Pengaruh Mikroorganisme Lokal (MOL) Nasi Basi terhadap Pertumbuhan Tanaman Sawi Caisim (Brassica juncea L.) pada Sistem Hidroponik
Abstract
Mikroorganisme Lokal (MOL) adalah mikroorganisme yang terbuat dari bahan-bahan alami sebagai media berkembangnya mikroorganisme yang berguna untuk mempercepat dekomposisi bahan organik. Sawi caisim (Brassica juncea L.) adalah salah satu sayuran yang digemari oleh masyarakat dan mengandung nilai gizi yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh MOL nasi basi terhadap pertumbuhan Sawi caisim pada sistem hidroponik. Penelitian dilakukan secara Rancangan Acak Lengkap, dengan 4 perlakuan, yaitu: kontrol (konsentrasi 0%), Perlakuan A (konsentrasi 7.5%), Perlakuan B (konsentrasi 10%), dan Perlakuan C (konsentrasi 12.5%). Masing-masing perlakuan dilakukan 10 kali ulangan. Analisis data dilakukan dengan Analisis Varian yang dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Terkecil. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pengaruh yang nyata dari pemberian MOL nasi basi terhadap variabel pertumbuhan tanaman yang diteliti, yaitu variabel tinggi tanaman sawi caisim (F hitung = 55.69 > F tabel (0.05) = 2.87), variabel jumlah daun (F hitung = 22.97 > F tabel (0.05) = 2.87), dan variabel panjang daun (F hitung = 33.44 > F tabel (0.05) = 2.87). Perlakuan paling baik untuk pertumbuhan tinggi tanaman dan panjang daun adalah Perlakuan A (konsentrasi 7.5%); sedangkan perlakuan paling baik untuk pertumbuhan jumlah daun adalah Perlakuan A (konsentrasi 7.5%) dan Perlakuan B (konsentrasi 10%).References
Artomo, H. 2015. Halaman Hijau. AgroMedia. Jakarta.
Aryani, I. dan Musbik. 2018. Pengaruh Takaran Pupuk Organik Cair terhadap Pertumbuhan Tanaman Sawi Caisim (Brassica juncea L.) di Polibag. Prospek Agroteknologi, 7(1): 60-68.
Elsita, E. 2018. Respon Pertumbuhan Sawi Sendok (Brassica rapa L.) dengan Pemberian Pupuk Organik Cair Mikroorganisme Lokal (MOL) Nasi Basi. [Skripsi]. Universitas Katolik Widya Mandala. Madiun.
Hendra, H.A dan Andoko, A. 2014. Bertanam Sayuran Hidroponik ala Paktani Hydrofarm. AgroMedia. Jakarta.
Herlangga, A. 2018. Pengaruh Pemberian Pupuk Unsur Hara Makro Mikro dan Jarak Tanam terhadap Pertumbuhan Tanaman Sawi (Brassica juncea L.). [Skripsi]. Universitas Muhammadiyah Malang. Malang.
Herwibowo, K. dan Budiana, N. 2015. Hidroponik Sayuran untuk Hobi dan Bisnis. Penebar Swadaya. Jakarta.
Iriawan, N. dan Astuti, S.P. 2006. Mengolah Data Statistik dengan Mudah Menggunakan Minitab 14. Penerbit ANDI. Yogyakarta.
Julita, S., Gultom, H., dan Mardaleni. 2013. Pengaruh Pemberian Mikro Organisme Lokal (MOL) Nasi dan Hormon Tanaman Unggul terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Cabai (Capsicum annum L.). Jurnal Dinamika Pertanian, 28(3): 167-174.
Khotimah, K., Dahlianah, I., dan Novianti, D. 2020. Respons Pertumbuhan Tanaman Sawi Caisim (Brassica juncea L.) terhadap Pupuk Organik Cair Buah Pepaya (Carica papaya L.). Indobiosains, 2(2): 64-71.
Mursalim, I. 2018. Pengaruh Penggunaan Pupuk Organik Mikroorganisme Lokal Media Nasi, Batang Pisang, dan Ikan Tongkol terhadap Tanaman Sawi (Brassica juncea) di Kebun Pendidikan Biologi. [Skripsi]. Universitas IN Alaudin Makasar. Makasar.
Nasution, F. J., Mawarni, L., dan Meiriani. 2014. Aplikasi Pupuk Organik Padat dan Cair dari Kulit Pisang Kepok untuk Pertumbuhan dan Produksi Sawi (Brassica juncea L.). Jurnal Agroekoteknologi, 2(3): 1029-1037.
Nazir, M. 1999. Metode Penelitian. Penerbit Ghalia Indonesia. Jakarta.
Purwanto, P.A., Maida, S., Manulang, M.K., Thamrin, N.T. 2018. Pengaruh Pemberian Mikroorganisme Lokal (MOL) Nasi terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Kacang Hijau (Vigna radiata L.). Prosiding Seminar Nasional, 4(1): 305-313.
Ria, P., Noer, S., dan Marhento, G. 2021. Efektivitas Pemberian Nasi Basi sebagai Pupuk Organik pada Tanaman Selada Merah (Lactuca sativa var. crispa). EduBiologi, 1(1): 55-61.
Royaeni, Pujiono, dan Pudjowati, D.T. 2014. Pengaruh Penggunaan Bioaktivator MOL Nasi dan MOL Tapai terhadap Lama Waktu Pengomposan Sampah Organik pada Tingkat Rumah Tangga. Visikes: Jurnal Kesehatan, 13(1): 1-9.
Yeremia, E. 2016. Pengaruh Konsentrasi Mikroorganisme Lokal (MOL) dari Rebung Bambu terhadap Pertumbuhan Tanaman Sawi (Brassica juncea L.). [Skripsi]. Universitas Sanata Dharma. Yogyakarta.
Keywords

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Dengan mengirimkan manuskrip artikel, penulis setuju dengan kebijakan ini. Tidak diperlukan penandatanganan dokumen khusus.
1. Lisensi
Penggunaan artikel yang non-komersial akan diatur oleh lisensi Atribusi Creative Commons seperti yang saat ini ditampilkan pada Creative Commons Attribution 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
2. Jaminan Penulis
Penulis menjamin bahwa artikel tersebut asli, ditulis oleh penulis lain, belum diterbitkan sebelumnya, tidak mengandung pernyataan yang melanggar hukum, tidak melanggar hak orang lain, tunduk pada hak cipta yang dipegang secara eksklusif oleh penulis dan bebas dari setiap hak pihak ketiga, dan bahwa setiap izin tertulis yang diperlukan untuk mengutip dari sumber lain telah diperoleh oleh penulis.
3. Hak Pengguna
Jurnal Simbiosa adalah untuk menyebarluaskan artikel yang diterbitkan sebebas mungkin. Di bawah lisensi Creative Commons, Simbiosa mengizinkan pengguna untuk menyalin, mendistribusikan, menampilkan, dan melakukan pekerjaan hanya untuk tujuan non-komersial. Pengguna juga perlu mengaitkan penulis dan Jurnal Simbiosa dalam mendistribusikan karya di jurnal dan media publikasi lainnya.
4. Hak Penulis
Memegang semua hak mereka untuk karya yang diterbitkan, seperti (tetapi tidak terbatas pada) hak-hak berikut;
- Hak cipta dan hak kepemilikan lainnya yang berkaitan dengan artikel, seperti hak paten,
- Hak untuk menggunakan substansi artikel dalam karya masa depan sendiri, termasuk kuliah dan buku,
- Hak untuk mereproduksi artikel untuk keperluan sendiri,
- Hak untuk mengarsipkan diri sendiri artikel tersebut,
- Hak untuk mengadakan perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi artikel yang diterbitkan (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awal dalam jurnal Simbiosa ini.
5. Co-Authorship
Jika artikel tersebut disusun bersama oleh lebih dari satu penulis, setiap penulis yang menyerahkan naskah waran bahwa ia telah diberi wewenang oleh semua penulis bersama untuk menyetujui hak cipta dan pemberitahuan lisensi (perjanjian) ini atas nama mereka, dan setuju untuk memberi tahu rekan penulis dari ketentuan kebijakan ini. Jurnal Simbiosa tidak akan bertanggung jawab atas apa pun yang mungkin timbul karena perselisihan internal penulis. Jurnal Simbiosa hanya akan berkomunikasi dengan penulis yang sesuai.
6. Royalti
Menjadi jurnal yang dapat diakses secara terbuka dan menyebarkan artikel secara gratis di bawah masa lisensi Creative Commons yang disebutkan, penulis menyadari bahwa Jurnal Simbiosa tidak memberikan hak royalti kepada penulis atau biaya lainnya.
7. Lain-lain
Jurnal Simbiosa akan menerbitkan artikel (atau menerbitkannya) di jurnal jika proses editorial artikel berhasil diselesaikan. Editor Simbiosa dapat memodifikasi artikel dengan gaya tanda baca, ejaan, huruf besar, referensi, dan penggunaan yang dianggap tepat. Penulis mengakui bahwa artikel tersebut dapat dipublikasikan sehingga akan dapat diakses oleh publik dan akses tersebut akan gratis bagi pembaca seperti yang disebutkan dalam poin 3.