Identifikasi, Keragaman dan Sebaran Caulerva sp Sebagai Komoditas Potensial Budidaya Pulau Bunguran, Natuna
Abstract
Jenis angur laut Caulerpa sp saat ini menjadi komoditas ekspor sebagai produk makanan, obat-obatan, dan kosmetik. Caulerpa sp memiliki sebaran yang cukup luas terutama pada kawasan beriklim tropis. Jenis Caulerpa sp juga dijumpai hingga perairan Natuna. Kepulauan Natuna merupakan suatu wilayah di utara dari Provinsi Kepulauan Riau dengan potensi lautnya menyimpan sumberdaya yang beragam, termasuk komunitas anggur laut Caulerpa sp. Culerva sp merupakan salah satu jenis tumbuhan laut yang memiliki nilai nutrien yang baik tertutama untuk kesehatan dan kosmetik, sehingga penelitian terkait dengan sebaran jenis dan komposisinya sebagai upaya awal untuk pengembangan budidaya perlu dilakukan. Penelitian dilaksanakan selama periode bulan Juli-September 2019. Sampling dilakukan pada 8 lokasi yang berbeda mulai dari kawasan Ranai Kota hingga Klarik. Pengambilan data jenis Caulerpa sp mengunakan metode transek garis sepanjang 100 meter kearah laut dengan kuadran ukuran 10 x 10 m, sebanyak 3 kali sampling per stasiun. Hasil penelitian ditemukan 3 spesies dari anggur laut Caulerpa sp yakni C. taxifolia, C. lentilifera, dan C. recemosa. komposisi tertinggi pada jenis C.taxifolia mencapai 53,7%. Hasil penelitian menunjukkan tingkat keanekaragaman yang rendah, keseragaman tergolong tinggi, dan dominansi yang rendah. Hanya ada beberapa stasiun dengan tingkat dominansi yang tinggi yakni stasiun 2 dan stasiun 6 masing-masing di dominasi oleh jenis C. taxifolia dan jenis C. lentilifera.References
Dwimayasari. R dan Kurnianto. D. 2018. Komunitas Makroalga di Perairan Tayando-Tam, Maluku Tenggara. Oseanografi dan Limnologi di Indonesia. 3(1): 39-48.
Fachrul, M. F. 2007. Metode Sampling Bioekologi. Bumi Aksara, Jakarta.
Ferawati, E. Widyartini, D. S, Insan. I. 2014. Studi Komunitas Rumput Laut pada Berbagai Substrat di Perairan Pantai Permisan Kabupaten Cilacap. Scripta Biologica. 1(1): 55-60.
Kadi, A. 2004. Potensi Rumput Laut di Beberapa Perairan Pantai Indonesia. Oseana. 29(4): 25-36.
Litaay, C. 2014. Sebaran dan Keragaman Komunitas Makro Algae di Perairan Teluk Ambon. Jurnal Ilmu dan Teknologgi Kelautan Tropis. 6(1): 131-142.
Nofiani, R. Hertanto. S, Zaharah. T. A, Gafur. S. 2018. Proximate Compositions and Biological Activities of Caulerpa lentillifera. Molekul. 13(2): 141-147.
Masak, P. R, Mansyur. A. Rachmansyah. 2007. Rumput Laut Jenis Caulerpa dan Peluang Budidayanya di Sulawesi Selatan. Media Akuakultur. 2(2): 80-85.
Novianti, D, Rejeki. S, Susilowati. T. 2015. Effect of Different Initial Weight to the Growth of Latoh (Caulerpa lentillifera) Cultivated at the Bottom of “Tambak”, Jepara. Jurnal of Aquaculture Management and Technology. 4(4): 67-73.
Nurkiama, L, Muzahar, Idris. F. 2015. Keanekaragaman dan Pola Sebaran Makroalga di Perairan Laut Pulau Pucung Desa Malang Rapat Kabupaten Bintan. Repositori Jurnal UMRAH.
Oedjoe, M. D. R, Rebhung. F, Sunadji. 2019. Rumput Laut (Kappaphycus Alvarezii) sebagai Komoditas Unggulan dalam Meningkatkan Nilai Tambah Bagi Kesejahteraan Masyarakat Di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan. 11(1): 62-69.
Schembri, P. J, Barbara. J, Deidun. A, Lanfranco. E, Lanfranco. S. 2015. It was only a matter of time: occurrence of Caulerpa taxifolia (Vahl) C. Agardh var. distichophylla (Sonder) Verlaque, Huisman and Procaccini in the Maltese Islands (Chlorophyta, Ulvophyceae, Caulerpaceae). Bio Invasions Record. 4(1): 9-16.
Tanduyan, S. N, Gonzaga. R. B, Bensig. V. D., 2013. Off bottom culture of Caulerpa lentillifera in three different water levels in the marine waters of San Francisco, Cebu, Philippines. Journal of Coral Reff Studies. 123-132.
Tapotubun, A. M. 2018. Komposisi Kimia Rumput Laut Caulerpa lentillifera dari Perairan Kei Maluku dengan Metode Pengeringan Berbeda. Jurnal PHPI. 21(1): 11-23.
Wibowo, E, Ario. R, Suryono, Taufiq. N, Destalino. 2018. Struktur Komunitas Rumput Laut di Perairan Pasir Panjang Desa Olibuu Kabupaten Boalemo, Gorontalo. Buletin Oseanografi Marina April. 7(1): 59-66.
Keywords

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Dengan mengirimkan manuskrip artikel, penulis setuju dengan kebijakan ini. Tidak diperlukan penandatanganan dokumen khusus.
1. Lisensi
Penggunaan artikel yang non-komersial akan diatur oleh lisensi Atribusi Creative Commons seperti yang saat ini ditampilkan pada Creative Commons Attribution 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
2. Jaminan Penulis
Penulis menjamin bahwa artikel tersebut asli, ditulis oleh penulis lain, belum diterbitkan sebelumnya, tidak mengandung pernyataan yang melanggar hukum, tidak melanggar hak orang lain, tunduk pada hak cipta yang dipegang secara eksklusif oleh penulis dan bebas dari setiap hak pihak ketiga, dan bahwa setiap izin tertulis yang diperlukan untuk mengutip dari sumber lain telah diperoleh oleh penulis.
3. Hak Pengguna
Jurnal Simbiosa adalah untuk menyebarluaskan artikel yang diterbitkan sebebas mungkin. Di bawah lisensi Creative Commons, Simbiosa mengizinkan pengguna untuk menyalin, mendistribusikan, menampilkan, dan melakukan pekerjaan hanya untuk tujuan non-komersial. Pengguna juga perlu mengaitkan penulis dan Jurnal Simbiosa dalam mendistribusikan karya di jurnal dan media publikasi lainnya.
4. Hak Penulis
Memegang semua hak mereka untuk karya yang diterbitkan, seperti (tetapi tidak terbatas pada) hak-hak berikut;
- Hak cipta dan hak kepemilikan lainnya yang berkaitan dengan artikel, seperti hak paten,
- Hak untuk menggunakan substansi artikel dalam karya masa depan sendiri, termasuk kuliah dan buku,
- Hak untuk mereproduksi artikel untuk keperluan sendiri,
- Hak untuk mengarsipkan diri sendiri artikel tersebut,
- Hak untuk mengadakan perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi artikel yang diterbitkan (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awal dalam jurnal Simbiosa ini.
5. Co-Authorship
Jika artikel tersebut disusun bersama oleh lebih dari satu penulis, setiap penulis yang menyerahkan naskah waran bahwa ia telah diberi wewenang oleh semua penulis bersama untuk menyetujui hak cipta dan pemberitahuan lisensi (perjanjian) ini atas nama mereka, dan setuju untuk memberi tahu rekan penulis dari ketentuan kebijakan ini. Jurnal Simbiosa tidak akan bertanggung jawab atas apa pun yang mungkin timbul karena perselisihan internal penulis. Jurnal Simbiosa hanya akan berkomunikasi dengan penulis yang sesuai.
6. Royalti
Menjadi jurnal yang dapat diakses secara terbuka dan menyebarkan artikel secara gratis di bawah masa lisensi Creative Commons yang disebutkan, penulis menyadari bahwa Jurnal Simbiosa tidak memberikan hak royalti kepada penulis atau biaya lainnya.
7. Lain-lain
Jurnal Simbiosa akan menerbitkan artikel (atau menerbitkannya) di jurnal jika proses editorial artikel berhasil diselesaikan. Editor Simbiosa dapat memodifikasi artikel dengan gaya tanda baca, ejaan, huruf besar, referensi, dan penggunaan yang dianggap tepat. Penulis mengakui bahwa artikel tersebut dapat dipublikasikan sehingga akan dapat diakses oleh publik dan akses tersebut akan gratis bagi pembaca seperti yang disebutkan dalam poin 3.