Profil Keterampilan Proses Sains Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) pada Mata Kuliah Konsep Biologi
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan Keterampilan Proses Sains (KPS) mahasiswa Program Studi Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) pada mata kuliah konsep Biologi SD. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa semester 6 Prodi PGSD Universitas Karimun berjumlah 25 orang mahasiswa dengan teknik pengambilan sampel yang dipilih secara Purposive Random Sampling. Data pada penelitian ini diperoleh melalui instrumen tes keterampilan proses sains mahasiswa dan kuisioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan proses sains mahasiswa masih sangat rendah dengan nilai 13,8. Faktor yang mempengaruhi keterampilan proses sains terhadap proses pembelajaran memperoleh nilai 72,83% dengan kategori tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa profil keterampilan proses sains mahasiswa PGSD masih rendah dan harus ditingkatkan.References
Dewi, T.M. 2019. Pengembangan Buku Penuntun Praktikum IPA SD Berbasis Keterampilan Proses Sains pada Mata Kuliah Praktikum IPA SD untuk Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD). Simbiosa, 8(1):28-36.
Haristy, D.R. 2012. Pembelajaran Berbasis Literasi Saintifik pada Materi Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit di SMA Negeri 1 Pontianak. (Skripsi). Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Tanjungpura Pontianak.
Hikmawati, N., Sutrio dan Hikmawati. 2017. Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Masalah dengan Pengetahuan Awal terhadap Keterampilan Proses Sains Peserta Didik SMA. Jurnal Pendidikan Fisika dan Teknologi, 3(1): 92-100.
Kustijono, R., Jatmiko, B., dan Ibrahim, M. 2018. The Effect of Scientific Attitudes Toward Science Process Skills in Basic Physics Practicum by Using Peer Model. International Journal of Geomate. 15(50): 82-87.
Lestari, M.Y. 2017. Analisis Keterampilan Proses Sains pada Pelaksanaan Praktikum Fisika Dasar 1 terhadap Mahasiswa Pendidikan Fisika UIN Raden Intan Lampung. (Skripsi). Program Studi Pendidikan Fisika FKIP. UIN Raden Intan. Lampung.
Maradona. 2013. Analisis Keterampilan Proses Sains Siswa Kelas XI IPA SMA Islam Samarinda pada Pokok Bahasan Hidrolisis Melalui Metode Eksperimen. Prosiding Seminar Nasional Kimia 2013. Program Studi Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Mulawarman. Hlm 62-70.
Putri, A.N., dan Erda, M. 2018. Analisis Keterampilan Proses Sains Awal Mahasiswa pada Mata Kuliah Biologi Umum. Jurnal Pedagogi Hayati, 2(2):1-4.
Purwanto, M.N. 2013. Prinsip-Prinsip dan Teknik Evaluasi Pengajaran. PT. Remaja Rosdakarya. Jakarta. 166 hlm.
Rustaman, N. 2003. Peranan Pertanyaan Produktif dalam Pengembangan KPS dan LKS. Bahan Seminar dan Lokakarya Bagi Guru-Guru SLTP dan SMU. FPMIPA UPI. Bandung.
Sagala, S. 2013. Konsep dan Makna Pembelajaran untuk Membantu Memecahkan Problematika Belajar dan Mengajar. Alfabeta. Bandung. 276 hlm.
Sanjaya,W. 2013. Penelitian Pendidikan. Kencana. Jakarta, 314 hlm.
Sugiyono. 2015. Metode Penelitian Kuantitatif dan R &D. Alfabeta. Bandung, 456 hlm.
Trianto. 2012. Model Pembelajaran Terpadu : Konsep, Strategi, dan Implementasinya dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Bumi Aksara. Jakarta. 290 hlm.
Ulum, C. 2018. Keterampilan Sosial Peserta Didik dalam Pembelajaran Tematik di Kelas V MI Muhammadiyah Selo Kulon Pogo. Al-Bidayah: Jurnal Pendidikan Dasar Islam, 10(2): 229-253.
Utama, M.N., Ramadhani, R., Rohmani, S. N., dan Prayitno, B.A. 2019. Profil Keterampilan Literasi Sains Siswa di Salah Satu Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri di Surakarta. Didaktika Biologi, 3(2):57-67.
Wahyuni, N.D. 2013. Penerapan Metode Inkuiri untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Pembelajaran IPA di Sekolah Dasar. (Skripsi). Prodi PGSD FKIP Universitas Pendidikan Indonesia. Bandung.
Widodo, H. 2015. Potret Pendidikan di Indonesia dan Kesiapannya dalam Menghadapi Masyarakat Ekonomi Asia (MEA). Cendikia, 13(2): 293-307.
Keywords

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Dengan mengirimkan manuskrip artikel, penulis setuju dengan kebijakan ini. Tidak diperlukan penandatanganan dokumen khusus.
1. Lisensi
Penggunaan artikel yang non-komersial akan diatur oleh lisensi Atribusi Creative Commons seperti yang saat ini ditampilkan pada Creative Commons Attribution 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
2. Jaminan Penulis
Penulis menjamin bahwa artikel tersebut asli, ditulis oleh penulis lain, belum diterbitkan sebelumnya, tidak mengandung pernyataan yang melanggar hukum, tidak melanggar hak orang lain, tunduk pada hak cipta yang dipegang secara eksklusif oleh penulis dan bebas dari setiap hak pihak ketiga, dan bahwa setiap izin tertulis yang diperlukan untuk mengutip dari sumber lain telah diperoleh oleh penulis.
3. Hak Pengguna
Jurnal Simbiosa adalah untuk menyebarluaskan artikel yang diterbitkan sebebas mungkin. Di bawah lisensi Creative Commons, Simbiosa mengizinkan pengguna untuk menyalin, mendistribusikan, menampilkan, dan melakukan pekerjaan hanya untuk tujuan non-komersial. Pengguna juga perlu mengaitkan penulis dan Jurnal Simbiosa dalam mendistribusikan karya di jurnal dan media publikasi lainnya.
4. Hak Penulis
Memegang semua hak mereka untuk karya yang diterbitkan, seperti (tetapi tidak terbatas pada) hak-hak berikut;
- Hak cipta dan hak kepemilikan lainnya yang berkaitan dengan artikel, seperti hak paten,
- Hak untuk menggunakan substansi artikel dalam karya masa depan sendiri, termasuk kuliah dan buku,
- Hak untuk mereproduksi artikel untuk keperluan sendiri,
- Hak untuk mengarsipkan diri sendiri artikel tersebut,
- Hak untuk mengadakan perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi artikel yang diterbitkan (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awal dalam jurnal Simbiosa ini.
5. Co-Authorship
Jika artikel tersebut disusun bersama oleh lebih dari satu penulis, setiap penulis yang menyerahkan naskah waran bahwa ia telah diberi wewenang oleh semua penulis bersama untuk menyetujui hak cipta dan pemberitahuan lisensi (perjanjian) ini atas nama mereka, dan setuju untuk memberi tahu rekan penulis dari ketentuan kebijakan ini. Jurnal Simbiosa tidak akan bertanggung jawab atas apa pun yang mungkin timbul karena perselisihan internal penulis. Jurnal Simbiosa hanya akan berkomunikasi dengan penulis yang sesuai.
6. Royalti
Menjadi jurnal yang dapat diakses secara terbuka dan menyebarkan artikel secara gratis di bawah masa lisensi Creative Commons yang disebutkan, penulis menyadari bahwa Jurnal Simbiosa tidak memberikan hak royalti kepada penulis atau biaya lainnya.
7. Lain-lain
Jurnal Simbiosa akan menerbitkan artikel (atau menerbitkannya) di jurnal jika proses editorial artikel berhasil diselesaikan. Editor Simbiosa dapat memodifikasi artikel dengan gaya tanda baca, ejaan, huruf besar, referensi, dan penggunaan yang dianggap tepat. Penulis mengakui bahwa artikel tersebut dapat dipublikasikan sehingga akan dapat diakses oleh publik dan akses tersebut akan gratis bagi pembaca seperti yang disebutkan dalam poin 3.