Keanekaragaman dan Distribusi Capung di Kawasan Padang Rumput Desa Bingin Rupit Ulu Kecamatan Rupit
Abstract
Capung memiliki fungsi yang sangat penting bagi lingkungan, sebab dapat menjaga keseimbangan ekosistem, dengan begitu keanekaragaman jenis capung dapat dijadikan sebagai bioindikator kesehatan suatu kawasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman dan distribusi capung di kawasan padang rumput di Desa Bingin Rupit Ulu Kecamatan Rupit. Penelitian ini mengunakan metode survei langsung ke lokasi penelitian dengan metode jelajah. Luas lokasi penelitian ±1 ha. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan 12 spesies capung yang termasuk ke dalam 5 famili, yang terdiri dari 2 subordo yaitu subordo Anisoptera ditemukan 2 Famili yaitu: Gomphidae 1 spesies yaitu Ictinogomphus decoratus, famili Libellulidae 7 spesies yaitu Lathrecista asiatica, Rhodothemis rufa, Diplacodes trivialis, Crocothemis servilia, Orthetrum sabina, Neurothemis ramburii, Orthetrum glaucum, sedangkan subordo Zygoptera terdapat 3 famili yaitu : famili Coenagrionidae 2 spesies yaitu Agriocnemis femina, Ceriagrion praetermissum, famili Protoneuridae 1 spesies yaitu Prodasineura autumnalis, family Platycnemididae 1 spesies yaitu Copera marginipes. Indeks keanekaragaman jenis capung didapat nilai 0,884 dan termasuk kategori rendah (H’ > 1). Distribusi capung di kawasan padang rumput termasuk mengelompok (11 spesies) dan pola penyebaran seragam (1 spesies).References
Basyip, H. (2017). Bingin Rupit Ulu. Rupit. Retrieved December 6, 2019, from Berita Desa Muratara website: https://www.binginrupit.com/2017/02/kondisi-geografis-desabingin-rupit.html
Buchori, D., Ardhian, D., Salaki, L.D., Pirnanda, D., Agustina, M., Pradana., E.W., Rahadi, W.S., Nazar, L. (2019). Capung KELOLA Sendang: Mengumpulkan Yang Terserak, Merawat Yang Tersisa. Zoological Society of London.
Herlambang, Alamsyah, E. H. M., & Udi, T. (2016). Struktur Komunitas Capung Dikawasan Curug Lawe Benowo Ungaran Barat. Universitas Diponerogo. Semarang.
Ilhamdi, M, I., Idrus, Agil, A., & Santoso, D. (2019). Distribusi capung pada daerah jalur air sungai di taman wisata alam suranadi. . Universitas Mataram. Mataram.
Jumar. (2000). Entomologi pertanian. Jakarta: Rineka cipta Jakarta.
Laily, Z., N., R., & & Kurniawan, A. . (2018). Keanekaragaman Odonata Pada Habitat Perairan Dan Padang Rumput Di Telaga Madirda. Jurnal MIPA. UIN Sunan Kalijaga.
Lina, R., Fajri, S. R., & Armiani, S. (2019). Keanekaragaman Capung Jarum (Zygoptera) di Taman Wisata Alam Kerandangan Baru Layar Kabupaten Lombok Barat, Indonesia. Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi, 7(1), 16–25.
Muktitama, S. R., Prayogo, H., & Indrayani, Y. (2018). Keanekaragaman Jenis Capung Di Kawasan Kampus Universitas Tanjungpura Pontianak. Jurnal Hutan Lestari, 6(4), 759–764.
Nafisah, N. A., Faizal, S. N., & Nova, I. . (2019). Inventarisasi Capung ( Insecta : Odonata ) Di Sungai Grojogan Dan Sungai Ambyarsari,Taman Nasional Bali Barat. Jurusan Biologi. Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga. Yogyakarta, April, 0–13.
Neog, N., Samiron, R., & Moloy. (2016). Dragon Fly Diversity In Two Different Ecosystems In And Around Assam University, Silchar ( Ecoforest And Irongmara). Journal Of Entomology And Zoology Studies Sibsagar College, Assam, India., 4(4), 184 – 190.
Odum, E. . (1993). Dasar-dasar Ekologi.tjahjono samingan (penerjemah). Yogyakarta.: Gadjah Mada University Press.
Pamungkas, D. W., & Ridwan, M. (2015). Keragaman jenis capung dan capung jarum (Odonata) di beberapa sumber air di Magetan, Jawa Timur, Masyarakat biodeversitas indonesia. 6 nomor 1(February). https://doi.org/10.13057/psnmbi/m010606
Siboro, M. B., Helmi, Y., & Tarantona, M. (2019). Jenis-Jenis Capung Di Cagar Alam Teluk Klowe Kecamatan Enggano Kabupaten Bengkulu Utara Provinsi Bengkulu. Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Bengkulu, 10, 64–73.
Sigit, W., Feriwibisono, B., Nugraheni, M. ., Putri, B., & Makitan, T. (2013). Naga Terbang Wendit, Dragonfly Society. Malang: Indonesia.
Siregar, A. . (2016). Keanekaragaman Dan Konservasi Status Capung Di Kampus Hijau Universitas Sumatera Utara. Jurnal Pertanian Tropik Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian USU. Medan- Indonesia., 3(1), 25–30.
Wijayanto, Alfin Galih Nafisah, N. A., Zainul, L., & Nur, Z. M. (2016). Inventarisasi capung (insect : odonata) dan variasi habitatnya di Resort Tegal Bunder Dan Teluk Terima Taman Nasional Bali Barat (TNBB). ISSN 2557-533x. Seminar nasional pendidikan dan saintek.
Keywords
Dengan mengirimkan manuskrip artikel, penulis setuju dengan kebijakan ini. Tidak diperlukan penandatanganan dokumen khusus.
1. Lisensi
Penggunaan artikel yang non-komersial akan diatur oleh lisensi Atribusi Creative Commons seperti yang saat ini ditampilkan pada Creative Commons Attribution 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
2. Jaminan Penulis
Penulis menjamin bahwa artikel tersebut asli, ditulis oleh penulis lain, belum diterbitkan sebelumnya, tidak mengandung pernyataan yang melanggar hukum, tidak melanggar hak orang lain, tunduk pada hak cipta yang dipegang secara eksklusif oleh penulis dan bebas dari setiap hak pihak ketiga, dan bahwa setiap izin tertulis yang diperlukan untuk mengutip dari sumber lain telah diperoleh oleh penulis.
3. Hak Pengguna
Jurnal Simbiosa adalah untuk menyebarluaskan artikel yang diterbitkan sebebas mungkin. Di bawah lisensi Creative Commons, Simbiosa mengizinkan pengguna untuk menyalin, mendistribusikan, menampilkan, dan melakukan pekerjaan hanya untuk tujuan non-komersial. Pengguna juga perlu mengaitkan penulis dan Jurnal Simbiosa dalam mendistribusikan karya di jurnal dan media publikasi lainnya.
4. Hak Penulis
Memegang semua hak mereka untuk karya yang diterbitkan, seperti (tetapi tidak terbatas pada) hak-hak berikut;
- Hak cipta dan hak kepemilikan lainnya yang berkaitan dengan artikel, seperti hak paten,
- Hak untuk menggunakan substansi artikel dalam karya masa depan sendiri, termasuk kuliah dan buku,
- Hak untuk mereproduksi artikel untuk keperluan sendiri,
- Hak untuk mengarsipkan diri sendiri artikel tersebut,
- Hak untuk mengadakan perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi artikel yang diterbitkan (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awal dalam jurnal Simbiosa ini.
5. Co-Authorship
Jika artikel tersebut disusun bersama oleh lebih dari satu penulis, setiap penulis yang menyerahkan naskah waran bahwa ia telah diberi wewenang oleh semua penulis bersama untuk menyetujui hak cipta dan pemberitahuan lisensi (perjanjian) ini atas nama mereka, dan setuju untuk memberi tahu rekan penulis dari ketentuan kebijakan ini. Jurnal Simbiosa tidak akan bertanggung jawab atas apa pun yang mungkin timbul karena perselisihan internal penulis. Jurnal Simbiosa hanya akan berkomunikasi dengan penulis yang sesuai.
6. Royalti
Menjadi jurnal yang dapat diakses secara terbuka dan menyebarkan artikel secara gratis di bawah masa lisensi Creative Commons yang disebutkan, penulis menyadari bahwa Jurnal Simbiosa tidak memberikan hak royalti kepada penulis atau biaya lainnya.
7. Lain-lain
Jurnal Simbiosa akan menerbitkan artikel (atau menerbitkannya) di jurnal jika proses editorial artikel berhasil diselesaikan. Editor Simbiosa dapat memodifikasi artikel dengan gaya tanda baca, ejaan, huruf besar, referensi, dan penggunaan yang dianggap tepat. Penulis mengakui bahwa artikel tersebut dapat dipublikasikan sehingga akan dapat diakses oleh publik dan akses tersebut akan gratis bagi pembaca seperti yang disebutkan dalam poin 3.