Keanekaragaman, Bioekologi Ikan di Perairan Pantai Barat Pulau Rempang Kecamatan Galang Kota Batam
Abstract
Penelitian ini dilaksanakan selama 5 bulan, dimulai bulan Juni hingga Oktober 2019, yang berlokasi di area perairan tangkap pantai Barat P. Rempang. Lokasi pengamatan terdiri dari 3 stasiun antara lain: P. Nibung (St. 1); P. Panjang Dalam (St. II); P. Panjang Luar (St. III). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keanekaragaman ikan, karakteristik taksonomi spesies ikan dan kondisi bioekologi ikan. Hasil identifikasi diperoleh bahwa ikan di perairan pantai Barat P. Rempang tergolong ke dalam 3 ordo, 18 famili, dan 29 spesies dengan 10 jenis ikan yang dominan yakni: Bandeng, Belanak, Dingkis, Gelam, Kurisi ekor kuning, Kurisi merah, Lingkis, Lebam, Mentimun tande dan Mentimun garis kuning. Kondisi kualitas fisika-kimia perairan parameter suhu, salinitas, DO, pH, kecepatan arus, dan kecerahan relatif normal. Analisis status ekobiologi memperlihatkan 10 spesies cenderung bernilai kecil yakni rata-rata < 1 atau berkisar 0,005 – 0,215 yang berarti bahwa pola pertumbuhan adalah allometrik (negatif) dimana pertumbuhan panjang lebih cepat dari pertumbuhan bobot tubuh. Tinjauan faktor kondisi Fulton (K) memperlihatkan kisaran nilai 17,60 – 30,46. Faktor kondisi berat relatif (Wr) tertinggi terdapat pada ikan belanak (107,81) dan terendah pada ikan bandeng (103,13), dimana kedua jenis ikan ini masih pada rentang nilai yang berdekatan dengan nilai indikator 100 yang berarti bahwa terdapat keseimbangan antara mangsa dan predator.References
Arifianti, D., 2006. Diktat Ichthyology. Universitas Brawijaya Press, Malang
Effendie, M. I., 2002. Biologi perikanan. Yayasan Pustaka Nusatama. Yogyakarta
Pasaribu, F., 2016. Keanekaragaman Ikan di Perairan Barat Pulau Batam yang Tertangkap Menggunakan Bubu dan Implementasinya dalam Buku Panduan Pengenalan Jenis Jenis Ikan Laut. (Skripsi) Prodi Pendidikan Biologi. FKIP Universitas Riau Kepulauan (UNRIKA) Batam. 87 pp.
Gazali, S., & Firdaus, M., 2011. Analisis Potensi dan Aspek Morfometrik Reproduksi Ikan Puput (Ilisha elongata) yang Berasal dari Tangkapan Nelayan di Sekitar Perairan Kota Tarakan. Program Studi Manajemen Sumberdaaya Perairan. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Universitas Borneo, Tarakan.
Yuniar, I., 2017. Biologi Reproduksi Ikan. Hang Tuah University Press. Surabaya.
Muchlisin, Z.A., Musman, M., Siti-Azizah, M. N., 2010. Length-Weight Relationships and Condition Factors of Two Threatened Fishes, Rasbora tawarensis and Poropuntius tawarensis, Endemic to Lake Laut Tawar, Aceh Province, Indonesia. Journal of Applied Ichthyology, 26: 949-953.
Mulfizar, Muchlisin, Z. A., Dewiyanti, I., 2012. Hubungan Panjang Berat dan Faktor Kondisi Tiga Jenis Ikan Yang Tertangkap Di Perairan Kuala Gigieng, Aceh Besar, Provinsi Aceh. Depik, Vol. 1 (1): 1-9.
Muttaqin, Z., Dewiyanti, I., Aliza, D., 2016. Kajian Hubungan Panjang Berat Dan Faktor Kondisi Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Dan Ikan Belanak (Mugil cephalus) Yang Tertangkap Di Sungai Matang Guru, Kecamatan Madat, Kabupaten Aceh Timur. Depik, Vol. 1(3): 397-403.
Okfan, A., Maskananfola, M.R., dan Djuwito, 2015. Studi Ekologi dan Aspek Biolgi Ikan Belanak (Mungil sp) di Perairan Muara Sungai Banger, Kota Pekalongan. Diponegoro Journal Of Maquares. Vol. 4(3): 156-163.
Ramadhani, A., Muchlisin, Z. A., Sarong, M.A., Batubara, A.S., 2017. Hubungan panjang berat dan faktor kondisi ikan kerapu Famili Serranidae yang tertangkap di Perairan Pulo Aceh Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh. Depik, 6(2): 112-1,
Redjeki, S., 2013. Komposisi dan Kelimpahan Ikan di Ekosistem Mangrove di Kedungmalang, Jepara. ILMU KELAUTAN. Volume 18(1):54-60 ISSN 0853-7291
Min, T. S., et. al., 1982. A Colour Guide to the Fishes of the South China Sea and the Andaman Sea. Primary Productin Departemen Singapore Singapore.
Usman, M. T., dan Affandi, R., 2017. Biologi Reproduksi Ikan. Intimedia, Malang.
Wahyudewantoro, G., dan Haryono, 2013. Hubungan Panjang Berat Dan Faktor Kondisi Ikan Belanak Liza subviridis Di Perairan Taman Nasional Ujung Kulon-Pandeglang, Banten. Bionatura-Jurnal Ilmu-ilmu Hayati dan Fisik, Vol. 15, No. 3: 175 – 178.
Keywords

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Dengan mengirimkan manuskrip artikel, penulis setuju dengan kebijakan ini. Tidak diperlukan penandatanganan dokumen khusus.
1. Lisensi
Penggunaan artikel yang non-komersial akan diatur oleh lisensi Atribusi Creative Commons seperti yang saat ini ditampilkan pada Creative Commons Attribution 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
2. Jaminan Penulis
Penulis menjamin bahwa artikel tersebut asli, ditulis oleh penulis lain, belum diterbitkan sebelumnya, tidak mengandung pernyataan yang melanggar hukum, tidak melanggar hak orang lain, tunduk pada hak cipta yang dipegang secara eksklusif oleh penulis dan bebas dari setiap hak pihak ketiga, dan bahwa setiap izin tertulis yang diperlukan untuk mengutip dari sumber lain telah diperoleh oleh penulis.
3. Hak Pengguna
Jurnal Simbiosa adalah untuk menyebarluaskan artikel yang diterbitkan sebebas mungkin. Di bawah lisensi Creative Commons, Simbiosa mengizinkan pengguna untuk menyalin, mendistribusikan, menampilkan, dan melakukan pekerjaan hanya untuk tujuan non-komersial. Pengguna juga perlu mengaitkan penulis dan Jurnal Simbiosa dalam mendistribusikan karya di jurnal dan media publikasi lainnya.
4. Hak Penulis
Memegang semua hak mereka untuk karya yang diterbitkan, seperti (tetapi tidak terbatas pada) hak-hak berikut;
- Hak cipta dan hak kepemilikan lainnya yang berkaitan dengan artikel, seperti hak paten,
- Hak untuk menggunakan substansi artikel dalam karya masa depan sendiri, termasuk kuliah dan buku,
- Hak untuk mereproduksi artikel untuk keperluan sendiri,
- Hak untuk mengarsipkan diri sendiri artikel tersebut,
- Hak untuk mengadakan perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi artikel yang diterbitkan (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awal dalam jurnal Simbiosa ini.
5. Co-Authorship
Jika artikel tersebut disusun bersama oleh lebih dari satu penulis, setiap penulis yang menyerahkan naskah waran bahwa ia telah diberi wewenang oleh semua penulis bersama untuk menyetujui hak cipta dan pemberitahuan lisensi (perjanjian) ini atas nama mereka, dan setuju untuk memberi tahu rekan penulis dari ketentuan kebijakan ini. Jurnal Simbiosa tidak akan bertanggung jawab atas apa pun yang mungkin timbul karena perselisihan internal penulis. Jurnal Simbiosa hanya akan berkomunikasi dengan penulis yang sesuai.
6. Royalti
Menjadi jurnal yang dapat diakses secara terbuka dan menyebarkan artikel secara gratis di bawah masa lisensi Creative Commons yang disebutkan, penulis menyadari bahwa Jurnal Simbiosa tidak memberikan hak royalti kepada penulis atau biaya lainnya.
7. Lain-lain
Jurnal Simbiosa akan menerbitkan artikel (atau menerbitkannya) di jurnal jika proses editorial artikel berhasil diselesaikan. Editor Simbiosa dapat memodifikasi artikel dengan gaya tanda baca, ejaan, huruf besar, referensi, dan penggunaan yang dianggap tepat. Penulis mengakui bahwa artikel tersebut dapat dipublikasikan sehingga akan dapat diakses oleh publik dan akses tersebut akan gratis bagi pembaca seperti yang disebutkan dalam poin 3.