Tumbuhan Nyamplung (Chalohyllum inophyllum Linn) dan Bioaktifitasnya
Abstract
Nyamplung (Calophyllum inophyllum L) adalah tumbuhan yang tersebar luas di Indonesia, terutama ditemukan di daerah pantai berpasir. Tumbuhan dengan pohon tinggi sedang ini sudah lama digunakan masyarakat sebagai obat. Keragaman metabolit sekunder yang dikandungnya memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai bahan baku obat untuk industri obat. Artikel ini ditulis berdasarkan literatur ilmiah untuk menjelaskan hubungan pemanfaatan Nyamplung (Chalohyllum inophyllum L.) dengan bioaktifitasnya sehingga pemanfaatannya sebagai obat dapat dikembangkan. Berdasarkan sejumlah penelitian tentang metabolit sekunder ditemukan senyawa terutama kelompok xanthone, kumarin, triterpenoid dan flavonoid. Senyawa ini memiliki bioaktivitas termasuk antikanker, antivirus, anti-HIV, antibakteri, antijamur, dan antiinflamasi.References
Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas. 2016. Indonesian Biodiversity Strategy and Action Plan 2015-2020. Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas. Jakarta.
Cansunar, E; Anthony, J.R; Graham, W dan Colin, S.S. 1990. Effect of coumarin on glucose uptake by anaerobic rumen fungi in the presence and absence of Methanobrevibacter smithii. FEMS Microbiology Letters. Vol. 70(2): 157-160
Departemen Kehutanan. 2008. Nyamplung (Calophyllum inophyllum L.) Sumber Energi Biofuel yang Potensial. Pusat Informasi Kehutanan. Jakarta.
Dweck, A.C dan Meadow, T. 2002. Tamanu (Calophyllum inophyllum) – the African, Asian, Polynesian and Pacific Panacea. International Journal of Cosmetic Science. Vol. 24(6): 341-348.
Friday, J.B dan Okano, D. 2006. Calophyllum inophyllum (kamani), ver.2.1. In: Elevitch, C.R. (ed.). Species Profiles for Pasivic Island Agroforestry. Permanent Agriculture Resources (PAR), Hōlualoa, Hawai’i. ( www.traditionaltree.org). Diakses 7 Juli 2019.
Hasibuan, S; Sahirman dan Yudawati, M.A. 2013. Karakteristik Fisikokimia Dan Antibakteri Hasil Purifikasi Minyak Biji Nyamplung (Calophyllum inophyllum L.). Agritech. Vol. 33(30):311-319
Hsieh, C; Yun Wei, L; Ching Hsein, C; Wenjun. K; Fuching M; Hanming, Y dan Chishih, C. 2017. Yellow and green pigments from Calophyllum inophyllum L. seed oil induce cell death in colon and lung cancer cells. Oncology Letters. Vol. 15(4): 5915-5923.
Jaikumar, K. Md; Sheik, N.M; Anand, D dan Saravanan, P. 2016. Anticancer Activity of Calophyllum Inophyllum L., Ethanolic Leaf Extract In MCF Human Breast Cell Lines. Int J Pharm Sci Res. Vol. 7(8): 3330-3335.
Kainuma, M; Baba, S; Chan, H.T; Inoue, T; Tangah, J; Wei, E. 2016. Medicinal Plants of Sandy Shores: A Short Review on Calophyllum inophyllum and Thespesia populnea. International Journal of Pharmacognosy and Phytochemical Research. Vol. 8(12):2056-2062
Kartika, I.A; Cerny, M; Vandenbossche, V; Rigal, L; Sablayrolles, C; Vialle C; Suparno, O; Ariono, D dan Evon, Ph. 2018. Direct Calophyllum oil extraction and resin separation with a binary solvent of n-hexane and methanol mixture. Open Archive TOULOUSE Archive Ouverte. Diakses 14 Juli 2019
Kim, H.P; Son, K.H; Chang, H.W dan Kang, S.S. 2004. Anti-inflammatory Plant Flavonoids and Cellular Action Mechanisms. J Pharmacol Sci. Vol. 96 (3): 229 – 245.
Leksono, B; Windyarini, E dan Hasnah, T.M. 2014. Budidaya Nyamplung (Calophyllum
Inophyllum L.) Untuk Bioenergi dan Prospek Pemanfaatan Lainnya. Bogor. IPB Press.
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. 2014. Kekinian Keanekaragaman Hayati Indonesia. LIPI Press. Jakarta.
Mishra, U.S; Murthy, P.N; Choudhury; P.K; Panigrahi, G; Mohapatra, S dan Pradhan, D. 2010. Antibacterial and Analgesic Effects of the Stem Barks of Calophyllum inophyllum. Int.J. ChemTech Res. Vol. 2(2): 973-979.
Mladenovic, M; Vuković, N; Sukdolak, S dan Solujić, S. 2010. Design of Novel 4-Hydroxy-chromene-2-one Derivatives as Antimicrobial Agents. Molecules. Vol. 15(6):4294-4308.
Mukhlisi dan Sidiyasa, K. 2011. Aspek Ekologi Nyamplung (Calophyllum inophyllum L.) di Hutan Pantai Tanah Merah, Taman Hutan Raya Bukit Soeharto (Some Ecological Aspects of Nyamplung (Calophyllum inophyllum L.) at Tanah Merah Coastal Forest, Taman Hutan Raya Bukit Soeharto). Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam. Vol. 8(3):385-397
Noor, Y.R; Khazali, M dan Suryadiputra, I.N.N. 1999. Panduan Mengenal Mangrove di Indonesia. PHKA/WI-IP. Bogor.
Permanasari, D. 2010. Isolasi dan Identifikasi Senyawa Caloxanthone B dari Kulit Batang Nyamplung (Calophyllum inophyllum Linn). (Skripsi). UNS. Diakses 14 Juli 2019
Praveena, Ch; Swaroopa, R.S dan Veeresham, C . 2013. Phytochemical Investigation of Calophyllum inophyllum Linn. Natural Products Chemistry & Research. Vol. 1(4):1-4
Ragasa, C.Y; Ebajo, V; Reyes, M.D, Mandia, E.H; Brkljača, R dan Urban, S. 2015. Triterpenes from Calophyllum inophyllum Linn. International Journal of Pharmacognosy and Phytochemical Research. Vol. 7(4): 718-722.
Raju, D.C dan Victoria, T.D. 2015. Phytochemical Screening and Bioactivity Studies of Immature and Mature Leaves of Calophyllum inophyllum.L. Journal of Chemical and Pharmaceutical Sciences. Vol. 8(1):46-51
Santi, S.R. 2014. Senyawa Antimakan Pada Minyak Biji Nyamplung (Calophyllum inophyllum L). Jurnal Kimia. Vol. 8(2): 226-230
Saravanan, P; Jaikumar, K; Sheik, N.M.M dan Anand, D. 2015. Phytochemical Analysis of Bioactive Compounds from Calophyllum inophyllum L., Leaf Extract Using GC-MS Analysis. International Journal of Pharmacognosy and Phytochemical Research. Vol. 7(5): 956-959
Shanmugapriya; Yeng, C; Jagat, R.K; Sreenivasan, S. 2016. Effects of Calophyllum inophyllum fruit extract on the proliferation and morphological characteristics of human breast cancer cells MCF-7. Asian Pacific Journal of Tropical Disease. Vol. 6(4):291-297
Sichaem, J; Santi, T dan Pongpun, S. 2018. Chemical Constituents from the Root Bark of Calophyllum inophyllum. Natural Product Communications. Vol. 13(6):727 – 729
Susanto, D.F; Hakun, W.A; Arief, W; Setiyo, G. 2017. Identification of phytochemical compounds in Calophyllum inophyllum leaves. Asian Pacific Journal of Tropical Biomedicine. Vol. 7(9):773–781
Suyono; Hartanti, N.U; Wibowo, A dan Narto. 2017. Biodisel dari Mangrove Jenis Nyamplung (Callophylum inophyllum) sebagai Alternatif Pengganti Bahan Bakar Minyak Fosil. Biosfera. Vol. 34(3):123 -130
Tsai, Sc; Yu-Hsin, L; Jo-Hua, C; Fon-Chang, L; Wen-Hsin, L; Shu-Jen, C; Wei-Yu, L; Chieh-Hsi, W dan Jing-Ru, W. 2012. Anti-inflammatory effects of Calophyllum inophyllum L. in RAW264.7 cells. Oncology Reports. Vol. 28(3):1096-1102
Warrier, K.C.S. 2010. Manual of Econornically Important F orestry Species in South India. Tamil Nadu. Institute of Forest Genetics and Tree Breeding. Coimbatore. India
Win, M.O. 2018. Pharmacological Properties of Calophyllum inophyllum –Updated Review. International Journal of Photochemistry and Photobiology. Vol. 2(1): 28-32.
Zakaria, M; Vijayasekaran; Zul, I; Nur, A.M. 2014. Anti-Inflammatory Activity of Calophyllum inophyllum Fruits Extracts. Procedia Chemistry. Vol. 13.218 – 220.
Keywords

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Dengan mengirimkan manuskrip artikel, penulis setuju dengan kebijakan ini. Tidak diperlukan penandatanganan dokumen khusus.
1. Lisensi
Penggunaan artikel yang non-komersial akan diatur oleh lisensi Atribusi Creative Commons seperti yang saat ini ditampilkan pada Creative Commons Attribution 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
2. Jaminan Penulis
Penulis menjamin bahwa artikel tersebut asli, ditulis oleh penulis lain, belum diterbitkan sebelumnya, tidak mengandung pernyataan yang melanggar hukum, tidak melanggar hak orang lain, tunduk pada hak cipta yang dipegang secara eksklusif oleh penulis dan bebas dari setiap hak pihak ketiga, dan bahwa setiap izin tertulis yang diperlukan untuk mengutip dari sumber lain telah diperoleh oleh penulis.
3. Hak Pengguna
Jurnal Simbiosa adalah untuk menyebarluaskan artikel yang diterbitkan sebebas mungkin. Di bawah lisensi Creative Commons, Simbiosa mengizinkan pengguna untuk menyalin, mendistribusikan, menampilkan, dan melakukan pekerjaan hanya untuk tujuan non-komersial. Pengguna juga perlu mengaitkan penulis dan Jurnal Simbiosa dalam mendistribusikan karya di jurnal dan media publikasi lainnya.
4. Hak Penulis
Memegang semua hak mereka untuk karya yang diterbitkan, seperti (tetapi tidak terbatas pada) hak-hak berikut;
- Hak cipta dan hak kepemilikan lainnya yang berkaitan dengan artikel, seperti hak paten,
- Hak untuk menggunakan substansi artikel dalam karya masa depan sendiri, termasuk kuliah dan buku,
- Hak untuk mereproduksi artikel untuk keperluan sendiri,
- Hak untuk mengarsipkan diri sendiri artikel tersebut,
- Hak untuk mengadakan perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi artikel yang diterbitkan (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awal dalam jurnal Simbiosa ini.
5. Co-Authorship
Jika artikel tersebut disusun bersama oleh lebih dari satu penulis, setiap penulis yang menyerahkan naskah waran bahwa ia telah diberi wewenang oleh semua penulis bersama untuk menyetujui hak cipta dan pemberitahuan lisensi (perjanjian) ini atas nama mereka, dan setuju untuk memberi tahu rekan penulis dari ketentuan kebijakan ini. Jurnal Simbiosa tidak akan bertanggung jawab atas apa pun yang mungkin timbul karena perselisihan internal penulis. Jurnal Simbiosa hanya akan berkomunikasi dengan penulis yang sesuai.
6. Royalti
Menjadi jurnal yang dapat diakses secara terbuka dan menyebarkan artikel secara gratis di bawah masa lisensi Creative Commons yang disebutkan, penulis menyadari bahwa Jurnal Simbiosa tidak memberikan hak royalti kepada penulis atau biaya lainnya.
7. Lain-lain
Jurnal Simbiosa akan menerbitkan artikel (atau menerbitkannya) di jurnal jika proses editorial artikel berhasil diselesaikan. Editor Simbiosa dapat memodifikasi artikel dengan gaya tanda baca, ejaan, huruf besar, referensi, dan penggunaan yang dianggap tepat. Penulis mengakui bahwa artikel tersebut dapat dipublikasikan sehingga akan dapat diakses oleh publik dan akses tersebut akan gratis bagi pembaca seperti yang disebutkan dalam poin 3.