Uji Antimikroba Daging Buah (Carica pubescens) Matang Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus Metode Kirby Bauer Secara In Vitro
Abstract
Staphylococcus aureus dapat menyebabkan infeksi kulit seperti bisul atau abses dan jerawat. Pengunaan antibiotik yang tidak tepat menyebabkan munculnya S. aureus yang resisten terhadap antibiotik karena adanya perubahan genetik. Permasalahan yang disebabkan akibat penggunaan antibiotik yang tidak tepat tersebut menimbulkan upaya eksplorasi senyawa antibakteri yang lebih efektif dengan dampak yang minimal. Salah satu tanaman yang bersifat sebagai antibakteri adalah daging buah karika (Carica pubescens). Penelitian ini dilakukan secara true eksperimental. S. aureus diperoleh dari laboratorium Universitas Airlangga dan diidentifikasi berdasarkan sifat biakan, pewarnaan Gram, uji biokimiawi dan uji gula-gula. Isolat selanjutnya diuji antimikroba terhadap ekstrak daging buah C. pubescens. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bakteri yang tumbuh, dapat memfermentasi plat mannitol salt agar, sel berbentuk bulat bergerombol, bersifat Gram +, dapat memfermentasi maltosa dan laktosa, dapat menkoagulasi plasma kelinci dan bereaksi positif terhadap uji clumping faktor dan uji Voges Proskouer. Pada penelitian ini, hasil uji menunjukkan bahwa ekstrak daging buah Carica pubescens dengan konsentrasi 20%, 40%, dan 60% memiliki daya hambat terhadap Staphylococcus aureus. Daya hambat terbesar terdapat pada konsentrasi 60%. Semakin kecil konsentrasi ekstrak C. pubescens, semakin kecil daya hambatnya terhadap S. aureus.References
Brooks, G. F., Carroll, K. C., Butel, J. S., Morse, S. A., & Mietzner, T. A., 2013. Jawetz, Melnick, & Adelberg’s, Medical Microbiology, 26th edition. New York: The McGraw-Hill Companies, Inc.
Fitriningrum, R., Sugiyarto, dan Susilowati, A., 2013. Analisis kandungan karbohidrat pada berbagai tingkat kematangan buah karika (Carica pubescens) di Kejajar dan Sembungan, Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah. Bioteknologi, Vol. 10 (1): 6-14.
Hanifah, N.Z., 2015. Uji Toksisitas Akut Ekstrak Metanol Daun Sirsak (Annona muricata L) Terhadap Larva Artemia salina Leach Dengan Metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Skripsi. UIN Hidayatullah. Jakarta.
Harli, S.A., 2016. Uji Toksisitas Fraksi Ekstrak Etanol Daun Pedang-Pedang (Sansevieria Trifasciata Prain) Terhadap Larva Udang (Artemia Salina Leach) Dengan Menggunakan Metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Skripsi. Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar. Makassar.
Hogg, S., 2013. Esstential Microbiology, 2nd edition. West Sussex: John Wiley & Sons, Ltd.
Indranila & M. Ulfah. 2015. Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Daun Karika (Carica pubescens) dengan Metode DPPH Beserta Identifikasi Senyawa Alkaloid, Fenol dan Flavonoid. Prosiding Seminar Nasional Peluang Herbal Sebagai Alternatif Medicine: 105-111.
Karou, D., Dicko, M.H., Simpore, J., and Traore, A.S., 2005. Antioxidant and Antibacterial Activities of Polyphenols From Etnomedicinal Plant Of Burkina Faso. African Journal Of Biotecnology. 4 (8): 823-828.
Khasanah, U., 2015. Pengaruh Perlakuan Pendahuluan Terhadap Karakteristik Mutu Minyak Atsiri Daun Jeruk Purut (Citrus hystrix DC). J Aplikasi Teknologi Pangan. Vol. 4 (2): 48-55.
Magfiroh, U.L., 2017. Faktor Ketinggian Tempat Terhadap Sintesis Vitamin Buah Carica (Carica pubescens). Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Biologi: B-69 – B-74.
Sugiyarto, D., Novalina, Susilowati, A., & Sasongko, H., 2019. Antibacterial Activity of Ethyl Acetate and n-hexane Fractions. AIP Conference Proceedings: 050005-1- 050005-7.
Sumiati T., Ferry E., Rina, A. P., 2016. Uji Toksisitas Ekstrak Daun Sirsak (Annona muricata L.) yang Berpotensi Sebagai Antikanker. Jurnal Farmamedika. Vol.1 (2): 84-91.
Susanti, A., 2008. Daya antibakteri ekstrak etanol daun beluntas (Pluchea indica less) terhadap Escherichia coli secara in vitro. Jurnal universitas airlangga. Vol. 1 (1): 1-10.
Tong,S.Y.C, Davis, J.S, Eichenberger, E, Holland, T.L, & Fowler, V. G., 2015. Staphylococcus aureus Trisia A, Philyria R, & Toemon, AN, 2018, Uji Antibakteri Daun Kalanduyung terhadap Staphylococcus aureus. Journal ASM. Vol. 15 (4): 105-120.
Tortora, G.J., Funke, B.R., & Case, C.L., 2013. Microbiology an Introduction, 11th edition. New York: Pearson Education, Inc.
Umami, N. R., 2018. Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol 70% Biji Carica (Carica pubescens) terhadap Bakteri Salmonella thypi. Skripsi. Universitas Muhammadiyah Surakarta, Surakarta.
Wulandari, R. A. S., 2017. Formulasi Dan Uji Aktivitas Antibakteri Staphylococcus epidermidis Sediaan Mikroemulsi Ekstrak Daun Kersen (Muntingia calabura Linn.) Dengan Fase Minyak Isopropil Mirystate. Skripsi. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim. Malang.
Keywords

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Dengan mengirimkan manuskrip artikel, penulis setuju dengan kebijakan ini. Tidak diperlukan penandatanganan dokumen khusus.
1. Lisensi
Penggunaan artikel yang non-komersial akan diatur oleh lisensi Atribusi Creative Commons seperti yang saat ini ditampilkan pada Creative Commons Attribution 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
2. Jaminan Penulis
Penulis menjamin bahwa artikel tersebut asli, ditulis oleh penulis lain, belum diterbitkan sebelumnya, tidak mengandung pernyataan yang melanggar hukum, tidak melanggar hak orang lain, tunduk pada hak cipta yang dipegang secara eksklusif oleh penulis dan bebas dari setiap hak pihak ketiga, dan bahwa setiap izin tertulis yang diperlukan untuk mengutip dari sumber lain telah diperoleh oleh penulis.
3. Hak Pengguna
Jurnal Simbiosa adalah untuk menyebarluaskan artikel yang diterbitkan sebebas mungkin. Di bawah lisensi Creative Commons, Simbiosa mengizinkan pengguna untuk menyalin, mendistribusikan, menampilkan, dan melakukan pekerjaan hanya untuk tujuan non-komersial. Pengguna juga perlu mengaitkan penulis dan Jurnal Simbiosa dalam mendistribusikan karya di jurnal dan media publikasi lainnya.
4. Hak Penulis
Memegang semua hak mereka untuk karya yang diterbitkan, seperti (tetapi tidak terbatas pada) hak-hak berikut;
- Hak cipta dan hak kepemilikan lainnya yang berkaitan dengan artikel, seperti hak paten,
- Hak untuk menggunakan substansi artikel dalam karya masa depan sendiri, termasuk kuliah dan buku,
- Hak untuk mereproduksi artikel untuk keperluan sendiri,
- Hak untuk mengarsipkan diri sendiri artikel tersebut,
- Hak untuk mengadakan perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi artikel yang diterbitkan (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awal dalam jurnal Simbiosa ini.
5. Co-Authorship
Jika artikel tersebut disusun bersama oleh lebih dari satu penulis, setiap penulis yang menyerahkan naskah waran bahwa ia telah diberi wewenang oleh semua penulis bersama untuk menyetujui hak cipta dan pemberitahuan lisensi (perjanjian) ini atas nama mereka, dan setuju untuk memberi tahu rekan penulis dari ketentuan kebijakan ini. Jurnal Simbiosa tidak akan bertanggung jawab atas apa pun yang mungkin timbul karena perselisihan internal penulis. Jurnal Simbiosa hanya akan berkomunikasi dengan penulis yang sesuai.
6. Royalti
Menjadi jurnal yang dapat diakses secara terbuka dan menyebarkan artikel secara gratis di bawah masa lisensi Creative Commons yang disebutkan, penulis menyadari bahwa Jurnal Simbiosa tidak memberikan hak royalti kepada penulis atau biaya lainnya.
7. Lain-lain
Jurnal Simbiosa akan menerbitkan artikel (atau menerbitkannya) di jurnal jika proses editorial artikel berhasil diselesaikan. Editor Simbiosa dapat memodifikasi artikel dengan gaya tanda baca, ejaan, huruf besar, referensi, dan penggunaan yang dianggap tepat. Penulis mengakui bahwa artikel tersebut dapat dipublikasikan sehingga akan dapat diakses oleh publik dan akses tersebut akan gratis bagi pembaca seperti yang disebutkan dalam poin 3.