Wild Edible Plants Sebagai Pendukung Ketahanan Pangan Pada Masyarakat Desa Kebondalem Kecamatan Bangorejo Kabupaten Banyuwangi
Abstract
Masyarakat di desa tersebut seringkali memenuhi kebutuhan pangannya dengan memanfaatkan tumbuhan liar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis tumbuhan liar yang dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pangan oleh masyarakat desa Kebondalem kecamatan Bangorejo Kabupaten Banyuwangi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif secara purposive snaowball sampling dan cara perolehan informasi dengan teknik wawancara. Tahapan penelitian meliputi studi pendahuluan, studi etnobotani, pengumpulan data tumbuhan, dan analisis data secara kuantitatif. Kesimpulan dari penelitian menunjukkan bahwa tumbuhan liar yang dimanfaatkan oleh masyarakat desa Kebondalem berjumlah 14 spesies dan tergabung dalam 10 famili dengan 7 kategori (lalapan, sayur tawar, sayur bersantan, sayur bening, tumisan, botok, dan bahan makanan pokok). Nilai sitasi masyarakat tertinggi (100%) adalah untuk tumbuhan lompong (Colocasia esculenta) dan terendah (28,3%) tumbuhan luntas (Pluchea indica). Sedangkan nilai RKI yang tertinggi (1) kategori lalapan dan yang terendah (0,74) kategori botok. Organ yang dimanfaatkan meliputi, batang, daun, buah, dan umbi. Habitat tumbuhan liar yang diperoleh berasal persawahan (14,29%), ladang (28,57%), pekarangan sekitar rumah (35,71%), dan di gunung Srawet (21,43%).References
Dewi, S. 2017. Pengurangan Kadar Oksalat Pada Umbi Talas Dengan Penambahan Arang Aktif Pada Metode Pengukusan. Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan, 6(2): 1–4.
Hilman, R. 2009. Sistem Local Ecological Knowledge Dan Teknologi Masyarakat Agroforestri. Universitas Lampung Press. Lampung
Kumar R, and Bharati KA. 2014. Ethnomedicines of Tharu Tribes of Dudha National Park, India. A Journal of Plants, People, and Applied Research Ethnobotany Reasearch & Applications, 12(001): 1–14.
Nurchayati, N., dan Ardiyansyah, F. 2019. Pengetahuan Lokal Tanaman Pangan dan Pemanfaatannya pada Masyarakat Suku Using Kabupaten Banyuwangi. Biotropika: Journal of Tropical Biology, 07(1): 11–20.
Nurchayati, N., Indah, T., Kurnia, D., dan Putri, N. 2020. Pengetahuan Etnobotani Tanaman Ritual Suku Using Banyuwangi dalam Upaya Konservasi Tanaman dan Membangkitkan Kearifan Lokal Masyarakat. Jurnal Pendidikan Biologi Undiksha, 7(2): 105–114.
Nurhidayah, Y., Lovadi, I., dan Linda, R. 2015. Tumbuhan Berpotensi Bahan Pangan di Desa Sebangun Kecamatan Sebawi Kabupaten Sambas. Jurnal Protobiont, 4(1): 151–159.
Paiman. 2020. Gulma Tanaman Pangan (Yudono P, Ed.; 1st ed.). UPY Press. Yogyakarta
Rahmi, A.S., Tavita, G.E., dan Nurhaida. 2020. Pemanfaatan Tumbuhan Sebagai Bahan Pangan Oleh Masyarakat Di Sekitar Hutan Desa Lingkar Indah Kecamatan Sayan Kabupaten Melawi. Jurnal Hutan Lestari, 8(4): 840–847.
Ristianingsih, S., Sukidin, S., dan Suharso, P. 2018. Sistem Bagi Hasil Tanaman Jeruk Desa Kebondalem Kecamatan Bangorejo Kabupaten Banyuwangi. Jurnal Pendidikan Ekonomi: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, Ilmu Ekonomi Dan Ilmu Sosial, 12(2): 221-226
Shofiyah, A., dan Hakim, L. 2020. Etnobotani Tanaman Pangan dari Hutan dan Pekarangan Rumah pada Masyarakat di Pemukiman Kondang Merak, Malang Selatan. Biotropika: Journal of Tropical Biology, 8(2): 98–105.
Sholichah, L., dan Alfidhfhoh, D. 2020. Etnobotani Tumbuhan Liar Sebagai Sumber Pangan di Dusun Mendiro, Kecamatan Wonosalam, Jombang. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia (JIPI), 25(1): 111–117.
Sumarlin, D., Dirhamsyah, M., dan Ardian, H. 2015. Identifikasi Tumbuhan Sumber Pangan di Hutan Tembawang Desa Aur Sampuk Kecamatan Sengah Temila Kabupaten Landak. Jurnal Hutan Lestari, 4(1): 32–39.
Wahyu, D. P.C. 2018. Community-Based Ecotourism as an Alternative to The Development of Vocational Tourism. Jurnal Taman Vokasi, 6(2): 170–175.
Wildayati,T., Lovadi, I., dan Linda, R. 2016. Etnomedisin Penyakit Dalam pada Suku Dayak Tabun di Desa. Jurnal Protobiont, 4(3): 1–7.
Keywords
Dengan mengirimkan manuskrip artikel, penulis setuju dengan kebijakan ini. Tidak diperlukan penandatanganan dokumen khusus.
1. Lisensi
Penggunaan artikel yang non-komersial akan diatur oleh lisensi Atribusi Creative Commons seperti yang saat ini ditampilkan pada Creative Commons Attribution 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
2. Jaminan Penulis
Penulis menjamin bahwa artikel tersebut asli, ditulis oleh penulis lain, belum diterbitkan sebelumnya, tidak mengandung pernyataan yang melanggar hukum, tidak melanggar hak orang lain, tunduk pada hak cipta yang dipegang secara eksklusif oleh penulis dan bebas dari setiap hak pihak ketiga, dan bahwa setiap izin tertulis yang diperlukan untuk mengutip dari sumber lain telah diperoleh oleh penulis.
3. Hak Pengguna
Jurnal Simbiosa adalah untuk menyebarluaskan artikel yang diterbitkan sebebas mungkin. Di bawah lisensi Creative Commons, Simbiosa mengizinkan pengguna untuk menyalin, mendistribusikan, menampilkan, dan melakukan pekerjaan hanya untuk tujuan non-komersial. Pengguna juga perlu mengaitkan penulis dan Jurnal Simbiosa dalam mendistribusikan karya di jurnal dan media publikasi lainnya.
4. Hak Penulis
Memegang semua hak mereka untuk karya yang diterbitkan, seperti (tetapi tidak terbatas pada) hak-hak berikut;
- Hak cipta dan hak kepemilikan lainnya yang berkaitan dengan artikel, seperti hak paten,
- Hak untuk menggunakan substansi artikel dalam karya masa depan sendiri, termasuk kuliah dan buku,
- Hak untuk mereproduksi artikel untuk keperluan sendiri,
- Hak untuk mengarsipkan diri sendiri artikel tersebut,
- Hak untuk mengadakan perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi artikel yang diterbitkan (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awal dalam jurnal Simbiosa ini.
5. Co-Authorship
Jika artikel tersebut disusun bersama oleh lebih dari satu penulis, setiap penulis yang menyerahkan naskah waran bahwa ia telah diberi wewenang oleh semua penulis bersama untuk menyetujui hak cipta dan pemberitahuan lisensi (perjanjian) ini atas nama mereka, dan setuju untuk memberi tahu rekan penulis dari ketentuan kebijakan ini. Jurnal Simbiosa tidak akan bertanggung jawab atas apa pun yang mungkin timbul karena perselisihan internal penulis. Jurnal Simbiosa hanya akan berkomunikasi dengan penulis yang sesuai.
6. Royalti
Menjadi jurnal yang dapat diakses secara terbuka dan menyebarkan artikel secara gratis di bawah masa lisensi Creative Commons yang disebutkan, penulis menyadari bahwa Jurnal Simbiosa tidak memberikan hak royalti kepada penulis atau biaya lainnya.
7. Lain-lain
Jurnal Simbiosa akan menerbitkan artikel (atau menerbitkannya) di jurnal jika proses editorial artikel berhasil diselesaikan. Editor Simbiosa dapat memodifikasi artikel dengan gaya tanda baca, ejaan, huruf besar, referensi, dan penggunaan yang dianggap tepat. Penulis mengakui bahwa artikel tersebut dapat dipublikasikan sehingga akan dapat diakses oleh publik dan akses tersebut akan gratis bagi pembaca seperti yang disebutkan dalam poin 3.