Similaritas Morfometrik Ikan Bawal Bintang Sirip Panjang (Trachinotus blochii) dan Bawal Bintang Hibrida Varietas Sirip Panjang-Sirip Pendek
Abstract
Penelitian bertujuan untuk menganalisis: (1) Karakteristik morfometrik masing-masing ikan Bawal Bintang Sirip Panjang (Bb) dan Bawal Bintang Hibrida (Bh); (2) Similaritas morfometrik intrapopulasi pada masing-masing kelompok ikan Bb dan Bh; serta (3) Similaritas morfometrik interpopulasi ikan Bb dan Bh. Objek penelitian adalah ikan Bb dan Bh pada kelompok calon induk yang dipelihara di KJA BPBL Batam. Contoh ikan diambil dengan metode multi stage random sampling. Ada 8 proporsi karakteristik morfometrik yang diukur dan diperbandingkan antara kedua kelompok ikan, yaitu TL/CL, TL/PL, TL/DL, CL/PFL, CL/ED, AH/OH, PL/DL, dan DBL/DFH. Similaritas morfometrik antara kedua kelompok ikan dianalisis dengan Analisis Cluster Observasi. Dari hasil penelitian, didapatkan hasil sebagai berikut: (1) Nilai rata-rata proporsi karakteristik morfometrik ikan Bb dan Bh tidak berbeda jauh; (2) Similaritas morfometrik intrapopulasi ikan Bb secara keseluruhan adalah 25.87% dengan similaritas tertinggi antar 2 observasi sebesar 82.53%, sedangkan similaritas morfometrik intrapopulasi ikan Bh secara keseluruhan adalah 36.29% dengan similaritas tertinggi antar 2 observasi sebesar 88.69%; dan (3) Similaritas morfometri interpopulasi ikan Bb dan Bh secara keseluruhan adalah 27.18% dengan similaritas tertinggi antar 2 observasi sebesar 90.82%.References
Arumingtyas, E. L. 2016. Genetika Mendel: Prinsip Dasar Pemahaman Ilmu Genetika. UB Press, Malang. 153 hal.
Baur, H. and Leuenberger, C. 2011. Analysis of Ratios in Multivariate Morphometry. Systematic Biology, 60(6): 813-825.
BPBL Batam. 2021. Menteri Kelautan dan Perikanan Dorong Bawal Sakti sebagai Komoditas Unggulan Baru. Diakses tanggal 27 Mei 2022. https://kkp.go.id/bpblbatam/artikel/29232-menteri-kelautan-dan-perikanan-dorong-bawal-sakti-sebagai-komoditas-unggulan-baru
De Silva S.S., Nguyen, T.T.T, Abery, N.W, and Amarasinghe, U.S. 2006. An Evaluation of the Role and Impacts of Alien Finfish in Asian Inland Aquaculture. Aquaculture Research, 37(1): 1–17.
DJPB. 2019. Peraturan Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Nomor 13/PER-DJPB/2019 tentang Petunjuk Teknis Bantuan Calon Induk Ikan Tahun 2019. Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya, Jakarta.
Etikan, I and Bala, K. 2017. Sampling and Sampling Methods. Biometrics & Biostatistics International Journal, 5(6): 1-3.
Hayati, M. N., Hermawan, T., dan Dinata, D. M. 2010. Produksi Benih Hibrida Hasil Persilangan Bawal Bintang Sirip Panjang (Trachinotus blochii, Lacepede) dengan Bawal Bintang Sirip Pendek (Trachinotus carolinus). (Laporan), Balai Budidaya Laut Batam, Batam.
Hussain, S. and Jawad, L.A. 2014. First Records of Opisthognathus muscatensis Boulenger, 1888 (Opisthognathidae), Trachinotus baillonii (Lacepède, 1801) (Carangidae), and Atrobucca nibe (Jordan & Thompson, 1911) (Sciaenidae) off the Iraq Coast, Arabian Gulf. International Journal of Marine Science, 4(28): 253–258.
Iriawan, N. dan Astuti, S. P. 2006. Mengolah Data Statistik dengan Mudah Menggunakan Minitab 14 Edisi I. C.V. Andi Offset, Yogyakarta, 470 hal.
Kurniasih, T. dan Gustiano, R. 2007. Hibridisasi Sebagai Alternatif untuk Penyediaan Ikan Unggul. Media Akuakultur, 2(1): 173–176.
Kusumaningrum, R.C., Alfiatunnisa, N., Murwantoko, dan Setyobudi, E. 2011. Karakter Morfometrik dan Meristik Ikan Layang (Decapterus macrosoma Bleeker, 1851) di Pantai Selatan Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia. Jurnal Perikanan, 23(1): 1-7.
Kusumawati, D dan Ismi, S. 2014. Karakter Fenotip dan Genotip Kerapu Hibrid Cantik (Epinephelus fuscoguttatus X Epinephelus polyphekadion) dengan Populasi Asal. Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur 2014: 729-740.
Ou, Y., Ji, L., Li, J.E., Fan, C.Y., and Wang, G. 2013. Correlation Analysis of Major Morphometric Traits and Body Weight of Selective Group at Different Month Ages of Trachinotus ovatus. Journal of Fisheries of China, 37(7): 961–969.
Rahardjo, M.F., Sjafei, D.S., Affandi, R., dan Sulistiono. 2011. Iktiology. Penerbit Lubuk Agung. Bandung. 396 hal.
Randongkir, Y. E., Simatauw, F., dan Handayani, T. 2018. Aspek Pertumbuhan Ikan Layang (Decapterus macrosoma) di Pangkalan Pendaratan Ikan Sanggeng Kabupaten Manokwari. Jurnal Sumberdaya Akuatik Indopasifik, 2 (1): 15-24.
Ruiyana, Anadi, L., dan Nadia, L. O. A. R. 2016. Studi Morfometrik Ikan Kuweh (Caranx sexfaciatus) di perairan Desa Bajo Indah Kecamatan Soropia Kabupaten Konawe. Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan, 1(4): 391–403.
Widiyanto, I.N. 2008. Kajian Pola Pertumbuhan dan Ciri Morfometrik-Meristik Beberapa Spesies Ikan Layur (Superfamili Trichiuroidea) di Perairan Palabuhanratu, Sukabumi, Jawa Barat. (Skripsi), Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Jurusan Manajemen Sumberdaya Perairan. Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Keywords
Dengan mengirimkan manuskrip artikel, penulis setuju dengan kebijakan ini. Tidak diperlukan penandatanganan dokumen khusus.
1. Lisensi
Penggunaan artikel yang non-komersial akan diatur oleh lisensi Atribusi Creative Commons seperti yang saat ini ditampilkan pada Creative Commons Attribution 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
2. Jaminan Penulis
Penulis menjamin bahwa artikel tersebut asli, ditulis oleh penulis lain, belum diterbitkan sebelumnya, tidak mengandung pernyataan yang melanggar hukum, tidak melanggar hak orang lain, tunduk pada hak cipta yang dipegang secara eksklusif oleh penulis dan bebas dari setiap hak pihak ketiga, dan bahwa setiap izin tertulis yang diperlukan untuk mengutip dari sumber lain telah diperoleh oleh penulis.
3. Hak Pengguna
Jurnal Simbiosa adalah untuk menyebarluaskan artikel yang diterbitkan sebebas mungkin. Di bawah lisensi Creative Commons, Simbiosa mengizinkan pengguna untuk menyalin, mendistribusikan, menampilkan, dan melakukan pekerjaan hanya untuk tujuan non-komersial. Pengguna juga perlu mengaitkan penulis dan Jurnal Simbiosa dalam mendistribusikan karya di jurnal dan media publikasi lainnya.
4. Hak Penulis
Memegang semua hak mereka untuk karya yang diterbitkan, seperti (tetapi tidak terbatas pada) hak-hak berikut;
- Hak cipta dan hak kepemilikan lainnya yang berkaitan dengan artikel, seperti hak paten,
- Hak untuk menggunakan substansi artikel dalam karya masa depan sendiri, termasuk kuliah dan buku,
- Hak untuk mereproduksi artikel untuk keperluan sendiri,
- Hak untuk mengarsipkan diri sendiri artikel tersebut,
- Hak untuk mengadakan perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi artikel yang diterbitkan (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awal dalam jurnal Simbiosa ini.
5. Co-Authorship
Jika artikel tersebut disusun bersama oleh lebih dari satu penulis, setiap penulis yang menyerahkan naskah waran bahwa ia telah diberi wewenang oleh semua penulis bersama untuk menyetujui hak cipta dan pemberitahuan lisensi (perjanjian) ini atas nama mereka, dan setuju untuk memberi tahu rekan penulis dari ketentuan kebijakan ini. Jurnal Simbiosa tidak akan bertanggung jawab atas apa pun yang mungkin timbul karena perselisihan internal penulis. Jurnal Simbiosa hanya akan berkomunikasi dengan penulis yang sesuai.
6. Royalti
Menjadi jurnal yang dapat diakses secara terbuka dan menyebarkan artikel secara gratis di bawah masa lisensi Creative Commons yang disebutkan, penulis menyadari bahwa Jurnal Simbiosa tidak memberikan hak royalti kepada penulis atau biaya lainnya.
7. Lain-lain
Jurnal Simbiosa akan menerbitkan artikel (atau menerbitkannya) di jurnal jika proses editorial artikel berhasil diselesaikan. Editor Simbiosa dapat memodifikasi artikel dengan gaya tanda baca, ejaan, huruf besar, referensi, dan penggunaan yang dianggap tepat. Penulis mengakui bahwa artikel tersebut dapat dipublikasikan sehingga akan dapat diakses oleh publik dan akses tersebut akan gratis bagi pembaca seperti yang disebutkan dalam poin 3.