Keanekaragaman Capung (Ordo: Odonata) di Kawasan Hutan Lindung Duriangkang Tanjung Piayu Batam
Abstract
Hutan Lindung Duriangkang merupakan hutan lindung terluas di kota Batam, yang memiliki peranan penting sebagai daerah resapan air dan menjaga persediaan air bersih dalam menunjang kebutuhan masyarakat sekitar. Keberadaan capung dapat dijadikan sebagai indikator lingkungan karena dalam proses perkembangannya capung membutuhkan lingkungan yang baik untuk menunjang setiap fase kehidupannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui struktur komunitas capung di kawasan hutan lindung Duriangkang, Tanjung Piayu Batam. Pengambilan data dengan menggunakan metode jelajah (visual day flying) di sepanjang jalur pengamatan. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan 24 jenis capung yang terdiri dari 4 Famili dengan total 429 individu. Indeks Keanekaragaman total sebesar 2,709 yang tergolong sedang. Indeks Kemerataan (E) sebesar 0.852 yang tergolong tinggi. Indeks Kekayaan Jenis sebesar 3.794 yang tergolong sedang, Indeks Dominansi total sebesar 0.090 yang tergolong kategori rendah atau tidak terdapat jenis yang mendominansi. Indeks Kesamaan Jenis yang diperoleh dari perbandingan stasiun 1-2 dan 1-3 tergolong sama (62% dan 63%) dan indeks kesamaan jenis dari stasiun 2-3 tergolong berlainan (36%) sehingga kualitas ekosistem pada kawasan Hutan Lindung Duriangkang tergolong stabil dan merata. Kehadiran capung sangat erat kaitannya dengan keberadaan badan perairan di suatu habitat, lebih menyenangi habitat terbuka dengan vegetasi semak dibandingkan hutan dengan hutan dengan tutupan tajuk yang rapat.References
Ansori, I., 2009. Kelimpahan dan dinamika Populasi Odonata Berdasarkan Hubungannya dengan Fenologi Padi di Beberapa Persawahan Sekitar Bandung Jawa Barat. Jurnal ExactaI 7(2): 69-75.
Borror, D. J., Triplehorn, C. A., & Johnson, N. J., 1992. Pengenalan pelajaran serangga. Gadjah Mada University. Yogyakarta.
Cafferty, W. P. M., 1981. Aquatic Entomology. Jones and Bartlett. Boston, 125-147.
Gustia, N., Jasmi, dan Pratiwi, P., 2013. Kepadatan populasi capung Crocothemis servilia (odonata: Libellulidae) pada pertanaman padi sawah di Kelurahan Anduring Kecamatan Kuranji Padang Sumatera Barat. Jurnal Pendidikan Biologi, 1(1): 1-5.
Hadi, H., Mochamad, Tarwotjo, Udi dan Rahadian, Rully, 2009. Biologi Insekta Entomologi (Edisi Pertama). Graha Ilmu, Yogyakarta. 162 hlm.
Irawan, F., Hadi, M., dan Tarwotjo, U., 2017 Struktur Komunitas Odonata Dikawasan Wana Wisata Curug Semirang Kecamatan Ungaran Barat, Semarang, Jurnal Bioma, 19 (1): 69-75.
Pamungkas, D.W., dan Ridwan, M., 2015. Keragaman jenis capung dan capung jarum (Odonata) di beberapa sumber air di Magetan, Jawa Timur. Prosiding SeminarNasional Masyarakat Biodiversitas Indonesia, Vol. 1(6): 1295-1301.
Rizal, S., dan Hadi, M., 2015. Inventarisasi Jenis Capung (Odonata ) Pada Areal Persawahan Di Desa Pundenarum Kecamatan Karangawen Kabupaten Demak. Jurnal Bioma,Vol. 17(1): 16–20.
Samways, M. J., 2008. Dragonflies and Damselflies of Sout Africa. Pensoft Publishers. Sofia.
Setiyono, J., Diniarsih, S., Oscilata E. N. R., dan Budi, N. S., 2017. Dragonflies of Yogyakarta, Jenis Capung Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia Dragonnfly Society, Yogyakarta.
Sigit, W., 2013. Keanekaragaman capung perairan Wendit, Malang, Jawa Timur, Indonesia Dragonfly Society. Malang.
Siregar, A. Z., 2016. keanekaragaman dan konservasi status capung dikampus hijau Universitas Sumatera Utara, Medan - Indonesia. Jurnal Pertanian Tropik Kultura, Vol. 3(1): 25-30.
Suharto, A., 2017. Biodiversity Area Konservasi Pantai Randutatah. PT. Lafirza Global Indonesia, Probolinggo.
Susanti, 1998. Seri Panduan Lapangan Mengenal Capung. Pusatlitbang Biologi - Lipi. Bogor.
Virgiawan, C., Hindun, I., dan Sukarsono, 2015. Studi Keanekaragaman Capung (Odonata) Sebagai Bioindikator Kualitas Air Sungai Brantas Batu-Malang Dan Sumber Belajar Biologi. Jurnal Pendidikan Biologi, Vol. 1(2): 188–196.
Wijayanto, Nafisah, Laily, dan Zaman, 2016. Inventarisasi capung (insecta: odonata) dan variasi habitatnya di resort tegal bunder dan teluk terima Taman Nasional Bali Barat (TNBB). Jurnal Seminar nasional pendidikan dan saintek, Vol. (1): 427-434.
Keywords

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Dengan mengirimkan manuskrip artikel, penulis setuju dengan kebijakan ini. Tidak diperlukan penandatanganan dokumen khusus.
1. Lisensi
Penggunaan artikel yang non-komersial akan diatur oleh lisensi Atribusi Creative Commons seperti yang saat ini ditampilkan pada Creative Commons Attribution 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
2. Jaminan Penulis
Penulis menjamin bahwa artikel tersebut asli, ditulis oleh penulis lain, belum diterbitkan sebelumnya, tidak mengandung pernyataan yang melanggar hukum, tidak melanggar hak orang lain, tunduk pada hak cipta yang dipegang secara eksklusif oleh penulis dan bebas dari setiap hak pihak ketiga, dan bahwa setiap izin tertulis yang diperlukan untuk mengutip dari sumber lain telah diperoleh oleh penulis.
3. Hak Pengguna
Jurnal Simbiosa adalah untuk menyebarluaskan artikel yang diterbitkan sebebas mungkin. Di bawah lisensi Creative Commons, Simbiosa mengizinkan pengguna untuk menyalin, mendistribusikan, menampilkan, dan melakukan pekerjaan hanya untuk tujuan non-komersial. Pengguna juga perlu mengaitkan penulis dan Jurnal Simbiosa dalam mendistribusikan karya di jurnal dan media publikasi lainnya.
4. Hak Penulis
Memegang semua hak mereka untuk karya yang diterbitkan, seperti (tetapi tidak terbatas pada) hak-hak berikut;
- Hak cipta dan hak kepemilikan lainnya yang berkaitan dengan artikel, seperti hak paten,
- Hak untuk menggunakan substansi artikel dalam karya masa depan sendiri, termasuk kuliah dan buku,
- Hak untuk mereproduksi artikel untuk keperluan sendiri,
- Hak untuk mengarsipkan diri sendiri artikel tersebut,
- Hak untuk mengadakan perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi artikel yang diterbitkan (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awal dalam jurnal Simbiosa ini.
5. Co-Authorship
Jika artikel tersebut disusun bersama oleh lebih dari satu penulis, setiap penulis yang menyerahkan naskah waran bahwa ia telah diberi wewenang oleh semua penulis bersama untuk menyetujui hak cipta dan pemberitahuan lisensi (perjanjian) ini atas nama mereka, dan setuju untuk memberi tahu rekan penulis dari ketentuan kebijakan ini. Jurnal Simbiosa tidak akan bertanggung jawab atas apa pun yang mungkin timbul karena perselisihan internal penulis. Jurnal Simbiosa hanya akan berkomunikasi dengan penulis yang sesuai.
6. Royalti
Menjadi jurnal yang dapat diakses secara terbuka dan menyebarkan artikel secara gratis di bawah masa lisensi Creative Commons yang disebutkan, penulis menyadari bahwa Jurnal Simbiosa tidak memberikan hak royalti kepada penulis atau biaya lainnya.
7. Lain-lain
Jurnal Simbiosa akan menerbitkan artikel (atau menerbitkannya) di jurnal jika proses editorial artikel berhasil diselesaikan. Editor Simbiosa dapat memodifikasi artikel dengan gaya tanda baca, ejaan, huruf besar, referensi, dan penggunaan yang dianggap tepat. Penulis mengakui bahwa artikel tersebut dapat dipublikasikan sehingga akan dapat diakses oleh publik dan akses tersebut akan gratis bagi pembaca seperti yang disebutkan dalam poin 3.