Pengembangan Asesmen Kemampuan Berpikir Kritis Materi Sistem Sirkulasi untuk Siswa SMA Kelas XI
Abstract
Kemampuan berpikir kritis perlu dikembangkan. Siswa yang berpikir kritis tidak hanya menerima informasi yang diperoleh, namun dapat menggunakan informasi tersebut untuk menyelesaikan permasalahannya. Kemampuan berpikir kritis dapat dilatih dengan memberikan asesmen yang berada pada tingkat kognitif C4-C6. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan asesmen kemampuan berpikir kritis pada materi sistem sirkulasi yang valid dan praktis. Penelitian menggunakan model pengembangan 4-D yang terdiri dari tahap define, design, dan develop. Instrumen pengumpulan data berupa angket uji validitas dan uji praktikalitas (validitas logis), serta soal multiple choice with written justifification (pilihan ganda dengan menuliskan argumen). Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif. Penelitian ini menghasilkan asesmen berpikir kritis untuk materi sistem sirkulasi yang valid dan praktis. Hasil uji validitas menunjukkan soal valid (secara logis dan empiris). Reliabilitas soal tinggi yaitu 0,61, tingkat kesukaran soal antara 0,31 sampai dengan 0,70, dan soal memiliki daya beda cukup, baik dan baik sekali. Daya beda cukup dengan persentase 10%, daya beda baik dengan persentase 60%, dan daya beda baik sekali dengan persentase 30%. Berdasarkan hal tersebut, dapat disimpulkan telah dihasilkan asesmen kemampuan berpikir kritis yang valid secara logis dan empiris, praktis, reliabel dengan tingkat kesukaran sedang, dan memiliki daya pembeda yang baik.References
Budiningsih, A. 2008. Belajar dan Pembelajaran. Rineka Cipta, Jakarta. 128 hal.
Depdiknas. 2008. Panduan Pengembangan Bahan Ajar. Direktorat Jendral Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Jakarta.
Dharmawati, Rahayu, S., dan Mahanal, S. 2016. Pengembangan Instrumen Asesmen Berpikir Kritis untuk siswa SMP Kelas VII pada Materi Interaksi Makhluk Hidup dengan Lingkungan. Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan. 1(8): 1598-1606.
Duron, R., Limbach, B., and Waugh, W. 2006. Critical Thingking Framework for any Discipline. International Journal of Teaching and Learning in Higher Education. 17(2): 160-166.
Ennis, R. H. 2001. Critical Thingking Assesment. The University of Illionis, Urbana-Champaign.
Ennis, R. H. 2011. The Nature of Critical Thinking: An Outline of Critical Thinking Dispositionsand Abilities. The University of Illinois, pp 1-8. https://education.illinois.edu/docs/default-source/faculty-documents/robert-ennis/thenature ofcriticalthinking_51711_000.pdf
Facione, P. A. 2010. Critical Thinking: What It Is ang Why It Counts. Insight Assesment. 1-30pp
Facione, P. A. 2013. Critical Thingking: What it is and Why it Counts. Diunduh tanggal 30 April 2018. http://spu.edu/depts/health-sciences/grad/documents/CTbyFacione.pdf.
Fisher, A. 2009. Berpikir Kritis: Sebuah Pengantar. Erlangga, Jakarta. 256 hal.
Greenstein, L. 2012. Assessing 21st Century Skills: A Guide to Evaluating Mastery and Authentic Learning. Diunduh tanggal 30 April 2018. https://uk.sagepub.com/en-gb/asi/assessing-21st-century-skills/book237748.
Halpern, D. F., and Marin, L. M. 2011. Pedagogy for Deveoping Critical Thingking in Adolescents: Explicits Instruction Produces Greatest Gains. Thingking Skills and Creativity. 6: 1-13.
Hosnan, M. 2014. Pendekatan Saintifik dan Kontekstual dalam Pembelajaran Abad 21 Kunci Sukses Implementasi Kurikulum 2013. Ghalia, Jakarta. 456 hal.
Hunter, D. A. 1965. A Practical Guide to Critical Thingking: Deciding What to Do and Believe. John Wiley and Sons, Inc, Jersey. 256pp
Istianah, E. 2013. Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Kreatif Matematik dengan Pendekatan Model Eliciting Activities (MEAs) pada Siswa SMA. Infinity: Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan STKIP Siliwangi Bandung. 2(1): 43-54.
Lau, J., and Chan, J. 2016. What is Critical Thinking?. Diunduh tanggal 24 Juli 2020. http://philosophy.hku.hk/think/critical/ct.php
Lufri. 2009. Pendidikan dan Pengajaran Biologi Bernuansa IESQ. UNP Press, Padang. 260 hal.
Muhfahroyin. 2010. Memberdayakan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa melalui Pembelajaran Konstruktivistik. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran (JPP). 16(1): 88-93.
Mumpuniarti. 2014. Prosedur dan Mekanisme Penyelenggaraan Asesmen di Sekolah. Makalah disampaikan pada Pengabdian Masyarakat di depan Guru-guru Sekolah Luar Biasa Negeri Purworedjo, 5 Juni 2014.
Nawawi, S., dan Wijayanti, T. F. 2018. Pengembangan Asesmen Biologi berbasis Keterampilan Berpikir Kritis Terintegrasi Nilai Islam. Jurnal Inovasi Pendidikan IPA. 4(2): 136-148.
Permendikbud. 2014. Penilaian Hasil Belajar oleh Pendidik pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah. Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia, Jakarta.
Purwanto, M. N. 2009. Prinsip-prinsip dan Teknik Evaluasi Pengajaran. Remaja Rosdakarya, Bandung. 166 hal.
Sani, R. A. 2014. Pembelajaran Saintifik untuk Implementasi Kurikulum 2013. Bumi Aksara, Jakarta. 314 hal.
Sudijono, A. 2011. Pengantar Evaluasi Pendidikan. Rajawali Press, Jakarta. 488 hal.
Tilaar, H. A. 2011. Pedagogik Kritis, Perkembangan Substansi, dan Perkembangannya di Indonesia. Rineka Cipta, Jakarta. 306 hal.
Warouw, W. M., Raturandang, Z. O., Sumakul, J., dan Jemy. 2012. Persepsi Guru Biologi Terhadap Pembelajaran yang Memberdayakan Kemampuan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Siswa di SMP Negeri dan Swasta Tondano. Seminar Nasional IX Pendidikan Biologi FKIP UNS.
Wulandari, D. T., Suyatna, A., dan Rosidin, U. 2013. Pengembangan Lembar Penilaian berbasis Keterampilan Berpikir Kritis. Jurnal Pembelajaran Fisika. 1(7): 43-54.
Keywords

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Dengan mengirimkan manuskrip artikel, penulis setuju dengan kebijakan ini. Tidak diperlukan penandatanganan dokumen khusus.
1. Lisensi
Penggunaan artikel yang non-komersial akan diatur oleh lisensi Atribusi Creative Commons seperti yang saat ini ditampilkan pada Creative Commons Attribution 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
2. Jaminan Penulis
Penulis menjamin bahwa artikel tersebut asli, ditulis oleh penulis lain, belum diterbitkan sebelumnya, tidak mengandung pernyataan yang melanggar hukum, tidak melanggar hak orang lain, tunduk pada hak cipta yang dipegang secara eksklusif oleh penulis dan bebas dari setiap hak pihak ketiga, dan bahwa setiap izin tertulis yang diperlukan untuk mengutip dari sumber lain telah diperoleh oleh penulis.
3. Hak Pengguna
Jurnal Simbiosa adalah untuk menyebarluaskan artikel yang diterbitkan sebebas mungkin. Di bawah lisensi Creative Commons, Simbiosa mengizinkan pengguna untuk menyalin, mendistribusikan, menampilkan, dan melakukan pekerjaan hanya untuk tujuan non-komersial. Pengguna juga perlu mengaitkan penulis dan Jurnal Simbiosa dalam mendistribusikan karya di jurnal dan media publikasi lainnya.
4. Hak Penulis
Memegang semua hak mereka untuk karya yang diterbitkan, seperti (tetapi tidak terbatas pada) hak-hak berikut;
- Hak cipta dan hak kepemilikan lainnya yang berkaitan dengan artikel, seperti hak paten,
- Hak untuk menggunakan substansi artikel dalam karya masa depan sendiri, termasuk kuliah dan buku,
- Hak untuk mereproduksi artikel untuk keperluan sendiri,
- Hak untuk mengarsipkan diri sendiri artikel tersebut,
- Hak untuk mengadakan perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi artikel yang diterbitkan (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awal dalam jurnal Simbiosa ini.
5. Co-Authorship
Jika artikel tersebut disusun bersama oleh lebih dari satu penulis, setiap penulis yang menyerahkan naskah waran bahwa ia telah diberi wewenang oleh semua penulis bersama untuk menyetujui hak cipta dan pemberitahuan lisensi (perjanjian) ini atas nama mereka, dan setuju untuk memberi tahu rekan penulis dari ketentuan kebijakan ini. Jurnal Simbiosa tidak akan bertanggung jawab atas apa pun yang mungkin timbul karena perselisihan internal penulis. Jurnal Simbiosa hanya akan berkomunikasi dengan penulis yang sesuai.
6. Royalti
Menjadi jurnal yang dapat diakses secara terbuka dan menyebarkan artikel secara gratis di bawah masa lisensi Creative Commons yang disebutkan, penulis menyadari bahwa Jurnal Simbiosa tidak memberikan hak royalti kepada penulis atau biaya lainnya.
7. Lain-lain
Jurnal Simbiosa akan menerbitkan artikel (atau menerbitkannya) di jurnal jika proses editorial artikel berhasil diselesaikan. Editor Simbiosa dapat memodifikasi artikel dengan gaya tanda baca, ejaan, huruf besar, referensi, dan penggunaan yang dianggap tepat. Penulis mengakui bahwa artikel tersebut dapat dipublikasikan sehingga akan dapat diakses oleh publik dan akses tersebut akan gratis bagi pembaca seperti yang disebutkan dalam poin 3.