Persebaran dan Habitat Bunga Raffesia arnoldii R.Br di Hutan Pendidikan dan Pelatihan Universitas Muhammadiyah Bengkulu
Abstract
Penelitian ini bertujuan mengetahui penyebaran dari populasi bunga Rafflesia arnoldii R.Br dan mengetahui jenis tumbuhan inang serta faktor ekologi bunga Rafflesia arnoldii R.Br di kawasan hutan Pendidikan dan Pelatihan Universitas Muhammadiyah Bengkulu. Dari hasil penelitian yang dilakukan mengenai pemetaan persebaran dan habitat bunga Rafflesia arnoldii R.Br dari data yang diperoleh dari sejumlah 6 titik kordinat, dengan jumlah inang 9, dengan fase-fase berbeda yaitu, fase kopula 7, fase brakta 8, fase perigon 7, fase mekar 1dan telah membusuk 3. hasil pemetaan yang diperoleh yaitu terdapat 6 titik kordinat yang memiliki jarak yang berbeda-beda jarak total keseluruhan dari titik 1-6 yaitu 1408,8 m. Jarak titik 1-2 yaitu 211,3 m, titik 2-3 yaitu 246,5 m, titik 3-4 yaitu 218,3 m, titik 4-5 yaitu 583,0 m, titik 5-6 yaitu 149,7 m. Analisa data kepadatan populasi K = N/us, jadi K = jumlah populasi yang ditemukan/tumbuhan inang. K =26/9=2,89. tumbuhan yang ditemukan sekitar inang yang menjadi habitat Rafflesia arnoldii R.Br secara umum diperoleh spesies Shorea sp, Quercus sp, Nuclea peduncularis, Alstonia angustiloba, Litsea sp, Terastigma sp, Mollatu speltatus dan Laportena stimulan. Kondisi iklim yang terdapat dilokasi penelitian yaitu 25-26°C dengan kelembaban rata-rata 86-93 %. Data ini menunjukan bahwa bunga Rafflesia arnoldii R.Br hanya dapat tumbuh dengan baik pada lokasi yang memiliki kelembaban udara yang tinggi.References
Malabrigo L. 2010. Rafflesia banaoana (Rafflesiaceae): another new species from Luzon, Philippines. Journal of Life Science, 4: 139-146.
Meijer, W. 1997. Rafflesiaceae. Flora malesiana Ser, 13: 1-42
Meijer, W. 1985. A contribution to the taxonomy and biology of Rafflesia arnoldi in West Sumatra. Annales Bogorianses, 3 (1) : 23-24
Mursidawati, S. 2012. Morfologi Buah dan Biji Rafflesia patma dan Rafflesia arnoldii. Jurnal Buletin Kebun Raya, 15(1) : 21-30
Nais J. 2001. Rafflesia Of The Wold. Sabah Park Kota Kinabalu: Sabah park in association with Natural History Publication.
Rahma Y,.Arma.S.P., dan Syamsuardi. 2017. Analisis Vegetasi Habitat Rafflesia gadutensis Meijer.Di Taman Hutan Raya Dr. M. Hatta garden, Kota Padang. Jurnal Metamorfosa, 4 (2) : 196-201
Stevens, G.C. 1987. Liana as struktural parasite. The Bursera –Simaroube Example. Ecology 68: 77-81
Susatya, A. 2020. The Growt of Flower Bud, Life History, and population Structure of Rafflesia arnoldii (Rafflesiacea) in Bengkulu, Sumatera, Indonesia. Jurnal Biodiversitas, 21(2) : 792-798
Susatya, A. 2011. Rafflesia Pesona Bunga Terbesar di Dunia, Perpustakaan Nasional : Katalog Dalam Terbitan. Direktorat Kawasan Konservasi dan Bina Hutan Lindung. Kemetrian Kehutanan.
Suwartini, R. Hikmat, A., dan Zuhud, E. A.M. 2008. Kondisi vegetasi dan populasi Rafflesia fatma Blume di Cagar Alam Lewulewung Sancang. Media konsevasi, 13 (3):1-8.
Veldkamp, J.F. 2009. Notes on the names of the Testrastigma (Vitaceae) host of Rafflesia (Rafflesiaceae). Reinwardtia, 13(1): 75-78
Zuhud, A.J. 1998. Rafflesia Indonesia : Keanekaragaman, Ekologi, dan Pelestarianya,.Bogor: yayasan pembina suaka Alam dan Suaka Margasatwa Indonesia ( The Indonesia Wild life Fund) and Laboratorium Konservasi Tumbuhan, Insitut Pertanian Bogor.
Keywords
Dengan mengirimkan manuskrip artikel, penulis setuju dengan kebijakan ini. Tidak diperlukan penandatanganan dokumen khusus.
1. Lisensi
Penggunaan artikel yang non-komersial akan diatur oleh lisensi Atribusi Creative Commons seperti yang saat ini ditampilkan pada Creative Commons Attribution 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
2. Jaminan Penulis
Penulis menjamin bahwa artikel tersebut asli, ditulis oleh penulis lain, belum diterbitkan sebelumnya, tidak mengandung pernyataan yang melanggar hukum, tidak melanggar hak orang lain, tunduk pada hak cipta yang dipegang secara eksklusif oleh penulis dan bebas dari setiap hak pihak ketiga, dan bahwa setiap izin tertulis yang diperlukan untuk mengutip dari sumber lain telah diperoleh oleh penulis.
3. Hak Pengguna
Jurnal Simbiosa adalah untuk menyebarluaskan artikel yang diterbitkan sebebas mungkin. Di bawah lisensi Creative Commons, Simbiosa mengizinkan pengguna untuk menyalin, mendistribusikan, menampilkan, dan melakukan pekerjaan hanya untuk tujuan non-komersial. Pengguna juga perlu mengaitkan penulis dan Jurnal Simbiosa dalam mendistribusikan karya di jurnal dan media publikasi lainnya.
4. Hak Penulis
Memegang semua hak mereka untuk karya yang diterbitkan, seperti (tetapi tidak terbatas pada) hak-hak berikut;
- Hak cipta dan hak kepemilikan lainnya yang berkaitan dengan artikel, seperti hak paten,
- Hak untuk menggunakan substansi artikel dalam karya masa depan sendiri, termasuk kuliah dan buku,
- Hak untuk mereproduksi artikel untuk keperluan sendiri,
- Hak untuk mengarsipkan diri sendiri artikel tersebut,
- Hak untuk mengadakan perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi artikel yang diterbitkan (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awal dalam jurnal Simbiosa ini.
5. Co-Authorship
Jika artikel tersebut disusun bersama oleh lebih dari satu penulis, setiap penulis yang menyerahkan naskah waran bahwa ia telah diberi wewenang oleh semua penulis bersama untuk menyetujui hak cipta dan pemberitahuan lisensi (perjanjian) ini atas nama mereka, dan setuju untuk memberi tahu rekan penulis dari ketentuan kebijakan ini. Jurnal Simbiosa tidak akan bertanggung jawab atas apa pun yang mungkin timbul karena perselisihan internal penulis. Jurnal Simbiosa hanya akan berkomunikasi dengan penulis yang sesuai.
6. Royalti
Menjadi jurnal yang dapat diakses secara terbuka dan menyebarkan artikel secara gratis di bawah masa lisensi Creative Commons yang disebutkan, penulis menyadari bahwa Jurnal Simbiosa tidak memberikan hak royalti kepada penulis atau biaya lainnya.
7. Lain-lain
Jurnal Simbiosa akan menerbitkan artikel (atau menerbitkannya) di jurnal jika proses editorial artikel berhasil diselesaikan. Editor Simbiosa dapat memodifikasi artikel dengan gaya tanda baca, ejaan, huruf besar, referensi, dan penggunaan yang dianggap tepat. Penulis mengakui bahwa artikel tersebut dapat dipublikasikan sehingga akan dapat diakses oleh publik dan akses tersebut akan gratis bagi pembaca seperti yang disebutkan dalam poin 3.