Pengaruh Metode Bioteknologi Fermentasi Kombucha Bunga Telang (Clitoria ternatea L.) Sebagai Antibakteri Propinobacterium acne
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi ilmiah mengenai aktivitas antibakteri dari suatu fermentasi kombucha bunga telang dari setiap konsentrasi larutan gula yang digunakan. Konsentrasi larutan gula yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebesar 20%, 30%, dan 40%. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak tiga kali. Kontrol positif berupa kombucha berbahan dasar teh hitam. Kontrol negatif berupa akuades steril. Metode difusi sumuran merupakan salah satu metode yang digunakan dalam pengujian antibakteri dengan cara menghitung diameter zona hambat. Hasil penelitian menunjukkan kombucha bunga telang yang telah difermentasi oleh konsorsium bakteri dan ragi mempunyai aktivitas sebagai antibakteri terhadap Propinobacterium acne pada konsentrasi gula 40% dengan rata-rata diameter zona hambat 12,46 mm yang termasuk ke dalam kategori kuat, sehingga selain berpotensi sebagai minuman probiotik fungsional berpotensi juga sebagai bahan atau zat aktif pada kosmetik seperti krim, serum, sabun wajah, dan spray wajah.References
Allison, D.G., and Lambert, P.A. 2015. Modes of Action of Antibacterial Agents. In Molecular Medical Microbiology. Chapter 32. Molecular Medical Microbiology. 583 – 598.
Battikh, H., Chaieb, K., Bakhrouf, A., dan Ammar, E. 2013. Antibacterial and Antifungal Activities of black and green kombucha teas. Journal of Food Biochemistry. 37 (2): 231–236.
Budiasih, K.S. 2017. Kajian Potensi Farmakologis Bunga Telang (Clitoria ternatea). Prosiding Seminar Nasional Kimia UNY. 21(4): 183 – 188.
Deghrigue, M., Chriaa, J., Battikh, H., Abid, K., and Bakhrouf, A. 2013. Antipoliferative and Antimicrobial Activities of Kombucha Tea. African Journal Microbiology Research. 7(27): 3466–3470.
Divya, A., Anbumalarmathii, J., dan Sharmili, S. 2018. Phytochemical Analysis, Antimicrobial and Antioxidant Activity of Clitoria ternatea Blue and White Flowered Leaves. Advances in Research. 14(5): 1 – 13.
Fadhilah, F.R, Rezaldi, F., Fadillah, M.F., Fathurohim, M.F., dan Setiawan, U. 2021. Narrative Review: Metode Analisis Produk Vaksin Yang Aman dan Halal Berdasarkan Perspektif Bioteknologi. International Journal Mathla’ul Anwar of Halal Issues. 1 (1): 64 – 80.
Fathurrohim, M.F., Indrawati, I., dan Rossiana, N. 2018. Aktivitas Antibakteri Ekstrak Buah, Bakteri, dan jamur Endofit Buah Jamblang (Sygizium cumini L. Skells) Terhadap Bakteri Patogen. Biotika. 16(1): 44 – 54.
Handayani, F., Sundu, R., dan Sari, R.M. 2017. Formulasi dan Uji Aktivitas Antibakteri Streptococcus mutans Dari Sediaan Mouthwash Ekstrak Daun Jambu Biji (Psidium guajava L.). Jurnal Sains Dan Kesehatan. 1(8): 422 – 433.
Khaleil, M.M., Abd Ellatif, S., Soliman, M.H., Abd Elrazik, E.S., dan Fadel, M.S.A. 2020. Bioprocess Development Study of Polyphenol Profile, Antioxidant and Antimicrobial Activities of Kombucha Enriched With Psidium guajava L. Journal of Microbiology, Biotechnology and Food Sciences. 9(6): 1204 – 1210.
Konchzak, I., dan Zhang, W. 2014. Anthocyaninsmore Than Natures Colours. Journal of Biomedicine and Biotechnology. 5 (2): 239 – 250.
Kumar, V., dan Joshi, V.K. 2016. Kombucha: Technology, Microbiology, Production, Composition and Therapeutic Value. International Journal of Food and Fermentation Technology. 6 (1): 13 – 24.
Kunnaryo, H.J.B., dan Wikandari, P.R. 2021. Antosianin Dalam Produksi Fermentasi dan Perannya Sebagai Antioksidan. Unesa Journal of Chemistry. 10(1): 24 – 36.
Loypimai, P., Moongngarm, A., dan Chottanom, P. 2016. Thermal and pH Degradation Kinetics Of Anthocyanins In Natural Food Colorant Prepared From Black Rice Bran. Journal of Food Science and Technology. 53 (1): 461 – 470.
Manaroinsong, A. 2015. Uji Daya Hambat Ekstrak Kulit Nanas (Ananas comosus L) Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus Secara In Vitro. Pharmacon. 4(4): 27 – 33.
Pazmiño-Durán, E.A., Giusti, M.M., Wrolstad, R.E., dan Glória, M.B.A. 2001. Anthocyanins From Oxalis triangularis As Potential Food Colorants. Food Chemistry. 75(2): 211 – 216.
Priska, M., Peni, N., Carvallo, L., dan Ngapa, Y.D. 2018. Review: Antosianin dan Pemanfaatannya. Cakra Kimia: Indonesian of Applied Chemistry. 6(2): 79 – 97.
Rezaldi, F., Maruf, A., Pertiwi, F.D., Fatonah, N.S., Ningtias, R.Y., Fadillah, M.F., Sasmita, H., dan Somantri, U.W. 2021. Narrative Review: Kombucha’s Potential As A Raw Material For Halal Drugs And Cosmetics In A Biotechnological Perspective. International Journal Mathla’ul Anwar of Halal. 1(2): 43 – 56.
Rezaldi, F., Ningtyas, R.Y., Anggraeni, S.D., Ma’ruf, A., Fatonah, N.S., Pertiwi, F.D., dan Subekhi, A.I. 2021. Pengaruh Metode Bioteknologi Fermentasi Kombucha Bunga Telang (Clitoria Ternatea L) Sebagai Antibakteri Gram Positif Dan Negatif. Jurnal Biotek. 9(2): 169 – 185.
Saati, E.A. 2016. Antioxidant Power Of Rose Anthocyanin Pigment. ARPN Journal of Engineering and Applied Sciences. 11(17): 1201 – 1204.
Sari, L., Jusuf, N.K., dan Putra, I.B. 2020. Bacterial Identification of Cane Vulgaris. Bali Medical Journal. 9 (3): 753 – 756.
Soto, S.A.V., Beaufort, S., Bouajila, J., Souchard, J.P., and Taillandier, P. 2018. Understanding Kombucha Tea Fermentation: A Review. Journal of Food Science. 83(3): 580 – 588.
Wintarti, R.G., Ruspendi, E.C.A., dan Saputro, D.S. 2015. Keankeragaman Pohon Berpotensi Obat Antikanker di Kawasan Kampus Universitas Sebelas Maret, Surakarta, Jawa Tengah. Prosiding Seminar Nasional Masyarakat Biodiversitas Indonesia. 1(3): 477-483.
Yanti, N.A., Ambardini, S., Ardiansyah, A., Marlina, W.O.L., and Cahyanti, K.D. 2020. Aktivitas Antibakteri Kombucha Daun Sirsak (Annona muricata L.) Dengan Konsentrasi Gula Berbeda. Berkala Sainstek. 8 (2): 35 – 40.
Keywords
Dengan mengirimkan manuskrip artikel, penulis setuju dengan kebijakan ini. Tidak diperlukan penandatanganan dokumen khusus.
1. Lisensi
Penggunaan artikel yang non-komersial akan diatur oleh lisensi Atribusi Creative Commons seperti yang saat ini ditampilkan pada Creative Commons Attribution 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
2. Jaminan Penulis
Penulis menjamin bahwa artikel tersebut asli, ditulis oleh penulis lain, belum diterbitkan sebelumnya, tidak mengandung pernyataan yang melanggar hukum, tidak melanggar hak orang lain, tunduk pada hak cipta yang dipegang secara eksklusif oleh penulis dan bebas dari setiap hak pihak ketiga, dan bahwa setiap izin tertulis yang diperlukan untuk mengutip dari sumber lain telah diperoleh oleh penulis.
3. Hak Pengguna
Jurnal Simbiosa adalah untuk menyebarluaskan artikel yang diterbitkan sebebas mungkin. Di bawah lisensi Creative Commons, Simbiosa mengizinkan pengguna untuk menyalin, mendistribusikan, menampilkan, dan melakukan pekerjaan hanya untuk tujuan non-komersial. Pengguna juga perlu mengaitkan penulis dan Jurnal Simbiosa dalam mendistribusikan karya di jurnal dan media publikasi lainnya.
4. Hak Penulis
Memegang semua hak mereka untuk karya yang diterbitkan, seperti (tetapi tidak terbatas pada) hak-hak berikut;
- Hak cipta dan hak kepemilikan lainnya yang berkaitan dengan artikel, seperti hak paten,
- Hak untuk menggunakan substansi artikel dalam karya masa depan sendiri, termasuk kuliah dan buku,
- Hak untuk mereproduksi artikel untuk keperluan sendiri,
- Hak untuk mengarsipkan diri sendiri artikel tersebut,
- Hak untuk mengadakan perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi artikel yang diterbitkan (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awal dalam jurnal Simbiosa ini.
5. Co-Authorship
Jika artikel tersebut disusun bersama oleh lebih dari satu penulis, setiap penulis yang menyerahkan naskah waran bahwa ia telah diberi wewenang oleh semua penulis bersama untuk menyetujui hak cipta dan pemberitahuan lisensi (perjanjian) ini atas nama mereka, dan setuju untuk memberi tahu rekan penulis dari ketentuan kebijakan ini. Jurnal Simbiosa tidak akan bertanggung jawab atas apa pun yang mungkin timbul karena perselisihan internal penulis. Jurnal Simbiosa hanya akan berkomunikasi dengan penulis yang sesuai.
6. Royalti
Menjadi jurnal yang dapat diakses secara terbuka dan menyebarkan artikel secara gratis di bawah masa lisensi Creative Commons yang disebutkan, penulis menyadari bahwa Jurnal Simbiosa tidak memberikan hak royalti kepada penulis atau biaya lainnya.
7. Lain-lain
Jurnal Simbiosa akan menerbitkan artikel (atau menerbitkannya) di jurnal jika proses editorial artikel berhasil diselesaikan. Editor Simbiosa dapat memodifikasi artikel dengan gaya tanda baca, ejaan, huruf besar, referensi, dan penggunaan yang dianggap tepat. Penulis mengakui bahwa artikel tersebut dapat dipublikasikan sehingga akan dapat diakses oleh publik dan akses tersebut akan gratis bagi pembaca seperti yang disebutkan dalam poin 3.