Pengaruh Perbedaan Usia Terhadap Motilitas Spermatozoa (Studi Kasus Pasien Laboratorium Infertilitas Rumah Sakit Kasih Sayang Ibu Kota Batam)
Abstract
Motilitas spermatozoa adalah kemampuan sel sperma untuk bergerak secara progresif, spermatozoa yang sehat mampu bergerak lurus minimal 25 mikrometer per detik. Berdasarkan permasalahan tersebut timbul pertanyaan apakah perbedaan usia berpengaruh terhadap motilitas spermatozoa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan usia terhadap mortalitas spermatozoa. Penelitian dilakukan dalam waktu 1 tahun dari bulan Maret 2018 sampai Februari tahun 2019 dengan mengambil sampel pasien yang berobat pada laboratorium Infertilitas Rumah Sakit Kasih Sayang Ibu Kota Batam. Menggunakan Rancangan Acak Kelompok, perbedaan usia dikelompokan atas tiga; 1. usia 20-30 tahun, 2.31-40 tahun dan 3. 41-50 tahun. Data dianalisis dengan ANOVA (Analysis of varience). Berdasarkan hasil perhitungan uji Anava diperoleh nilai F hitung dari perbandingan rerata antar kelompok perlakuan sebesar 1,331 sedangkan nilai F tabel pada taraf signifikan (α = 0.05) adalah 0.97. Karena F hitung lebih besar dari f tabel maka pengujian menolak hipotesis nol dan hasilnya terdapat pengaruh perbedaan usia terhadap motilitas spermatozoaReferences
Auger, J., Kunstmann, J.M., Czyglik, F., and Jouannet, P. 1995. Decline in semen quality among fertile men in Paris during the past 20 years. N Engl J Med. 332: 281–285.
Björndahl, L. 2010. The usefulness and significance of assessing rapidly progressive spermatozoa. Asian J Androl, 12(1): 33–35.
Ferial, E.W. 2013. Biologi Reproduksi. Erlangga. Jakarta
Guyton, A. C., dan Hall, J.E. 2007. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. ECG, Jakarta.
Jonge, C.D., and Barratt, C. 2006. The Sperm Cell: Production, Maturation, Fertilization, Regeneration. Cambridge University Press. United Kingdom. 359 pp.
Kuswanti, I. 2014. Asuhan Kebidanan. Pustaka Pelajar, Jogjakarta.
Nieschlag, E., Behre, H. M., dan Nieschlag, S. 2010. Andrology: Male Reproductive Health and Disfunction. Heidelberg Springer-Verlag, Berlin.
Pino, V., Sanz, A., Valdés, N., Crosby, J., and Mackenna, A. 2020. The effects of aging on semen parameters and sperm DNA fragmentation. JBRA Assisted Reproduction, 24(1): 82-86. doi: 10.5935/1518-0557.20190058
Sartorius, G.A., Nieschlag, E. 2010. Fertility and the Aging Male. Human Reproduction Update, 16(1): , 65–79, https://doi.org/10.1093/humupd/dmp027
Sharma, R., Agarwal, A., Rohra, V. K., Assidi. M., Abu-Elmagd, M., and Turki, R.F. 2015. Effects of increased paternal age on sperm quality, reproductive outcome and associated epigenetic risks to offspring. Reproductive Biology and Endocrinology, 13(35): 1-20
Suprapti dan Sulastri. 2020. Buku Ajar Patologi Reproduksi. Literasi Nusantara. Batu Malang. 112 hlm.
Saputra, L dan Dwisang, L. 2012. Anatomi dan Fisiologi untuk Perawat dan Paramedis. Binarupa Aksara Publisher. Tangerang Selatan.
Stone, B. A., Alex, A., Werlin, L. B., and Marrs, R. P. 2013. Age thresholds for changes in semen parameters in men. Fertility and Sterility®, 100(4): 952-958. http://dx.doi.org/10.1016/j.fertnstert.2013.05.046
Tjipto, W. B. 2013. Kajian Infertil Pria di Laboratorium Infertil Andrologi Puslitbang Sistem dan Kebijakan Kesehatan Surabaya Tahun 2005-2008. Buletin Penelitian Sistem Kesehatan, 13 (2): 181-188
Keywords

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Dengan mengirimkan manuskrip artikel, penulis setuju dengan kebijakan ini. Tidak diperlukan penandatanganan dokumen khusus.
1. Lisensi
Penggunaan artikel yang non-komersial akan diatur oleh lisensi Atribusi Creative Commons seperti yang saat ini ditampilkan pada Creative Commons Attribution 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
2. Jaminan Penulis
Penulis menjamin bahwa artikel tersebut asli, ditulis oleh penulis lain, belum diterbitkan sebelumnya, tidak mengandung pernyataan yang melanggar hukum, tidak melanggar hak orang lain, tunduk pada hak cipta yang dipegang secara eksklusif oleh penulis dan bebas dari setiap hak pihak ketiga, dan bahwa setiap izin tertulis yang diperlukan untuk mengutip dari sumber lain telah diperoleh oleh penulis.
3. Hak Pengguna
Jurnal Simbiosa adalah untuk menyebarluaskan artikel yang diterbitkan sebebas mungkin. Di bawah lisensi Creative Commons, Simbiosa mengizinkan pengguna untuk menyalin, mendistribusikan, menampilkan, dan melakukan pekerjaan hanya untuk tujuan non-komersial. Pengguna juga perlu mengaitkan penulis dan Jurnal Simbiosa dalam mendistribusikan karya di jurnal dan media publikasi lainnya.
4. Hak Penulis
Memegang semua hak mereka untuk karya yang diterbitkan, seperti (tetapi tidak terbatas pada) hak-hak berikut;
- Hak cipta dan hak kepemilikan lainnya yang berkaitan dengan artikel, seperti hak paten,
- Hak untuk menggunakan substansi artikel dalam karya masa depan sendiri, termasuk kuliah dan buku,
- Hak untuk mereproduksi artikel untuk keperluan sendiri,
- Hak untuk mengarsipkan diri sendiri artikel tersebut,
- Hak untuk mengadakan perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi artikel yang diterbitkan (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awal dalam jurnal Simbiosa ini.
5. Co-Authorship
Jika artikel tersebut disusun bersama oleh lebih dari satu penulis, setiap penulis yang menyerahkan naskah waran bahwa ia telah diberi wewenang oleh semua penulis bersama untuk menyetujui hak cipta dan pemberitahuan lisensi (perjanjian) ini atas nama mereka, dan setuju untuk memberi tahu rekan penulis dari ketentuan kebijakan ini. Jurnal Simbiosa tidak akan bertanggung jawab atas apa pun yang mungkin timbul karena perselisihan internal penulis. Jurnal Simbiosa hanya akan berkomunikasi dengan penulis yang sesuai.
6. Royalti
Menjadi jurnal yang dapat diakses secara terbuka dan menyebarkan artikel secara gratis di bawah masa lisensi Creative Commons yang disebutkan, penulis menyadari bahwa Jurnal Simbiosa tidak memberikan hak royalti kepada penulis atau biaya lainnya.
7. Lain-lain
Jurnal Simbiosa akan menerbitkan artikel (atau menerbitkannya) di jurnal jika proses editorial artikel berhasil diselesaikan. Editor Simbiosa dapat memodifikasi artikel dengan gaya tanda baca, ejaan, huruf besar, referensi, dan penggunaan yang dianggap tepat. Penulis mengakui bahwa artikel tersebut dapat dipublikasikan sehingga akan dapat diakses oleh publik dan akses tersebut akan gratis bagi pembaca seperti yang disebutkan dalam poin 3.