Keanekaragaman Mangrove dan Pemanfaatannya di Desa Daiama, Kecamatan Landu Leko, Kabupaten Rote Ndao, Propinsi Nusa Tenggara Timur
Abstract
Mangrove merupakan ekosistem utama pendukung kehidupan yang penting di wilayah pesisir dan lautan. Jenis-jenis mangrove di Desa Daiama khususnya Pulau Rote, pulau paling selatan Indonesia sampai saat ini belum diinventarisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur vegetasi mangrove dan pemanfaatannya di Desa Daiama, Kecamatan Landu Leko, Kabupaten Rote Ndao. Teknik pengumpulan data struktur vegetasi mangrove dilakukan dengan membuat peletakan sebanyak plot 16 pada 4 stasiun. Penempatan plot dilakukan dengan metode purposive sampling. Data pemanfaatan diperoleh dengan wawancara terhadap masyarakat Desa Daiama. Hasil penelitian yang diperoleh terdapat 11 jenis mangrove yang terdapat di Desa Daiama yang terdiri dari 6 family, antara lain: Rhizophoraceae (Rhizophora stylosa, Rhizophora mucronata, Ceriops spp, Ceriops tagal, Ceriops decandra, dan Bruguiera sexangula), Soneratiaceae (Soneratia alba), Lythraceae (Pemphis acidula), Myrsinaceae (Aegiceras floridum), Rubiaceae (S.hydrophylacea), Sapindaceae (Dodonaea viscose). Jenis mangrove yang paling dominan untuk tingkat pohon yaitu Rhizophora stylosa (89,54%), pancang yaitu Ceriops tagal (40,02%), dan tingkat semai Phempis acidula (59,09%). Indeks keanekaragaman vegetasi mangrove di Desa Daiama tergolong sedang pada setiap stasiun yaitu berkisar 1,67-2,00. Pemanfaatan mangrove di Desa Daiama tercatat dijadikan bahan obat, kayunya bahan bangunan dan pembuatan perahu, buah mangrove dijadikan bahan makanan, digunakan sebagai pewarna alami kain tenun.References
Arinasa, I.B.K. 2012. Keanekaragaman Tumbuhan Mangrove Di Taman Nasional Bali Barat. Buletin Kebun Raya, 15 (1): 10-20
Bessie, D.M., Schaduw, J.N., Reppie, E., dan Lasut, M.T. 2013. Community structure of mangrove at Marine Tourism Park of Kupang Bay, East Nusa Tenggara. Aquatic Science & Management, Edisi Khusus (1): 3-9. https://doi.org/10.35800/jasm.0.0.2013.2270
Dahuri, RJ., Rais, SP., Ginting, dan Sitepu, M.J. 1996. Pengelolaan Sumberdaya Wilayah Pesisir dan Lautan Secara Terpadu. PT. Pradnya Paramita, Jakarta. 326 hlm.
Davinsy, R., Kustanti, A., and Hilmanto, R. 2015. Study of mangrove forest management in the Pahawang Island Village Marga Punduh District Pesawaran Regency. Sylva Lestari, 3: 95–106.
Dekme, Z.F., Lasut, M.T., Thomas, A., dan Kainde, R.P. 2016. Keanekaragaman Jenis Tumbuhan Di Hutan Mangrove Kecamatan Tombariri Kabupaten Minahasa. Cocos, 7(2): 1-7.
Dencer-Brown, A.M., Alfaro, A.C., Milne, S., and Perrot, J. 2018. A Review on Biodiversity, Ecosystem Services, and Perceptions of New Zealand’s Mangroves: Can We Make Informed Decisions about Their Removal?. Resources, 7(23): 1-21. doi:10.3390/resources7010023
Febryano, I. G., Suharjito, D., Darusman, D., Kusmana, C., and Hidayat, A. 2014. The Roles and Sustainability of Local Institutions of Mangrove Management in Pahawang Island. Jurnal Manajemen Hutan Tropika, 20(2): 69-76.
Giesen, W., Wulfraat S., Zieren, M., and Scholten, L. 2006. Mangrove Guide Book for Southeast Asia. Bangkok (TH): FAO and Wetlands International, Dharmasarn Co.Ltd. pp 769.
Hardjito, L. 2007. Antibacterial, Antioxidant and Topoisomerase-I Inhibitor Activities Of The Coastal Ethnomedicinal Plant Pemphis acidula. Biotropia 14(2): 43-51
Indriyanto. 2008. Ekologi Hutan. PT. Bumi Aksara. Jakarta. Cetakan ke-2. 210 hlm.
Jumaedi, S. 2016. Nilai Manfaat Hutan Mangrove dan Faktor-Faktor Penyebab Konversi Zona Sabuk Hijau (Greenbelt) Menjadi Tambak di Wilayah Pesisir Kota Singkawang Kalimantan Barat. Sosiohumaniora 18 (3): 227-234
Kai, M., Genyou, L., Leijie, Z., Caixia, Y., and Houhua, X. 2013. Population structure and distribution patterns of the rare and endangered Ardisia violacea (Myrsinaceae). Acta Ecologica sinica 33: 72-79.
Kartika, K.F., Istomo, dan Amanah, S. 2018. Keanekaragaman Jenis Mangrove Di Upt Kphp Bulungan Unit VIII Kalimantan Utara. Media Konservasi, 23(3): 253-261
Kusmana, C. 1996. Nilai ekologis ekosistem hutan mangrove. Media Konservasi. 5(1): 17-24.
Kusmana, C., Istomo, Wibowo, C., Budi, S.W., Siregar, I.Z., Riyana, T., dan Sukardjo, S. 2002. Manual Silvikultur Mangrove di Indonesia. Departemen Kehutanan Republik Indonesia dan Korea International Cooperation Agency (KOICA). Jakarta. 226 hlm
Li, W., and Zhang G.F. 2015. Population structure and spatial pattern of the endemic and endangered subtropical tree Parrotia subaequalis (Hamamelidaceae). Flora, 212: 10-18.
Mueller-Dombois, D., and Ellenberg, H. 1974. Aims and Methods of Vegetation Ecology. John Wiley and Sons. New York. 574 pp
Muryani, C., Ahmad, Nugraha, S., dan Utami, T., 2011. Model Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengelolaan dan Pelestarian Hutan Mangrove di Pantai Pasuruan Jawa Timur. Jurnal Manusia dan Lingkungan, 18(2):75-84.
Odum, E.P. 1993. Dasar-dasar Ekologi. Terjemahan oleh Tjahjono Samingan dari buku Fundamentals of Ecology. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta. 697 hlm.
Poedjirahajoe, E., and Matatula. 2019. The Physiochemical Condition of Mangrove Ecosystems in The Coastal District of Sulamo, Kupang, East Nusa Tenggara, Indonesia. Jurnal Manajemen Hutan Tropika, 25(3): 173-184. DOI: 10.7226/jtfm 5.3.173
Ramses, Notowinarto, dan Dewi, I.S. 2014. Struktur Komunitas Mollusca Penempel Pada Vegetasi Mangrove Di Pulau Kasu Kecamatan Belakang Padang Kota Batam. Simbiosa, 3(1): 11-17
Ramses. 2016. Inventarisasi Karagaman Jenis Flora Mangrove di Pulau Mecan Kota Batam. Simbiosa, 5(2): 126-134
Rugayah, Suhardjono, dan Susiarti, S. 2010. Keanekaragaman Tumbuhan Pulau Sepanjang Jawa Timur. Berita Biologi, 10(2): 205-214. 10.14203/beritabiologi.v10i2.1974
Schwarzbach, A.E., and Ricklefs, R.E. 2000. Systematic Affinities Of Rhizophoraceae And Anisophylleaceae, And Intergeneric Relationships Within Rhizophoraceae, Based On Chloroplast DNA, Nuclear Ribosomal DNA, and Morphology. American Journal of Botany, 87(4): 547-564.
Semiun, C.G., Lengur, E.R.A., and Duhan, G.U.U.B. 2020. Insect diversity profile of mangrove ecosystem in Menipo Nature Tourism Park, East Amarasi, East Nusa Tenggara. IOP Conf. Series: Materials Science and Engineering, 823: 1-9. International Seminar on Chemical Engineering Soehadi Reksowardojo (STKSR) 2019. 7-9 October 2019, Kupang, Indonesia. doi:10.1088/1757-899X/823/1/012050
Seran, W. 2019. Struktur dan Komposisi Spesies Hutan Mangrove di Pantai Paradiso, Kota Kupang, NTT. Jurnal Agribisnis dan Perikanan, 12 (1): 34-42. doi: 10.29239/j.agrikan.11.1.43-41
Setyawan, A.D. dan Winarno, K. 2006. Pemanfaatan Langsung Ekosistem Mangrove di Jawa Tengah dan Penggunaan Lahan di Sekitarnya; Kerusakan dan Upaya Restorasinya. Biodiversitas, 7(3): 282-291. doi :10.13057/Biodiv/d070318
Thomas N, Lucas R, Bunting P, Hardy A, Rosenqvist A, and Simard M. 2017. Distribution and drivers of global mangrove forest change, 1996±2010. PLoS ONE 12(6): e0179302. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0179302
Timuli, Y.A. 2015. Inventarisasi dan Keanekaragaman Jenis Mangrove di Pantai Kaisulun, Desa Akle Kecematan Semau Kabupaten Kupang. (Skripsi). Universitas Kristen Artha Wacana. Kupang.
Tomlinson, P.B. 2016. Family: Lythraceae. In The Botany of Mangroves. Cambridge University Press. Cambridge. pp. 268-271. doi:10.1017/CBO9781139946575.031
Utomo, B., Budiastuti, S dan Muryani, C. 2017. Strategi Pengelolaan Hutan Mangrove Di Desa Tanggul Tlare, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara. Jurnal Ilmu Lingkungan, 15(2): 117-123. doi:10.14710/jil.15.2.117-123
Keywords

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Dengan mengirimkan manuskrip artikel, penulis setuju dengan kebijakan ini. Tidak diperlukan penandatanganan dokumen khusus.
1. Lisensi
Penggunaan artikel yang non-komersial akan diatur oleh lisensi Atribusi Creative Commons seperti yang saat ini ditampilkan pada Creative Commons Attribution 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
2. Jaminan Penulis
Penulis menjamin bahwa artikel tersebut asli, ditulis oleh penulis lain, belum diterbitkan sebelumnya, tidak mengandung pernyataan yang melanggar hukum, tidak melanggar hak orang lain, tunduk pada hak cipta yang dipegang secara eksklusif oleh penulis dan bebas dari setiap hak pihak ketiga, dan bahwa setiap izin tertulis yang diperlukan untuk mengutip dari sumber lain telah diperoleh oleh penulis.
3. Hak Pengguna
Jurnal Simbiosa adalah untuk menyebarluaskan artikel yang diterbitkan sebebas mungkin. Di bawah lisensi Creative Commons, Simbiosa mengizinkan pengguna untuk menyalin, mendistribusikan, menampilkan, dan melakukan pekerjaan hanya untuk tujuan non-komersial. Pengguna juga perlu mengaitkan penulis dan Jurnal Simbiosa dalam mendistribusikan karya di jurnal dan media publikasi lainnya.
4. Hak Penulis
Memegang semua hak mereka untuk karya yang diterbitkan, seperti (tetapi tidak terbatas pada) hak-hak berikut;
- Hak cipta dan hak kepemilikan lainnya yang berkaitan dengan artikel, seperti hak paten,
- Hak untuk menggunakan substansi artikel dalam karya masa depan sendiri, termasuk kuliah dan buku,
- Hak untuk mereproduksi artikel untuk keperluan sendiri,
- Hak untuk mengarsipkan diri sendiri artikel tersebut,
- Hak untuk mengadakan perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi artikel yang diterbitkan (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awal dalam jurnal Simbiosa ini.
5. Co-Authorship
Jika artikel tersebut disusun bersama oleh lebih dari satu penulis, setiap penulis yang menyerahkan naskah waran bahwa ia telah diberi wewenang oleh semua penulis bersama untuk menyetujui hak cipta dan pemberitahuan lisensi (perjanjian) ini atas nama mereka, dan setuju untuk memberi tahu rekan penulis dari ketentuan kebijakan ini. Jurnal Simbiosa tidak akan bertanggung jawab atas apa pun yang mungkin timbul karena perselisihan internal penulis. Jurnal Simbiosa hanya akan berkomunikasi dengan penulis yang sesuai.
6. Royalti
Menjadi jurnal yang dapat diakses secara terbuka dan menyebarkan artikel secara gratis di bawah masa lisensi Creative Commons yang disebutkan, penulis menyadari bahwa Jurnal Simbiosa tidak memberikan hak royalti kepada penulis atau biaya lainnya.
7. Lain-lain
Jurnal Simbiosa akan menerbitkan artikel (atau menerbitkannya) di jurnal jika proses editorial artikel berhasil diselesaikan. Editor Simbiosa dapat memodifikasi artikel dengan gaya tanda baca, ejaan, huruf besar, referensi, dan penggunaan yang dianggap tepat. Penulis mengakui bahwa artikel tersebut dapat dipublikasikan sehingga akan dapat diakses oleh publik dan akses tersebut akan gratis bagi pembaca seperti yang disebutkan dalam poin 3.