Penerapan Metode Talkshow untuk Mengembangkan Keterampilan Komunikasi Siswa dalam Pembelajaran Biologi
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan metode talkshow dalam menumbuhkan keterampilan komunikasi siswa SMP Shafiyyatul Amaliyyah Medan TP 2019/2020. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas model Kemmis & Mc.Taggarte yang dilakukan sebanyak dua siklus pada bulan Agustus 2019 s.d Maret 2020. Masing – masing siklus terdiri dari empat tahap, yaitu: 1) perencanaan, 2) aksi, 3) observasi dan 4) refleksi. Keterampilan komunikasi yang dimunculkan adalah: komunikasi oral (oral communication), komunikasi reseptif (receptive communication), intensitas memperhatikan (discerns intent), menggunakan strategi komunikasi (uses communication strategies), berkomunikasi dengan jelas (communicates clearly for a purpose) dan keterampilan presentasi (presentation skill). Teknik pengumpulan data menggunakan lembar obsrvasi dan catatan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode talkshow efektif dalam memunculkan enam keterampilan komunikasi. Ini dibuktikan dengan ketercapaian indikator aksi dalam penelitian tindakan kelas, yaitu sebanyak ≥50% dari total siswa mampu memunculkan keterampilan komunikasi pada tingkat teladan (exemplary).Referensi
Badiah, Rusminto, N. E., dan Fuad, M. 2013. Peningkatan Keterampilan Berbicara Dalam Bahasa Indonesia Melalui Gelar Wicara Pada Siswa. J-Simbol (Bahasa, Sastra Dan Pembelajarannya), 1(1): 59–70.
Bandura, A. 2015. Cultivate Self-efficacy for Personal and Organizational Effectiveness. (In): Locke E (Ed). Handbook of Principles of Organizational Behavior. John Wiley & Sons, Inc, USA. 633 hal.
Denicolai, L. 2013. “Gladiattori”. a Media Educational Talk show. Prosiding 6th International Conference of Education, Research and Innovation (ICERI). Siviglia, 18-20 November 2013.
Gaffar, A. 2017. Penerapan Model Jigsaw untuk Meningkatkan Keterampilan Berkomunikasi Siswa pada Materi Sistem Peredaran Darah pada Manusia. Bio Educatio, 2(2): 21-26.
Greenstein, L. 2012. Assesing 21 st Century Skill A Guide to Evaluating Mastery And Authentic Learning. Corwin A Sage Company, California. 236 hal.
Hatmo, K. 2017. Peningkatan Keterampilan Berbicara pada Kompetensi Dasar Bermain Drama Melalui Model Jigsaw. Jurnal Komunikasi Pendidikan, 1(2): 173–180.
Hornby, A. 1995. Oxford Advances Learner’s Dictionary of Current English. Oxford University Press, Great Britain. 1899 hal.
Kusmintayu, N., Suwandi, S., dan Anindyarini, A. 2012. Penerapan Metode Mind Mapping Untuk Meningkatkan Keterampilan Berbicara Pada Siswa Sekolah Menengah Pertama. Jurnal Penelitian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pengajarannya, 1(1): 120–129.
Mason, R. 2006. Literacy in the digital age. British Journal of Educational Technology, 37(2): 315–315.
Nimehchisalem, V. 2013. The Talkshow Method in The ESL Classroom. Voices in Asia Journal, 1(1): 58–71.
Nippold, M. A. 2009. School-Age Children Talk about Chess: Does Knowledge Drive Syntactic Complexity. Journal of Speech, Language, and Hearing Research, 52(4): 856–871.
Nisaa, Y. K., dan Naryoso, A. 2018. Faktor-Faktor Penyebab Kecemasan dalam Menyampaikan Pidato pada Mahasiswa Peserta Kuliah Public Speaking Departemen Ilmu Komunikasi Universitas Diponegoro. Interaksi Online, 23(3): 286–293.
Partnership for 21st Century. 2007. Learning and Innovation Skills-4Cs Key Subjects-3Rs and 21st Century Themes Critical thinking • Communication Collaboration • Creativity P21 Framework for 21st Century Learning 21st Century Student Outcomes and Support Systems Framework for 21st Century L. Diunduh tanggal 2 Mei 2020. www.P21.org.
Ramdiah, S., dan Adawiyah, R. 2018. Pengaruh Model Pembelajaran Reading Questioning and Answering(Rqa) Terhadap Hasil Belajar Kognitif Biologi Siswa Kemampuan Akademik Rendah. Simbiosa, 7(1): 1–8.
Rianingsih, D., Mawardi, M., dan Wardani, K. W. 2019. Penerapan Model Pembelajaran TPS (Think Pair Share) Dalam Rangka Meningkatkan Keterampilan Komunikasi Siswa Kelas 3. NATURALISTIC : Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan Dan Pembelajaran, 3(2): 339–346.
Silberman, M. L. 2002. Active Learning:101 Stategi Pembelajarn Aktif. Yappendis, Yogyakarta. 320 hal.
Kata Kunci
Dengan mengirimkan manuskrip artikel, penulis setuju dengan kebijakan ini. Tidak diperlukan penandatanganan dokumen khusus.
1. Lisensi
Penggunaan artikel yang non-komersial akan diatur oleh lisensi Atribusi Creative Commons seperti yang saat ini ditampilkan pada Creative Commons Attribution 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
2. Jaminan Penulis
Penulis menjamin bahwa artikel tersebut asli, ditulis oleh penulis lain, belum diterbitkan sebelumnya, tidak mengandung pernyataan yang melanggar hukum, tidak melanggar hak orang lain, tunduk pada hak cipta yang dipegang secara eksklusif oleh penulis dan bebas dari setiap hak pihak ketiga, dan bahwa setiap izin tertulis yang diperlukan untuk mengutip dari sumber lain telah diperoleh oleh penulis.
3. Hak Pengguna
Jurnal Simbiosa adalah untuk menyebarluaskan artikel yang diterbitkan sebebas mungkin. Di bawah lisensi Creative Commons, Simbiosa mengizinkan pengguna untuk menyalin, mendistribusikan, menampilkan, dan melakukan pekerjaan hanya untuk tujuan non-komersial. Pengguna juga perlu mengaitkan penulis dan Jurnal Simbiosa dalam mendistribusikan karya di jurnal dan media publikasi lainnya.
4. Hak Penulis
Memegang semua hak mereka untuk karya yang diterbitkan, seperti (tetapi tidak terbatas pada) hak-hak berikut;
- Hak cipta dan hak kepemilikan lainnya yang berkaitan dengan artikel, seperti hak paten,
- Hak untuk menggunakan substansi artikel dalam karya masa depan sendiri, termasuk kuliah dan buku,
- Hak untuk mereproduksi artikel untuk keperluan sendiri,
- Hak untuk mengarsipkan diri sendiri artikel tersebut,
- Hak untuk mengadakan perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi artikel yang diterbitkan (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awal dalam jurnal Simbiosa ini.
5. Co-Authorship
Jika artikel tersebut disusun bersama oleh lebih dari satu penulis, setiap penulis yang menyerahkan naskah waran bahwa ia telah diberi wewenang oleh semua penulis bersama untuk menyetujui hak cipta dan pemberitahuan lisensi (perjanjian) ini atas nama mereka, dan setuju untuk memberi tahu rekan penulis dari ketentuan kebijakan ini. Jurnal Simbiosa tidak akan bertanggung jawab atas apa pun yang mungkin timbul karena perselisihan internal penulis. Jurnal Simbiosa hanya akan berkomunikasi dengan penulis yang sesuai.
6. Royalti
Menjadi jurnal yang dapat diakses secara terbuka dan menyebarkan artikel secara gratis di bawah masa lisensi Creative Commons yang disebutkan, penulis menyadari bahwa Jurnal Simbiosa tidak memberikan hak royalti kepada penulis atau biaya lainnya.
7. Lain-lain
Jurnal Simbiosa akan menerbitkan artikel (atau menerbitkannya) di jurnal jika proses editorial artikel berhasil diselesaikan. Editor Simbiosa dapat memodifikasi artikel dengan gaya tanda baca, ejaan, huruf besar, referensi, dan penggunaan yang dianggap tepat. Penulis mengakui bahwa artikel tersebut dapat dipublikasikan sehingga akan dapat diakses oleh publik dan akses tersebut akan gratis bagi pembaca seperti yang disebutkan dalam poin 3.