Identifikasi Spesies Gastropoda di Kawasan Tambak Udang Desa Muara Sungsang Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan
Abstrak
Desa Muara Sungsang Banyuasin merupakan salah satu kawasan yang dimanfaatkan menjadi tambak. Kegiatan tambak tersebut menyebabkan perubahan struktur komunitas di lingkungan tersebut yang salah satunya yaitu Gastropoda. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui jenis-jenis Gastopoda yang ada di kawasan tambak Desa Muara Sungsang Kabupaten Banyuasin. Penelitian dilakukan pada bulan November 2021. November 2021. Identifikasi dilakukan di laboratorium dan penentuan takson berdasarkan World Register of Marine spescies. Pengambilan sampel dilakukan di 5 titik stasiun. Dari hasil penelitian didapatkan 5 jenis gastropoda yang terdiri dari 2 suku yaitu Potamididae dan Neritidae. Hewan gastropoda yang ditemukan berjumlah 214 individu yang terdiri dari C.cingulata, C.quadrata, C.ovalaniense, N.violacea dan T.telescopium. Lima spesies gastropoda yang ditemukan memiliki komposisi jenis yang bervariasi. C.quadrata, N.violacea, dan T.telescopium termasuk kelompok terpadat sedangkan C.cingulata dan C.oualaniense termasuk kelompok terjarang. Kondisi kualitas air fisika-kimia perairan parameter suhu 27,90C-34,30C, pH 10-17, oksigen terlarut 6,31-7,45 ppm dan salinitas 6,92-7,45 ppt masih relatif normal.Referensi
As-Syakur, A.R., dan Wiyanto, D.B. 2016. Study of Hidrological Condition for Artificial Reef Location in Tanjung Benoa Bali. Jurnal Kelautan, 9(1): 85–92. https://journal.trunojoyo.ac.id/jurnalkelautan/article/view/1293/1120
Bashevkin, S.M., and Pechenik, J.A. 2015. The interactive influence of temperature and salinity on larval and juvenile growth in the gastropod Crepidula fornicata (L.). Journal of Experimental Marine Biology and Ecology, 470: 78–91. https://doi.org/10.1016/j.jembe.2015.05.004
Carpenter, K.E., and Niem, V.H. 1998. The living marine resources of the western Central Pacific: 1. Seaweeds, Corals, Bivalves and Gastropods. FAO Species Identification Guide For Fishery Purposes. Rome. p. 686.
Choirunnisa, Z.A., dan Ambarwati, R. 2020. Variasi Pola Cangkang Dan Profil Habitat Clithon oualaniense (Lesson, 1831) (Gastropoda: Neritidae) Di Bangkalan, Madura. Zoo Indonesia, 27(1): 38–49. https://doi.org/10.52508/zi.v27i1.3914
Ding, H., and Elmore, A.J. 2015. Spatio-temporal patterns in water surface temperature from Landsat time series data in the Chesapeake Bay, U.S.A. Remote Sensing of Environment, 168: 335–348. https://doi.org/10.1016/j.rse.2015.07.009
Gastropods, C.S., Crabs, B., The, I., Mangrove, A., dan Seribu, R. 2019. Karakteristik Lingkungan Penentu Distribusi Dan Kepadatan Fauna Makro Bentik Serta Hubungannya: Studi Kasus Gastropoda Dan Kepiting Brachyura Di Kawasan Reboisasi Mangrove Kepulauan Seribu. Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology, 15(1): 1–10. https://doi.org/10.14710/ijfst.15.1.1-10
Hartoni dan Agussalim, A. 2013. Komposisi dan Kelimpahan Moluska (Gastropoda dan Bivalvia) di Ekosistem Mngrove Muara Sungai Musi Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan. Maspari, 9(1): 6–15.
Haryasakti, A., dan Kaharuddin, K. 2018. Pemanfaatan Fentin Asetat di Tambak Sebagai Moluksida Trisipan (Telescopium telescopium). Jurnal Pertanian Terpadu, 6(2): 28–37. https://doi.org/10.36084/jpt..v6i2.164
Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 51 Tahun 2004. Tentang Bakumutu Air Laut. Kementrian Lingkungan Hidup RI. Jakarta.
Leung, J.Y.S., Russell, B.D., and Connell, S.D. 2019. Adaptive Responses of Marine Gastropods to Heatwaves. One Earth, 1(3): 374–381. https://doi.org/10.1016/j.oneear.2019.10.025
Mujiono, N. 2016. Keong marga Clithon (Gastropoda: Neritidae) di Jawa: Status, Distribusi, dan Kekerabatannya. Pros Sem Nas Masy Biodiv Indon, 2(2): 149–154. https://doi.org/10.13057/psnmbi/m020205
Patty, S.I., Yalindua, F.Y., dan Ibrahim, P.S. 2021. Analisis Kualitas Perairan Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara Berdasarkan Parameter Fisika-Kimia Air Laut. Jurnal Kelautan Tropis, 24(1): 113–122. https://doi.org/10.14710/jkt.v24i1.7596
Puspita, L. 2019. Struktur Komunitas Plankton di Selat Belat, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau. Simbiosa, 8(2): 122. https://doi.org/10.33373/sim-bio.v8i2.2042
Sarong, M.A., dan Mursawal, A. 2018. Analisis morfologi cangkang Neritidae di ekosistem mangrove Sungai Reuleung Leupung Kabupaten Aceh Besar. Prosiding Biotik. https://jurnal.ar-raniry.ac.id/index.php/PBiotik/article/view/2523
Sharma, K.K., Kour, S., and Antal, N. 2015. Diversity of Zooplankton and Macrobenthic Invertebrates of Two Perennial Ponds in Jammu Region. Journal of Global Biosciences, 4(2): 1382–1392.
WoRMS, E.B. 2021. World Register of Marine Species. https://doi.org/10.14284/170
Kata Kunci
Dengan mengirimkan manuskrip artikel, penulis setuju dengan kebijakan ini. Tidak diperlukan penandatanganan dokumen khusus.
1. Lisensi
Penggunaan artikel yang non-komersial akan diatur oleh lisensi Atribusi Creative Commons seperti yang saat ini ditampilkan pada Creative Commons Attribution 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
2. Jaminan Penulis
Penulis menjamin bahwa artikel tersebut asli, ditulis oleh penulis lain, belum diterbitkan sebelumnya, tidak mengandung pernyataan yang melanggar hukum, tidak melanggar hak orang lain, tunduk pada hak cipta yang dipegang secara eksklusif oleh penulis dan bebas dari setiap hak pihak ketiga, dan bahwa setiap izin tertulis yang diperlukan untuk mengutip dari sumber lain telah diperoleh oleh penulis.
3. Hak Pengguna
Jurnal Simbiosa adalah untuk menyebarluaskan artikel yang diterbitkan sebebas mungkin. Di bawah lisensi Creative Commons, Simbiosa mengizinkan pengguna untuk menyalin, mendistribusikan, menampilkan, dan melakukan pekerjaan hanya untuk tujuan non-komersial. Pengguna juga perlu mengaitkan penulis dan Jurnal Simbiosa dalam mendistribusikan karya di jurnal dan media publikasi lainnya.
4. Hak Penulis
Memegang semua hak mereka untuk karya yang diterbitkan, seperti (tetapi tidak terbatas pada) hak-hak berikut;
- Hak cipta dan hak kepemilikan lainnya yang berkaitan dengan artikel, seperti hak paten,
- Hak untuk menggunakan substansi artikel dalam karya masa depan sendiri, termasuk kuliah dan buku,
- Hak untuk mereproduksi artikel untuk keperluan sendiri,
- Hak untuk mengarsipkan diri sendiri artikel tersebut,
- Hak untuk mengadakan perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi artikel yang diterbitkan (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awal dalam jurnal Simbiosa ini.
5. Co-Authorship
Jika artikel tersebut disusun bersama oleh lebih dari satu penulis, setiap penulis yang menyerahkan naskah waran bahwa ia telah diberi wewenang oleh semua penulis bersama untuk menyetujui hak cipta dan pemberitahuan lisensi (perjanjian) ini atas nama mereka, dan setuju untuk memberi tahu rekan penulis dari ketentuan kebijakan ini. Jurnal Simbiosa tidak akan bertanggung jawab atas apa pun yang mungkin timbul karena perselisihan internal penulis. Jurnal Simbiosa hanya akan berkomunikasi dengan penulis yang sesuai.
6. Royalti
Menjadi jurnal yang dapat diakses secara terbuka dan menyebarkan artikel secara gratis di bawah masa lisensi Creative Commons yang disebutkan, penulis menyadari bahwa Jurnal Simbiosa tidak memberikan hak royalti kepada penulis atau biaya lainnya.
7. Lain-lain
Jurnal Simbiosa akan menerbitkan artikel (atau menerbitkannya) di jurnal jika proses editorial artikel berhasil diselesaikan. Editor Simbiosa dapat memodifikasi artikel dengan gaya tanda baca, ejaan, huruf besar, referensi, dan penggunaan yang dianggap tepat. Penulis mengakui bahwa artikel tersebut dapat dipublikasikan sehingga akan dapat diakses oleh publik dan akses tersebut akan gratis bagi pembaca seperti yang disebutkan dalam poin 3.