Hubungan Kemampuan Representasi Visual dan Representasi Verbal Mahasiswa Pada Praktikum Morfologi Tumbuhan
Abstract
Morfologi tumbuhan membahas tentang peformance tumbuhan, serta pemahaman terminologi (istilah-istilah ilmiah) dari organ-organ tumbuhan baik vegetatif maupun generatif. Pada kegiatan praktikum morfologi tumbuhan mahasiswa dituntut untuk mengamati dan merepresentasikan hasil pengamatannya secara visual dalam bentuk gambar dan secara verbal dalam bentuk deskripsi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan hubungan kemampuan representasi visual dan representasi verbal dalam kegiatan praktikum morfologi tumbuhan. Penelitian ini dilaksanakan di salah satu perguruan tinggi negeri di Bandung Indonesia dengan 31 orang mahasiswa. Representasi visual dianalisis berdasarkan keautentikan gambar, kedetailan gambar, dan keterangan gambar. Kemampuan Representasi verbal dianalisis berdasarkan kejelasan dan kesesuaian deskripsi gambar dengan fakta, kelengkapan deskripsi gambar, dan terminologi. Hubungan kemampuan representasi visual dan representasi verbal mahasiswa dianalisis menggunakan software SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan representasi visual dan representasi verbal mahasiswa pada materi batang berkorelasi lemah (r 0,250 dan p >0,05), begitu juga dengan korelasi kemampuan representasi visual dan representasi verbal mahasiswa pada materi daun (r 0,284 dan p >0,05). Hal ini menunjukan bahwa kemampuan representasi visual objek makroskopik yang baik tidak selalu menggambarkan kemampuan representasi verbal objek makroskopik yang baik.References
Abrahams, I., and Reiss, M. J. 2012. Practical Work: Its Effectiveness in Primary and Secondary Scholl in England. Journal of Research in Science Teaching, 49(2): 1035-1055.
Abrahams, I. and Reiss, M. J. 2013. The Assessment of Practical Work In School Science. Journal of Science Education, 49(2): 209-251.
Ainsworth, S.E., Prain, V., and Tytler, R. 2011. Drawing To Learn In Science. University of Nottingham repository. Nottingham. 646 pp.
Brunswik, E. 1956. Perception and The Representative Design of Psychological Experiments. University of California Press, Berkeley California. 154 pp.
Clark, J. M., and Paivio, A. 1991. Dual Coding Theory and Education. Educational Psychology Review, 3(3): 255-258.
Dikmenli, M. 2010. Misconceptions of Cell Division Held By Student Teachers in Biology: a Drawing Analysis. Scientific Research and Essays, 5(2): 235–247.
Haslam, C. Y. and Hamilton, R. J. 2010. Investigating the use of integrated instructions to reduce the cognitive load associated with doing practical work. International Journal of Science Education, 32(13): 1715-1737.
Ishikawa, T., and Kastens, K. A. 2005. Why Some Students Have Trouble With Maps and Other Spatial Representations. Journal of Geoscience Education, 53(2): 184-197.
Jalmo, T., and Suwandi, T. 2018. Biology Education Students’ Mental Models on Genetic Concepts. Journal of Baltic Science Education, 17(3): 2538–7138.
Kose, S. 2008. Diagnosing Student Misconceptions: Using Drawings as a Research Method. World Applied Sciences Journal, 3(2): 283–293.
Mayer, R. E. 2009. Multi Media Learning Prinsip-Prinsip dan Software. Pustaka Pelajar, Yogyakarta. 300 hal.
Moreno, R., and Park, B. 2010. Cognitive Load Theory: Historical Development to Other Theories, in Plaas JL et al., (Eds), Cognitive Load Theory. Cambride University Press, Britania. 275 pp.
Paivio, A. 1991. Picture Superiority in Free Recall: Imagery or Dual Coding?. Cognitive Psychology, 5: 176-206.
Paivio, A. 2006. Dual Coding Theory and Education. Prosiding International Conference on Pathways to Literacy Achievement for High Poverty Children. Michigan, U.S. 29 September-1 Oktober 2006.
Quillin, K., and Thomas, S. 2015. Drawing-to-learn: A Framework for Using Drawings to Promote Mode-Based Reasoning in Biology. CBE-life Sciences Education, 14: 1-16.
Reid, D.J. 2010. The Role of Pictures in Learning Biology: Part 1, Perception and Observation. Journal of Biology Education, 24(3): 161-172.
Rouse, W.B., and Morris, N.M. 1986. On Looking Into The Black Box: Prospects and Limits in the Search for Mental Models. Psychological Bulletin, 100(3): 349–363.
Simpson, M.G. 2006. Plant Systematics. Elsevier Academic Press, New York. 754 pp.
Solso, R.L., Maclin, O.H., dan Maclin, M.K. 2008. Psikologi Kognitif (dialihbahasakan oleh Mikael Rahardanto & Kristianto Batuadji). Penerbit Erlangga, Jakarta. 325 hal.
Keywords

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Dengan mengirimkan manuskrip artikel, penulis setuju dengan kebijakan ini. Tidak diperlukan penandatanganan dokumen khusus.
1. Lisensi
Penggunaan artikel yang non-komersial akan diatur oleh lisensi Atribusi Creative Commons seperti yang saat ini ditampilkan pada Creative Commons Attribution 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
2. Jaminan Penulis
Penulis menjamin bahwa artikel tersebut asli, ditulis oleh penulis lain, belum diterbitkan sebelumnya, tidak mengandung pernyataan yang melanggar hukum, tidak melanggar hak orang lain, tunduk pada hak cipta yang dipegang secara eksklusif oleh penulis dan bebas dari setiap hak pihak ketiga, dan bahwa setiap izin tertulis yang diperlukan untuk mengutip dari sumber lain telah diperoleh oleh penulis.
3. Hak Pengguna
Jurnal Simbiosa adalah untuk menyebarluaskan artikel yang diterbitkan sebebas mungkin. Di bawah lisensi Creative Commons, Simbiosa mengizinkan pengguna untuk menyalin, mendistribusikan, menampilkan, dan melakukan pekerjaan hanya untuk tujuan non-komersial. Pengguna juga perlu mengaitkan penulis dan Jurnal Simbiosa dalam mendistribusikan karya di jurnal dan media publikasi lainnya.
4. Hak Penulis
Memegang semua hak mereka untuk karya yang diterbitkan, seperti (tetapi tidak terbatas pada) hak-hak berikut;
- Hak cipta dan hak kepemilikan lainnya yang berkaitan dengan artikel, seperti hak paten,
- Hak untuk menggunakan substansi artikel dalam karya masa depan sendiri, termasuk kuliah dan buku,
- Hak untuk mereproduksi artikel untuk keperluan sendiri,
- Hak untuk mengarsipkan diri sendiri artikel tersebut,
- Hak untuk mengadakan perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi artikel yang diterbitkan (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awal dalam jurnal Simbiosa ini.
5. Co-Authorship
Jika artikel tersebut disusun bersama oleh lebih dari satu penulis, setiap penulis yang menyerahkan naskah waran bahwa ia telah diberi wewenang oleh semua penulis bersama untuk menyetujui hak cipta dan pemberitahuan lisensi (perjanjian) ini atas nama mereka, dan setuju untuk memberi tahu rekan penulis dari ketentuan kebijakan ini. Jurnal Simbiosa tidak akan bertanggung jawab atas apa pun yang mungkin timbul karena perselisihan internal penulis. Jurnal Simbiosa hanya akan berkomunikasi dengan penulis yang sesuai.
6. Royalti
Menjadi jurnal yang dapat diakses secara terbuka dan menyebarkan artikel secara gratis di bawah masa lisensi Creative Commons yang disebutkan, penulis menyadari bahwa Jurnal Simbiosa tidak memberikan hak royalti kepada penulis atau biaya lainnya.
7. Lain-lain
Jurnal Simbiosa akan menerbitkan artikel (atau menerbitkannya) di jurnal jika proses editorial artikel berhasil diselesaikan. Editor Simbiosa dapat memodifikasi artikel dengan gaya tanda baca, ejaan, huruf besar, referensi, dan penggunaan yang dianggap tepat. Penulis mengakui bahwa artikel tersebut dapat dipublikasikan sehingga akan dapat diakses oleh publik dan akses tersebut akan gratis bagi pembaca seperti yang disebutkan dalam poin 3.