Studi Awal Kelelawar (Ordo Chiroptera) di Pulau Batam
Abstract
Kelelawar adalah spesies kunci pada suatu habitat. Keberadaan kelelawar sangat penting karena menjalankan fungsi ekologis vital pada suatu ekosistem. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi awal tentang keberadaan kelelawar di Pulau Batam. Metode penelitian adalah metode survei. Penangkapan kelelawar dilakukan di tiga stasiun pada Hutan Lindung Duriangkang dan Hutan Lindung Sungai Ladi. Kelelawar ditangkap menggunakan jaring kabut. Kelelawar yang tertangkap diamati karakter morfologinya, lalu diukur karakter pentingnya untuk identifikasi. Identifikasi mengacu pada buku panduan. Dari penelitian yang sudah dilakukan, ditemukan empat jenis kelelawar pada kedua hutan lindung, satu jenis ditemukan dalam jumlah yang sangat banyak dan mendominasi yaitu Cynopterus brachyotis. Nilai indeks keanekaragaman pada kedua lokasi tergolong rendah, indeks kemerataan tergolong rendah dan sedang, indeks dominansi tinggi dan sedang. Indeks kesamaan komunitas adalah 100% karena spesies yang dijumpai pada kedua lokasi samaReferences
Francis, C.M. 2008. A Guide to the Mammals of Southeast Asia. New Holland Publishers (UK) Ltd. United Kingdom.
Fuentes-Montemayor, E., Goulson, D., Cavin, L., Wallace, J.M., Park, K.J. 2013. Fragmented woodlands in agricultural landscapes: The influence of woodland character and landscape context on bats and their insect prey. Agriculture, Ecosystems and Environment. 172: 6–15. doi: 10.1016/j.agee.2013.03.019.
Gould, E. 1978. Rediscovery of Hipposideros ridleyi and Seasonal Reproduction in Malaysian Bats. Biotropica 10: 30-32.
IUCN. 2020. IUCN Red List of Threatened Species. Version 2020. http://www.iucnredlist.org. Juni 2020
Kartono, A. P., Prayogi, K.D., and Maryanto, I. 2017. Keanekaragaman Jenis Kelelawar Di Hutan Pendidikan Gunung Walat Sukabumi Jawa Barat. Zoo Indonesia, 26(1): 33–43.
Kingston, T., Lim, B.L., Akbar, Z. 2009. Bats of Krau Wildlife Reserve. University Kebangsaan Malaysia, Bangi.
Myers, N. 1988. Tropical Forest: Much More Than Stocks of wood. Journal of Tropical Ecology 4:209-221.
Naszami, Anwari, M.S., and Rifanjani, S. 2019. Keanekaragaman Jenis Kelelawar di Kawasan Camp Lubuk Baji Taman Nasional Gunung Palung. Jurnal Hutan Lestari, 7(1): 56–61.
Odum, E. P. 1993. Dasar-dasar Ekologi. Diterjemahkan dari Fundamental of Ecology oleh T. Samingan. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.
Payne, J., Francis, C.M., Phillips, K., Kartikasari, S.N. 2000. Panduan Lapangan Mamalia Di Kalimantan, Sabah, Sarawak, dan Brunei Darussalam. Prima center. Jakarta.
Prasetyo P.N., Noerfahmy, S., dan Tata, H.L. 2011. Jenis-jenis Kelelawar Agroforest Sumatera. Bogor, Indonesia. World Agroforestry Centre - ICRAF, SEA Regional Office. 75p.
Santoso, E. 2019. Keragaman Kelelawar di Desa Pinggiran Taman Nasional Way Kambas: Desa Labuhan Ratu VII. Universitas Lampung.
Saputra, Y., Sukandar, P., dan Suryanda, A. 2016. Studi Keanekaragaman Jenis Kelelawar Camp Leakey Kawasan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP), Kalimantan Tengah. BIOMA, 12(1): 53–58.
Syamsi, F. 2011. Komunitas Kelelawar Microchiroptera di Kawasan Perkebunan Kelapa Sawit PT. Kencana Sawit Indonesia (KSI) Solok Selatan. Tesis Magister. Jurusan Biologi. Universitas Andalas
Struebig, M dan Sujarno, R. 2006. Survey Kelelawar Menggunakan Perangkap Harpa: Petunjuk Latihan dan Kunci Identifikasi untuk Kelelawar di Kalimantan. The Kalimantan Bat Project.
Suyanto, A. 2001. Kelelawar di Indonesia. Puslitbang Biologi-LIPI, Bogor.
Keywords
Dengan mengirimkan manuskrip artikel, penulis setuju dengan kebijakan ini. Tidak diperlukan penandatanganan dokumen khusus.
1. Lisensi
Penggunaan artikel yang non-komersial akan diatur oleh lisensi Atribusi Creative Commons seperti yang saat ini ditampilkan pada Creative Commons Attribution 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
2. Jaminan Penulis
Penulis menjamin bahwa artikel tersebut asli, ditulis oleh penulis lain, belum diterbitkan sebelumnya, tidak mengandung pernyataan yang melanggar hukum, tidak melanggar hak orang lain, tunduk pada hak cipta yang dipegang secara eksklusif oleh penulis dan bebas dari setiap hak pihak ketiga, dan bahwa setiap izin tertulis yang diperlukan untuk mengutip dari sumber lain telah diperoleh oleh penulis.
3. Hak Pengguna
Jurnal Simbiosa adalah untuk menyebarluaskan artikel yang diterbitkan sebebas mungkin. Di bawah lisensi Creative Commons, Simbiosa mengizinkan pengguna untuk menyalin, mendistribusikan, menampilkan, dan melakukan pekerjaan hanya untuk tujuan non-komersial. Pengguna juga perlu mengaitkan penulis dan Jurnal Simbiosa dalam mendistribusikan karya di jurnal dan media publikasi lainnya.
4. Hak Penulis
Memegang semua hak mereka untuk karya yang diterbitkan, seperti (tetapi tidak terbatas pada) hak-hak berikut;
- Hak cipta dan hak kepemilikan lainnya yang berkaitan dengan artikel, seperti hak paten,
- Hak untuk menggunakan substansi artikel dalam karya masa depan sendiri, termasuk kuliah dan buku,
- Hak untuk mereproduksi artikel untuk keperluan sendiri,
- Hak untuk mengarsipkan diri sendiri artikel tersebut,
- Hak untuk mengadakan perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi artikel yang diterbitkan (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awal dalam jurnal Simbiosa ini.
5. Co-Authorship
Jika artikel tersebut disusun bersama oleh lebih dari satu penulis, setiap penulis yang menyerahkan naskah waran bahwa ia telah diberi wewenang oleh semua penulis bersama untuk menyetujui hak cipta dan pemberitahuan lisensi (perjanjian) ini atas nama mereka, dan setuju untuk memberi tahu rekan penulis dari ketentuan kebijakan ini. Jurnal Simbiosa tidak akan bertanggung jawab atas apa pun yang mungkin timbul karena perselisihan internal penulis. Jurnal Simbiosa hanya akan berkomunikasi dengan penulis yang sesuai.
6. Royalti
Menjadi jurnal yang dapat diakses secara terbuka dan menyebarkan artikel secara gratis di bawah masa lisensi Creative Commons yang disebutkan, penulis menyadari bahwa Jurnal Simbiosa tidak memberikan hak royalti kepada penulis atau biaya lainnya.
7. Lain-lain
Jurnal Simbiosa akan menerbitkan artikel (atau menerbitkannya) di jurnal jika proses editorial artikel berhasil diselesaikan. Editor Simbiosa dapat memodifikasi artikel dengan gaya tanda baca, ejaan, huruf besar, referensi, dan penggunaan yang dianggap tepat. Penulis mengakui bahwa artikel tersebut dapat dipublikasikan sehingga akan dapat diakses oleh publik dan akses tersebut akan gratis bagi pembaca seperti yang disebutkan dalam poin 3.