Isolasi, Identifikasi, Dan Uji Antibakteri Kitosan Cangkang Bekicot (Achatina fulica) Terhadap Staphylococcus aureus dari Penderita Ulkus Diabetikum
Abstract
Salah satu bakteri penyebab ulkus diabetikum adalah Staphylococcus aureus. Pengunaan antibiotik yang tidak tepat menyebabkan munculnya S. aureus yang resisten terhadap antibiotik atau bertahan hidup karena adanya perubahan genetic. Bahan alam yang memiliki sifat sebagai antibakteri adalah kitosan cangkang bekicot.Penelitian ini bertujuan untuk melakukan isolasi dan uji antibakteri kitosan cangkang bekicot terhadap Staphylococcus aureus dari penderita ulkus diabetikum dan juga dilakukan uji sensitifitas S. aureus terhadap kitosan cangkang bekicot. Pada penelitian inidilakukan secara true eksperimental. S. aureus diisolasi dari penderita ulkus diabetikum dan diidentifikasi berdasarkan sifat biakan, pewarnaan Gram, uji biokimiawi dan uji gula-gula. Isolat selanjutnya diuji sensitifitasnya terhadap kitosan cangkang bekicot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa isolasi bakteri yang tumbuh dan dapat memfermentasi plat mannitol salt agar, sel berbentuk bulat bergerombol, bersifat Gram +, memfermentasi maltosa dan laktosa, mengkoagulasi plasma kelinci dan bereaksi positif terhadap uji clumping faktor dan Voges Proskouer. Pada penelitian ini, hasil uji terhadap kitosan cangkang bekicot pada kosentrasi 300-700 ppm adalah sensitif. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penderita ulkus diabetikum yang diidentifikasi adalah Staphylococcus aureus. Isolat S. aureus sebagian besar sensitif terhadap kitosan cangkang bekicot (Achatina fulica).References
Azora, G. M., Suwondo dan Febrita, E., Efektivitas Chitosan Kulit Udang Terhadap Nilai Gizi Tahu Sebagai Sumber Belajar Biologi dengan Model Pembelajaran DI(Direct Intruction) Pada Konsep Bioteknologi. Repository. Available as PDF File; p.2.
Bae, M. J., Shin, H. S., Kim, E. K., Kim, J. & Shon, D. H., 2013. Oral Administration Of Chitin And Chitosan Prevents Peanut-Induced Anaphylaxis In A Murine Food Allergy Model. International Journal of Biological Macromolecules, 61 (3): 164 – 168. doi: 10.1016/j.ijbiomac.2013.06.017
Chandrasekar, S., Vijayakumar, S. & Rajendran, R., 2014. Application of chitosan and herbal nanocomposites to develop antibacterial medical textile. Biomedicine and Aging Pathology, 4(1): 59 – 64. Doi : 10.1016/j.biomag.2013.10.007
Dompeipen, E. J., Kaimudin, M., & Dewa, R, P., 2016. Isolasi Kitin Dan Kitosan Dari Limbah Kulit Udang. Majalah Biam. 12 (1): 32-38.
Demarchi, C., Campos, M., & Rodrigues, C. A., 2013. Adsorption Of Textile Dye Reactive Red 120 By The Chitosan–Fe(III)-Crosslinked: Batch and Fixed-Bed Studies. Journal of Environmental Chemical Engineering, 1(4): 1350 – 1358. DOI: 10.1016/j.jece.2013.10.005
Gomes, J. R. B., Jorge, M., & Gomes, P., 2014. Interaction of chitosan and chitin with Ni, Cu and Zn ions : A computational study. Journal of Chemical Thermodynamics, 73 (5): 121 – 129. DOI: 10.1016/j.jct.2013.11.016
Goy, R. C., Morais, S. T. B., & Assis, O. B. G., 2015. Evaluation of antimicrobial activity of chitosan and its quaternized derivative on Escherichia coli and Staphylococcus aureus Growth. Revista Brasileira de Farmacognosia 26(4): 122-127. http://dx.doi.org/10.1016/j.bjp.2015.09.010
Hastuti, B., & Hadi, S., 2009. Pemanfaatan Chitosan dari Limbah Udang sebagai Bahan Pengawet Alami untuk Memperlama Daya Simpan Pada Makanan. Prosiding Seminar Nasional Kimia dan Pendidikan Kimia.
Hatanta, A., 2013. Kajian Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Infeksi Ulkus Kaki Diabetik IRNA PD RSUP Dr. M. Djamil Padang. [Thesis]. Program Pascasarjana, Universitas Andalas. Padang.
Holipah, S. N., Wijayanti, E., & Saputra, V., 2010. Aplikasi Kitosan Sebagai Pengawet Alami dalam Meningkatkan Mutu Simpan Produk Pasca Panen. Program Kreativitas Mahasiswa, Institut Pertanian Bogor. Bogor.
International Diabetes Federation. 2017. IDF Diabetes Atlas Seventh Edition 2017. Dunia : IDF.
Islam, M. M., Masum, S. M., Mahbub, K. R., & Haque, M. Z., 2011. Antibacterial Activity of Crab-Chitosan Against Staphylococcus aureus and Escherichia coli. Journal of Advanced Scientific Research, 2(4): 63-66.
Jayakumar, R., Prabaharan, M., Nair, S. V. & Tamura, H. 2010. Novel chitin and chitosan nanofibers in biomedical applications. Biotechnology Advances, 28 (1): 142 – 150. https://doi.org/10.1016/j.biotechadv.2009.11.001
Jawetz, E, Melnick, J. L, & Adelberg, E.A, 2001. Mikrobiologi Kedokteran. Edisi Pertama. Salemba Medika. Jakarta.
Kateete, D. P., Kimani, C. N., Katabaz, F. A., Okeng, A., Okee, M. S,, Nanteza, A., Joloba, M.L., & Najjuka, F. C., 2010. Identification of Staphylococcus aureus: DNase and Mannitol salt agar improve the efficiency of the tube coagulase test. Annals of Clinical Microbiology and Antimicrobials. Vol. 9: (23): 1-7. DOI: 10.1186/1476-0711-9-23
Kusumaningsih, T., Masykur, A., & Arief, U., 2004. Pembuatan Kitosan dari Kitin Cangkang Bekicot (Achatina fulica). Jurnal Biofarmasi, 2 (2), 64-68.
Komariah, A., 2014. Efektivitas Antibakteri Nano Kitosan Terhadap Pertumbuhan Staphylococcus aureus (In Vitro). Proceeding Biology Education Conference. 11(1):371-377.
Leboffe, M.J., & Pierce, B. E., 2011. A Pthographic Atlas for the Microbiology Laboratory. 4th Edition. Morton Publishing Company. Englewood, Colorado. pp.207-217.
Liu, H., Du, Y., Wang, X., & Sun, L., 2004. Chitosan kills bacteria through cell membrane damage. International Journal of Food Microbiology. Vol 95(2): 147-155. doi:10.1016/j.ijfoodmicro.2004.01.022
Mims, C., Dockrell, H.M., Goring, R.V., Roitt, I., Wakelin, D., Zuckerman, M., 2004. Medical Microbiology 3rd Edition. Mosby, Edinburgh, UK, p. 648. ISBN 9780723432593 https://researchonline.lshtm.ac.uk/id/eprint/14346
Mohan, C. O., Ravishankar, C. N., Lalitha, K. V. & Gopal, T. K. S., 2012. Effect of chitosan edible coating on the quality of double filleted Indian oil sardine (Sardinella longiceps) during chilled storage. Food Hydrocolloids, 26 (1): 167 – 174. DOI: 10.1016/j.foodhyd.2011.05.005
Pelczar, M. J., dan Chan, E. C. S., 1988, Dasar-Dasar Mikrobiologi, diterjemahkan oleh Hadioetomo, R. S., Penerbit Universitas Indonesia, Jakarta.
Rismana, E., 2010. Pengembangan Formulasi Sediaan Topikal Wound Healing Menggunakan Bahan Aktif Kitosan dan Ekstrak Pegagan, Pusat Teknologi Farmasi Dan Medika – Deputi Bidang TAB – BPPT, Jakarta.
Riski, R., dan Sami F. J., 2015. Formulasi Krim Anti Jerawat Dari Nanopartikel Kitosan Cangkang Udang Windu (Penaeusmonodon). JF FIK UINAM, Vol. 3 (4). 1-15
Shavandi, A., Bekhit, A. E.-D. A., Ali, M. A., Sun, Z. & Gould, M., 2015. Development and characterization of hydroxyapatite/β-TCP/chitosan composites for tissue engineering applications. Materials Science and Engineering: C, 56: 481 – 493.
Wardaniati, R.A. dan Setyaningsih, S., 2009. Pembuatan Chitosan dari Kulit Udang dan Aplikasinya untuk Pengawetan Bakso. Makalah Penelitian, UNDIP. http://eprints.undip.ac.id/1718/1/makalah_penelitian_fix.pdf
Yurdakul, N. E., Erginkaya, Z., & Unal, E., 2013. Antibiotic Resistence of Enterococci, Coagulase, Negative Staphylococci and Staphylococcus aureus Isolated from Chicken Meat. Czech J. Food Sci. 31 (1): 14-19.
Keywords

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Dengan mengirimkan manuskrip artikel, penulis setuju dengan kebijakan ini. Tidak diperlukan penandatanganan dokumen khusus.
1. Lisensi
Penggunaan artikel yang non-komersial akan diatur oleh lisensi Atribusi Creative Commons seperti yang saat ini ditampilkan pada Creative Commons Attribution 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
2. Jaminan Penulis
Penulis menjamin bahwa artikel tersebut asli, ditulis oleh penulis lain, belum diterbitkan sebelumnya, tidak mengandung pernyataan yang melanggar hukum, tidak melanggar hak orang lain, tunduk pada hak cipta yang dipegang secara eksklusif oleh penulis dan bebas dari setiap hak pihak ketiga, dan bahwa setiap izin tertulis yang diperlukan untuk mengutip dari sumber lain telah diperoleh oleh penulis.
3. Hak Pengguna
Jurnal Simbiosa adalah untuk menyebarluaskan artikel yang diterbitkan sebebas mungkin. Di bawah lisensi Creative Commons, Simbiosa mengizinkan pengguna untuk menyalin, mendistribusikan, menampilkan, dan melakukan pekerjaan hanya untuk tujuan non-komersial. Pengguna juga perlu mengaitkan penulis dan Jurnal Simbiosa dalam mendistribusikan karya di jurnal dan media publikasi lainnya.
4. Hak Penulis
Memegang semua hak mereka untuk karya yang diterbitkan, seperti (tetapi tidak terbatas pada) hak-hak berikut;
- Hak cipta dan hak kepemilikan lainnya yang berkaitan dengan artikel, seperti hak paten,
- Hak untuk menggunakan substansi artikel dalam karya masa depan sendiri, termasuk kuliah dan buku,
- Hak untuk mereproduksi artikel untuk keperluan sendiri,
- Hak untuk mengarsipkan diri sendiri artikel tersebut,
- Hak untuk mengadakan perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi artikel yang diterbitkan (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awal dalam jurnal Simbiosa ini.
5. Co-Authorship
Jika artikel tersebut disusun bersama oleh lebih dari satu penulis, setiap penulis yang menyerahkan naskah waran bahwa ia telah diberi wewenang oleh semua penulis bersama untuk menyetujui hak cipta dan pemberitahuan lisensi (perjanjian) ini atas nama mereka, dan setuju untuk memberi tahu rekan penulis dari ketentuan kebijakan ini. Jurnal Simbiosa tidak akan bertanggung jawab atas apa pun yang mungkin timbul karena perselisihan internal penulis. Jurnal Simbiosa hanya akan berkomunikasi dengan penulis yang sesuai.
6. Royalti
Menjadi jurnal yang dapat diakses secara terbuka dan menyebarkan artikel secara gratis di bawah masa lisensi Creative Commons yang disebutkan, penulis menyadari bahwa Jurnal Simbiosa tidak memberikan hak royalti kepada penulis atau biaya lainnya.
7. Lain-lain
Jurnal Simbiosa akan menerbitkan artikel (atau menerbitkannya) di jurnal jika proses editorial artikel berhasil diselesaikan. Editor Simbiosa dapat memodifikasi artikel dengan gaya tanda baca, ejaan, huruf besar, referensi, dan penggunaan yang dianggap tepat. Penulis mengakui bahwa artikel tersebut dapat dipublikasikan sehingga akan dapat diakses oleh publik dan akses tersebut akan gratis bagi pembaca seperti yang disebutkan dalam poin 3.