Identifikasi Bakteri Coliform Pada Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) Yang Diproduksi Di Kota Batam
Abstract
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada atau tidaknya bakteri coliform beserta jenisnya, yang terkandung dalam air minum dalam kemasan yang diproduksi di kota Batam. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh air minum dalam kemasan diproduksi di kota Batam. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Sampel diambil dari 8 merek air minum dalam kemasan yang diproduksi di kota Batam. Penelitian ini dilakukan di laboratorium Central Teknologi laboratorium medik, STIKES Perintis, Padang. Terhadap sampel dilakukan identifikasi Coliform yang dilakukan dengan metoda MPN (Most Probable Number). Pengujian MPN dilakukan dengan dua tahap yaitu, Uji Praduga (Presumptive Test) menggunakan medium LB (Lactosa Broth) dan Uji Konfirmasi (Confirmative Test) menggunakan medium BGLB (Brillian green laktosa broth). Dari hasil penelitian diperoleh hanya 2 sampel yang tidak mengandung bakteri coliform. Nilai MPN berkisar antara 2 - ≥ 979 MPN/100 ml. Setelah dilakukan uji pelengkap dari 16 sampel yang dianalisa diperoleh 8 sampel mengandung bakteri diantaranya Klebsiella sp., Enterobacter, Pseudomonas sp., dan Salmonella sp.References
Anonim, 2014. Air Minum dalam Kemasan, Standar Nasional Indonesia, SNI 01-3553-2006.
Athena, A., D, Anwar M., Hendro, M., & Muhasim, 2004. Kandungan Pb, Cd, Hg dalam Air Minum dari Depot Air Minum Isi Ulang di Jakarta, Tangerang dan Bekasi. Jurnal Ekologi Kesehatan, 3(3): 148–152.
Departemen Kesehatan RI. (2011). Profil Kesehatan Indonesia 2010. Jakarta.
Gafur, A., Kartini, A. D., & Rahman, 2017. Studi Kualitas Fisik Kimia dan Biologis pada Air Minum Dalam Kemasan Berbagai Merek yang Beredar di Kota Makassar Tahun 2106. Higiene, 3(1). 37-46.
Harsojo, & Irawati Z., 2011. Kontaminasi Awal dan Dekontaminasi Bakteri Patogen pada Jeroan Sapi dengan Iradiasi Gamma. J. Iptek Nuklir Ganendra, 14(2): 95–101.
Harsojo, & Kadir I. (2013). Study of Drinking Water Fungi And Its Pathogenic Effect s On Human Beings From District Bhimber, Azad Kashmir, Pakistan. J. Iptek Nuklir Ganendra, 16(1): 9–17.
Hussain, T., Ishtiaq, M., Hussain, A., & Sultana, K. (2011). Study of Drinking Water Fungi And Its Pathogenic Effects On Human Beings From District Bhimber , Azad Kashmir , Pakistan. Pak. J. Bot, 43(5): 2581–2585.
Jiwintarum, Y., Agrijanti, & Septiana, B. L. (2017). Most Probable Number (MPN) Coliform Dengan Variasi Volume Media Lactose Broth Single Strength (LBSS) Dan Lactose Broth Double Strength (LBDS). Jurnal Kesehatan Prima, 11(1):11–17.
Kasim, K. P., Setiani, O., & Endah W, N. (2014). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Cemaran Mikroba dalam Air Minum Isi Ulang pada Depot Air Minum Kota Makassar. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 13(2):39–44.
Kusuma, E. A., & Rasyid, R. (2015). Artikel Penelitian Identifikasi Bakteri Coliform pada Air Kobokan di Rumah Makan Kelurahan Andalas Kecamatan Padang Timur. Jurnal Kesehatan Andalas, 4(3):845–849.
Palupi, W., Belawati, S. F., & Monica, E., 2011. Pedoman Mutu Air Minum. EGC. Jakarta
Sembiring, F. Y., 2008. Manajemen Pengawasan Sanitasi Lingkungan Dan Kualitas Bakteriologis Pada Depot Air Minum Isi Ulang kota Batam. Tesis. Universitas Sumatera Utara. Medan.
Sengupta, C., & Saha, R., 2013. Understanding coliforms - a short review 1 Introduction 2 Definition of coliforms 3 Environmental significance. International Journal of Advanced Research, 1(4):16–25.
Soemirat, S. J., 2009. Kesehatan Lingkungan. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.
Suriawiria, U., 2008. Mikrobiologi Air dan Dasar-dasar Pengolahan Buangan Secara Biologis. Alumni. Bandung.
Winata, E., & Hartantyo, E., 2013. Kualitas Air Tanah di Sepanjang Kali Gajah Wong Ditinjau Dari Pola Sebaran Escherichia Coli (Studi Kasus Kecamatan Umbulharjo), Jurnal Fisika Indonesia, 17 (50): 8–11. https://doi.org/10.22146/jfi.24415
Keywords

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Dengan mengirimkan manuskrip artikel, penulis setuju dengan kebijakan ini. Tidak diperlukan penandatanganan dokumen khusus.
1. Lisensi
Penggunaan artikel yang non-komersial akan diatur oleh lisensi Atribusi Creative Commons seperti yang saat ini ditampilkan pada Creative Commons Attribution 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
2. Jaminan Penulis
Penulis menjamin bahwa artikel tersebut asli, ditulis oleh penulis lain, belum diterbitkan sebelumnya, tidak mengandung pernyataan yang melanggar hukum, tidak melanggar hak orang lain, tunduk pada hak cipta yang dipegang secara eksklusif oleh penulis dan bebas dari setiap hak pihak ketiga, dan bahwa setiap izin tertulis yang diperlukan untuk mengutip dari sumber lain telah diperoleh oleh penulis.
3. Hak Pengguna
Jurnal Simbiosa adalah untuk menyebarluaskan artikel yang diterbitkan sebebas mungkin. Di bawah lisensi Creative Commons, Simbiosa mengizinkan pengguna untuk menyalin, mendistribusikan, menampilkan, dan melakukan pekerjaan hanya untuk tujuan non-komersial. Pengguna juga perlu mengaitkan penulis dan Jurnal Simbiosa dalam mendistribusikan karya di jurnal dan media publikasi lainnya.
4. Hak Penulis
Memegang semua hak mereka untuk karya yang diterbitkan, seperti (tetapi tidak terbatas pada) hak-hak berikut;
- Hak cipta dan hak kepemilikan lainnya yang berkaitan dengan artikel, seperti hak paten,
- Hak untuk menggunakan substansi artikel dalam karya masa depan sendiri, termasuk kuliah dan buku,
- Hak untuk mereproduksi artikel untuk keperluan sendiri,
- Hak untuk mengarsipkan diri sendiri artikel tersebut,
- Hak untuk mengadakan perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi artikel yang diterbitkan (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awal dalam jurnal Simbiosa ini.
5. Co-Authorship
Jika artikel tersebut disusun bersama oleh lebih dari satu penulis, setiap penulis yang menyerahkan naskah waran bahwa ia telah diberi wewenang oleh semua penulis bersama untuk menyetujui hak cipta dan pemberitahuan lisensi (perjanjian) ini atas nama mereka, dan setuju untuk memberi tahu rekan penulis dari ketentuan kebijakan ini. Jurnal Simbiosa tidak akan bertanggung jawab atas apa pun yang mungkin timbul karena perselisihan internal penulis. Jurnal Simbiosa hanya akan berkomunikasi dengan penulis yang sesuai.
6. Royalti
Menjadi jurnal yang dapat diakses secara terbuka dan menyebarkan artikel secara gratis di bawah masa lisensi Creative Commons yang disebutkan, penulis menyadari bahwa Jurnal Simbiosa tidak memberikan hak royalti kepada penulis atau biaya lainnya.
7. Lain-lain
Jurnal Simbiosa akan menerbitkan artikel (atau menerbitkannya) di jurnal jika proses editorial artikel berhasil diselesaikan. Editor Simbiosa dapat memodifikasi artikel dengan gaya tanda baca, ejaan, huruf besar, referensi, dan penggunaan yang dianggap tepat. Penulis mengakui bahwa artikel tersebut dapat dipublikasikan sehingga akan dapat diakses oleh publik dan akses tersebut akan gratis bagi pembaca seperti yang disebutkan dalam poin 3.