Hubungan Antara Representasi Gambar Dan Kemampuan Observasi Pada Pelaksanaan Praktikum Anatomi Tumbuhan
Abstract
Pada pelaksanaan praktikum, mahasiswa sering melakukan observasi terhadap objek atau fenomena lalu merepresentasikannya kembali dalam bentuk gambar.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara representasi gambar dan kemampuan observasi mahasiswa pada pelaksanaan praktikum anatomi tumbuhan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelasional. Sampel yang digunakan berjumlah 33 mahasiswa pendidikan biologi salah satu universitas di Bandung.Instrumen penelitian berupa rubrik analisis gambar dan lembar observasi. Pada instrumen rubrik analisis gambar terdiri dari 3 aspek penilaian gambar, sedangkan pada lembar observasi terdiri dari 4 indikator penilaian kemampuan observasi mahasiswa. Hasil uji prasyarat menunjukkan bahwa data berdistribusi normal dan regresinya linear.Berdasarkan hasil tersebut, dilakukan uji korelasi Pearson dengan hasil signifikasi 0.000 <0.05 yang menandakan terdapatnya hubungan antara dua variabel tersebut. Selanjutnya diperoleh nilai r sebesar 0.639 yang menunjukkan hubungan antara representasi gambar hasil praktikum dan kemampuan observasi mahasiswa dikategorikan cukup.References
Asenova, A., and Reiss, M. 2011. The role of Visualization of Biological Knowledge in the Formation of Sets of Educational Skills. Sophia University E-learning Journal, 1 : 1-9.
Costa, A. L., and Kallick, B. 2008. Assessing and Reporting on Habits of Mind. Association for Supervision and Curriculum Development, Alexandria.158 pp.
Duda, H. J. 2010. Pembelajaran berbasis praktikum dan asesmennya pada sistem ekskresi untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas XI. Vox Edukasi. 1 (2): 29-39.
Ermayanti, Rustaman, N.Y., dan Rahmat, A. 2016. Spatial Thinking Mahasiswa dalam Pembelajaran Anatomi Tumbuhan Berbasis Framing. Jurnal Pengajaran MIPA, 2(2):1-10.
Ermayanti. 2017a. Pengembangan Program Perkuliahan Anatomi Tumbuhan Berbasis Framing pada Sistem Jaringan Tumbuhan Untuk Memfasilitasi Spatial Working Memory Calon Guru Biologi. (Disertasi). Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung.
Ermayanti., Rustaman, N. Y. and Rahmat, A. (2017b). Types of Reasoning in Framing Based Plant Anatomy and it Relation to Spatial Thinking. International Seminar on Mathematics, Science,and Computer Science Education (MSCEIS).Bandung. 15 Oktober 2016.
Ermayanti, Rustaman, N. Y., and Rahmat, A. (2017c). Spatial Thinking in Framing Based Plantanatomy and it relation to logical thinking. Proceedings International conference, The Asian Education Symposium (AES). Ideas for 21st Century Education. Abdullah et al., (Eds).Taylor & Francis Group, London.
Goldin, G.A. 1998. Representational system, learning, and problem solving.Journal of Mathematical Behavior. 17 (2): 137-165.
Hodson, D. 1996. Practical work in school science: exploring some directions for change. International Journal of Science Education. 18 (7): 755-760.
Hofstein, A., and Lunetta, V. N. 2004. The laboratory in science education: Foundations for the twenty first century. Science Education. 88 (1): 28-54.
Johnson, B., Ritledge, M., and Poppe, M. 2005. Habits of mind: a curriculum for community high school of vermont students.Vermont Consultant for Language and Learning, Vermont.
Kohl, B. P., and Noah F. D. 2005. Student representational competence and self-asesmen when solving physics problems. The American Physical Society, 1 (1): 1-11.
Mulyani, A. 2014. Representasi Visual Buku Biologi SMA Pada Materi Kingdom Plantae. Scientiae Educatia ,3(1): 35-47.
Muspiroh, N. 2012. Analisis Kemampuan Generik Sains Mahasiswa Calon Guru Biologi pada Praktikum Anatomi Tumbuhan. Jurnal Scientiae Educatia, 1 (1): 1-15.
Ottander, C., and Grelsson, G. 2006. Laboratory work: the teachers’ perspective. Journal of Biological Education, 40 (3): 113-118.
Prain, V., and Waldrip, B. 2008. A study of teachers’ perspectives about using multimodal representations of concepts to enhance science learning. Canadian Journal of Science, Mathematics, and Technology Education, 8 (1): 5-24.
Purwanto, M.N. 2009. Prinsip-Prinsip dan Teknik Evaluasi Pengajaran. Remaja Rosdakarya, Bandung. 166 hal.
Rini, A. S. 2016. Hubungan Kemampuan Pemrosesan Informasi dengan Argumentasi Terhadap Isu Keanekaragaman Hayati di Indonesia. (Tesis). Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung.
Roth, W.M., and Pozzer-Ardenghi, L. 2013. Pictures in Education. In Tsui, C. & Treagust, D. F. (Ed.), Multiple Representations in Biological Education : 3-18. Springer, London.
Russel, T., and Harlen, W. 1990. Practical Tasks. Paul Chapman Publishing Company, England.
Rustaman, N. 2007. Keterampilan proses sains. Diunduh tanggal 19 Maret 2020. http://file.upi.edu/Direktori/FPMIPA/JUR._PEND._BIOLOGI/195012311979032-NURYANI_RUSTAMAN/KPS_vs_KG.pdf
Savinainen, A., Makyen, A., Nieminen, P., and Viiri, J. 2015. The effect of using a visual representation tool in a teaching-learning sequence for teaching newton’s third law.Research Science Education, (1): 1-17.
Solomon, J. 1994. The Laboratory Comes of Age. In R. Levinson (Eds.), Teaching Science. Routledge, London. 7-21 pp.
Supriatno, B. 2013. Pengembangan Program Perkuliahan Pengembangan Praktikum Biologi Sekolah Berbasis Ancorb Untuk Mengembangkan Kemampuan Merancang dan Mengembangkan Desain Kegiatan Laboratorium. (Disertasi). Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung.
Keywords

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Dengan mengirimkan manuskrip artikel, penulis setuju dengan kebijakan ini. Tidak diperlukan penandatanganan dokumen khusus.
1. Lisensi
Penggunaan artikel yang non-komersial akan diatur oleh lisensi Atribusi Creative Commons seperti yang saat ini ditampilkan pada Creative Commons Attribution 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
2. Jaminan Penulis
Penulis menjamin bahwa artikel tersebut asli, ditulis oleh penulis lain, belum diterbitkan sebelumnya, tidak mengandung pernyataan yang melanggar hukum, tidak melanggar hak orang lain, tunduk pada hak cipta yang dipegang secara eksklusif oleh penulis dan bebas dari setiap hak pihak ketiga, dan bahwa setiap izin tertulis yang diperlukan untuk mengutip dari sumber lain telah diperoleh oleh penulis.
3. Hak Pengguna
Jurnal Simbiosa adalah untuk menyebarluaskan artikel yang diterbitkan sebebas mungkin. Di bawah lisensi Creative Commons, Simbiosa mengizinkan pengguna untuk menyalin, mendistribusikan, menampilkan, dan melakukan pekerjaan hanya untuk tujuan non-komersial. Pengguna juga perlu mengaitkan penulis dan Jurnal Simbiosa dalam mendistribusikan karya di jurnal dan media publikasi lainnya.
4. Hak Penulis
Memegang semua hak mereka untuk karya yang diterbitkan, seperti (tetapi tidak terbatas pada) hak-hak berikut;
- Hak cipta dan hak kepemilikan lainnya yang berkaitan dengan artikel, seperti hak paten,
- Hak untuk menggunakan substansi artikel dalam karya masa depan sendiri, termasuk kuliah dan buku,
- Hak untuk mereproduksi artikel untuk keperluan sendiri,
- Hak untuk mengarsipkan diri sendiri artikel tersebut,
- Hak untuk mengadakan perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi artikel yang diterbitkan (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awal dalam jurnal Simbiosa ini.
5. Co-Authorship
Jika artikel tersebut disusun bersama oleh lebih dari satu penulis, setiap penulis yang menyerahkan naskah waran bahwa ia telah diberi wewenang oleh semua penulis bersama untuk menyetujui hak cipta dan pemberitahuan lisensi (perjanjian) ini atas nama mereka, dan setuju untuk memberi tahu rekan penulis dari ketentuan kebijakan ini. Jurnal Simbiosa tidak akan bertanggung jawab atas apa pun yang mungkin timbul karena perselisihan internal penulis. Jurnal Simbiosa hanya akan berkomunikasi dengan penulis yang sesuai.
6. Royalti
Menjadi jurnal yang dapat diakses secara terbuka dan menyebarkan artikel secara gratis di bawah masa lisensi Creative Commons yang disebutkan, penulis menyadari bahwa Jurnal Simbiosa tidak memberikan hak royalti kepada penulis atau biaya lainnya.
7. Lain-lain
Jurnal Simbiosa akan menerbitkan artikel (atau menerbitkannya) di jurnal jika proses editorial artikel berhasil diselesaikan. Editor Simbiosa dapat memodifikasi artikel dengan gaya tanda baca, ejaan, huruf besar, referensi, dan penggunaan yang dianggap tepat. Penulis mengakui bahwa artikel tersebut dapat dipublikasikan sehingga akan dapat diakses oleh publik dan akses tersebut akan gratis bagi pembaca seperti yang disebutkan dalam poin 3.