Aplikasi Hand Sanitizer Kitosan Cangkang Bekicot Sebagai Antibakteri dan Upaya Preventif Covid 19
Abstract
Salah satu infeksi akibat bakteri yang dapat menyebabkan saluran pernapasan adalah Klebsiella pneumonia. Desain yang digunnakan pada penelitian ini adalah true eksperimental. Tahapan penelitian dengan isolasi kitosan cangkang bekicot yaitu deproteinasi, demineralisasi, depigmentasi, dan deasetilasi, pembuatan hand sanitizer kitosan cangkang bekicot. Analisa data yang digunakan deskriptif kualitatif dan kuantatif untuk uji evaluasi organoleptis dan jumlah koloni bakteri dan uji ANOVA satu arah jika terdapat perbedaan dilakukan uji lanjut dengan uji LSD. Hasil penelitian menunjukan bahwa uji organoleptis hand sanitizer selama 28 hari dan didapatkan hasil sesuai spesifikasi yaitu berbentuk gel, warna transparan dan tidak ada aroma yang dikeluarkan, pH sediaan hand sanitizer sesuai dengan standart pH kulit, sediaan hand sanitizer kitosan cangkang bekicot homogen, jumlah koloni formula 2 (6%) dengan rata-rata 0,67 koloni, 3% dengan rata-rata 2,67 koloni lebih efektife alam menghambat pertumbuhan bakteri jika dibandingkan dengan K (-) dengan rata-rata 107,67. Perlakuan hand sanitizer 3% berbeda nyata secara signifikan dengan kontrol dan 6%, perlakuan hand sanitizer 6% berbeda nyata signifikan dengan kontrol dan 3%. Semakin tinggi konsentrasi cangkang bekicot semakin besar kemampuan daya hambat dan bersifat bakterisidal.References
Asngad, A., Bagas, A. R., and Nopitasari. 2018. Kualitas Gel Pembersih Tangan Ekstrak Daun Kemangi (Handsanitizer) Dari Ekstrak Batang Pisang dengan Penambahan Alkohol, Triklosan, gliserin yang Berbeda Dosisnya. Bioeksperimen. 4 (2): 61-70.
Astuti, D. P., Husni, P., and Hartono, K. 2015. Formulasi dan Uji Stabilitas Fisik Sediaan Gel Antiseptik Tangan Minyak Atsiri Bunga Lavender (Lavanda angustifolia miller). Farmaka. 15(1): 176-184.
Crescentiana, D,. Hernawan, P., Satriyo, K., Suharto, W., and Kismurtono, M. 2009. Optimization of Chitin Production from Penaeus monodon Shells at Ambient Temperature. Proceedings of National Seminar on Applied Technology, Science, and Arts (1stAPTECS), p.861-864.
Desiyanto, F. A., and Djannah, N. S. 2013. Eefektivitas Mencuci Tangan Menggunakan Cairan Pembersih Tangan Antiseptik (Hand sanitizer) Terhadap Jumlah Angka Kuman. KESMAS, 7 (2): 55-112.
Juariyah dan Abdillah. 2018. Uji Daya Hambat Klebsiella pneumonia Menggunakan Ekstrak Kulit Nanas (Ananas comosus L.Merr). Jurnal Analis Kesehatan Klinikal Sains, 6 (2): 48-53.
Kementrian PPN. 2018. Penguatan Pelayanan Kesehatan Dasar Di Puskesmas. Jakarta: Direktorat Kesehatan dan Gizi Masyarakat. 2-4.
Liu, N., Chen, X., Park, H.J., Liu, C.G., Liu, C.S., Meng, X.H., and Yu, L.J. 2006. Effect of MW and concentration of chitosan on antibacterial activity of Escherichia coli. Carbohydrate Polymer. 64 (1): 60-65.
Liu, P., Yuen, Y., Hsiao, H.M., Jaykus, L.A., and Moe, C. 2010. Effectiveness of Liquid Soap and Hand Sanitizer against Norwalk Virus on Contaminated Hands. Applied And Environmental Microbiology 76(2): 394–99.
Maulina, L., and Sugihartini, N. 2015. Formulasi Gel Ekstrak Etanol Kulit Buah Manggis (Garcinia mangostana L.) Dengan Variasi Gelling Agent Sebagai Sediaan Luka Bakar. Pharmaciana. 5 (1): 43-52.
Ningsih, W., Firmansyah, dan Anggraini, S. 2016. Formulasi Dan Uji Aktivitas Antibakteri Gel Pembersih Tangan Ekstrak Etanol Daun Kembang Bulan (Tithonia diversifolia (Hemsley) A. Gray). Jurnal Ilmiah Farmasi. 12 (1): 79-85.
Nurwaini, S., and Saputri, D. 2018. Pengujian Sifat Fisik dan Aktivitas Antibakteri Sediaan Gel Hand Sanitizer Ekstrak Daun Lidah Mertua (Sansevieria trifasciata prai). Tropical Medicine. 7 (1): 78-85.
Notoatmodjo, S. 2010. Metodologi Penelitian Kesehatan. Edisi ke-2, PT. Rineka Cipta. Jakarta. 236 hlm.
Oyekunle, D.T, and Omoleye, J.A. 2019. Effect of particle sizes on the kinetics of demineralization of snail shell forchitin synthesis using acetic acid. Journal Heliyon, 5 (5): 1-7.
Patria, A. 2013. Production and characterization of Chitosan from shrimp shells waste. AACL Bioflux, 6 (4): 339-334.
Paul, S., Jayan, A., Sasikumar, C.S., and Cherian, S. 2014. Extraction And Purification Of Chitosan From Chitin Isolated From Sea Prawn fenneropenaeus Indicus. Asian Journal Of Pahrmaceutical And Clinical Research, 7 (4): 202-204.
Puvvada, Y. S., Vankayalapati, S. and Sukhavasi, S. 2012. Extraction of chitin from chitosan from exoskeleton of shrimp for application in the pharmaceutical industry. International Current Pharmaceutical Journal, 1(9): 258 – 263.
Rejane, C., Britto. G, D, D., Odilio, B. G., and Assis. 2009. A review of the antimicrobial activity of chitosan. Artigo De Revisão, 19 (3): 241-247
Rohanna, Stevani, H., dan Dewi, R. 2019. Formulasi Sediaan Hand Sanitizer Dari Ekstrak Biji Pangi (Pangium edule REINW). Media Farmasi. XV (2): 197-204.
Salam, A., and El-Wakeil, N. 2012. Biological And Ecological Studies on Land Snail and Their Control. p.414-444. In: Sonia Soloneski (Ed.) Intergrated Pest Management and Pest Control- Current and Future Tactics. InTech, 668p.
Sari, R., dan Isadiartuti, D. 2006. Study on the effectiveness of betel leaf extract hand antiseptic gel (Piper betle Linn.). Majalah Farmasi Indonesia, 17 (4): 163-169.
Sarjono, P. R., Mulyani, N. A, dan Wulandari N. 2008. Uji Antibakteri Kitosan Dari Kulit Udang Windu (penaeus monodon) Dengan Metode Difusi Cakram Kertas. 2008. Proceeding Seminar Nasional Kimia dan Pendidikan Kimia (UNS-UNDIP-UNNES). 20-30.
Sarwono, R. 2010. Utilization of Chitin / Chitosan as Antimicrobial Materials. Jurnal Kimia Terapan Indonesia (JKTI), 12 (1): 20-30.
Soediono, B, J., Zaini, M., Sholeha, N, D., and Jannah, N. 2019. Uji Skrinning Fitokimia dan Evaluasi Sifat Fisik Sediaan Salep Ekstrak Etanol Daun Kemangi (Ocimum Sanctum L) dengan Menggunakan Basis Salep Hidrokarbon dan Basis Salep Serap. Jurnal Polanka. 1 (1): 17-33.
Sayuti, N., A. 2015. Formulation and Physical Stability Test for Chinese Ketepeng Leaf Extract Gel (Casia alata L). Jurnal Kefarmasian Indonesia, 5 (2): 1-10.
Shu, M. 2013. Hand Sanitizer Gel Formulation with Tricholosan 0.5% and 1% Active Ingredients. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya, 2 (1): 1-10.
Susanti, R., D., Soripada, T., A., and Silaban, R. 2011. Utilization of Chitosan from Snail Shell Waste as Copper Metal. Jurnal Pendidikan Kimia, 3 (1): 20-32.
Titaley, S., Fatimawali, and Lolo, W.A. 2014. Formulasi Dan Uji Efektifitas Sediaan Gel Ekstra Etanol Daun Mangrove Api-Api (Avicennia Marina) Sebagai Antiseptik Tangan. Jurnal Ilmiah Farmasi 3(2): 99-106.
Umarudin dan Surahmaida. 2019. Isolation, Identification, and Antibacterial Test of Snail Shell Chitosan (Achatina fulica) Against Staphylococcus aureus from Diabetic Ulcer Patients. Simbiosa, 8 (1): 37-49.
Umarudin, Surahmaida, Alta, R., and Ningrum, R.S. 2019. Preparation, Characterization, and Antibacterial of Staphylococcus aureus Activity of Chitosan from Shell of Snail (Achatina fulica F). Biota. 12 (1): 22-31.
Wijaya, J. I. 2013. Formulasi Sediaan Gel Handsanitizer Dengan Bahan Aktif Triklosan 1,5% dan 2%. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya. 2(1): 1-14.
Wisuda, S., Buchari, D., and Loekman, S. 2014. Pemanfaatan Kitosan Dari Limbah Cangkang Rajungan (Portunus Pelagicus) Pada Pembuatan Hand Body Cream. Journal JOM. 1 (1); 1-12.
Keywords

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Dengan mengirimkan manuskrip artikel, penulis setuju dengan kebijakan ini. Tidak diperlukan penandatanganan dokumen khusus.
1. Lisensi
Penggunaan artikel yang non-komersial akan diatur oleh lisensi Atribusi Creative Commons seperti yang saat ini ditampilkan pada Creative Commons Attribution 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
2. Jaminan Penulis
Penulis menjamin bahwa artikel tersebut asli, ditulis oleh penulis lain, belum diterbitkan sebelumnya, tidak mengandung pernyataan yang melanggar hukum, tidak melanggar hak orang lain, tunduk pada hak cipta yang dipegang secara eksklusif oleh penulis dan bebas dari setiap hak pihak ketiga, dan bahwa setiap izin tertulis yang diperlukan untuk mengutip dari sumber lain telah diperoleh oleh penulis.
3. Hak Pengguna
Jurnal Simbiosa adalah untuk menyebarluaskan artikel yang diterbitkan sebebas mungkin. Di bawah lisensi Creative Commons, Simbiosa mengizinkan pengguna untuk menyalin, mendistribusikan, menampilkan, dan melakukan pekerjaan hanya untuk tujuan non-komersial. Pengguna juga perlu mengaitkan penulis dan Jurnal Simbiosa dalam mendistribusikan karya di jurnal dan media publikasi lainnya.
4. Hak Penulis
Memegang semua hak mereka untuk karya yang diterbitkan, seperti (tetapi tidak terbatas pada) hak-hak berikut;
- Hak cipta dan hak kepemilikan lainnya yang berkaitan dengan artikel, seperti hak paten,
- Hak untuk menggunakan substansi artikel dalam karya masa depan sendiri, termasuk kuliah dan buku,
- Hak untuk mereproduksi artikel untuk keperluan sendiri,
- Hak untuk mengarsipkan diri sendiri artikel tersebut,
- Hak untuk mengadakan perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi artikel yang diterbitkan (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awal dalam jurnal Simbiosa ini.
5. Co-Authorship
Jika artikel tersebut disusun bersama oleh lebih dari satu penulis, setiap penulis yang menyerahkan naskah waran bahwa ia telah diberi wewenang oleh semua penulis bersama untuk menyetujui hak cipta dan pemberitahuan lisensi (perjanjian) ini atas nama mereka, dan setuju untuk memberi tahu rekan penulis dari ketentuan kebijakan ini. Jurnal Simbiosa tidak akan bertanggung jawab atas apa pun yang mungkin timbul karena perselisihan internal penulis. Jurnal Simbiosa hanya akan berkomunikasi dengan penulis yang sesuai.
6. Royalti
Menjadi jurnal yang dapat diakses secara terbuka dan menyebarkan artikel secara gratis di bawah masa lisensi Creative Commons yang disebutkan, penulis menyadari bahwa Jurnal Simbiosa tidak memberikan hak royalti kepada penulis atau biaya lainnya.
7. Lain-lain
Jurnal Simbiosa akan menerbitkan artikel (atau menerbitkannya) di jurnal jika proses editorial artikel berhasil diselesaikan. Editor Simbiosa dapat memodifikasi artikel dengan gaya tanda baca, ejaan, huruf besar, referensi, dan penggunaan yang dianggap tepat. Penulis mengakui bahwa artikel tersebut dapat dipublikasikan sehingga akan dapat diakses oleh publik dan akses tersebut akan gratis bagi pembaca seperti yang disebutkan dalam poin 3.