Performa Pertumbuhan dan Kelulushidupan Lobster Air Tawar Capit Merah (Cherax quadraciantus) melalui Formulasi Pemberian Pakan dengan Frekuensi yang Berbeda
Abstract
Lobster air tawar capit merah Redclaw (Cherax qudricarinatus) merupakan komoditas perikanan air tawar yang sangat potensial untuk dikembangkan sebagai komoditas budidaya. Performa pertumbuhan dan kelulushidupan dapat ditingkatkan dengan meningkatkan frekuensi pemberian pakan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui frekuensi pemberian pakan yang optimal dalam mendukung pertumbuhan dan kelulushidupan. Perlakuan yang diuji adalah variasi frekuensi pemberian pakan 2 kali sehari, 3 kali sehari, dan 4 kali sehari. Lobster Redclaw yang digunakan memiliki bobot tubuh rata-rata 0,53±0,11 gram dengan panjang rata-rata 3,15±0,02 cm. Pemeliharaan dilakukan selama 90 hari dalam wadah akuarium, dengan padat tebar 20 ekor/wadah. Jenis pakan yang diberikan adalah pelet udang PF 100 ukuran 0,4–0,7 mm dengan proporsi 3% dari berat biomassa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan variasi frekuensi pemberian pakan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap performa pertumbuhan dan kelulushidupan. Nilai parameter kualitas air pada seluruh wadah selama pemeliharaan masih mendukung pertumbuhan dan kelangsungan hidup lobster air tawar capit merah.References
Budiardi, T., Irawan, D. Y dan Wahjuningrum, D. 2008. Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Lobster Capit Merah Cherax quadricarinatus Dipelihara Pada Sistem Resirkulasi Dengan Kepadatan yang Berbeda. Jurnal Akuakultur Indonesia. Vol. 7(2): 109–114.
Effendie, M. I. 2002. Biologi Perikanan Ed ke-2 (Edisi Revisi). Yayasan Pustaka Nusatama. Yogyakarta.
Hastuti, S.D., 2006. Pengaruh Jenis Pakan yang Berbeda Terhadap Pertumbuhan dan Kelulushidupan Lobster Air Tawar (Cherax quadricarinatus). Jurnal Protein. Vol. 13(1): 95-102.
Hutabarat, G.M., Pinandoyo dan Rachmawati, D. 2015. Performa Pertumbuhan Benih Lobster Air Tawar (Cherax quadricarinatus) Melalui Penambahan Enzim Papain Dalam Pakan Buatan. Journal of Aquaculture Management and Technology. Vol. 4(1): 10-18.
Iskandar, 2003. Budidaya Lobster Air Tawar. Agromedia Pustaka. Jakarta.
Kordi, 2010. Pakan Udang. Akademia. Jakarta.
Kurniasih, T., 2008. Lobster Air Tawar (Parastacidae: Cherax), Aspek Biologi, Habitat, Penyebaran, dan Potensi Pengembangannya. Media Akuakultur. Vol. 3(1): 31-35.
Kusmini, I.I., Hadie, W dan Sianipar, E.P. 2006. Suhu Optimum Untuk Laju Pertumbuhan dan Sintasan Benih Lobster Air Tawar Cherax quadricarinatus. Jurnal Riset Akuakultur. Vol. 1(1): 67-72.
Kusmini, 2010. Keragaan Pertumbuhan Benih Cherax quadricarinatus dari Berbagai Lokasi Untuk Mencapai Ukuran 5-6 Inci. Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur 2010. Balai Riset Perikanan Budidaya Air Tawar. Bogor.
Lengka, K. dan Kolopita, M dan Asma, S. 2013. Teknik Budidaya Lobster (Cherax quadricarinatus) Air Tawar di Balai Budidaya Air Tawar (BBAT) Tatelu. E-Journal Budidaya Perairan. Vol. 1(1): 15-21.
Lukito, A. Dan Prayugo, S., 2007. Panduan Lengkap Lobster Air Tawar. Penebar Swadaya. Jakarta.
Masser, M.P. dan Rouse, D.B., 1997. Australian Red Claw Crayfish. Southern Regional Aquaculture Center (SRAC). Publication No. 244. Southern Regional Aquaculture Center, Stoneville, MS.
Mukti, A.T., Mubarak, A.S dan Ermawan, A., 2009. Pengaruh Penambahan Madu Dalam Pakan Induk Jantan Lobster Air Tawar Red Claw (Cherax quadricarinatus) Terhadap Rasio Jenis Kelamin Larva. Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan. Vol. 1(1): 37-42.
Nainggolan. 2008. Uji Efek Ablasi terhadap Pertumbuhan Lobster (Cherax quadricarinatus) pada Wadah yang Terkontrol. Jurnal Ilmiah Satya Negara Indonesia. Vol. 1(2): 27-35.
Nuhman, N., 2009. Pengaruh Prosentase Pemberian Pakan Terhadap Kelangsungan Hidup dan Laju Pertumbuhan Udang Vannamei (Litopenaeus vannamei). Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan. Vol. 1(2): 193-197.
Patasik, S. 2005. Pembenihan Lobster Air Tawar Lokal Papua. Penebar Swadaya. Jakarta. hal. 5-10.
Rahmawan, H., Subandiyono dan Arini E. 2014. Pengaruh Penambahan Ekstrak Pepaya dan Ekstrak Nanas Terhadap Tingkat Pemanfaatan Protein Pakan dan Pertumbuhan Lobster Air Tawar (Cherax quadricarinatus). Journal of Aquaculture Management and Technology. Vol. 3(4): 75-83.
Rihardi, I., Amir, S. dan Abidin, Z. 2013. Pertumbuhan Lobster Air Tawar (Cherax quadricarinatus) pada Pemberian Pakan dengan Frekuensi yang Berbeda. Jurnal Perikanan Unram. Vol. 1(2): 28-36.
Sari, L.K. dan Astusy, S., 2012. Kelangsungan Hidup dan Pertumbuhan Ikan Rainbow Merah (Glossolepis incisus Weber) dan Lobster Air Tawar (Cherax quadricarinatus) Dengan Penebaran yang Berbeda Pada Polikultur Sistem Resirkulasi. Jurnal Perikanan Kelautan. Vol. 3(1): 49-57.
Setiawan, C. 2006. Teknik Pembenihan dan Cara Cepat Pembesaran Lobster Air Tawar. Agromedia Pustaka. Jakarta.
Setyono, D.E.D., 2006. Budidaya Pembesaran Udang Karang (Panulirus spp.). Jurnal Oseana. Vol. 31(4): 39-48.
Sukmajaya, I.Y., Si, M. dan Suharjo, I. 2003. Lobster Air Tawar; Komoditas Perikanan Prospektif. AgroMedia. Jakarta.
Tahe, S., Mangampa, M. dan Suwoyo, H.S. 2017. Pengaruh Lama Waktu Pemeliharaan Terhadap Pertumbuhan dan Sintasan Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) Pada Sistem Pentokolan. Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur (pp. 161-168).
Tumembouw, S.S. 2011. Kualitas Air Pada Kolam Lobster Air Tawar (Cherax quadricarinatus) di BBAT Tatelu. Jurnal Perikanan dan Kelautan Tropis. Vol. 7(3): 128-131.
Wie, K.L.C. 2007. Pembenihan Lobster Air Tawar; Meraup Untung dari Lahan Sempit. AgroMedia. Jakarta.
Wiyanto dan Hartono. 2007. Lobster Air Tawar, Pembenihan dan Pembesaran. Penebar Swadaya. Jakarta.
Keywords

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Dengan mengirimkan manuskrip artikel, penulis setuju dengan kebijakan ini. Tidak diperlukan penandatanganan dokumen khusus.
1. Lisensi
Penggunaan artikel yang non-komersial akan diatur oleh lisensi Atribusi Creative Commons seperti yang saat ini ditampilkan pada Creative Commons Attribution 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
2. Jaminan Penulis
Penulis menjamin bahwa artikel tersebut asli, ditulis oleh penulis lain, belum diterbitkan sebelumnya, tidak mengandung pernyataan yang melanggar hukum, tidak melanggar hak orang lain, tunduk pada hak cipta yang dipegang secara eksklusif oleh penulis dan bebas dari setiap hak pihak ketiga, dan bahwa setiap izin tertulis yang diperlukan untuk mengutip dari sumber lain telah diperoleh oleh penulis.
3. Hak Pengguna
Jurnal Simbiosa adalah untuk menyebarluaskan artikel yang diterbitkan sebebas mungkin. Di bawah lisensi Creative Commons, Simbiosa mengizinkan pengguna untuk menyalin, mendistribusikan, menampilkan, dan melakukan pekerjaan hanya untuk tujuan non-komersial. Pengguna juga perlu mengaitkan penulis dan Jurnal Simbiosa dalam mendistribusikan karya di jurnal dan media publikasi lainnya.
4. Hak Penulis
Memegang semua hak mereka untuk karya yang diterbitkan, seperti (tetapi tidak terbatas pada) hak-hak berikut;
- Hak cipta dan hak kepemilikan lainnya yang berkaitan dengan artikel, seperti hak paten,
- Hak untuk menggunakan substansi artikel dalam karya masa depan sendiri, termasuk kuliah dan buku,
- Hak untuk mereproduksi artikel untuk keperluan sendiri,
- Hak untuk mengarsipkan diri sendiri artikel tersebut,
- Hak untuk mengadakan perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi artikel yang diterbitkan (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awal dalam jurnal Simbiosa ini.
5. Co-Authorship
Jika artikel tersebut disusun bersama oleh lebih dari satu penulis, setiap penulis yang menyerahkan naskah waran bahwa ia telah diberi wewenang oleh semua penulis bersama untuk menyetujui hak cipta dan pemberitahuan lisensi (perjanjian) ini atas nama mereka, dan setuju untuk memberi tahu rekan penulis dari ketentuan kebijakan ini. Jurnal Simbiosa tidak akan bertanggung jawab atas apa pun yang mungkin timbul karena perselisihan internal penulis. Jurnal Simbiosa hanya akan berkomunikasi dengan penulis yang sesuai.
6. Royalti
Menjadi jurnal yang dapat diakses secara terbuka dan menyebarkan artikel secara gratis di bawah masa lisensi Creative Commons yang disebutkan, penulis menyadari bahwa Jurnal Simbiosa tidak memberikan hak royalti kepada penulis atau biaya lainnya.
7. Lain-lain
Jurnal Simbiosa akan menerbitkan artikel (atau menerbitkannya) di jurnal jika proses editorial artikel berhasil diselesaikan. Editor Simbiosa dapat memodifikasi artikel dengan gaya tanda baca, ejaan, huruf besar, referensi, dan penggunaan yang dianggap tepat. Penulis mengakui bahwa artikel tersebut dapat dipublikasikan sehingga akan dapat diakses oleh publik dan akses tersebut akan gratis bagi pembaca seperti yang disebutkan dalam poin 3.