balen B. 2010. Seri Panduan Lapangan Burung-Burung di Sumatera, Jawa, Bali dan Kalimantan. Bogor: Birdlife International-Indonesia Program-Pusat Penelitian dan Pengembangan Biologi LIPI.
Nijman, V., Shepherd, C.R. and van Balen, S., 2009. Declaration of the Javan hawk eagle Spizaetus bartelsi as Indonesia's National Rare Animal impedes conservation of the species. Oryx, Vol. 43(1): 122-128.
Nijman, V., van Balen, S.B. and Sözer, R., 2000. Breeding biology of Javan hawk-eagle Spizaetus bartelsi in West Java, Indonesia. Emu, Vol. 100(2): 125-132.
Pangau-Adam, M. and Noske, R., 2010. Wildlife hunting and bird trade in northern Papua (Irian Jaya), Indonesia. dalam Ethno-ornithology. Birds, Indigenous Peoples, Culture and Society(pp. 73-85). Earthscan London, Washington DC.
Prasetya, K. N. dan Siswoyo, A., 2017. Burung-Burung Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Ediide Infografika. Malang.
Rahayuningsih, M., Purnomo, F.A. and Priyono, B., 2010. Keanekaragaman Burung di Desa Karangasem Kecamatan Wirosari Kabupaten Grobogan Jawa Tengah. Biosaintifika: Journal of Biology & Biology Education, Vol. 2(2): 82-89.
Rusmendro, H., 2009. Perbandingan keanekaragaman burung pada pagi dan sore hari di empat tipe habitat di Wilayah Pangandaran, Jawa Barat. Vis Vitalis, Vol. 2(1): 8-16
Sodhi, N.S., Koh, L.P., Prawiradilaga, D.M., Tinulele, I., Putra, D.D. and Tan, T.H.T., 2005. Land use and conservation value for forest birds in Central Sulawesi (Indonesia). Biological Conservation, Vol. 122(4): 547-558.
Soendjoto, M.A., Riefani, M.K. and Zen, M., 2016. Penggunaan Tipe Habitat oleh Avifauna di Lingkungan PT Arutmin Indonesia–NPLCT, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan. Sains & Matematika, Vol. 3(1): 19-25.
Syafrudin, D., 2011. Keanekaragaman Jenis Burung Pada Beberapa Tipe Habitat di Tambling Wildlife Nature Conservation (TWNC), Taman Nasional Bukit Barisan Selatan Lampung. (Skripsi). Departemen Kehutanan dan Ekowisata, Institut Pertanian Bogor. Bogor
Thiollay, J.M. and Meyburg, B.U., 1988. Forest fragmentation and the conservation of raptors: a survey on the island of Java. Biological Conservation, Vol. 44(4): 229-250.
Widodo, W., 2009. Komparasi keragaman jenis burung-burung di Taman Nasional Baluran dan Alas Purwo pada beberapa tipe habitat. Jurnal Berkala Penelitian Hayati. Vol. (14): 113-124.
Widodo, W., 2014. Populasi dan Pola Sebaran Burung di Hutan Wanawisata Galunggung, Tasikmalaya, Jawa Barat. Biosaintifika: Journal of Biology & Biology Education, Vol. 6(1): 29-38.
Wisnubudi, G., 2009. Penggunaan strata vegetasi oleh burung di kawasan wisata Taman Nasional Gunung Halimun-Salak. Vis Vitalis, Vol. 2(2): 41-49.
Wulandari, E.Y. and Kuntjoro, S., 2019. Keanekaragaman dan Kelimpahan Jenis Burung di Kawasan Cagar Alam Besowo Gadungan dan sekitarnya Kabupaten Kediri Jawa Timur. Jurnal Riset Biologi dan Aplikasinya, Vol. 1(1):18-25.
Keywords

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Dengan mengirimkan manuskrip artikel, penulis setuju dengan kebijakan ini. Tidak diperlukan penandatanganan dokumen khusus.
1. Lisensi
Penggunaan artikel yang non-komersial akan diatur oleh lisensi Atribusi Creative Commons seperti yang saat ini ditampilkan pada Creative Commons Attribution 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
2. Jaminan Penulis
Penulis menjamin bahwa artikel tersebut asli, ditulis oleh penulis lain, belum diterbitkan sebelumnya, tidak mengandung pernyataan yang melanggar hukum, tidak melanggar hak orang lain, tunduk pada hak cipta yang dipegang secara eksklusif oleh penulis dan bebas dari setiap hak pihak ketiga, dan bahwa setiap izin tertulis yang diperlukan untuk mengutip dari sumber lain telah diperoleh oleh penulis.
3. Hak Pengguna
Jurnal Simbiosa adalah untuk menyebarluaskan artikel yang diterbitkan sebebas mungkin. Di bawah lisensi Creative Commons, Simbiosa mengizinkan pengguna untuk menyalin, mendistribusikan, menampilkan, dan melakukan pekerjaan hanya untuk tujuan non-komersial. Pengguna juga perlu mengaitkan penulis dan Jurnal Simbiosa dalam mendistribusikan karya di jurnal dan media publikasi lainnya.
4. Hak Penulis
Memegang semua hak mereka untuk karya yang diterbitkan, seperti (tetapi tidak terbatas pada) hak-hak berikut;
- Hak cipta dan hak kepemilikan lainnya yang berkaitan dengan artikel, seperti hak paten,
- Hak untuk menggunakan substansi artikel dalam karya masa depan sendiri, termasuk kuliah dan buku,
- Hak untuk mereproduksi artikel untuk keperluan sendiri,
- Hak untuk mengarsipkan diri sendiri artikel tersebut,
- Hak untuk mengadakan perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi artikel yang diterbitkan (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awal dalam jurnal Simbiosa ini.
5. Co-Authorship
Jika artikel tersebut disusun bersama oleh lebih dari satu penulis, setiap penulis yang menyerahkan naskah waran bahwa ia telah diberi wewenang oleh semua penulis bersama untuk menyetujui hak cipta dan pemberitahuan lisensi (perjanjian) ini atas nama mereka, dan setuju untuk memberi tahu rekan penulis dari ketentuan kebijakan ini. Jurnal Simbiosa tidak akan bertanggung jawab atas apa pun yang mungkin timbul karena perselisihan internal penulis. Jurnal Simbiosa hanya akan berkomunikasi dengan penulis yang sesuai.
6. Royalti
Menjadi jurnal yang dapat diakses secara terbuka dan menyebarkan artikel secara gratis di bawah masa lisensi Creative Commons yang disebutkan, penulis menyadari bahwa Jurnal Simbiosa tidak memberikan hak royalti kepada penulis atau biaya lainnya.
7. Lain-lain
Jurnal Simbiosa akan menerbitkan artikel (atau menerbitkannya) di jurnal jika proses editorial artikel berhasil diselesaikan. Editor Simbiosa dapat memodifikasi artikel dengan gaya tanda baca, ejaan, huruf besar, referensi, dan penggunaan yang dianggap tepat. Penulis mengakui bahwa artikel tersebut dapat dipublikasikan sehingga akan dapat diakses oleh publik dan akses tersebut akan gratis bagi pembaca seperti yang disebutkan dalam poin 3.