Hubungan Panjang-Berat dan Pola Pertumbuhan Ikan Bawal Emas (Trachinotus sp.), Bawal Bintang (Trachinotus blochii, Lacepede), dan Bawal Hybrid di Balai Perikanan Budidaya Laut Batam
Abstract
Penelitian bertujuan untuk menganalisis hubungan panjang-berat dan pola pertumbuhan ikan Bawal emas (Trachinotus sp.), Bawal bintang (Trachinotus blochii, Lacepede), dan Bawal hybrid yang dibudidayakan di Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Batam. Bawal hybrid yang dimaksud di penelitian ini adalah hasil persilangan induk betina Bawal emas dengan induk jantan Bawal bintang. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian observasi. Pengambilan contoh dilakukan dengan metode multi stage random sampling. Ikan Bawal bintang dan Bawal hybrid yang diteliti adalah ikan pada ukuran calon induk; dan ikan Bawal emas yang diteliti adalah ikan pada ukuran benih calon induk; hal ini disesuaikan dengan ketersediaan ikan yang ada di BPBL Batam. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa median proporsi panjang/berat (L/W) ikan Bawal emas, Bawal bintang, dan Bawal hybrid secara berturut-turut adalah sebesar 0.21 cm/gram, 0.10 cm/gram, dan 0.11 cm/gram. Koefisien korelasi antara variabel panjang dan berat untuk ikan Bawal emas, Bawal bintang, dan Bawal hybrid secara berturut-turut adalah sebesar 74.30%, 71.48%, dan 85.85%. Nilai “b” ikan Bawal emas, Bawal bintang, dan Bawal hybrid secara berturut-turut adalah sebesar 1.912, 2.333, dan 2.231; nilai “b” tersebut menunjukkan bahwa ketiga jenis ikan Bawal yang diteliti ini memiliki pola pertumbuhan allometrik negatif, yang artinya pertambahan panjang lebih cepat daripada pertambahan berat.References
Courtney, Y., Courtney J., and Courtney, M. 2014. Improving-Length Relationship in Fish to Provide More Accurate Bioindicators of Ecosystem Condition. Aquatic Science and Techology, Vol. 2(2): 41-51.
Effendie, M.I. 2002. Biologi Perikanan. Yayasan Pustaka Nusantara: Yogyakarta.
Fishbase.se. 2021. Trachinotus carolinus (Linnaeus, 1766), diakses tanggal 15 Maret 2021, dari https://www.fishbase.se/Summary/SpeciesSummary.php?id=380&lang=bahasa
Guo, H.Y., Ma, Z.H., Jiang, S.G., Zhang, D.C., Zhang, N., and Li, Y.N. 2014. Length-Weight Realtionship of Oval Pompano, Trachinotus Ovatus (Linnaeus 1758) (Pisces: Carangidae) Cultured in Open Sea Floating Sea Cages in South China Sea. Indian Journal of Fisheries, Vol. 61(1): 93-95.
Hidayat, K., Yulianto, H., Ali, M., Noor, N.M., dan Putri, B. 2017. Performa Pertumbuhan Bawal Bintang Trachinotus blochii yang Dibudidayakan dengan Sistem Monokultural dan Polikultural bersama Kerang Hijau Perna viridis. Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir dan Perikanan, Vol. 8(1): 1-8.
Iriawan, N., dan Septin, P. A., 2006. Mengolah Data Statistik dengan Mudah Menggunakan Minitab 14 Edisi I. Yogyakarta: C.V. Andi Offset.
Ismi, S., Asih, Y. N., dan Kusumawati, D. 2013. Peningkatan Produksi dan Kualitas Benih Ikan Kerapu melalui Program Hibridisasi. Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis. Vol. 5(2): 333-342.
KKP.go.id. 2020. Balai Perikanan Laut (BPBL) Batam Berhasil Memijahkan Bawal Bintang Hibrida. Kementerian Kelautan dan Perikanan Direktorat Jendral Perikanan Budidaya, diakses tanggal 29 April 2021 dari
https://kkp.go.id/djpb/bpblbatam/artikel/23075-balai-perikanan-budidaya-laut-bpbl-batam-berhasil-memijahkan-bawal-bintang-hibrida
KKP.go.id. 2021. Menteri Trenggono Setuju Benih Bawal Bintang Hibrida BPBL Batam Diberi Nama “Bawal Sakti”. Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, diakses tanggal 29 April 2021 dari
https://kkp.go.id/artikel/28043-menteri-trenggono-setuju-benih-bawal-bintang-hibrida-bpbl-batam-diberi-nama-bawal-sakti
Lemos, V.M., Varela, A.S.Jr., Velasco, G., and Vieira, J.P. 2011. The Reproductive Biology of The Plata Pompano, Trachinotus marginatus (Toleostei: Crangidae), in Southern Brazil. Socieda Brasileira de Zoologia (Curitba), Vol. 28(5): 603-609.
Lisna, Nurhayati dan Fitrianisa, A. 2020. Pola Pertumbuhan Ikan Kerapu Sunu (Plectropomus leopardus) di Pelabuhan Perikanan Pantai Kurau Kabupaten Bangka Tengah. Perikanan dan Kelautan. Vol 25(3): 208-215.
Liu, X., Liu, M., and Hussin, S.N.B. 2019. Length-Weight Relationship of Pompano Trachinotus ovatus Cultured in Brunei. International Journal of Innovative Studies in Aquatic Biology and Fsheries, Vol. 5(4): 32-35.
Muzaki, A., Sembiring, S.B.M., Wardana, I.K., Haryanti, dan Sugama, K. 2016. Karakter Fenotipe dan Genotipe Ikan Hibrida Cantik (Ephinephelus fiscoguttatus X E. Polyphekadion). Jurnal Riset Akuakultur, Vol. 11(1): 1-13.
Rahardjo, M.F., Sjafei, D.S., Affandi, R., dan Sulistiono. 2011. Iktiology. Bandung: Penerbit Lubuk Agung.
Saranga, R., Arifin, M.Z., Wiadnya, D.G.R., Setyohadi, D., dan Herawati,
E.Y. 2018. Pola Pertumbuhan, Nisbah Kelamin, Faktor Kondisi, dan Struktur Ukuran Ikan Selar, Selar boops (Cuvier, 1833) yang Terperangkap di Perairan Sekitar Bitung. Journal of Fisheries and Marine Research. Vol. 2(2): 86-94.
Sumantadinata, K. dan Hadiroseyani, Y. 2002. Fenotipe Keturunan Pertama Ikan Koi Hasil Hibridisasi. Jurnal Akuakultur Indonesia. Vol. 1(3): 93-96.
Sutarmat, T. dan Yudha, H.T. 2013. Analisis Keragaan Pertumbuhan Benih Kerapu Hibrida Hasil Hibridisasi Kerapu Macan (Epinephelus fuscoguttatus) dengan Kerapu Kertang (Epinephelus lanceolatus) dan Kerapu Batik (Epinephelus microdon). Jurnal Riset Akuakultur. Vol. 8(3): 363-371.
Keywords
Dengan mengirimkan manuskrip artikel, penulis setuju dengan kebijakan ini. Tidak diperlukan penandatanganan dokumen khusus.
1. Lisensi
Penggunaan artikel yang non-komersial akan diatur oleh lisensi Atribusi Creative Commons seperti yang saat ini ditampilkan pada Creative Commons Attribution 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
2. Jaminan Penulis
Penulis menjamin bahwa artikel tersebut asli, ditulis oleh penulis lain, belum diterbitkan sebelumnya, tidak mengandung pernyataan yang melanggar hukum, tidak melanggar hak orang lain, tunduk pada hak cipta yang dipegang secara eksklusif oleh penulis dan bebas dari setiap hak pihak ketiga, dan bahwa setiap izin tertulis yang diperlukan untuk mengutip dari sumber lain telah diperoleh oleh penulis.
3. Hak Pengguna
Jurnal Simbiosa adalah untuk menyebarluaskan artikel yang diterbitkan sebebas mungkin. Di bawah lisensi Creative Commons, Simbiosa mengizinkan pengguna untuk menyalin, mendistribusikan, menampilkan, dan melakukan pekerjaan hanya untuk tujuan non-komersial. Pengguna juga perlu mengaitkan penulis dan Jurnal Simbiosa dalam mendistribusikan karya di jurnal dan media publikasi lainnya.
4. Hak Penulis
Memegang semua hak mereka untuk karya yang diterbitkan, seperti (tetapi tidak terbatas pada) hak-hak berikut;
- Hak cipta dan hak kepemilikan lainnya yang berkaitan dengan artikel, seperti hak paten,
- Hak untuk menggunakan substansi artikel dalam karya masa depan sendiri, termasuk kuliah dan buku,
- Hak untuk mereproduksi artikel untuk keperluan sendiri,
- Hak untuk mengarsipkan diri sendiri artikel tersebut,
- Hak untuk mengadakan perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi artikel yang diterbitkan (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awal dalam jurnal Simbiosa ini.
5. Co-Authorship
Jika artikel tersebut disusun bersama oleh lebih dari satu penulis, setiap penulis yang menyerahkan naskah waran bahwa ia telah diberi wewenang oleh semua penulis bersama untuk menyetujui hak cipta dan pemberitahuan lisensi (perjanjian) ini atas nama mereka, dan setuju untuk memberi tahu rekan penulis dari ketentuan kebijakan ini. Jurnal Simbiosa tidak akan bertanggung jawab atas apa pun yang mungkin timbul karena perselisihan internal penulis. Jurnal Simbiosa hanya akan berkomunikasi dengan penulis yang sesuai.
6. Royalti
Menjadi jurnal yang dapat diakses secara terbuka dan menyebarkan artikel secara gratis di bawah masa lisensi Creative Commons yang disebutkan, penulis menyadari bahwa Jurnal Simbiosa tidak memberikan hak royalti kepada penulis atau biaya lainnya.
7. Lain-lain
Jurnal Simbiosa akan menerbitkan artikel (atau menerbitkannya) di jurnal jika proses editorial artikel berhasil diselesaikan. Editor Simbiosa dapat memodifikasi artikel dengan gaya tanda baca, ejaan, huruf besar, referensi, dan penggunaan yang dianggap tepat. Penulis mengakui bahwa artikel tersebut dapat dipublikasikan sehingga akan dapat diakses oleh publik dan akses tersebut akan gratis bagi pembaca seperti yang disebutkan dalam poin 3.