Keanekaragaman Jenis Reptilia di Kecamatan Seginim Kabupaten Bengkulu Selatan
Abstract
Tujuan penelitian ini adalah mengetahui keanekaragaman jenis reptilia yang terdapat di Kecamatan Seginim Kabupaten Bengkulu Selatan Propinsi Bengkulu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Pengambilan sampel dilakukan dengan menjelajahi lokasi penelitian dan memasang perangkap serta menangkap secara langsung semua jenis reptilia yang ditemukan di lokasi penelitian. Pada penelitian ini ditemukan 10 spesies reptilian, yang termasuk ke dalam 2 ordo dan 8 famili, yaitu Ordo Squamata dan Ordo Terstudinata. Spesies yang termasuk ordo Squamata, famili Varanidae: Varanus salvator, famili Gekkonidae: Gekko gecko dan Hemidactylus frenatus, famili Colubridae: Ahaetulla prasina dan Dendrealaphis pictus, famili Pythonidae: Python reticulatus, famili Agamidae: Bronchocella cristatella, famili Xenopeltidae: Xenopeltis unicolar, dan famili Scincidae: Mabouya multifasciata. Spesies yang termasuk ordo Testudinata, famili Geoemydae: Siebenrockiella crassicollis. Indeks Keanekaragaman jenis hewan reptilian di lokasi penelitian sebesar 0,823, yang termasuk kategori rendahyang menunjukkan habitat dan populasi reptil di Kecamatan Seginim dalam keadaan tertekan dan tidak seimbang.References
Amri, S., Nurdjali, B., dan Siahaan, S. 2015. Keanekaragaman Jenis Reptil Ordo Squamata Dikawasan Hutan Lindung Gunung Semahung Desa Sebatih Kecamatan Sengah Temila Kabupaten Landak. Jurnal Hutan Lestari, 3(1) : 30-34.
Andin, M. 2010. Ensiklopedia Biologi Dunia Hewan. Jilid 4. PT Lentera Abadi. Jakarta. 562 Hal.
Ario, A. 2010. Panduan Lapangan Mengenal Satwa Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Conservation International Indonesia. Perpustakaan Nasional. Jakarta. 101 Hal.
Bickford, D., Howard, S.D., Ng, D.J.J., and Sheridan, J.A. 2010. Impacts of Climate Change on The Amphibians and Reptiles of South Asia. Biodiversity and Conservation, 4(19): 1043-1062.
Campbell, N. A., dan Reece, J, B., 2010. Biologi. Jilid 2.Edisi 8. (Terjemanahan D.T. Wulandari) Erlangga. Jakarta. 569 Hal.
Findua, A.W., Harianto S.P., dan Nurchayani, N. 2016. Keanekaragaman Reptil di Repong Damar Pekon Pahmungan Pesisir Barat (Studi Kasus Plot Permanen Universitas Lampung). Sylva Lestari, 4(1): 57-60.
Irham, M. 2012. Fauna Indonesia. Bidang Zoologi Pusat Biologi-LIPI. Jakarta. 43 Hal.
Iskandar, D.T. 2000 Kura-kura dan Buaya, Indonesia dan Papua Nugini. Palmedia Citra. Bandung. 191 Hal.
Jeffries, M.J. 1997. Biodiversity And Conservation. Routledge, London. 43 pp.
Juniarmi, R., dan Zakaria, I. 2014. Kepadatan Populasi Distribusi Kadal (Mabouya multifasciata) di Pulau Kecil Kota Padang. Universita Andalas. Sumatera Barat. Jurnal Universita Andalas, 3(1): 51-56
Lisa, R. 2011. Jenis-Jenis Reptilia (Sub Bangsa Lacertilia) di Bukit Sulap Kota Lubuk Linggau Provinsi Sumatera Selatan dan Sumbangannya pada Pembelajaran Biologi di SMA. (Skripsi). Pendidikan Biologi FKIP Universitas Sriwijaya. Palembang.
Martiva, M., Linna., F, dan Widya, M. 2016. Study Morfometrik Jenis Kura-Kura Air Tawar dan Terestrial di Kelurahan Manguanharjo dan Diiplementasikan Sebagai Boolef. (Repositori) Laporan Penelitian STKIP-PGRI. Lubuk Linggau.
Matswapati, D. 2009. Biologi Reproduksi Ular Sanca Batik (Phyton reticulates). (Skripsi). Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Mumpuni. 2001. Keanekaragaman Herpetofauna di Taman Nasional Gunung Halimun Jawa Barat. (Edisi Khusus Biodiversitas Taman Nasional Gunung Halimun) Jurnal Berita Biologi, 5(6): 711-720
Pemerintah Kecamatan Seginim. 2018. Profil Kecamatan Seginim Kabupaten Bengkulu Selatan Propinsi Bengkulu.
Pough, F.H. 1998. Herpetology, Prentice Hall, Inc.New Jersey. 134 Hal.
Putra, A. R., Sudhartono, A., dan Ramlah, S. 2017. Eksplorasi Jenis reptil di Suaka Margasatwa Tanjung Santigi Kabupaten Parigi Moutong. Jurnal Warta Rimba, 5(1) : 87-92.
Silalahi, A., Kusrini, M.D., dan Kartono, A.P. 2015. Karakteristik Mikrohabitat Python reticulates Schnider, 1801 Pada kebun Sagu di Kabupaten Sambas. Jurnal Forest Rehabilitation, 3(1): 1-11.
Subeno. 2018. Distribusi dan Keanekaragaman Herpetofauna di Hulu Sungai Gunung Sindoro Jawa Tengah. Jurnal Ilmu Kehutanan, 12 (1): 40-51.
Subeno, Bayu, WB., dan Jati, A.S. 2010. Distribusi dan Keanekaragaman Herpetofauna Kawasan Tamana Nasional Gunung Merbabu Jawa Tengah. Laporan Penelitian Hibah Dosen Muda Fakultas Kehutanan, Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta. (Tidak di Publikasikan).
Rosadi, A.B., Slamet, A., dan Madang, K. 2016. Identifikasi Jenis-Jenis Reptilia di Taman Wisata Alam Bukit Kaba Rejang Lebong Provinsi Bengkulu. Jurnal Pembelajaran Biologi, 4(1): 1-6.
Yanuarefa, M. F., Haryanto, G., dan Utami, J. 2017. Panduan Lapang Herpetofauna (Amfibi dan Reptil) Taman Nasional Alas Purwo. Metode Sampling Bioekologi. Bumi Aksakara. Jakarta. 128 Hal.
Keywords

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Dengan mengirimkan manuskrip artikel, penulis setuju dengan kebijakan ini. Tidak diperlukan penandatanganan dokumen khusus.
1. Lisensi
Penggunaan artikel yang non-komersial akan diatur oleh lisensi Atribusi Creative Commons seperti yang saat ini ditampilkan pada Creative Commons Attribution 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
2. Jaminan Penulis
Penulis menjamin bahwa artikel tersebut asli, ditulis oleh penulis lain, belum diterbitkan sebelumnya, tidak mengandung pernyataan yang melanggar hukum, tidak melanggar hak orang lain, tunduk pada hak cipta yang dipegang secara eksklusif oleh penulis dan bebas dari setiap hak pihak ketiga, dan bahwa setiap izin tertulis yang diperlukan untuk mengutip dari sumber lain telah diperoleh oleh penulis.
3. Hak Pengguna
Jurnal Simbiosa adalah untuk menyebarluaskan artikel yang diterbitkan sebebas mungkin. Di bawah lisensi Creative Commons, Simbiosa mengizinkan pengguna untuk menyalin, mendistribusikan, menampilkan, dan melakukan pekerjaan hanya untuk tujuan non-komersial. Pengguna juga perlu mengaitkan penulis dan Jurnal Simbiosa dalam mendistribusikan karya di jurnal dan media publikasi lainnya.
4. Hak Penulis
Memegang semua hak mereka untuk karya yang diterbitkan, seperti (tetapi tidak terbatas pada) hak-hak berikut;
- Hak cipta dan hak kepemilikan lainnya yang berkaitan dengan artikel, seperti hak paten,
- Hak untuk menggunakan substansi artikel dalam karya masa depan sendiri, termasuk kuliah dan buku,
- Hak untuk mereproduksi artikel untuk keperluan sendiri,
- Hak untuk mengarsipkan diri sendiri artikel tersebut,
- Hak untuk mengadakan perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi artikel yang diterbitkan (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awal dalam jurnal Simbiosa ini.
5. Co-Authorship
Jika artikel tersebut disusun bersama oleh lebih dari satu penulis, setiap penulis yang menyerahkan naskah waran bahwa ia telah diberi wewenang oleh semua penulis bersama untuk menyetujui hak cipta dan pemberitahuan lisensi (perjanjian) ini atas nama mereka, dan setuju untuk memberi tahu rekan penulis dari ketentuan kebijakan ini. Jurnal Simbiosa tidak akan bertanggung jawab atas apa pun yang mungkin timbul karena perselisihan internal penulis. Jurnal Simbiosa hanya akan berkomunikasi dengan penulis yang sesuai.
6. Royalti
Menjadi jurnal yang dapat diakses secara terbuka dan menyebarkan artikel secara gratis di bawah masa lisensi Creative Commons yang disebutkan, penulis menyadari bahwa Jurnal Simbiosa tidak memberikan hak royalti kepada penulis atau biaya lainnya.
7. Lain-lain
Jurnal Simbiosa akan menerbitkan artikel (atau menerbitkannya) di jurnal jika proses editorial artikel berhasil diselesaikan. Editor Simbiosa dapat memodifikasi artikel dengan gaya tanda baca, ejaan, huruf besar, referensi, dan penggunaan yang dianggap tepat. Penulis mengakui bahwa artikel tersebut dapat dipublikasikan sehingga akan dapat diakses oleh publik dan akses tersebut akan gratis bagi pembaca seperti yang disebutkan dalam poin 3.